Mianhae – [one shoot]

TITTLE:

                MIANHAE 

STARRING:

                Wooyoung – 2PM

Krystal – F(x)

Aku menunggu seseorang  di depan café dimana aku bekerja,ya menuggu namja chinguku sebut saja namjachinguku Wooyoung. Aku sudah 4 tahun berpacaran dengannya.

Aku bekerja sebagai penyanyi di café ini walau banyak orang yang salah mengartikan dalam pekerjaan ini, tapi buatku pekerjaan ini halal dan aku hanya menjual suaraku saja. Sering sekali Wooyoung menyuruhku untuk meninggalkan pekerjaan ku ini. Karena dia tidak suka aku bekerja di café ini, tapi aku selalu menolaknya alasannya aku sangat suka menyanyi dan hanya ini jalan untuk tetap bernyanyi. Wooyoung selalu memandang remeh pekerjaanku ini, bahkan kami sampai bertengkar karena pekerjaanku ini dan aku selalu berusaha meyakinkan Wooyoung. Walaupun begitu tetap saja dia mengantar dan menjemputku ke café ini.

“Krystal sudah lama menuggu,“ ujar seorang namja yang menghampiriku. Aku tersenyum puas melihat dia datang menghampiriku. Ya dia Wooyoung namjachinguku, orang yang sangat aku cintai. Akhir-akhir ini dia memang sering telat menjemputku karena dia juga terlalu sibuk mengurus perusahaannya dan aku memaklumi itu.

“aniyo oppa, aku baru saja keluar,“ aku tersenyum manis.

“ya sudah kajja,“ dia menarik tanganku dan menyuruhku masuk ke mobilnya.

“kenapa pulang selarut ini sih,“ ujar Wooyoung. Biasanya aku pulang jam 10.00 tapi sekarang sudah menunjukkan pukul 11.00

“ahh tadi banyak pengunjung dan mereka terus memintaku untuk menyanyi.“

“selalu saja begitu, sudah kubilang kan kau cari pekerjaan lain saja.“

“tapi oppa kau kan tau hanya itu yang bisa kulakukan.“

“ya memangnya kau tidak ada keahlian lagi apa selain menyanyi, kalau di situ kau selalu pulang malam dan tetangga yang melihatmu pasti akan berpikir yang macam-macam.“

“biarkan saja mereka berpikir yang macam-macam, yang penting aku tidak melakukan hal buruk. Aku hanya menjual suaraku saja, lagipula banyak yang menikmati suaraku,“ aku meyakinkan Wooyoung yangmemang kesal dengan pekerjaanku.

“ya kau memang gampang berbicara begitu chagi, pikiran orang lain kan beda!“

“kenapa sih kau ini selalu saja memintaku untuk keluar dari pekerjaan itu?“ aku sedikit kesal dengan ucapan Wooyoung.

“ya!! Karena aku tidak suka dengan pekerjaanmu itu, banyak namja-namja yang memperhatikanmu selain aku.“ Aku tercengang mendengar ucapan Wooyoung.

“hya~ kau tidak sedang cemburu kan,“ aku sedikit terkekeh dengan ucapannya.

“jelas aku cemburu masa yeojachinguku di pandangi namja lain ,,huh!”

“kau tenang saja aku akan selalu setia denganmu, mana pernah aku melirik namja-namja itu,“ aku tersenyum manis padanya.

“ne aku percaya padamu, tapi tetap saja aku tidak suka dengan pekerjaanmu itu,” timpalnya lagi.

“hah ya sudah kalau begitu aku bekerja di perusahaan kau saja.“

“mwo???“ Wooyoung terbelalak kaget mendengar ucapanku itu.

“waeyo??“

“ahhh ~ aniyo kau kan tidak bisa komputer, bagaimana kau akan masuk keperusahaan ku.“

“kau memang benar, ya tapi kan kau ini kan pemilik perusahaan itu jadi gampang saja kan. Bukankah kau membutuhkan sekertaris.“  Ya aku memang tidak terlalu bisa menggunakan komputer, karena dulu saat di bangku sekolah aku sangat membenci pelajaran komputer jadi setiap pelajaran komputer aku selalu kabur alhasil aku jadi gaptek seperti ini.

