GEOTJIMAL [prolog]

Tittle:

                GEOTJIMAL

Starring:

                Choi Kyuhyun

                Lee Donghae

                Arisa Hayumi

 

Author PoV

Angin sore yang begitu lembutnya membuat semak-semak yang tinggi itu bergoyang dengan lihai nya seperti seorang penari yang gemulai. Hari itu langit sore nampak begitu indah, memperlihatkan bias warna yang ambigu. Seorang anak laki-laki tiduran diantara semak tinggi itu. Menatap langit sore sambil mengenang semua kenangan bahagianya. Namun, anak itu tidak tampak tersenyum bahagia melainkan menangis. Ia menangis sesenggukan tanpa bisa berhenti…

“umma….umma…”, sejak tadi hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.

Flash back

Jepang 1997

Suara mobil patroli menyeruak begitu nyaringnya, ada sekitar 10 mobil patroli yang berlabel NSS (National Security System) datang dari segala penjuru dan menuju ke sebuah dermaga di Jepang. Seorang agen wanita memimpin jalannya para mobil tersebut. Dan benar saja tak menunggu lama semua kru bersenjata memagari area dermaga tersebut.

“semua pasukan siap!”, lapor seorang agen laki-laki.

“kita gagalkan transaksi mereka”, kata agen wanita tadi sambil menyiapkan pistol yang siap di tangannya.

Pasukan tadi tidak membuang waktunya dan langsung mengambil alih tempat dan dengan lihai berhasil masuk ke tempat operasi transaksi berlangsung. Perang senjata api tak terelakkan, semua saling menembak tanpa berhenti. Terlihat seorang laki-laki mencoba kabur dengan seorang laki-laki tua bersamanya. Dialah ketua KUMO, organisasi narkoba nomor satu di Jepang. Dan menjadi target utama NSS kali ini dan laki-laki muda di sampingnya adalah tangan kanan kepercayaannya.

“jangan sampai target utama lolos”, perintah agen wanita.

“baik senior”, seorang agen mencoba lolos dari adu tembakan tapi sangat sulit keluar dari tempat itu. Melihat situasi yang makin tak terkontrol akhirnya agen wanita tadi mengubah rencana.

“amankan barang bukti dan dapatkan saksi, hari ini kita harus menggagalkan operasi mereka. Jangan bertindak gegabah semuanya harus rapi”

“semuanya mengerti? Arraseo?”, agen wanita meyakinkan aggotanya agar tidak gegabah.

“NE!!!”, jawab semua agen lainnya.

—(^^)—

Klik…seorang wanita masuk dan duduk di pinggir ranjang. Wanita itu tersenyum melihat anak laki-lakinya tertidur. Tapi saat ia mau beranjak, suara anak laki-laki itu membuatnya duduk kembali.

konbawa* Kyuhyun….”, sapa wanita tadi. *selamat malam*

okasan*…baru pulangkah?”, tanya Kyuhyun dan wanita tadi mengangguk sambil mengusap kepala anaknya dengan kasih sayang. *ibu*

“maaf membuatmu terbangun Kyuhyun?”

“tidak apa-apa okasan, aku sudah terbiasa seperti ini. bagaimana tugasnya? Apakah berjalan lancar?”, tanya Kyuhyun penasaran.

“why? Kau menyuruh okasan bercerita tentang misi tadi bukan?”, Kyuhyun mengangguk dengan semangat. “ayolah okasan….”, rayu Kyuhyun.

“baiklah…dengarkan baik-baik. Okasan akan menceritakan sesuatu yang perlu kau ambil pelajarannya. Mengerti Kyuhyun?”

“aku mengerti okasan”. Seperti malam sebelum-sebelumnya agen wanita yang merupakan ibu Kyuhyun selalu menceritakan tentang misinya di NSS kepada Kyuhyun. Agar anak itu bisa mengambil pelajaran dari yang ia ceritakan. Ia ingin Kyuhyun tumbuh menjadi anak yang baik. Walaupun suaminya tak bisa menemaninya membesarkan Kyuhyun.

