GOODBYE MY LOVE

Hello, how are you?

Is  your face still cute like before,

Pouring out my late regards and my late farewells, I write

“Ya! Kita harus berjanji bersahabat selamanya. Arrasoe?”, teriak Yong Ha dengan suara cemprengnya. Aku menengok kearah So Eun yang ada disampingku, dia tersenyum dan menunjuk kelingking kanannya.

“Yaksssooo!”, seru So Eun semangat.

Apakah harus berjanji seperti itu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri padanya, apa memang kita hanya akan menjadi sahabat. Aku terdiam sesaat.

“Nee, Yakssooo!”,  aku dan Yong Ha melakukan hal yang sama dengan So Eun, kemudian kami melingkarkan ke tiga  jari kelingking kami. So Eun dan Yong Ha tertawa lepas.

Apa aku benar-benar berjanji? Anniiyyoo,, aku tak sebodoh itu aku masih menginginkan So Eun menjadi pacarku. Yong Ha dan So Eun tidak melihat, dibelakang badanku aku menghubungkan jari tengah dan telunjukku saat kelingking kananku masih melingkar dengan kelingking mereka. Dan itu semua artinya aku sedang berbohong. Tapi tunggu dulu, mataku menangkap tangan kiri So Eun yang bersembunyi dibelakang badannya. Dia melakukan hal yang sama dengan apa yang kulakukan tadi. Apa maksudnya? Apa dia juga tidak menginginkan diantara kami hanya ada ikatan sahabat? So Eun masih tertawa, dia tidak sadar aku melihatnya.

Setelah tawanya reda. Perlahan So Eun meletakkan kepalanya diatas pundak Yong Ha yang berada disebelah kanannya. Aku tersenyum kecut melihatnya kemudian aku mengacak-acak rambut So Eun lembut. Ahhh…persaan ini lagi. Kami masih duduk beralaskan pasir putih dan merasakan angin laut yang mulai menusuk tubuh. Aku mengangkat wajahku, menatap langit yang menghitam dengan hanya dihiasi beberapa bintang. Kurasakan tangan kananku hangat, dan mataku menangkap tangan kiri So Eun memeluknya, tapi kepalanya masih menyender dipundak Yong Ha.

Sejenak,aku menikmati menatap wajahnya. Mungkin dia merasa terganggu dan membalas menatapku. Kami bertukar pandang dan tersenyum lalu menghadap langit lagi.

—(^^)—

“So Hyun….!!”, teriak seseorang mengganggu lamunanku saja. Saat ini aku di rumah menikmati liburan akhir tahun kelulusan kelas kami. Dan orang yang berusan ini adalah Yong Ha, teman terbaikku sejak aku pindah ke Seoul 4 tahun yang lalu.

“kenapa teriak-teriak? Habis menang taruhan dengan siapa?”

“jangan asal ngomong! Tadi sebelum aku ke rumahmu aku bertemu dengan So Eun”, Yong Ha menepuk pundakku dan duduk disebelahku yang masih mengutak-atik computer. “aku ingin memberitahukan sesuatu padamu”, lanjutnya.

“ternyata ada seseorang yang mencintaiku!”, ucapnya bangga.

Aku sedikit terkejut dengan ucapan Yong Ha, tidak biasanya anak ini curhat tentang cinta. Apakah di sekolah ada perempuan yang diam-diam suka Yong Ha…aku mulai mengabsen murid perempuan di sekolah kami. Apa mungkin Min Gi. Dia kan suka banget mengintai Yong Ha kemana-kemana. Ahh..syukurlah kalau perempuan itu sudah menyatakan perasaannya.

“kau tahu siapa?”, aku menggelengkan kepala pura-pura tidak tahu. “dia..So Eun..”. Kalian tahu apa yang aku rasakan saat ini?, jantungku serasa ingin berhenti berdetak, ada palu besar yang siap mengahantam kepalaku.Seketika aku menoleh kearah Yong Ha.

“kkau.. tahu darimana?”, tanyaku gelagapan.

“tidak ada yang memberitahuku tapi aku merasa dia menyukaiku. Kau tahu tadi pagi saja dia tiba-tiba memelukku erat tanpa alasan yang jelas. Mungkin So Eun tidak mau pisah kali ya sama aku, takut kehilangan. Hehe…”, ucapnya panjang lebar dengan senyum yang ga jelas.

