YEOJA BABO

Tittle:

            YEOJA BABO

 

Starring:

            Lee Hyuk Jee a.ka Eun Hyuk – Super Junior

            Kim Yoo Jin a.ka UEE – After School

 

 

Eun Hyuk PoV

Aku berusaha untuk konsentrasi kepada barang yang sedang kumainkan, yup! PSP milik dongsaengku-Kyuhyun. Tapi, semakin aku berusaha untuk berkonsentrasi aku semakin memikirkan sesuatu yang sedari tadi sore sudah mengusik pikiranku. Aish.. kenapa bayangannya selalu muncul di otakku, sejak dulu!

TAK TOK TAK TOK

Aish.. siapa pula ini yang melempari kaca jendela kamarku dengan kerikil ? berisik sekali.

SRETTTTT

Kubuka tirai jendela dan kudapati seorang yeoja tengah berdiri mendongakkan kepalanya keatas menghadapku sambil tersenyum lebar dan mengacungkan sebungkus es krim di tangannya dan sekantong kresek di tangannya yang lain. Aigoo.. mau apa dia malam-malam begini? Mengganggu saja.

“YAA! Babo! sedang apa kau hah?! mengganggu saja!” teriakku dari jendela kamarku.

“MWO?! Babo?! YA! Cepat turun!!! aku mau memberimu sesuatu! PPALLI !!!” teriaknya sangar.

Aigoo.. buat apa seorang Kim Yoojin yang notabene ‘cewek jadi-jadian’ *Dilempar bakiak ama yang punya nama* berdiri dengan muka penuh harap menghadapku dari bawah sana?!

“aish..ne..ne. Bawel,” ucapku asal dan segera beranjak pergi. Bisa kudengar dia masih mengomel tak karuan. Hahahaha, dasar bawel.

“ada apa malam-malam begini memanggilku? Mengganggu saja,” ucapku kesal padanya.

“aku cuman mau memberimu ini,” ucapnya sambil membuka kantong kresek yang dari tadi dibawanya. Tanpa sadar aku langsung menyunggingkan senyum lebar dan mau meraih kantong kresek itu tapi Yoojin buru-buru menarik kresek itu dan menyembunyikan kantong kresek berisi barang kesukaanku di balik punggunggnya.

“eits, kamu mau ini?” tanyanya jahil.

Aku hanya mengangguk dengan mata berbinar-binar setelah tau barang apa yang ada di dalam kantong kresek itu.

“tidak segampang itu kamu bisa mendapatkannya,” katanya.

Aish.. ini nih yang nggak aku suka dari ‘yeoja babo’ satu ini, aku baru inget kalo dia ngasih aku sesuatu pasti ada maunya. Seperti tadi dia bilang ‘cuman mau memberiku ini’ ternyata… ckckck.

“ne…ne..kau mau apa?” tanyaku malas-malasan.

Dia langsung tersenyum lebar dan menyodorkan beberapa biji buku tulis padaku yang entah darimana datangnya dan kini sudah ada tepat di depanku.

“tolong bantu aku kerjakan peer-ku! Please!” ucapnya sambil menelangkupkan kedua tangannya memohon padaku. Aish.. sudah kuduga pasti ini kemauannya.

“apa ini saja bayarannya?” tanyaku singkat.

“mwo?” jawabnya bingung.

“hah.. apa cuman ini bayarannya?” aku menghela napasku dan bertanya lagi sambil menunjuk kantong kresek itu. Dia terlihat kebingungan. Dia terus berpikir lama sekali. Aigoo.. cewek ini babo sekali, ditanyai seperti itu saja berpikirnya hampir satu jam.

“YAA! Cepat jawab. Kenapa malah bengong,” ucapku judes karena sudah menunggu lama dan mulai mengantuk.

“errr.. kalo gitu aku tambah deh tawarannya. Aku mentraktirmu di kantin sekolah besok,” tawar Yoojin. Cuman sehari? Tawaran yang tidak bermutu, pikirku.