Ayah Kyuhyun sendiri sudah tewas sewaktu Kyuhyun berumur 2tahun. Kejadian yang sadis, ayahnya dibunuh oleh sekelompok mafia Jepang saat ia bertugas menjadi notaris di sebuah perusahaan. 3 peluru bersarang di tubuh ayah Kyuhyun dan ia mati di tempat. Ibu Kyuhyun tak pernah menceritakan secara detail tentang pembunuhan ayahnya karena sang ibu tak mau anaknya memiliki perasaan dendam yang akan dibawanya sampai dewasa.

—(^^)—

Siang itu udara Kyoto terasa kering karena musim pancaroba yang seakan tak bersahabat baik dengan manusia. Kyuhyun berjalan sendirian sambil memainkan mainan di page nya. Kyuhyun termasuk anak pendiam dan baik, ia tak pernah melakukan kesalahan dan bermain sembarangan. Pesan dari ibunya selalu ia jaga dan Kyuhyun tak mau mengecewakan ibu dan mendiang ayahnya.

Kyuhyun pun tak pernah marah ataupun sedih atas kesibukan ibunya.

“kyu! Berhenti!”, Kyuhyun berhenti dan menoleh ke belakang. Dilihatnya beberapa anak datang kepadanya.

“apa kau harus pulang tepat waktu?”, tanya seorang teman sekolahnya.

“hmm..aku mau mampir dulu di toko roti,memangnya ada apa?”

wakatta, kami butuh bantuanmu Kyu”, lanjutnya. “kami menemukan dompet ini di jalan dekat sini, sebenarnya kami mau ke kantor polisi tapi aku rasa kau bisa mengembalikannya”, anak laki-laki itu menyerahkan sebuah dompet berwarna merah muda.

Kyuhyun menerimanya dengan rasa bingung, saat ia membuka dompet itu ia tahu mengapa temannya memerlukan dirinya.

“kau orang korea kan, pasti tahu tulisan apa itu”, kata anak laki-laki lainnya. Kyuhyun mengangguk.

“aku tahu, dompet ini biar aku yang mengembalikannya”, Kyuhyun berpamitan dengan teman-temannya dan mulai mencari alamat gadis ini.

Karena insiden itulah Kyuhyun mengenal seorang gadis kecil perempuan, dia bernama Arisa.

—(^^)—

Kyuhyun PoV

Aku kembali ke tempat ini lagi, setelah bertahun-tahun aku kemari sendirian sekarang keadaan berubah. Aku tersenyum jika mengingat peristiwa dimana saat mengembalikan dompet merah muda ke Arisa. Gadis kecil yang baik dan aku menyukainya. Ia sangat pandai melukis, aku tahu itu sejak awal. Saat itu aku mengembalikan dompetnya aku melihat lukisan di buku sketsanya. Lukisan yang indah.

“Arisa!”, teriakku. Gadis itu menoleh dan tersenyum.

“Kyu!”, lagi-lagi dia memanggilku ‘Kyu’. Aku segera menghampirinya dan duduk di sebelahnya.

“aku terlambat?”

“tidak..”

“kau melukis lagi? Apa tidak bosan melakukan hal yang sama setiap hari?”, tanyaku.

“kau bertanya seperti itu lagi…tidak. Aku tidak bosan. Bagaimana denganmu?”

“aku? Apa?”, tanyaku bingung. Arisa menunjuk page game yang selalu kubawa. “kau bawa mainan mu itu kemana pun kau pergi. Benar kan? Apa kau tidak bosan?”, ujar Arisa tak mau kalah.

“yaya…”, aku benci harus adu mulut dengannya. Aku diam dan mulai memandangi pemandangan sungai di depanku.

Sedangkan Arisa…. ia masih saja sibuk dengan lukisan pemandangan yang ia belum selesaikan dari lusa kemarin. Sebenarnya aku sangat ingin dilukis, paling tidak bagian muka. Seandainya Arisa tahu.

