GEOTJIMAL – Part 1

Tittle:

                GEOTJIMAL – Part 1

Starring:

                Choi Kyuhyun

                Lee Donghae

                Choi Sooyoung

 

 

Author PoV

Sudah 5 hari Kyuhyun tinggal bersama keluarga Lee. Namun, Kyuhyun bukannya melupakan kejadian di Jepang malah semakin menutup diri. Kyuhyun berubah menjadi sangat pendiam dan pendendam. Ia mogok bicara dan mogok makan. Tuan Lee, ayah angkat Kyuhyun tidak berhenti merayu Kyuhyun untuk diajak bicara. Nyonya Lee juga bersikap sama,ia akan pergi ke kamar Kyuhyun untuk mengantarkan makanan, kadang ia menyuapi Kyuhyun. Ia sudah menganggap Kyuhyun adalah anak kandungnya seperti Donghae.

Berbeda dengan Donghae, ia sama sekali kesal dengan sikap adik angkatnya ini. Dia sudah berusaha untuk bersikap baik malah diacuhkan, membuat Donghae merah. Dan sore ini kemarahan Donghae memuncak. Ketika dia menengok kelas Kyuhyun untuk mengajak pulang bersama, Kyuhyun malah sudah pulang. Entah mengapa, Donghae punya perasaan yang tidak enak. Sepertinya si Kyuhyun tidak langsung pulang ke rumah, anak itu belum mengenal daerah rumah barunya itu.

“aku tahu pasti akan seperti ini,”ujar Donghae.

Akhirnya Donghae mencari Kyuhyun. Ia berjalan menyusuri jalan menuju ke rumahnya, ketika ada toko atau warung ia masuk untuk memastikan keberadaan Kyu. Tapi tak ada. Donghae masuk ke tempat game, tetap saja tidak ada Kyu. Donghae mulai lelah apalagi dirinya kesal setengah mati dengan Kyu.

“selalu saja merepotkan!” gerutu Donghae. Ia terus saja berjalan bukan lagi mencari Kyuhyun. Ia mau pulang! Capek mencari anak itu! Setelah begitu jauh meninggalkan tempat tadi ia beristirahat, Donghae seperti ingat sesuatu. Taman! Tanpa berpikir lama Donghae langsung lari ke daerah taman kota, pasti Kyuhyun ada disana. Pikir Donghae.

Sesampainya di taman, Donghae kembali mencari sosok Kyuhyun. Dan benar apa yang ia pikirkan. Ia melihat sosok Kyuhyun di bawah pohon , duduk sambil menunduk. Donghae menghela napas panjang.

“YAA!! Apa yang kau lakukan disini! BABO!!” teriak Donghae, sekarang ia puas berteriak ke Kyuhyun.

“kau mau membuatku dihukum appa!” lanjut Donghae. Kyuhyun menatap Donghae, ia memincingkan matanya.

“kenapa melihatku seperti itu? Kau mau marah padaku juga?”

“PERGI!!” teriak Kyuhyun. Donghae kaget diteriakki Kyuhyun.

“ani…aku akan disini sampai kau mau pulang bersamaku ke rumah. Aku tak mau dimarahi appa dan kau sebaiknya menuruti kata-kataku”

“apa hakmu? Memerintahku seperti itu?” tanya Kyuhyun sekarang ia berdiri berhadapan dengan Donghae. Ia membalas tatapan Donghae.

“aku kakak angkatmu, jadi sebagai adik kau harus mendengar kata-kataku. Ayo pulang!”

“aku tak mau pulang!”

“michilgoet gatha….terus kau akan disini semalaman? Atau selamanya? Kau pikir dengan perbuatanmu seperti ini orang-orang akan mengasihanimu? Kau pikir kau siapa? Orang tuamu sudah meninggal…

“jangan ungkit kedua orang tuaku!” sahut Kyuhyun. Donghae menarik napas panjang.