“3 hari,” ucapku.

“Mwo? 2 hari,” ucapnya.

“3” ucapku lagi.

“2!!” ucapnya sengit.

“hemm..ara ara kalo tidak mau ya sudah aku pulang dulu annyo..”

“eiitttss.. chankkaman!! oke oke 3 hari!” ucapnya sambil menarik ujung kaos ku. Aku tersenyum penuh kemenangan.

“deal,” ucapku menyetujui, sambil menyembunyikan senyumanku.

“nah gitu dong.. sini kemarikan kresek-mu,” pintaku pada Yoojin yang manyun.

“cih ne..ne.. dasar pelitttt!!” teriaknya sambil menyodorkan kresek berisi beberapa bungkus jajangmyeon kesukaanku.

“gomawo,” ucapku sambil tersenyum manis, mengacak pelan rambut Yoojin dan membawa kresek itu pulang ke rumah.

Kulihat wajahnya berubah warna jadi merah merona. Mwo? Dia malu? Bwahahahahaha😄 lucu sekali dia. Padahal biasanya gayanya tomboy dan ‘slengekan’ kayak namja tapi kalo digituin ternyata jinak juga. Dasar yeoja babo. Ya, dia babo sekali. Nilai matematika paling tinggi adalah 5, bahasa inggris 6, IPA 5, sastra 4. Aish.. kalo sejelek itu kenapa dia bisa naik kelas sampai SMA? Itu dia yang aku bingung sampai sekarang. Dia bilang setiap kali ulangan kenaikan kelas dia serasa mendapat keajaiban. Duh, dasar udah umur berapa sih? Kok masih percaya sama begituan. Dasar babo!

“aku pulang dulu yah,” pamitku. Dia hanya menggangguk sebisanya dan langsung melahap es krim yang mulai mencair. Sebelum membalikkan badan, aku sempat melihat tetesan-tetesan es krim yang cair di sudut bibirnya. Duh, ni cewek bego, babo ato polos sih? Makan es krim kayak anak teka.

Aku mengelap sudut bibirnya dengan ibu jariku dan menjilat es krim yang kini menempel di ibu jariku.

“ternyata cuman badannya doang yang tambah gede, tapi kelakuan masih kayak anak teka. Ckckck,” ucapku dengan nada sengaja mengejek.

Kulihat dia hanya melongo kebingungan. Tuh kan, dasar yeoja babo! Tapi, lama kelamaan pipinya bersemu merah. Waaahh dia malu rupanya. Aku pun segera beranjak berbalik meninggalkannya dan tak lupa membawa peer-nya.

“YA!!! LEE HYUK JEE!!! AISSSHH,” teriaknya kesal dari kejauhan. Aku hanya bisa tertawa senang. Hahahaa….

—(^^)—

Keesokan harinya…

Yoojin Pov

Baru saja aku melangkah memasuki gerbang sekolah, sudah ada banyak teriakan-teriakan centil dari seluruh penjuru lapangan yang tertuju untuk orang paling diminati di sekolah yang sekarang sedang berjalan dengan santainya seakan tak terjadi apapun disebelahku, yup! Lee Hyuk Jee atau sering dipanggil Eunhyuk.

Aish.. apa menariknya cowok maniak yadong ini yang tidak pernah mau mengalah padaku dan selalu mengambil keuntungan dari setiap ‘deal’ yang kami berdua sepakati.

Yah, sebenarnya kalo diliat dari tampang sih Eunhyuk itu termasuk cowok cakep yang mungkin bisa bikin nenek-nenek pun suka padanya. Sudah cakep, dancer, putih, menarik, pintar pula. Alamak.. sempurna sekali sebagai seorang cowok. Sedangkan aku hanyalah gadis biasa yang biasa Eunhyuk sebut ‘yeoja babo’ aku sih terima-terima aja dikatain kayak gitu. Lah.. pada dasarnya emang itu sesuai kenyataan.