“ahhh tidak semudah itu chagiya, aku memang pemilik perusahaan itu tapi aku tidak bisa semudah itu memasukkan orang sembarangan dalam perusahaanku“

“jadi kau kira aku orang sembarangan,” aku mengembungkan pipiku.

“aniyo chagi, lagi pula sekertaris sudah ada yang menempati.“

“gheureyo?? Yeoja??” aku bertanya penuh selidik.

“ne, yeoja masa namja sih,“ Wooyoung sedikit terkekeh.

“sudah berapa lama?”

“sekitar 3minggu“

“kenapa kau tidak bilang padaku“

“hehe aku lupa chagiya, mian”

“ingat kau jangan main mata ,,hehe…,“ aku takut kalau dia ada apa-apa dengan sekertarisnya, apalagi seorang yeoja. Ahh pikiran buruk selalu mengahantuiku, aku tak mau kehilangan Wooyoung. Ahhh jangan berpikir macam-macam Krystal. Wooyoung tidak menjawab pertanyaanku tadi.

“ya! kenapa diam,“ sepertinya dia sedang melamun.

“ahh ~ aniyo, kau jangan berpikiran yang macam-macam,“ Wooyoung tersenyum.

“ne aku percaya kok padamu,“aku membalas senyumannya.

—(^^)—

Keesokan harinya,

Seperti biasa kalau aku libur aku selalu membawa makanan untuk Wooyoung, tepatnya mengantarkan makanan ke perusahaan Wooyoung  dan karyawan-karyawan serta staf-stafnya disini sudah mengenalku. Aku membuka pintu ruangan Wooyoung, karena aku sudah biasa membuka pintu tanpa mengetuk dulu.

“annyeong,“ sapaku , Wooyoung yang melihatku setengah kaget.

“Krystal, ada apa?“

“ya~ kau lupa oppa hari ini hari sabtu dan aku libur”

“ohh~ ne aku lupa kalau ini hari sabtu,“ dia menggarukan kepalanya yang tidak gatal.

“kau ini masih muda sudah pelupa ya, ini aku bawakan makan siang untukmu,“ aku memberikan makanan itu pada Wooyoung.

“gomawo,“ Wooyoung tersenyum manis padaku tiba-tiba terdengar dari arah belakang.

Krekekkk…..ternyata ada orang yang masuk ke ruangan ini dan kulihat seorang yeoja yang masuk dia memang sungguh cantik.

“ohh~ ada tamu mian mengganggu,“ ujar yeoja itu.

“ahh aniyo aku hanya memberikan makan siang saja pada Wooyoung saja“

“ohh iya Krystal ini sekertaris baruku,“ Wooyoung menunjuk pada yeoja itu.

“Krystal imnida,“ aku membungkukan badanku.

“Yuri imnida,“ dia pun membungkukan badannya dan tersenyum.

“jadi kau sekertaris Wooyoung oppa yang baru, yeppeo..“ aku memujinya sedikit tidak ikhlas.

“gomawo, kau juga yeppeo,“ dia tersenyum manis bahkan lebih manis dari yang tadi. Aku membalas senyumannya itu.

“dan kau a…” Yuri belum melanjutkan ucapannya Wooyoung sudah memotong ucapannya.

“ahhh~ sudah-sudah cukup kenalannya, Krystal mari oppa antar kau ke depan. Bukannya kau sudah mau pulang?“ Wooyoung segera menarik tanganku. Ada apa dengan orang ini aneh sekali. Memang sih kalau aku sudah memberikan makan siang pada Wooyoung,aku langsung pulang dan dia mengantarku sampai depan pintu masuk perusahaan ini.

“ohh Yuri-ya aku pulang dulu ya.“

“ne,” dia tersenyum padaku.

“sabar dikit dong oppa, sakit tanganku kalau kau menariknya kasar begini,“ aku protes karena sikap Wooyoung yang tiba-tiba seperti ini.

Sampai di depan pintu masuk. “oppa aku pulang dulu ya, jaga diri baik-baik jangan lupa di makan ok?”

“ne chagiya“

“saranghae,“ tak tau kenapa aku ingin mengucapkan kata itu padanya.

“na do saranghae.“ Aku pun pergi dari hadapannya.