“Kyu…terimalah takdir. Appa dan eomma mu sudah meninggal, mereka meninggal karena mereka sayang padamu. Mereka ingin kau hidup bahagia, tumbuh jadi laki-laki yang tampan, pintar dan kuat. Apa gunanya kau berbuat seperti ini…yang ada kedua orang tuamu akan sedih melihat anak laki-lakinya hancur. Sudah mending keluargaku mau menampungmu”

“kau tidak tahu perasaan-ku Donghae….,” ujar Kyuhyun sambil berusaha menahan tangisnya. Sekarang ini, hatinya sangat sakit dan sedih.

“jangan berpikir kalau kau sendirian, masih ada aku, eomma dan appa di rumah. Mereka sayang padamu”, kata Donghae, ia memegang kedua pundak Kyuhyun. Menyadarkannya tentang arti kebersamaan. Kyuhyun menangis dalam diam, ia tahu ia anak yang tak tahu diri. Seharusnya ia berterima kasih kepada keluarga Lee yang sudah mau mengangkatnya jadi anak.

“ayo kita pulang,” ajak Donghae lagi dan kini bukan lagi penolakan dari Kyuhuyun tapi anggukan kepala. Donghae tertawa melihat gelagat Kyuhyun yang malu.

“hahaha…ternyata kau bisa malu juga Kyu!”

Kyuhyun menatap Donghae tidak suka, “ayo pulang!” teriak Kyuhyun berjalan mendahului Donghae yang masih tertawa sambil mengatai Kyuhyun.

—(^^)—

13 tahun kemudian …..

Bandara Internasional Incheon, Incheon

Seorang laki-laki berjalan memasuki lobi bandara Incheon. Di belakangnya 2 orang berseragam tentara lengkap dengan senjata mengikuti langkah laki-laki tadi. Laki-laki itu tak lain adalah Kyuhyun. Sudah lama sekali waktu berlalu, Kyuhyun akhirnya menyelesaikan misi trainingnya di NSS. Seperti appa-nya ia menjadi agen NSS.

“aku sudah masuk,”  kata Kyuhyun sambil menekan telinga kiri untuk memastikan komunikasinya dengan sang ketua tidak putus.

“aku melihatmu Kyuhyun. Terus awasi keadaan sekitar. Kau punya waktu 20 menit untuk menemukan mafia itu”

“ne arasseoyo.” Hari ini akan ada transaksi pembayaran senjata api. Tim NSS ditugaskan untuk mendapatkan target utama dalam keadaan utuh. Kyuhyun berbalik badan, “kalian jangan mengikutiku terlalu dekat. Aku akan menemukan targetnya dan akan melapor ke kalian,” Kyuhyun meninggalkan kedua orang tentara tadi dan mulai mencari sang target sendirian.

Namun, setelah mondar-mandir Kyuhyun tak menemukan orang tersebut. Sambil terus mengawasi semua orang yang lalu lalang di bandara. Kalau 20 menit ini ia tidak menemukan si target maka usahanya sampai sekarang akan sia-sia saja.

Di lain tempat, Donghae sedang di Incheon bagian loby keluar. Ia sama dengan Kyuhyun mendapatkan tugas untuk menangkap mafia. Donghae juga bekerja di NSS dan saat ini ia tengah membututi seorang yeoja. Donghae masih terus mengawasi gerak-gerik yeoja di depannya ini. Ketika Donghae mau menepuk pundak yeoja di depannya, telinga kirinya mendadak nyaring.

“kau berada dimana Lee Donghae?”

Donghae menahan amarahnya, “a..aku sedang mencari target ketua,” jawab Donghae asal.

“tapi kenapa kau tidak ada di kamera pengawas?” tanya ketua kembali membuat Donghae bingung. Masih mengikuti yeoja itu.

“karena..aku menemukannya ketua! Aku putus,” Donghae dengan santai melepas memutuskan alat komunikasi kecil menyebalkan itu.

“YAA!! LEE DONG HAE!!LEE DONG HAE!!”

Donghae tersenyum puas, kini misinya telah berubah. Ia harus mendapatkan nomor telepon yeoja ini. Senyuman evil kembali muncul. Ia pun meninggalkan misinya sebagai agen NSS.

Kembali ke Kyuhyun, saat ini ia sedang berada di tengah-tengah ruang tunggu. Ia berharap akan menemukan tergetnya. Belum juga Kyuhyun berjalan, seseorang menabraknya cukup keras.