Aku yeoja babo yang kecowok-cowokan, maksudku tomboy, gak begitu ngerti apapun tentang barang cewek. Sebutan babo sangat cocok denganku karena tiap kali ujian harian setiap mata pelajaran nilaiku tak lebih dari angka 7. Bayangkan, kau mendapat nilai seperti itu selama 3 tahun kedepan. Tapi, anehnya setiap kali aku ujian kenaikan kelas saat SMP dan SD dulu aku selalu merasakan keajaiban. Hohoho! Lucky me!

—(^^)—

Eun Hyuk PoV

Sorry Sorry Sorry Sorry~~~

Bel tanda istirahat berdentang dengan nyaring dan membuat seluruh penghuni kelas keluar untuk menikmati masa-masa istirahat mereka tak terkecuali aku dan yeoja babo yang sedang berjalan dengan santainya di sebelahku dengan gaya berjalan ala cowok.

Ah, iya mianhae aku lupa memperkenalkan diri. Aku Hyuk Jee, para reader pasti sudah mengenalku *narsis mode on*. Seorang namja tampan bin pinter yang jadi pujaan seluruh wanita di sekolah. Sedangkan dia *nunjuk yeoja babo disebelahnya* itu Kim Yoojin. Yeoja babo yang selalu tomboy, yeoja babo yang selalu meminta bantuanku untuk belajar apalagi mengerjakan peer, yeoja babo yang selalu tersenyum lebar, yeoja babo yang selalu menikmati hidupnya apa adanya dan yeoja babo yang selalu membuat jantungku berdebar-debar melihat segala tingkah lakunya. Kurasa cukup penjelasan tentang yeoja ‘babo-ku’. Oh ya, ditambah lagi dia teman sejak kecilku bahkan eomma kami sudah seperti saudara.

“YAA! Babo, jangan lupa janjimu kemarin,” ucapku sambil berjalan mendahuluinya.

“ne..ne.. aku tidak akan lupa. Omong-omong dimana peer-ku?” tanyanya sambil mencoba untuk menyamai langkahnya dengan langkahku. Maklum dia kan pendek *plakkk*

“Ada di tas ku,” jawabku sekenanya.

“Gomawo,” jawabnya yang kini sudah berhasil menyamai langkahnya denganku.

–Di kantin

“KYAAAAA~ Eun Hyuk sunbae~~~,” teriak beberapa fans-ku yang mungkin dari kalangan anak kelas 1, sedangkan aku kelas 2.

“eun Hyuk sunbae, ini kubawakan bekal buatanku sendiri. Tolong diterima,” kata salah seorang yeoja kelas 1 sambil menyerahkan kotak bekal berwarna hijau muda.

“Gomawo. Tapi, aku sedang ditraktir temanku. Jadi lain kali saja,” jawabku sedikit dingin kepada yeoja yang menyerahkan bekalnya tadi.

“Hiks..hiks… Eun Hyuk sunbae, jahat…hiks,” isak yeoja itu pelan tapi tidak dapat dipungkiri lagi kalo yeoja itu menangis. Aku tetap diam tanpa memperdulikannya. Tiba-tiba ada yang memukul kepalaku dari belakang.

BUKKK

“YAA! Sakit tau!” teriakku kesakitan sambil mengelus-elus bekas pukulannya.

“YAA!! Eun Hyuk BABO!!! kau apakan gadis ini sampai menangis hah? Dia ini anak orang tau,” teriak yeoja babo a.k.a Yoojin sambil sebelah tangannya memegang nampan berisi semangkuk jajangmyeon pesananku.

“YAA!! Yoojin BABO!! aku juga tau kalo dia itu anak orang,” teriakku balas.

“sudah cup..cup.. jangan nangis ya..sudah letakkan saja bekal itu di meja, nanti biar aku yang menyuruhnya untuk memakan bekalmu.” Kulihat Yoojin sedang menepuk-nepuk kepala yeoja yang menangis tadi dengan lembut.