Wooyoung PoV

Hari ini Krystal mengantarkan makan siang, itu ia kalau ketika libur dan dia berkenalan dengan Yuri sekertaris baruku.

“Wooyoung-ah, adikmu sangat cantik ya. Tapi tidak ada mirip-miripnya denganmu,” ujar seorang yeoja . Ya dia Yuri sebelumnya aku pernah bilang pada Yuri kalau Krystal itu adikku, karena Krystal selalu menelponku dan tak tau kenapa tidak ingin kalau Yuri tau Krystal itu yeojachinguku. Semenjak kehadiran Yuri disini aku sangat senang dan kalau aku bertatap muka dengan Yuri pasti jantungku berdegup dengan kencang seperti di pompa dan dapat kupastikan kalau aku jatuh cinta pada Yuri. Aku pun memang sering jalan berdua dengan Yuri. Sampai-sampai aku melupakan Krystal tapi dengan beberapa alasan Krystal dapat mempercayai perkataanku.

“ya!! kau melihat dia juga hanya sekilassaja,” aku meyakinkan Yuri.

“ne kau benar juga sih, aku hanya melihatnya sebentar.“

“oiia Yuri apa nanti malam kau sibuk,“ aku bertanya dengan nada hati-hati.

“mwo?? aniyo,waeyo??”

“ahh itu aku mau mengajakmu makan malam, apa kau bisa?“

“ne tentu saja,“ Yuri tersenyum manis padaku.

“gomawo,“ aku membalas senyumannya itu.

—(^^)—

Malam ini aku menunggu Yuri di depan rumahnya.  Ya aku akan makan malam dengan Yuri, agar Krystal tidak menelponku terus dan mengganggu acaraku ini aku bilang kalau aku lembur dan ada rapat dengan klien dan menyuruhnya tidak menelponku untuk beberapa saat. Karena klien aku ini sangat penting, walau alasanku tidak masuk akal tapi  dia mempercayaiku.

Tak lama kemudian Yuri keluar dari rumahnya kulihat dia menggunakan dress berwarna hitam dan rambutnya dia biarkan tergerai, dia sangat cantik sekali aku sangat kagum dengannya.

“kau menunggu lama ya,“ Yuri menghampiriku.

“aniyo, kajja kita pergi,“ aku membukakan pintu untuk Yuri seperti putri yang akan masuk ke mobil dan aku pun berputar untuk masuk ke mobil dan segera melesat pergi.

Sampai di restaurant

Aku dan Yuri memilih tempat duduk dekat jendela yang langsung bertatapan dengan bintang-bintang sangat indah sekali, langsung saja aku memesankan makanan untuk kami berdua. Aku terus menatap Yuri sampai-sampai di menyadari kalau dari tadi aku meatapnya terus.

“ya!! Kau jangan menatapku terus, nanti kau jatuh cinta padaku.“

“kalau aku benar-benar jatuh cinta padamu bagaimana?“ ya sebenarnya memang tujuanku kesini untuk menyatakan cintaku padanya.

“mwo? kau ini bercanda saja.“

“aniyo aku sungguh-sungguh jatuh cinta padamu.“

“jinjjayo?“ dia menatapku setengah kaget.

“ne, apa kau mau jadi yeojachinguku?“ aku benar-benar to the point karena aku tak mau melepaskan kesempatan ini.

“hah!“

“kau mau jadi yeojachingu ku?” aku mengulangi perkataanku tadi.

“ne aku mau,“ dia pun tersenyum manis.

“gomawo,“ aku langsung berdiri dan ini membuatnya sedikit bingung dengan tingkahku.

“kau mau kemana,“ aku hanya tersenyum manis dan mengeluarkan kalung dan segera memakaikan kalung itu ke lehernya dan sedikit berbisik di telinganya.

“saranghae,“ dia hanya tersenyum manis.

“kalung ini indah sekali berbentuk bintang lagi,“ ujarnya yang memegang kalung yang sudah berada di lehernya.

“ne aku ingin selalu menyinari hatimu dengan bintang itu.“

“gomawo.“

“ne.” Aku mencium keningnya lembut dan aku pun duduk kembali di tempat duduk ku. Hari ini aku benar-benar senang karena sudah resmi menjadi namja chingunya. Mungkin aku bisa dibilang jahat pada Krystal tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku ini aku mancintai Krystal, tapi aku juga mencintai Yuri.