BRRUUK….Kyuhyun jatuh bersamaan dengan sebuah kacamata. Kyuhyun lagsung berdiri dan memungut kacamata itu. Untung saja tidak pecah. Sebelum menyerahkan kacamata, Kyuhyun melihat ada keganjilan dengan kacamata itu.

“mian…,” Kyuhyun tersadar dan kemudian mengembalikan kacamata ke pemiliknya. Setelah berlalunya laki-laki tadi, Kyuhyun menekan telinga kirinya lagi.

“aku menemukan target,” Kyuhyun memandang orang yang menabraknya. Dan kemudian mengikuti orang tadi. Kyuhyun  duduk tak jauh dari si target, kini yang harus ia lakukan adalah memastikan bahwa laki-laki di depannya ini adalah target yang ia cari. Laki-laki yang tak sadar kalau sedang diawasi itu meletakkan koper hitamnya di lantai. Dan tak lama kemudian seorang wanita duduk di samping laki-laki tadi. Kyuhyun terus mengawasi.

“tim penyerbu harap bersiap,” perintah Kyuhyun.

Walapun terlihat mulus, tapi Kyuhyun melihatnya. Wanita yang duduk tadi mengambil koper warna hitam milik laki-laki berkacamata itu.

“tim penyerbu arah jam 3, wanita berbaju putih dengan koper hitam di tangan kiri,” lapor Kyuhyun. Ia tak mau menunggu lagi. Misi ini harus segera ia selesaikan.

Kyuhyun berhasil dengan misinya, sedangkan Donghae harus menangisi nasib yang belum berpihak padanya. Ternyata rayuan yang ia tunjukan ke yeoja tadi tidak mempan. Malah yeoja tadi mengatai nya playboy. Ahhh….Donghae suntuk! Tapi kejadian ini membuat Donghae penasaran dengan yeoja itu.

“aku harus bertemu lagi dengannya,” ujar Donghae. Ia langsung mengaktifkan kembali alat komunikasinya. Dan tepat saat itu sang ketua menyuruh semua tim untuk berkumpul.

—(^^)—

3 menit kemudian semua satuan tim NSS berkumpul dan langsung berbaris menyamping dengan rapi di lantai 2 Bandara Incheon. Tak lama kemudian seorang wanita datang bersama tim informasi yang sedari tadi mengawasi jalannya simulasi penangkapan mafia ini. Wanita itu adalah ketua bagian Urusan Luar Negeri. Tim 1 Urusan Luar Negeri ini sering disebut tim yang paling keren karena tugasnya yang menyangkup lintas dunia bertugas demi keamanan Negara Korea Selatan. Bahkan tak urung tim ini mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari presiden Korea Selatan.

Hari ini, Tim 1 Urusan Luar Negeri sedang mencari agen baru untuk bergabung dengan mereka.            Tae Yeon berdiri menghadap ke agen yang sedang berbaris itu.

“terima kasih kepada kalian yang sudah berpartisipasi dalam simulasi hari ini. Aku cukup puas dengan kinerja kalian,” Tae Yeon bertepuk tangan dan langsung diiringi tepuk tangan agen lainnya.

“Cho Kyuhyun, kau berhasil mendapatkan target sesuai prediksiku. Kau hebat”

“terima kasih ketua,” Kyuhyun membungkuk memberi hormat.

“Eunhyuk…hari ini kau mengecewakan, bagaimana bisa kau lupa cara menangani bom cair. Kau tahu kecerobohanmu akan berakibat kematian. Banyak berlatih lagi,” ujar Tae Yeon.

“siap ketua!”

“Sungmin! Kau kira kita sedang di arena circus! Lain kali kalau kau ingin menyamar sebaiknya kau bertemu denganku dulu,” Tae Yeon mengambil kacamata yang bertengger di telinga Sungmin.

“gara-gara kacamatanya ini, Kyuhyun langsung tahu bahwa kau targetnya,” lanjut Tae Yeon dan langsung meremukan kacamata itu dengan tangannya. Melihat itu Sungmin tak  bisa berkutik, memang ia yang salah membeli kacamata mika yang murah di pinggir jalan untuk penyamaran kali ini.