“gomawo Yoojin onnie,” kata yeoja itu sambil memeluk Yoojin dan bergegas pergi meninggalkanku dengan Yoojin diikuti segerombolan teman-temannya yang hanya bisa berdiam diri melihatku adu mulut dengan Yoojin tadi.

“huh.. kau itu gak pernah berubah ya,” ucap Yoojin sambil memandangku yang sedang asik menyantap jajangmyeon traktiran.

“mwo?” ucapku dengan mulut penuh jajangmyeon.

“selalu saja dingin kepada gadis-gadis manis seperti mereka tadi,” ucap Yoojin lagi sambil membuka bekal yang tadi diberikan oleh fansku.

“UWAAAA~~” teriaknya kagum yang membuatku sedikit kaget dan tersedak.

“uhuk..uhuk.. wae?” tanyaku.

“bekalnya kelihatan enak sekaliiiii~” ucap Yoojin dengan mata berbinar-binar.

“makan saja,” ujarku.

“mwo? Jinjja? Gomawo~” Yoojin langsung melahap bekal itu dan berteriak.

“mashitdaaaaa!!~”

“berisik,” ucapku kesal dengan tingkah babo-nya yang bikin jantungku berdebar-debar seperti biasanya. Tapi, lucu juga liat dia makan kayak gitu. Udah belepotan kayak gak makan setaon. Style makannya anak teka banget~ hahaha.

Setelah aku selesai makan, aku beranjak dan hendak pergi duluan ke kelas. Saat melewati Yoojin yang masih sibuk dengan bekalnya aku menepuk kepalanya pelan. “Gomawo traktirannya. Dasar anak teka,” ucapku sambil menyunggingkan senyum evilku.

“MWO?! EUN HYUK BABO!” tereaknya balik. Aku hanya tersenyum senang melihatnya kesal padaku. Hahahaha. Dasar yeoja babo!

—(^^)—

Beberapa hari kemudian…

Yoojin PoV

“annyeong eomma~” ucapku sambil mengecup pipi eomma.

“annyeong.. cepat sarapan dan berangkat. Eomma tidak mau kamu telat,” ucap Eomma.

”ne.. eomma,” jawabku dan bergegas melahap dua buah roti bakar.

“eomma, aku berangkat. Annyeong,” kataku sembari mengecup pipi eomma lagi dan berangkat ke sekolah.

“hati-hati di jalan sayang,” kata eomma. “ne eomma!” balasku dengan senyuman lebar.

Syalalalala~ aku bersenandung kecil saat dalam perjalanan masuk ke gerbang sekolah. Saat sedang enak-enaknya bersenandung, aku melihat pemandangan yang entah kenapa membuat dadaku sedikit sakit.

Aku melihat sahabatku sejak kecil, Eun Hyuk sedang menggandeng tangan seorang gadis yang berbadan mungil, berambut lurus sedikit melebihi bahu, berkulit putih mulus, dan senyuman kebahagiaan terpasang dengan jelas di wajahnya dan kulihat wajah Eunhyuk juga memancarkan kebahagiaan. Aku tak pernah melihatnya tersenyum lebar seperti itu. Kuperhatikan lagi wajah gadis itu dan aku merasa familiar dengannya, tapi aku lupa siapa dia?

Yoojin PoV

Hah..aku menghela napas berkali-kali sejak kemarin. Dadaku terus terasa sakit mengingat kejadian itu. Ya, kejadian pagi hari yang indah berubah menjadi MENYEBALKAN. Entah kenapa aku tidak suka melihat Eunhyuk dengan yeoja itu. Yah.. meskipun aku nggak tau dan nggak mau tau siapa yeoja itu, tapi rasanya sakit sekali.

Sebenarnya siapa yeoja itu? Yeojachingu nya Eunhyuk? sejak kapan Eunhyuk punya pacar? kenapa dia tidak memberitahuku? apa dia berusaha menyembunyikan sesuatu dariku? semua ini membuatku pusing! AAAAARRRRRGGGHHHHHH

KLOTAK !!