Aku tertawa menaggapinya. “kau terlalu percaya diri Yong Ha. Pantas saja kau terlihat bodoh”, ujarku tidak begitu yakin dengan apa yang dikatakan Yong Ha barusan.

“aiishh..kenapa kau malah tertawa? Akan kubuktikan padamu sore ini, aku akan menyatakan cinta pada So Eun”

Seketika tawaku berhenti, “kau serius?”

 I wonder if you’ll simply ask me why it’s letter

When messages on mini homepages are more common firmly,

I pick up my pen…just in case I can’t convey my heart

I feel like I can’t di this any other way

It was really hard. When I loved you

Nothing happened the way I wanted it to

I keep promising myself to stop bothering you

Even though I wait until death, you won’t come

—(^^)—

Seketika tawaku berhenti. “kau serius..?”

“tentu saja!”

“bagaimana dengan Min Gi?”, aku berusaha menggagalkan niatnya.

“Min Gi? ada apa dengannya?”, tanya Yong Ha heran. Jadi dia belum tahu perasaan Min Gi padanya.

“kau benar-benar menyukai So Eun?”, tanyaku tidak mempedulikan pertanyaanya.

“nee, akhir-akhir ini aku merasa senang didekatnya”. Tapi aku sudah dua tahun menyukainya sedangkan Yong Ha baru akhir-akhir ini.

“kau lupa dengan janji kita dua tahun yang lalu?” .Ini kesempatan terakhirku untuk membatalkan niatnya.

“aku ingat! Tapi kan aku tidak tahu akan seperti ini dan So Eun pasti akan mengerti. Sudahlah aku harus mempersiapkan semuanya. Doakan aku So Hyun!”. Dia menepuk pundakku lagi lalu pergi meninggalkanku yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Lihat So Hyun apa yang sudah kau lakukan?. Selama dua tahun kau menunggunya tapi hanya berakhir seperti ini? Kau memang namja yang malang. Kenapa kau tidak mengatakannya saat So Eun bertanya tentang yeoja yang kusukai dulu? Aaaaaaarrrgghhttttttt SSiiaaaaaaall. Pabo sekali aku ini! Aku terus memukul-mukul kepalaku.

So Eun POV

“kau bawa aku kemana? Cepatlah aku tidak suka gelap!”. Aku heran dengan sikapnya ini, dia menutup kedua mataku dengan kedua tangannya. Dia bilang dia mau memberikan kejutan untukku. Apa disini juga ada So Hyun?

“sudahlah jangan cerewet.. sebentar lagi sampai”. Ku rasakan kakiku menyentuh pasir lembut. Aku tersenyum kecil. Yong Ha pabo! Aku tahu kau membawaku kemana.

“tttaaaarrraaaa..”, dia membuka mataku. Luccu! Ratusan bintang laut yang diwarnai warna pink membentuk kata ‘SARANGHAEYO CINGUDEULKU’ di atas hamparan pasir putih. Aku menutup mulutku.Tapi apa maksudnya?Aku menatap Yong Ha heran.

Yong Ha tersenyum. “Saranghaeyo….”, bisiknya. Dia menarik kedua tanganku.

“kau jangan mempermainkanku. Kau lupa dengan janji kita disini? Kau sendiri yang membuat janji itu!”, seruku ketus.

“aiissshh. Saat itu kan aku tidak tahu aku akan menyukaimu. Sudahlah Tuhan juga pasti mengerti!”, serunya mantap..sejenak kami diam.

“mmmhhmmm..Yong Ha apa ini beneran?”, tanyaku polos.

“PLETTAK”, dia menjitakku keras. “dari tadi kau menganggap semua ini bohongan? Apa kau tidak tahu mewarnai ratusan bintang laut itu susah. Sudahlah! Kau jawab saja apa kau menyukaiku atau tidak?”, cerocosnya yang semakin membuatku jengkel.

“aaiissshh kau tak usah menjitakku”, aku mengusap-usap kepalaku. “baiklah aku akan jawab.. sebenarnya.. mmmhhmmm… akuu..