“ada apa?”, tanya Arisa tiba-tiba.

“hmm?”, aku menatapnya ragu. “apa kau bisa melukis orang?”, tanyaku pelan.

“tentu. Aku sering melukis okasan. Kenapa?”

“tidak apa-apa. Aku..hanya bertanya”, jawabku bohong, padahal aku ingin memintanya untuk melukisku. Ahhh…dasar Kyuhyun pabo!!!

—(^^)—

Arisa PoV

Di rumah sakit..

“Arisa..kau tidak mau menginap disini?”, tanya okasan.

“maaf okasan aku sudah janji pada otosan untuk tidur di rumah. Lain kali aku akan menginap disini, aku janji”

otosan baik padamu?”, tanya okasan. Aku pun mengangguk.

otosan baik padaku. Oh iya.. ada salam dari otosan buat okasan katanya okasan harus segera sembuh supaya bisa kembali ke rumah”, aku melihat okasan tersenyum mendengarnya, berarti okasan senang.

“Arisa….”

Aku menghentikan kegiatan melukis wajah okasan dan memandangnya okasan nya.

okasan  tidak bisa pulang ke rumah. Okasan sudah terlalu capek dengan semua kelakuan otosan. Kita ke korea bagaimana?”. Aku tak percaya dengan apa yang okasan katakan. Pindah ke korea??

“tapi Arisa masih ingin bersama otosan…”, aku memohon pada okasan supaya tidak membawaku pindah.

Okasan mengambil buku sketsaku dan membelai kepalaku lembut. “kita tidak bisa hidup bahagia disini Arisa..otosan sudah tidak peduli lagi dengan okasan. Sebaiknya kita pindah ya. Akan ada teman okasan yang membantu kepindahan kita”

Sekali lagi aku beranikan diri menatap sepasang mata okasan. Tergambar jelas semua penderitaan okasan selama di Jepang ini. Apakah aku harus ikut pindah ke korea? Bagaimana dengan otosan?

—(^^)—

Kuil Kiyomizu-dera

“disini terkenal dengan ‘Batu Buta’, kau tahu ada legenda yang terkenal disini juga”, Kyuhyun mengajak Arisa ke sebuah kuil terkenal di Kyoto.

“berjalan 100 m menuju ke tempat Batu Buta sambil menutup mata maka keinginanmu akan tercapai”

“kau tahu?”, Kyuhyun tak percaya.

“aku tahu banyak hal di Kyoto walaupun aku orang baru. Bagaimana kalau kita mencobanya?”, Arisa menarik tangan Kyuhyun supaya mengikuti langkahnya. Setelah melakukan ritual yang sama seperti legenda tadi, mereka berdua duduk di depan kuil sambil menatap keindahan bunga sakura yang berguguran.

“Kyu…aku akan pindah”, kata Arisa sedih.

“pindah kemana?”, tanya Kyuhyun kaget.

“ke Korea, okasan menyuruhku untuk meninggalkan Jepang”

“lalu bagaimana dengan otosan mu? Kau tidak bisa meninggalkannya seorang diri Arisa”

“aku dan okasan sudah membuat keputusan akan pindah Kyu, kami tidak bisa menggagalkannya”

“jadi …ini perpisahan terakhir kita?”, ujar Kyuhyun berdiri di samping Arisa. Menatap gadis itu sendu.

Arisa mengangguk lalu berdiri menjajari Kyuhyun. “aku tidak akan melupakanmu”

Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, sebuah kayu ke Arisa.

“aku membuat ukiran ini untukmu, sebuah rumah tapi ini belum selesai”, Arisa menerimanya.

“kalau begitu kita buat sebuah janji. Kita akan bertemu lagi setelah dewasa dan saat itu Kyu harus menyelesaikan ukirannya. Yaksoe?”, kata Arisa.

“yaksoe….”, Kyuhyun melingkarkan jari kelingkingnya ke kelingking Arisa.