Aish..sapa itu? Berisik! nggak tau apa kalo aku lagi pusing?!

“MWO?” tanyaku ketus pada orang yang ada dibawah. Yup ! it’s Eun Hyuk. Orang paling babo sejagad raya.

“bisakah kau turun sebentar? Aku ingin bicara padamu,” ucapnya.

“ogah,” jawabku jelas, tegas, singkat, dan padat.

“cepat turun babo! Ato aku yang akan naik ke atas!” ucapnya dengan nada mengancam.

“silahkan~” jawabku tak peduli dan kembali tidur-tiduran di ranjang.

Paling dia hanya menggertakku saja. Syalalalalala~ aku bersenandung kecil, berusaha melupakan kejadian pagi itu. Tapi sebuah suara mengagetkanku.

HUP

Aku kaget dengan pemandangan yang ada di depanku. Eun Hyuk sedang berjongkok di jendela kamarku dengan senyum evil terpampang jelas di wajahnya.

“YAA! Apa yang kau lakukan?!” teriakku.

“seperti yang aku bilang tadi, kalo kamu gak mau turun, maka aku yang akan naik,” jawabnya santai sambil melangkah mendekat padaku yang sedang duduk di pinggiran ranjangku.

Eunhyuk semakin lama semakin mendekat padaku dan menempelkan keningnya pada keningku. Aku yang kaget hanya bisa diam tak berkutik.

“kau tidak panas, kau tidak sakit,” ucapnya bingung.

“MWO?!” tanyaku ketus yang sebenarnya dalam hatiku aku menjerit ‘huwaaaaaaahhhh’ mukaku pasti merah sekarang.

“MWOOO?!?! Apa maksudmu?!” kukernyitkan dahiku, bingung.

“kau! Kenapa hari ini bersikap aneh?” tanyanya dengan suara yang melembut.

“aku? Hari ini? Baik-baik aja kok,” jawabku sekenanya. Apa kamu nggak tau? Aku tersiksa tau! Tersiksa melihatmu bersama yeoja yang entah aku tak tau siapa dan aku tak mau tau siapa dia! Tapi, kau yang melakukannya kenapa hatiku yang sakit??? *nah loh.. babonya mode on lagi deh*

“jeongmal???” Eunhyuk tidak percaya dengan jawabanku. Aigoo.. ni anak musti diapain sih biar pecaya?

“ne~” aku menjawab dengan malas.

“aku tidak percaya,” jawabnya dengan tatapan mata tajam yang sedang menatapku lekat-lekat seakan tatapan itu mencari kebenaran di mataku.

“aigoo.. aku harus berbuat apa agar kau percaya? Lagipula kenapa kau ngotot sekali sih? Kita ini kan hanya teman. Kau seperti eomma-ku saja. Terlalu khawatiran,” dumelku gak karuan.

“eehm.. kalo ada apa-apa ceritakan padaku. Aku akan mendengarnya dengan senang hati agar kau lega,” ucapnya tanpa menggubris ucapanku yang sebelumnya. Tatapan matanya berubah menjadi lebih lembut dan hangat.

Hey! Sejak kapan aku jadi berdebar-debar seperti ini? Apa gara-gara namja babo satu ini? Mana mungkin! dia kan hanya temanku, HANYA temanku! Aigoo.. ada angin apa dia bisa sekhawatir ini denganku? Eomma-ku? Bukan. Namjachingu-ku? Juga bukan. Appa-ku? Apa lagi ini …jelas bukan! Tapi kenapa dia bisa jadi seperhatian ini setelah membuatku selalu kelihatan bodoh jika disampingnya? Arrrggghhhhhh.

“boleh aku tanya satu hal?” pintaku.

“hemm?”

“dia.. apa dia yeoja..chingumu?” tanyaku hati-hati.

“hah? Nugu?” dia mengernyitkan dahinya tak mengerti.