“kerja yang bagus Jessica, tingkatkan keahlianmu,” Tae Yeon memuji perempuan muda di depannya. Ia sangat kagum dengan kelincahan perempuan ini dalam urusan computer dan pencarian informasi.

“terima kasih ketua,” kata Jessica.

“dimana Lee Donghae?” tanya Tae Yeon ke semua agen yang ada. Tapi tak ada sahutan sama sekali. Tae Yeon menghampiri Kyuhyun.

“kau tau dimana Lee Donghae?”

“aku tidak tahu ketua,” jawab Kyuhyun. Sebenarnya dalam hati ia tahu apa yang sedang saudaranya itu lakukan.

“anak itu, sedang apa ia sekarang. Lee Donghae!”

SYUUUUUT….tiba-tiba saja sosok Donghae datang setelah berlari dengan tergesa. Tae Yeon menatap Donghae tajam, seperti tatapan harimau melihat mangsanya.

“darimana saja? Apa tidak mendengar perintah?”

“jweisonghamnida ketua,” hanya itu yang bisa Donghae katakan. Tae Yeon kembali menatap Donghae.

“hari ini kita cukupkan, semua kembali. Jangan lupa untuk agen baru, besok kalian mulai kerja. Tidak ada yang boleh terlambat.” Tae Yeon langsung pergi ditemani beberapa rekan kerjanya. Dan gerombolan tadi bubar seketika. Sedangkan Donghae sendiri merasa tidak enak hati dengan ketuanya, ia tahu perbuatannya kali ini sulit dimaafkan. Tae Yeon tidak memarahinya, jadi Donghae berpikir bahwa akan ada kejutan besok di NSS.

Di dalam mobil, Kyuhyun mengambil posisi menyetir sedangkan Donghae sedang sibuk dengan ceritanya di bandara tadi. Donghae sangat semangat menceritakan kejadian tadi pada Kyuhyun.

“jadi…apa kau tahu namanya? Nomor teleponnya?” tanya Kyuhyun.

“cih..perempuan itu sangat susah diajak bicara, kau tahu aku malah dikatai playboy. Hah..perempuan macam apa dia beraninya menghakimiku seperti itu,” gerutu Donghae.

“itu artinya rayuanmu memang tidak mempan pada perempuan itu”

“benar-benar membuatku penasaran…,”

“kalau begitu, cari tahu keberadaannya,” ujar Kyuhyun. Dan tak lama Kyuhyun agak khawatir dengan Donghae, “YA! Donghae kau seharusnya berkosentrasi dengan simulasi hari ini. Aku kira Tae Yeon Sunbae akan marah padamu tapi kau lihat kan dia sama sekali tidak peduli padamu,” lanjut Kyuhyun.

“ara…ara…mau bagaimana lagi, aku lebih tertarik pada yeoja daripada misi NSS,” kata Donghae santai.

“kau ini..kapan akan berubah?” Kyuhyun menjitak kepala Donghae.

“YA! Kau berani sekali memukul kepalaku Cho Kyuhyun!!”

—(^^)—

Pagi harinya Kyuhyun dan Donghae masuk kerja di NSS untuk pertama kalinya. Akhirnya setelah menunggu 2 tahun lamanya mereka berhasil diterima di NSS. Ini bukanlah semata-mata karena ayah mereka Lee Jonghyun menjabat wakil ketua NSS tapi kerja keras Kyuhyun dan Donghae mengikuti training dari NSS. Hari pertama mereka masuk adalah hari dimana mereka akan dibagi ke beberapa tim yang cocok dengan hasil ujian dan simulasi terakhir kemarin.

Cho Kyuhyun berhasil masuk ke Tim 1 Urusan Luar Negeri, ia akan menjadi dongsaeng di tim tersebut. Karena ia termasuk orang baru maka Kyuhyun belum diminta bergabung untuk rapat besar dan terjun ke misi lapangan.

