…Dan Hujan pun Berhenti by Farida Susanty

Hey kawan-kawan, ada yang udah baca novel “Dan Hujan pun Berhenti”? Menurut kalian gimana?

Teru teru bozu ialah boneka putih terbuat dari kain yang terkenal dalam budaya Jepang. Di negeri sakura itu, orang-orang menggantungkan teru teru bozu di ranting pohon untuk membendung turunnya hujan. Spiza melakukannya demi melaksanakan niat bunuh diri, sesuai tagline yang tertera di sampul depan novel remaja ini. “kamu mau bunuh diri?” “ya, asal tidak hujan”

Seperti halnya Leostrada Miyazao, karakter utama Dan Hujan Pun Berhenti…, Spiza membenci hujan.

Hujan mengingatkannya pada peristiwa yang teramat pahit di masa lalu. Kenangan buruk yang menghantuinya dalam mimpi sehingga Spiza gelisah dan merasa tak mampu melanjutkan hidup.

Novel perdana Farida Susanty ini sangat kental dengan pernak-pernik Jepang. Mulai dari latar belakang keluarga konglomerat Miyazao, unsur budaya dalam teru teru bozu, bahasa Jepang yang sesekali dipergunakan, sampai keinginan beberapa karakter di dalamnya untuk bunuh diri. Meski harakiri merupakan elemen adat masyarakat Jepang sebagai solusi atas perbuatan yang dianggap memalukan, kemungkinan besar Farida melihat hal ini sebagai gejala yang merajalela di kalangan remaja dan anak di bawah umur di tanah air. Begitu mudahnya orang memutuskan bunuh diri. Orang-orang yang demikian berusaha menghindari permasalahan. Kematian itu mudah, namun kehidupan harus dijalani.

Persamaan tekanan batin membuat Leo dan Spiza dekat, setelah remaja pria itu kehilangan Iris untuk selama-lamanya. Anak muda yang sinis dan membenci keluarganya sendiri ini menemukan pelabuhan teduh untuk jiwanya yang gersang. Meski begitu, keberadaan Spiza tak urung melecut persoalan antara Leo dan teman-temannya satu geng.

Farida menghadirkan beragam karakter yang tidak terkotak-kotak antara baik dan buruk bagaikan dalam dongeng. Luthfi yang rendah diri terhadap Leo dikisahkan berwajah biasa-biasa saja namun memiliki pengetahuan Sejarah menonjol. Tyo, musuh geng Leo, bahkan menyadari bahwa dirinya tidak mempunyai teman seakrab saingannya itu. Bahkan kematian Iris sendiri menguak sebuah rahasia besar yang membuat Leo menyudahi ratapannya dan mencoba mensyukuri keadaan. Dan Hujan Pun Berhenti..benar-benar seperti yang diutarakan Sitta Karina di sampul belakang, “Kita dibawa bertubi-tubi menyelami jurang terdalam si tokoh dengan gaya menulis dan ilustrasi kata yang spontan dan liar.”

Kategori: Buku-buku
Jenis Remaja
Penulis: Farida Susanty
“Hei! Kenapa menggantungkan itu?”
“Biar hujan nggak turun.”
“Memangnya kenapa kalau turun?”
“Aku akan keburu mati sebelum aku bunuh diri.”
“Kamu mau bunuh diri?”
“Ya, asal nggak hujan.”
“…”Leo adalah seorang anak SMA yang baru saja dipukuli, yang tiba-tiba saja melihat seorang gadis yang sedang menggantungkan teru-teru bozu–penangkal hujan–di pohon sebelahnya. Saking herannya, tanpa sadar ia bertanya pada gadis itu tentang apa yang sedang gadis itu lakukan. Dan gadis itu berkata ia melakukannya untuk persiapan bunuh diri!

Sebenarnya Leo ingin melupakannya; dia terlalu skeptis untuk mengurusi orang lain. Sejak ia kabur dari rumah setelah kepergian teman pertamanya, Leo sudah tidak peduli lagi pada apapun. Ia sudah permanen memakai topeng tersenyum di wajahnya, menghasilkan imej maya itu–dirinya yang cuek, enerjik, sinis, liar, dan brutal. Sesuatu yang ia pakai di permukaan agar tampak bahagia selalu, menutupi keantisosialannya yang tersembunyi dalam dirinya. Kebencian dan ketidakpercayaannya pada dunia.

Tapi Leo ternyata benar-benar tidak bisa mengabaikannya. Ia bertemu dengan gadis itu lagi di kamar mandi sekolahnya, saat gadis itu sedang mencoba bunuh diri! Leo awalnya enggan untuk menyelamatkan gadis itu. Tapi setelah percakapan singkat sebelum kematian gadis itu, ternyata sesuatu berjalan di luar rencananya: gadis itu ternyata mirip dengan teman pertamanya…

Disadarinya atau tidak, di sanalah semuanya berubah. Di sanalah titik balik segala masalah Leo. Yang akan mengorek kembali masa lalunya, maupun masa lalu gadis itu. Yang akan mengusik sisi-sisi mereka yang terdalam. Yang mengubah jalan hidup mereka selamanya.

Dan di atas segalanya, hanya satu yang bisa Leo pegang,yaitu dirinya dan Spiza (gadis itu), adalah sama-sama orang yang tidak bahagia, dan sama-sama membenci hujan. Dan hanya itulah yang bisa mereka mengerti bersama, tanpa bisa dibagi pada dunia.

source : http://danhujanpunberhenti.blogspot.com/

My Comment :

Ceritanya beda dengan kbanyakan teenlit yg beredar skrg ini. Klo biasanya cerita lebih banyak suasana sekolah dan kehidupan cinta yang ceria, novel ini lebih dark, lebih suram. Pemilihan tokoh utama laki-laki bikin novel ini agak sedikit ‘brutal’ khas seorang laki2 pemberontak. Dan uniknya, novel ini ditulis oleh seorang perempuan…

Ceritanya gak ketebak, bikin pengen baca terus dari satu bab ke bab yg lain. Walaupun menjelang akhir sepertinya ada bbrp bagian yg ‘terlalu panjang’…:pp Endingnya juga bagus, gak terlalu clear tapi gak menggantung juga…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s