Tanpa disangka, Arisa mencium pipi Kyuhyun.

sayounara…”, kata Arisa sambil membungkuk kearah Kyuhyun.

sayounara…”, Kyuhyun membalas bungkukan salam Arisa. Sambil menahan kesedihan mendalamnya.

—(^^)—

Kyuhyun sedih karena ditinggal Arisa, lalu ibunya mengajak nya pergi ke pesta malam. Mereka pun makan malam bersama. Tapi tetap saja Kyuhyun masih berwajah sedih. Ibunya mulai memesan masakan korea kesukaan mereka.

okasan! Apa benar yang dikatakan okasan barusan?”, tanya Kyuhyun.

“kau tidak membaca menumu Kyuhyun…disini restoran korea. Kau bisa memilih menu kesukaanmu”

“jinjjayo?”, Kyuhyun mulai membuka buku pesanannya. Ia sangat menyukai masakan korea daripada Jepang yang semuanya mentah. Belum lagi yang minim sayuran membuatnya tak pernah habis makan masakan Jepang.

okasan…apakah orang yang telah berpisah bisa bertemu kembali?”, tanya Kyuhyun.

“Kyuhyun…pernahkah kau melihat jam? Jarum panjang dan pendeknya tidak pernah berdetak bersama, tapi ada masa ia akan berada pada letak yang sama yaitu pada pukul 12. Begitu juga manusia, walaupun mereka saling berpisah nanti akan ada waktu mereka bersama kembali”, jawa ibu Kyuhyun dengan bijak.

Lalu ibu Kyuhyun mengeluarkan sebuah jam tangan yang sudah mati di pukul 12.

“ini adalah jam peninggalan ayahmu, walau ayah dan ibu berpisah, ibu yakin suatu saat nanti akan ada waktunya bersama”, Kyuhyun meraih jam tangan tersebut namun jatuh. Ia pun mengambilnya ke bawah meja. Belum sempat ia mengambil jam tangannya,

DOR DOR

Kyuhyun kaget mendengar suara tembakan. Segera Kyuhyun keluar dari bawah meja, wajah Kyuhyun langsung pucat saat melihat seorang pelayan bertopeng menembak ibunya. Kyuhyun menangis melihat ibunya berlumuran darah, sambil memegang jam tangan tadi ia memohon kepada si pembunuh agar tidak menembak lagi. Kyuhyun masih menangisi ibunya, yang ia ingat pada hari itu adalah tangan si pembunuh yang penuh tato.

End of flashback

Kyuhyun masih saja menangis mengingat kejadian malam itu. Ia benar-benar sendirian sekarang, kesepian. Malam hari ini saja Kyuhyun tidur di kuil tempat biasa ia kunjungi bersama ibunya apabila rindu ayahnya. Dan juga tempat ia terakhir kali bertemu Arisa. Lalu tak lama kemudian, seorang laki-laki datang membangunkan Kyuhyun.

“paman siapa?”, tanya Kyuhyun.

“paman adalah sahabat ibumu di NSS. Kami satu departemen. Paman kesini untuk mengajakmu hidup bersama paman. Bagaimana?”

Kyuhyun terlihat bimbang. Ia tidak tahu apakah harus mengikuti paman ini atau tetap di Kyoto.

“kau akan aman bersama kami. Aku memiliki keuarga, seorang istri dan anak. Ia bernama Lee Dong Hae. Kalian akan menjadi saudara”, Kyuhyun masih berpikir.

“kita akan pindah ke korea Kyuhyun. Kau tidak usah cemas, Kyoto hanya akan mengingatkan mu pada ibumu. Makanya kita akan pindah ke korea. Kau mau?”, Kyuhyun mengangguk juga.

Sejak saat itu Kyuhyun menjadi anak angkat keluarga Lee dan menjadi adik angkat Donghae.

Kehidupan pun berjalan seiringnya waktu.

—to be continue—-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s