“itu tuh.. yeoja yang tadi pagi jalan dan bergandengan tangan denganmu. Yang kau ajak ke kantin sama-sama.. ke perpus sama-sama.. sampe ke wc pun kau menunggunya diluar begitu juga sebaliknya,” ucapku panjang kali lebar sama dengan luas persegi panjang ^^

“kau.. kau memperhatikan sampai sedetil itu?” tanyanya tak percaya.

Aku hanya mengangguk dengan wajah polos dan tak berdosa.

Seketika tawa Eunhyuk meledak.

“BWAKKAKAKAKAKKAAKKAKAKAKKAA!!!!!”

“hyaaa! Jangan keras-keras! Nanti eomma-ku bangun! Dasar babo!” makiku kepada Eunhyuk sambil melempar mukanya dengan bantal.

“aigoo.. hahahaa.. kau.. kau.. mbanyol bangettt!” ucapnya tak karuan karena masih tertawa.

“ciih,” cibirku.

“mau tau siapa yeoja itu?” Eunhyuk bertanya dengan nada menggoda.

“heeh…,” aku mengangguk-anggukan kepalaku.

“ehm.. mau tau aja~” ucap Eunhyuk yang berujung aku mencubit perutnya hingga dia berteriak LAGI.

“aigoo.. sakit tauk!”

“makanya kasih tau. Tinggal ngasih tau doang apa susahnya sih?” ucapku kesal.

“dia saudara sepupu yang paling dekat denganku. Otomatis aku sangat menyayanginya. Dia kelas 1 di sekolah kita. Bukannya kamu udah kenal? Itu loh.. si Hyei..Lee Hyeri.. udah lupa ya? Emang kenapa sih segitu pengennya tau?” cerocosnya balik dengan mimik wajah ‘masih’ kesakitan.

“….” aku diam. Ooh.. si Hyeri toh. Pantes kayak pernah liat. Hatiku legaaaa~. Oh ya.. kenapa ya aku sampe segitu pengennya tau? Lagian.. bukan urusan ku kali! Ah dasaaaarrr baboyaaaaaa!

“hey, kok bengong?” Eunhyuk mencubit pelan kedua pipiku.

“aniii~ Eunhyuk, aku mau tanya”

“mwo?”

“ehhm.. Kalo.. kalo misal kita berdebar-debar deket seseorang itu apa aku sakit jantung?” tanyaku polos.

“hah? Maksud?” Eunhyuk menampakkan wajah berkerutnya. #plakplakplak

“ya gituuu.. aku berdebar-debar tiap kali deket ama kamu. Wajahku panas. Kepalaku pusing mendadak. Aku bingung. Entah kenapa aku nggak suka liat kamu jalan sama yeoja lain selain aku meskipun itu saudara sepupumu! Apa ini tanda-tanda mau mati???” tanyaku sangaaaaat polos.

“…..” Eunhyuk hanya terdiam melongo mendengar semua ucapanku. Sesaat kemudian aku merasakan dekapan hangat yang lebih hangat dari selimut tebalku. Lebih hangat dari pemanas ruangan. Lebih hangat dari sengatan matahari *mulai ngaco*

Eunhyuk memelukku erat. Sangaaaaat erat. Hingga aku merasakan hangat nafasnya di leherku. Tanpa kusadari aku pun membalas pelukannya. Dan kurasakan seluruh kehangatan itu menjalar sampai keujung kakiku. Ada apa denganku? Aku merasa pelukan Eunhyuk sangat nyaman. Lebih nyaman dari kasurku. Lebih nyaman dari sofa empuk di kamarku. Lebih nyaman dari pelukan eomma-ku *mulai lagi deh ngaco-nya*

“babo…,” ucap Eunhyuk pelan. Sangaaat pelan tapi aku tetap dapat mendengarnya. Secara dia ngomong tepat di telingaku.

“mwo?! Kenapa kau selalu saja mengataiku babo?!” ucapku tak terima.