Lee Donghae, ia harus menerima kalau dirinya ditugaskan di bagian Tim Informasi bersama Jessica. Pertama kali Donghae melihat ruang kantornya, ia benar-benar menyukainya. Kecil, rapi dan tidak banyak hal yang harus ia kerjakan. Tapi persepsi Donghae salah besar! Ruangan itu adalah gudangnya informasi maka dari itu, Donghae harus berkutat di antara dokumen-dokumen, lembaran kertas dan computer pastinya. Ahhh… benar-benar membosankan, pikir Donghae

Donghae PoV

Ruangan ini benar-benar membuatku bosan! Bagaimana mungkin aku bisa bertahan di ruangan ini! Sepertinya Tae Yeon sunbae sudah menyiapkan tempat ini khusus buatku. AAARGHHH….aku pusing! Marah begini pun sepertinya tak akan mengubah keadaanku, begitu kasihannya diriku ini. Tapi mau gimana lagi, aku sudah terlanjur berjanji pada appa sewaktu kecil kalau aku akan bekerja di NSS seperti appa. Andai saja aku bisa membuat appa melupakan janjiku itu.

Aku mengintip dari balik bilik meja kerjaku. Jessica sedang sibuk dengan komputernya sambil mendengarkan music lewat earphone, kebiasaanya. Sedangkan Siwon sunbae sedang sibuk juga di biliknya. Eotteokhae????

“Donghae..kembali ke pekerjaanmu. Kau tak perlu jadi mata-mata disini,” ujar Siwon sunbae tiba-tiba membuatku kaget setengah mati. Apa ia memiliki mata bayangan, aku mulai sibuk melacak ada kamera CCTV di ruangan ini.

“ne sunbae,” jawab sekenaku.

Tiba-tiba di komputerku ada pesan masuk. Saat kulihat, aku langsung berdiri menatap Jessica tapi perempuan itu malah tengah asyik dengan earphone-nya.

“Donghae…apa yang kau lakukan? Apakah pekerjaanmu sudah selesai?”, tanya Siwon sunbae, sontak membuatku duduk kembali. Aku menatap layar komputerku kembali, pesan MSN dari Jessica.

Senang bisa satu tim denganmu, Donghae-sshi

Semoga kita menjadi patner yang kompak ^^

*oh ya Donghae-sshi, aku tahu kau sering mencuri-curi untuk melihatku

Aku sarankan kau bicara langsung saja denganku. Hehe..mungkin saja aku akan jadi teman kencanmu :p

–Jessica–

Sebenarnya siapa yang salah, Jessica berpikir kalau aku mencuri pandang padanya. Huft…ruangan ini benar-benar membuatku gila. Aku mengambil ponsel di saku, siapa tahu ada sms baru dan benar ada sms. Dari Eunhyuk….ah…jangan-jangan dia memberi kabar bagus.

Aku sudah menemukan orang yang kau cari. Besok kau datanglah ke La Mer Insadong jam 10 pagi. Kau akan menemukannya disana, dan aku pikir kau perlu belajar tentang beberapa lukisan yang akan dipamerkan disana. Hwaiting Donghae!!

“aku harus datang besok!” ujar Donghae yakin, apapun yang akan terjadi besok ia harus tetap pergi ke La Mer Insadong.

—(^^)—

“aku tidak salah dengar?”

“sudah kau konsentrasi menyetir saja. Nanti kau akan tau sendiri untuk apa aku kesana.” Akhirnya setelah mencuri waktu tugas Donghae berhasil keluar ditemani Kyuhyun pastinya.

“pasti masalah wanita lagi, kau tak mungkin seberani ini kalau bukan soal wanita”

“Kyu…kau tahu saat ini aku sangat kesal padamu,” kata Donghae.

“wae?”

“karena kau BAWEL!” hardik Donghae sambil tersenyum dan saat itu juga mobil telah sampai ke La Mer Insadong. Sebuah Galery terkenal di kota Seoul. Karya seni yang terpajang disini juga merupakan lukisan yang bernilai seni tinggi dan dari pelukis professional.