—(^^)—

Krystal PoV

Malam ini Wooyoung bilang ada rapat dengan kliennya yang sangat penting walau alasannya tidak masuk akal, tapi aku percaya dengan Wooyoung karena aku sangat mencintainya.

Padahal malam ini aku ingin mengajaknya ke restaurant dekat pusat kota karena teman smaku ulang tahun. Bisa dibilang teman Wooyoung juga karena memang kami pacaran sudah sejak sma, tapi Wooyoung tidak bisa!! Kuputuskan untuk pergi ke restaurant itu sendirian.

Aku berjalan mengahampiri teman-temanku yang memang sudah banyak disana.

“Sulli saeng-il chukaeyo,“ aku memeluknya dan memberikan kado untuknya. Temanku yang berulang tahun itu bernama Sulli, aku pun sudah lama bersahabat dengannya.

“Krystal  gomawo,” dia memelukku erat dan melepaskannya lagi.

“Wooyoung dimana?“ tanya Sulli.

“ohh dia ada metting dengan kliennya,“ aku menjelaskan pada Sulli.

“mwo selarut ini?“

“ne, aku percaya padanya.“

“hah kau ini sama sekali tidak curiga padanya? Kalau aku jadi kau aku akan mencurigainya!”

“yaa itu kan kau, aku kan beda denganmu.“

“kau ini terlalu baik Krystal.“

“ahh kau berlebihan,hehe…“ Aku dan teman –teman asyik bercanda-canda. Kami memang sudah lama tak bertemu, bisa dibilang acara ulang tahun  Sulli ini ajang dimana kita reuni. Acaranya memang sedikit membosankan karena di sampingku tidak ada Wooyoung, aku putuskan untuk ke toilet sebentar.

“kau mau kemana? “ tanya Sulli.

“aku mau ke toilet sebentar.“

“aku ikut yaa.”

“kajja!” aku dan Sulli berjalan menuju toilet tapi tiba-tiba Sulli berhenti.

“waeyo?“

“Krystal bukankah itu Wooyoung,“ Sulli menunjuk seseorang.

“mana?“ aku mencari arah telunjuk Sulli.

“itu,” dia menunjuk kearah namja yang sedang berdiri dan memang namja itu Wooyoung. Namja itu tidak sendiri, Wooyoung bersama Yuri!

“dengan siapa si Wooyoung?“ tanya Sulli.

“itu sekertaris Wooyoung,” jawabku lemas.

“mwo bukankah katanya dia sedang bersama klien,“ Sulli menimpali. Aku hanya terdiam mentap mereka berdua  kulihat Wooyoung menghampiri Yuri dan memakaikan kalung pada Yuri. Wooyoung sedikit berbisik pada Yuri entah apa yang dia bisikkan pada Yuri, Setelah itu yang benar-benar membuatku terkejut Wooyoung mencium keningnya Yuri, rasa sakit, kesal, semua itu menjadi satu. Air mataku jatuh begitu saja.

“Krystal…“ Sulli langsung memelukku, aku melepaskan pelukan Sulli.

“ghwencana Sulli, ghwencana,“ aku tersenyum penuh dengan paksaan.

“biar kuhampiri mereka.“

“aniyo  Sulli, ghwencana jangan merusak acara mereka,“ aku meyakinkan Sulli dan masih menangis.

“tapi…“ Aku menggelengkan kepala pertanda jangan melakukan hal bodoh itu.

“baiklah kalau itu mau mu,” Sulli menyerah karena bujukanku. Tadinya kami mau ke toilet tapi karena kejadian yang menyesakkan tadi aku tidak jadi dan masuk lagi ke ruangan ulang tahun itu. Aku hanya duduk dan termenung mengingat kejadian tadi masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat, tiba-tiba saja  Sulli menghampiriku.

“Krystal ghwencana,“aku tersenyum padanya tapi tersenyum miris dan Sulli hanya menghela napas.