—(^^)—

Akhir pekan ini, Yong Ha dan So Eun dengan semangat membuat rencana berlibur ke pantai yang memang sudah lama kami impikan bersama. Pantai berpasir putih yang terkenal akan kecantikannya. Sebenarnya aku tahu, dibalik ini semua mereka berdua tengah merayakan kebahagiaan mereka menjadi sepasang kekasih yahh..walaupun Yong Ha belum memberitahuku malam pernyataan itu. Ah..apa mereka tak tahu bahwa perasaanku sangat sakit. Yong Ha tetap ingin aku ikut sedangkan So Eun sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk perjalanan liburan ini. Aku pun pasrah, akhirnya aku ikut juga karena aku tak ingin So Eun kecewa.

“So Eun jangan di dapur terus!”, teriak Yong Ha. Aku mendengarnya hanya bisa tersenyum melihat Yong Ha yang sudah mulai seperti suami yang memarahi istrinya. Andai saja aku berada di posisinya aku tak akan berteriak ke So Eun. Tak lama So Eun keluar dengan bawaan bekal buatannya.

So Eun terlihat  cantik dengan baju barunya. Syal merah yang dipakainya terlihat serasi dengan baju. “So Eun-ah..kau cantik”, kataku dan tanpa menatap mata So Eun aku langsung masuk kedalam mobil. Aku sangat senang karena tanpa So Eun tahu aku baru saja membidikkan kameraku padanya. Awal yang bagus bukan.

“kita naik bis itu saja”, rengek So Eun.

“terus mobil kita taruh mana? Tak mungkin kita menitipkannya disini, apalagi kita tak mengenal pemilik cafe ini kalau terjadi apa-apa dengan mobilnya, gmana? Kalian mau bertanggung jawab?”, cerca Yong Ha tak mau kalah. Aku hanya menggelengkan kepala, aku menepuk pundak Yong Ha supaya lebih rileks.

“aku akan bicara dengan pemiliknya, kalian tunggu saja dan So Eun segera beli tiketnya”, kataku. So Eun mengangguk sedangkan Yong Ha mendengus kesal.

Dan, kita bertiga akhirnya menaiki bis tour sesuai keinginan So Eun. Aku bersyukur bisa membuat So Eun tersenyum yang sebelumnya cemberut. So Eun dan Yong Ha asyik bermain tebak-tebakan dan aku yang duduk di hadapan mereka menyibukkan diri memotret pemandangan walaupun sesekali aku mengambil gambar So Eun dan Yong Ha.

“ya…! So Hyun-ah kenapa sibuk sendiri. Kemari!”, ajak Yong Ha.

“ani..aku disini saja kalian main saja, aku akan mengambil gambar untuk kalian”. Saat ini kami berada di pantai selatan.

“kau juga harus berfoto dengan kita”, kata So Eun.

Aku menggeleng, “bersenang-senanglah”. Sesuai janjiku aku mengambil gambar mereka. Aku abadikan momen ini dengan kameraku. Kuharap mereka akan bahagia selamanya. Aku tak peduli lagi cintaku yang tak terbalas, aku malah senang karena So Eun memiliki Yong Ha yang notabene sangat menyayangi dan mencintainya.

—(^^)—

Aku berjalan sendirian menikmati udara pantai yang sejuk. Sudah lama sekali aku tak merasakan kepuasan seperti ini. Aku mulai memotret lagi, mencari obyek yang layak aku abadikan. Mobilku terpakir di seberang jalan dan aku ingin mengambil bekal untuk makan siang kami. Saat aku hendak menyebrang, ada seseorang yang memanggilku.

“SO HYUN…!! BAWAKAN BEKAL!!”, yah ternyata Yong Ha walau tak jelas ia bicara apa, aku tahu kalau dia menyuruhku mengambil bekal.

“ARA!! KALIAN TUNGGU SAJA DISITU”, baru saja aku ingin melangkah lagi. So Eun memanggilku lagi, entah mengapa suaranya terdengar sangat jelas.

“SO…HYUN…AAAAWWWWAAASSSS!!!”. Itu teriakan So Eun. Kenapa dia mengatakan itu.

Aku menoleh kesamping  dan “BBRRRRUUUKKK..”

Ku rasakan tubuhku terpental jauh…….. aaaahhh ada apa ini…

“ya! Kiittaaa harus berjanjjiiii. .Youngwonhiiii Saaahhaaabbaatttt arasseoo?”

“can you see Im not alone. So don’t worry about me. I’m loving someone, I have someone to love.”

“its You…”.

“yeoja itu bernama Kim So Eun”

“dia So Hyun…”.