“kau memang babo”

“arggghhh. Capek aku ngomong sama kamu,” omelku.

“itu tandanya.. kau mencintaiku.. babo…” ucapnya dengan senyuman termanisnya.

“EH?????” aku kaget nggak karuan.

“iya.. kau menyukaiku.. kau mencintaiku.. kau menyayangiku… kau cemburu melihatku dengan yeoja lain..,“ ucapnya sejelas-jelasnya yang kusambut dengan tatapan shock.

“….” aku diam. Nggak tau mau ngomong apa ato respon apa, yang jelas mukaku sekarang panas!

Kami berdua diam. Eunhyuk masih tetap memelukku. Hangat dan nyaman. Tak ada yang memulai pembicaraan sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk berbicara terlebih dahulu.

“Eunhyuk..”

“hmm?”

“apa.. apa kau menyukaiku?” tanyaku ragu-ragu plus takut-takut.

“hmm….”

“jawab aku. Jangan hanya ber’hmm’ saja,” desakku.

“ehm.. kalo aku bilang iya, kamu mau apa?” tanya Eunhyuk balik nanya.

“eh.. ni anak ditanyain malah balik nanya,” dumelku sambil melepaskan pelukan Eunhyuk.

“kok ngambek sih? Kan aku cuman nanya..,” ucap Eunhyuk memelas sambil mencubit kedua pipiku. Tumben banget si Eunhyuk berlagak kayak gini, jarang-jarang lho..

“makanya jangan buat orang kesel, babo,” aku cemberut bebek.

“mianhae…,” ucapnya tulus.

“yaudah jawab aku!” Eunhyuk mengangguk kecil.

“apa kau menyukaiku?” tanyaku.

“tidak,” jawabnya singkat. Sakit. Itu yang kurasakan, tapi aku berusaha untuk tegar.

“apa kau menginginkanku disisimu?”

“tidak,” hatiku mulai hancur mendengar jawabannya.

“apa kau…” belum sempat kuselesaikan ucapanku, Eunhyuk sudah menaruh telunjuknya tepat didepan bibirku.

“shhhttt.. sudah selesai pertanyaannya?” tanyanya lembut. Aku hanya memandangnya lemah. Rasanya aku ingin menangis sekarang juga. Ottokhajyo?????

“Kim Yoojin.. aku tidak menyukaimu,” ucapannya yang terpotong membuatku cukup terpuruk.

“tapi.. aku mencintaimu,” ucapnya lanjut dengan penuh senyum. Mwo? Apa aku tidak salah dengar?

“Kim  Yoojin.. aku tidak menginginkanmu…,” ucapnya lagi.

“tapi.. aku membutuhkanmu berada disisiku, mendampingiku, hingga akhir hayatku,” ucapnya tuntas. Refleks badanku memeluknya erat. Sangaaaat eraaatt. Seakan tak ada esok hari untuk bertemu lagi dengan Eunhyuk.

Eunhyuk membalas pelukanku. Eunhyuk mengecup puncak kepalaku. Mengecup kedua pipiku. Mengecup kedua kelopak mataku. Mengecup hidungku dan terakhir mengecup bibirku pelan.

“saranghae Eunhyuk…..,” ucapku tulus.

“nado saranghaeyo… my babo jagiya~” balasnya.

“YA!!! BABO?!?!?!” teriakku kesal.

“HAHAHAHHAHAHAHA” Eunhyuk tertawa kencang. Akhirnya aku pun ikut tertawa. Bahagianyaaaaa….

—(^^)—

Eun Hyuk POV

I don’t like you…

But, i love you…

I don’t want you…

But, i need you…

You love me so much.. but, i love you more than you know.

You need me everytime, everday, everysecond.. But, i need you stay in my heart forever.

So.. for my babo jagiya, Kim Yoojin..

I just want to tell you that…

“I Love You.. Jeongmal Saranghae jagiya~”

THE END

One thought on “YEOJA BABO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s