Kyuhyun dan Donghae masuk ke galeri tersebut. Kyuhyun  melihat-lihat beberapa lukisan dan membaca keterangan di setiap lukisan, sedangkan Donghae ia sibuk mencari yeoja yang membuatnya penasaran. Ia mulai gelisah saat tidak menemulan yeoja itu.Dan…Donghae menemukan yeoja itu.

“senyuman nya masih sama,” Donghae belum bisa mengalihkan tatapannya dari yeoja tadi.

“nugu?” tanya Kyuhyun. Donghae baru sadar kalau ia mengeluarkan suara tadi.

“emmm..Kyu, aku akan kesebelah sana sebentar. Kau jangan pergi jauh-jauh. Ok?” Bukannya menjawab pertanyaan  Kyuhyun, Donghae malah pergi begitu saja. Kyuhyun melihat Donghae berjalan kearah lukisan yang cukup besar yang banyak orang berkumpul disana.Lalu tak lama kemudian Kyuhyun tersenyum melihat tingkah Donghae yang aneh.

—(^^)—

Donghae PoV

Sedari aku masuk ke gallery, aku terus mencari sosok yeoja yang di bandara itu. Dimana yeoja itu? Kenapa aku belum melihatnya?? Jangan bilang kalau Eunhyuk hyung Cuma mempermainkanku. Aku terus saja mencari-cari sosok tersebut sampai aku tak mempedulikan Kyuhyun yang entahlah bicara apa. Aku tak peduli. Karena aku bukan orang yang sabar, aku langsung mengambil handphone dari sakuku dan segera menghubungi Eunhyuk hyung. Namun, saat aku mencari sinyal telepon aku mematikan handphone.

Perempuan itu benar-benar ada disini. Wah Eunhyuk hyung emang keren! Informan sejati!

“senyum nya masih sama,” ujarku lirih. Benar-benar senyuman yang manis.

“nugu?” Kyuhyun bertanya padaku.

“emmm..Kyu, aku akan kesebelah sana sebentar. Kau jangan pergi jauh-jauh. Ok?”aku tak menghiraukan pertanyaan Kyuhyun tadi. Walaupun aku sempat kaget karena Kyuhyun mendengar perkataanku tadi. Segera aku larikan diri ke tempat perempuan itu berada.

“saya sangat berterima kasih Nona Sooyoung, rancangan anda membuat mitra kerja saya terkagum melihatnya. Benar-benar sangat memuaskan”, kata seorang pria berkacamata. Pria itu sungguh membuatku iri dan mengganggu misiku.

“jangan berlebihan tuan Park, kami hanya ingin melakukan hal yang terbaik saja,” ujar perempuan yang telah membuatku penasaran itu. Mereka berdua pun masih meneruskan obrolannya, membuatku ingin nimbrung juga!

“lukisan yang indah, karya pelukis terkenal asal Austria. Latar senja yang menawan dan bayangan kelelawar muncul malam hari menggambarkan 2 hal yang ingin menyatu…ahh..lukisan ini membuatku ingin membelinya,” ucapku sambil meninggikan intonasi. Aku tahu beberapa orang yang berdiri tak jauh dariku menatapku. Aku masa bodoh yang aku perlukan hanyalah

“jeogiyo…neoneun…kau yang di bandara Incheon itu kan?” yes! Akhirnya yeoja itu menyadari keberadaanku.

“nega? Ahh…ya aku ingat anda nona. Nona yang berbaju biru dan memanggilku dengan sebutan playboy,” ujarku membuatnya salah tingkah.

“tentang waktu itu.. mian,”

“lupakan saja. Aku sudah melupakannya”

“apa yang anda lakukan disini? Melihat lukisan?”

“benar sekali, aku sedang mencari biro untuk mendekorasi ruang rapat di perusahaan. Makanya aku kemari, mungkin saja aku menemukan biro itu,” ucapku penuh keyakinan. Padahal, aku sedang menahan senyuman kemenangan.

“bagaimana kalau saya membantu untuk mendekorasinya,” aku menatapnya bingung lalu perempuan itu memberika sebuah kartu nama. Choi Sooyoung, nama yang indah seperti senyumnya.