“Sulli lebih baik aku pulang ya.“

“ya sudah, aku antar. “

“aniyo. Aku bisa pulang sendiri.“

“baiklah kau hati-hati ya..“

“ ne,” aku pun segera pulang. Padahal percuma saja aku pulang yang aku lakukan hanya menangis dan menangis mengingat kejadian tadi.  Apa Wooyoung sejahat itu? Tapi aku melihat semua itu dengan mata kepalaku sendiri. Ya Tuhan kenapa Wooyoung melakukan itu padaku? Apa salahku? Apa aku tidak begitu baik pada Wooyoung? Makanya Wooyoung bisa berbuat setega itu padaku!! Di otakku penuh dengan pertanyaan-pertanyaan.

 —(^^)—

Dua minggu sudah kulalui semenjak aku melihat Wooyoung dengan Yuri. Semenjak itu aku memutuskan untuk membuntutinya dan semua benar dugaanku  mereka berpacaran dan parahnya lagi aku dibilang adiknya Wooyoung. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan pikiran Wooyoung, tapi bodohnya aku tidak pernah marah pada Wooyoung.  Padahal semua sudah jelas di mataku dan bisa jadi bukti untuk memutuskannya, tapi aku tidak pernah melakukannya karena aku tidak mau putus dan tak mau kehilangan Wooyoung. Aku akan tetap mempertahankan cinta ini walau hatiku sangat sakit.

Di depannya aku bersikap biasa saja tapi setelah dia tak ada, aku langsung menangis. Hebatnya Wooyoung benar-benar bisa menutupi rahasia itu, aku tau setiap dia mengantar Yuri pulang lalu dia akan bertemu denganku. Didepanku Wooyoung seakan-akan tidak ada apa-apa dia bersikap biasa saja, padahal aku tau semua yang dia lakukan dibelakangku.

Sempat ingin sekali mengatakan semua yang aku lihat.  Tapi egoku berkata lain dan aku tetap mempertahankan hubungan ini, entah apa yang ada dipikiranku sampai-sampai aku tidak bisa melepas Wooyoung.

“chagiya kenapa kau melamun saja?“ Wooyoung menyadarkanku dari lamunanku.

“ahh aniyo,“ jawabku datar.

“chagi bagaimana kalau kita makan ice cream yang ada di sana?“ Wooyoung menunjuk ke toko ice cream. Tanpa persetujuanku dia menghentikan mobilnya dan membukakan pintu untukku hal yang jarang sekali ia lakukan padaku.  Setahuku dia melakukan ini hanya untuk Yuri.  Apa dia sedang memikirkan Yuri, mungkin di bayangannya aku ini Yuri bukan Krystal.

Aku pun turun dari mobil dan masuk ke toko ice cream itu dan duduk di bangku paling ujung, langsung saja Wooyoung memesankan untukku.

“sudah lama kita tidak kesini,“ aku mecairkan suasana.

“ne kau benar aku kangen sekali dengan tempat ini,“ ujar Wooyoung.  Ya memang dulu kami sering kesini tapi semenjak Wooyoung berpacaran dengan Yuri, untuk ke sini saja jarang bahkan waktu untukku kurang.

“ya kau kan selalu sibuk Wooyoung, jadi mana ada waktu untuk kesini lagi bahkan waktu untukku saja berkurang,“ aku berusaha menyindirnya.

“kau kan tau sekarang banyak sekali klien-klienku yang mengadakan metting mendadak.“

“ne arayo, aku mengeti kok,“ aku tersenyum manis padanya.  Manusia ini tidak menyadari apa kalau aku menyindirnya huh!! Percuma saja kau Krystal dia kan sudah jatuh hati pada Yuri.

“kau memang yeoja pengertian chagi.“ Wooyoung membalas senyumanku, di tengah pembicaraan kita, pesananpun datang. Langsung saja aku menyantapnya.

“aigo, ice cream ini sangat enak sekali,“ ujarku.

“ne, kau benar chagi. Aku sudah lama tidak makan ice cream ini.“

“kau ingat Wooyoung saat kau menyatakan cinta padaku disini, kau memberikan aku ice cream berbentuk love,“ aku senyum-senyum sendiri saat membayangkan kejadian dulu dan kulihat Wooyoung hanya diam saja.

“ya kenapa kau diam saja, kau tidak suka aku mengenang masa itu,“ aku tersenyum manis, walau aku tau perasaannya itu bingung ingin menjawab apa.