“aaahh…seperti inilah hidup. Merasakan angin dan melihat semuanya dari atas”

Kilatan-kilatan gambar itu bermunculan satu persatu. “BRRUUKK”. Aku menabrak aspal. Tulang-tulangku terasa remuk. Aaaaiissshh Tuhan apa kau sedang mempermainkanku?.

“SO HYUN…”.Suara itu milik So Eun….. apa kau bisa memperkecil suaramu itu. Kau menghancurkan keheningan yang sedang kunikmati. Ku rasakan dia merangkul tubuhku kedalam pangkuannya.

“So Hyun… banguuuunn..!”.Dia mengguncang-guncangkan tubuhku. Aku berusaha membuka kedua kelopak mataku. Terasa perih dan berat. Yang pertama kulihat adalah air matanya yang terus keluar. Aku tersenyum kecil dengan sekuat tenaga aku mengangkat tangan kananku yang tidak mempunyai tenaga lagi. Tanganku mendarat dipipinya.

“mianhae…”, itulah kataku terakhir dan semuanya mendadak terasa gelap.

Goodbye my love, I’ll let you go now

The remembrances and the memories, I’ll forget them all

I’ll erase and erase and empty out every drop of love from my heart

One time, just one more time. If I am to see you

Again, how nice would that be…

This lingering attachment, these tears I’ll erase everything

—(^^)—

Pemakaman So Hyun segera dilaksanakan. Semua keluarga, kerabat dan teman-teman datang menghadirinya. So Eun ditemani Yong Ha berusaha menerima takdir yang tak adil buat mereka. Takdir yang sangat menyakitkan untuk diingat, So Eun tak kuasa menahan tangisnya sedangkan Yong Ha berusaha terlihat tegar walaupun kenyataannya dia sangat rapuh dan tak sekuat itu. So Hyun tak bisa meninggal dalam keadaan seperti ini, meninggalkan kedua sahabat yang sangat menyayanginya. Benar-benar pemakaman yang sangat sendu…

Seminggu setelah pemakaman So Hyun, keadaan So Eun dan Yong Ha belum berjalan seperti biasanya. Baying-bayang So Hyun selalu menghantui langkah mereka, sakit sekali jika harus menerima kenyataan bahwa So Hyun sudah meninggal dunia.

“So Eun..”, sapa Yong Ha yang mampir ke rumah.

“ada apa?”

“gwencana?”

So Eun mengangguk pelan, Yong Ha mendekat dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

“aku ingin memberimu ini”, Yong Ha memberi amplop kepada So Eun. “didalamnya ada foto dari kamera So Hyun saat ia bawa waktu liburan. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya. Aku ingin kau yang menyimpannya”

“kenapa aku? Kau tak mau?”, tanya So Eun.

“aku sudah mengambil beberapa. Dan sepertinya kau yang lebih berhak memilikinya, ada sesuatu yang ingin disampaikan So Hyun lewat foto-foto itu padamu. Aku pergi dulu”, tanpa menunggu Yong Ha yang pergi, So Eun segera masuk ke kamarnya dan menumpahkan isi amplop itu.

Betapa terkejutnya So Eun, bahwa foto-foto itu adalah gambar dirinya. Semua pose yang ia punya, tercipta di selembar kertas foto itu. Tidak ada yang luput dari penglihatan So Hyun, semua hasil memotretnya benar-benar sempurna. Dan ada satu gambar yang menarik hatinya. Sebuah foto bergambarkan, pasir pantai yang tertulis “SARANGHAEYO KIM SO EUN”. Tanpa disadarinya, ia menggenggam foto tersebut dengan erat. Sambil menahan air mata yang mau keluar. “nado..saranghae So Hyun-ah…”,kata So Eun serak.

I thought I would forget you as time goes by

But you keep finding your way into my heart again

And again

THE END

3 thoughts on “GOODBYE MY LOVE

  1. Annyeong Haseyo…. Reader baru nih….

    Wahhh… Sad ending yah…😦
    Walopun udah liat mv.nya_tapi tetep keren Os ηγά̲̣̥….

    Coz aku_seorang Angel’s aka kim So eun fans….
    Maka suka banget nyari Os atau FF dengn main cast Sso… #plakkk#gkda Ϋά̲̣̥ηġ tanyak# ekekkek

    Lanjuttt nyariii_yang maincastnya Sso eunii…
    Ehehhehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s