Ketika aku ingin bicara lagi, dari belakang Sooyoung muncul Kyuhyun sambil menggerakan handphonenya. Itu tandanya akan ada rapat di NSS. Ahh…mengapa nasibku tak mujur. Aku ingin berkata lagi tapi Kyuhyun masih saja mengusik.

“emm..nona Sooyoung, sepertinya kita belum bisa membicarakan ini sekarang. Bagaimana kalau nona Sooyoung ini menyiapkan contoh rancangan dekornya,” ujarku berusaha nampak tenang.

“tidak apa-apa, saya pastikan akan menjadi mitra yang baik bagi perusahaan..”

“ada panggilan,” saat ini aku benar-benar ingin menjitak Kyuhyun.

“ahh, baiklah nona Sooyoung ini kartu namaku. Aku pamit dulu,” dengan berat hati aku mengikuti Kyuhyun kembali ke kantor NSS.

“nightmare Hae,” Kyuhyun dia berhak tersenyum puas melihat penderitaanku.

“yeah..NSS membuatku gila Kyu.” Kyuhyun langsung tertawa sambil memegang pundakku.

—(^^)—

Akhirnya Donghae berhasil mendapatkan janji makan siang dengan gadis yang bernama Sooyoung tadi. Namun, sepertinya NSS masih sayang padanya, baru saja beranjak dari kursi. Siwon sudah menghadangnya di pintu.

“mau kemana kau Donghae?” tanya Siwon menatap tajam Donghae.

“aku..ke toilet sebentar sunbae.”

“benarkah? Atau kau mau pergi kencan?” tanya Siwon balik. Tanpa ba bibu, Siwon mengambil 2 tumpukan map dan langsung ditimpakan ke Donghae.

“sunbae..ini..”

“hari ini kita sedang banyak tugas, jadi tidak ada yang ijin keluar. Mengerti Donghae?”

“ne, sunbae…,” dengan langkah gontai Donghae kembali ke bilik kerjanya.

Setengah malas Donghae mengerjakan tugas yang diberikan Siwon. Dan tak lama kemudian dengan berat hati ia menelepon Kyuhyun. Orang yang bisa diandalkan. Lama sekali Kyuhyun mengangkat telepon sampai akhirnya,

“yeoboseyo, mwoya?”

“I need your help Kyu, aku diberi tugas Siwon sunbae. Padahal aku ada janji makan siang dengan kau ingat kan…Sooyoung. Aku minta bantuanmu Kyu, datanglah temui dia,” Donghae sangat memohon pada Kyuhyun ia tak mau kesempatan untuk bertemu dengan Sooyoung akan sia-sia saja.

“mworago? Aku…”

“ayolah Kyu, jebal…aku butuh bantuanmu.”

“tenang hae, aku akan kesana. Berikan alamatnya,” setelah Donghae memberi tahu alamat tempat janjian dan Kyuhyun langsung melesat ke tempat.

—(^^)—

Kyuhyun PoV

Disinilah aku berada sekarang, ditengah guyuran hujan lebat. Bagaimana bisa Donghae memilih hari ini untuk bertemu, cuaca sangat buruk seperti ini. Harusnya aku pikir dua kali menerima atau tidak tawaran Donghae. Sekarang setengah berlari aku menuju café tempat janjian Donghae dengan gadis yang bernama….Sooyoung. Ya.. namanya Sooyoung.

Aku masuk ke café, tidak banyak orang datang. Dan tanpa bingung lagi aku langsung menemukan gadis yang bernama Sooyoung itu. Gadis itu terlihat sedang sibuk dengan buku jurnalnya, sambil sesekali meminum minumannya. Aku pun mendekat.

“jeogiyo, Sooyoung agashhi?” tanyaku meyakinkan bahwa aku tak salah orang.

“ne”

“aku teman Lee Donghae, orang yang mengajakmu makan siang disini. Karena ada tugas mendadak Donghae-sshi tidak bisa menemuimu,”

“chingu?” dia masih bertanya padaku.

“ne, kalau kau tidak percaya..”

“aniyo, aku hanya memastikan saja. Baiklah, ini ada beberapa rancangan yang biro kami tawarkan dan tolong berikan semua ini kepada Donghae-shi,” Sooyoung memberikan tas plastic berisi rancangan seperti yang ia katakan, cukup berat. Aku berpikir untuk apa Donghae meminta rancangan segala.