Wooyoung PoV

Krystal mengungkit saat aku menyatakan perasaanku dulu di sini. Saat itu aku masih kelas 2 sma aku jatuh cinta pada Krystal dan langsung menyatakannya disini dan memberikannya ice cream berbentuk love yang memang sudah kusiapkan untukknya. Tapi sekarang di hatiku ada dua orang yang aku cintai bukan hanya Krystal tapi Yuri juga.

Kadang aku berpikir kenapa aku bisa sejahat itu pada Krystal padahal dia tidak bersalah, Krystal selalu memberikan senyuman terbaiknya padaku. Kalau Krystal tau aku menduakannya tak tau apa yang harus kulakukan padanya. Aku tak mau kehilangan Krystal begitu juga dengan Yuri. Selama berpacaran dengan Yuri aku selalu membagi waktu untuk Krystal.

“ya kenapa kau diam saja, kau tidak suka aku mengenang masa itu,“ suara Krystal membuyarkan lamunanku.

“ahh aniyo, aku suka kok,“ aku menjawab seadanya. Aku tak tau harus menjawab apa pada Krystal, dia selalu tersenyum manis padaku dan aku hanya membalas senyuman itu.

“Wooyoung-ah kau ingat besokkan,“ujar Krystal. Memangnya besok ada apa?? Aku berusaha mengingat, tapi benar-benar aku tak menemukan apapun.

“mwo,“ hanya kata itu yang terlintas dari otakku.

“hah kau ini besok kan hari jadian kita yang ke 5 tahun. Ah kau melupakannya!”

“ahh ne tentu saja aku ingat, aku hanya mengetesmu saja chagi,“ sebenarnya aku lupa. Wooyoung bagaimana bisa kau melupakan hari itu. Babo! Minhae Krystal aku sedikit melupakannya.

“uhh kau ini selalu begitu,“ ya kalau aku lupa ada yang penting dari hubungan ini aku selalu bilang mengetesnya, padahal aku memang benar-benar lupa.

“ya sudah besok kita betemu di temat biasa kita merayakannya, ok?“ aku tersenyum padnya.

“ok,“ dia membalas senyumannya padaku.

—(^^)—

Krystal PoV

Aku berjalan mengikuti jalan setapak ini, aku tak sabar ingin cepat-cepat sampai ke taman dekat perpusatan kota.Karena hari ini hari dimana aku dan Wooyoung janji untuk bertemu. Aku sangat senang menyambut hari ini karena aku tau Wooyoung selalu memberi kejutan di taman itu, yang aku pikirkan kejutan apa yang akan dia berikan padaku.

Sampai di taman.

Aku duduk di bangku taman dekat air mancur dan menurutku sangat indah apalagi di sampingku tumbuh bunga-bunga mawar  tempat yang sangat romantis.

Aku menuggu Wooyoung sangat lama sekali dan dia belum juga datang, aku berusaha menelponnya tapi ponselnya tidak aktif. Pikiranku tertuju pada Yuri, apa Wooyoung sedang bersama Yuri?  Sampai-sampai dia melupakan janjinya padaku.  Kulihat arloji ku menunjukkan pukul 05.00  dan Wooyoung biasa pulang pukul 04.00 dan dia berjanji akan datang pukul 04.00.

Aku terus menuggunya di sini sampai-sampai waktu menunjukkan pukul 06.00 dan tiba-tiba hujan jatuh tepat di ujung hidungku ku lihat ke langit memang sangat gelap dan tak lama hujan deras berhasil mengguyurku. Aku mencari tempat berteduh untuk menugggu Wooyoung, tapi batinku ingin sekali menghampiri Wooyoung ke kantornya dan kuputuskan untuk ke kantornya.

Sampai di kantor.

Aku tidak peduli karyawan yang terus menatapku diriku yang basah kuyup,yang ingin aku lakukan sekarang pergi ke ruangan Wooyoung. Aku sudah ada di depan pintu ruang Wooyoung dan langsung saja aku membukanya sedikit pelan dan kulihat Wooyoung sedang berciuman dengan Yuri.  Hatiku seperti disambar petir, air mataku mentes begitu saja.  Untuk kali ini aku benar-benar tidak kuat, tidak bisa menerima perlakuan Wooyoung yang seperti ini.  Wooyoung menyadari keberadaanku yang menagis di depannya.