“mau makan siang bersama,” tawar Sooyoung, sebenarnya aku tidak tertarik makan siang.

“mian, aku tidak bisa. Mungkin lain waktu,” jawabku. Sooyoung hanya mengangguk dan tersenyum saja. Aku pun pamit pergi dan menuju kasir. Sudah sewajarnya kalau aku membayarkan bon minumnya. Saat aku bertanya berapa bon nya, ada seorang gadis yang muncul di sebelahku.

“ini, jweisonghamnida,” Sooyoung ternyata lebih dulu membayarnya. Aku pun kaget dan saat kulihat buku jurnalnya. Aku kaget mendapati huruf kanji yang kukenal. A..RI..SA.. aku menatap Sooyoung dan gadis itu malah balas menatapku. Tulisan itu sama persis dengan yang ia lihat di dompet Arisa waktu dulu. Arisa teman masa kecilnya.

Sooyoung meninggalkan kasir dan diriku yang masih tak percaya dengan apa yang barusan aku lihat. Setelah kembali tersadar, aku segera berlalu dari café. Ternyata hujan masih mengguyur, tidak terlalu deras tapi aku yakin akan membuat bajumu basah semua. Waktu meninggalkan café, tiba-tiba aku berhenti di depan Sooyoung. Sepertinya gadis ini tidak bawa payung,

“ayo,” aku tawarkan payung padanya. Sejenak ia diam tak merespon.

“hujan akan lama berhentinya,” lanjutku, membuatnya berjalan kearahku dan berdiri di sampingku.

—(^^)—

Sooyoung PoV

Aku benar-benar tidak beruntung hari ini. Janji makan siang batal! Sekarang hujan lebat! Sedangkan aku tidak bawa payung! Kulihat jam tangan, kalau aku minta appa menjemputku sama saja aku menyuruh appa bolos kerja. Bagaimana ini? aku tak mau berbasah ria. Tak lama kemudian aku melihat pria yang tadi menemuiku, dia terlihat sudah siap sedia membawa payung. Andai saja dia menawarkan tumpangan payung juga padaku.

“ayo,” pria tadi berteriak. Aku mengarah padanya, apakah teriakan itu ditunjukan padaku. Aku menatap wajahnya, bukan wajah yang asing. Aku seperti mengenal orang ini di masa lalu.

“hujan akan lama berhentinya,” sepertinya benar dugaanku, pria itu menawari payung bersama. Segera aku berdiri di sampingnya. Aku berusaha menghalangi air hujan mengenaiku sampai aku merasakan tubuhku dan pria ini bergesekan.

Selama perjalanan, aku dan pria ini sama-sama diam. Dan aku pun memilih untuk diam juga. Untuk apa berbicara pada orang yang sepertinya tak mau diajak ngobrol. Tapi lama-kelamaan aku merasa payung ini melindungiku, ternyata pria ini menggeser payungnya ke sisiku. Aku cukup tersentuh, tapi aku juga kasihan melihat jas hitamnya itu mulai basah. Sepertinya jalan ke kereta bawah tanah cukup lama.

Jantungku tiba-tiba berdetak lebih cepat. Ini bukan karena aku menderita penyakit jantung tapi ini karena pria di sebelahku ini terus saja memandangi diriku. Seakan-akan sedang memandangi orang yang sudah lama tak berjumpa. Aku merasa risih juga. Saat aku lihat tangga turun menuju kereta aku langsung saja mengucapkan terima kasih dan lari.

“ARISA!” lariku langsung berhenti. Aku langsung menoleh kearah pria tadi. Apa yang tadi ia bilang?? Arisa? Dia….

“Arisa oraenmanieyo,” sapa pria tadi.

Aku terpana lalu membalas, “oraenmanieyo…Kyu.” Aku sangat yakin pria di depanku ini adalah Kyu. Sahabat kecilku dulu di Jepang. Dan Kyu pun tersenyum.

—to be continue—

3 thoughts on “GEOTJIMAL – Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s