“Kry.. Krystal,” Wooyoung terbelalak kaget melihatku, yang bisa kulakukan hanya berlari dari tempat ini aku tak mau berlama-lama ada di sini. Aku berlari sekencang-kencangnya.

Wooyoung PoV

Aku ada metting dengan klien sampai pukul 06.00.  Sepertinya aku ada janji dengan seseorang tapi aku lupa dengan siapa, aku membuka pintu ruanganku dan Yuri langsung mengikutiku dari belakang.

“ahh aku cape sekali,“ keluhnya.

“ne kau benar, metting dengan mereka butuh sedikit perdebatan.“

“ya sudah aku buatkan teh untukmu,” Yuri tersenyum manis.

“tunggu,“ aku menahannya dan mendekat kepadanya. Tak tau kenapa hasratku ingin sekali menciumnya. Tanpa banyak pikir aku langsung mencium bibirnya dan kusadari ada orang yang memperhatikan kami berdua, aku melihat ke arahnya dan terbelalak kaget.

“Krys…Krystal,“ ucapku terbata-bata dan kaget. Aku baru ingat kalau aku berjanji padanya agar datang ke taman itu. Kulihat Krystal basah kuyup dan kulihat dia menangis pergi dari hadapanku. Langsung saja aku mengejarnya tanpa menghiraukan Yuri yang memanggilku. Aku memang babo sekarang semua rahasiaku sudah terbongkar oleh Krystal.  Yang bisa kulakukan mengejarnya dan terus mengejarnya. Kulihat Krystal berhenti sejenak mungkin kerena terlalu lelah berlari. Aku menghampirinya, Krystal siap-siap untuk berlari lagi dengan sigap aku menarik tangannya dan menjatuhkannya ke pelukkanku.

“lepaskan aku Wooyoung,“ keluhnya.

“minhae Krystal jeongmal mianhae.”

“lepaskan aku Wooyoung!“ bentaknya. Aku pun melepaskan pelukannya tak sadar akupun ikut menangis.

“mianhae Krystal aku telah menduakanmu, mianhae.“ Aku mengakui kesalahanku itu pada Krystal.

“aku sudah tau semuanya Wooyoung, dari awal kau sudah berbohong padaku. Hari itu kau tidak bertemu dengan klien melainkan dengan Yuri. Aku tahu semuanya Wooyoung,“ ujar Krystal dengan nada keras.

“ja.. jadi kau sudah mengetahuinya,“ aku benar-benar kaget dengan pernyataan Krystal. Bahkan dia sudah tau saat aku pertama kali jadian dengan Yuri.

“ne,“ jawabnya datar.

“kenapa kau tidak bilang dari awal?“

“ya!! Aku hanya ingin kau yang mengaku dan keluar dari mulutmu.  Kau tau apa yang membuatku bertahan.  Karena aku mencintaimu, aku hanya ingin mempertahankan hubungan ini. Karena aku tidak mau kehilanganmu Wooyoung. Semenjak itu aku berpura-pura tidak tahu kalau kau menduakanku, yang aku pikirkan hanya mempertahankan hubungan ini. Kau tau kan kita sudah 5 tahun berpacaran. Lagipula aku sadar aku memang tidak baik untukmu sampai-sampai kau menduakanku dan aku tau kau pasti bosan bersamaku terus,“ ujar Krystal panjang lebar. Aku tak tau harus berbuat apa. Aku benar-benar bodoh! Aku sudah menyakiti Krystal!

“aniyo aku tidak bosan padamu, Krystal.”

“ya!! Wooyoung kau tidak usah berbohong lagi,“ memang benar sih aku suntuk dengan Krystal. Mungkin karena terlalu lama berpacaran jadi seperti ini.

“mianhae Krystal, jebal mianhae,“ hanya kata-kata itu yang ingin kuucapkan, maaf, maaf dan maaf.

“memang gampang berkata maaf!“

“kau benar.  Krystal berikan aku kesempatan lagi, aku akan memutuskan Yuri, kita pertahankan hubungan ini,“aku menggenggam tangan Krystal.

“dari awal aku memang mempertahankan hubungan ini, tapi untuk kali ini rasa sakitku melebihi rasa cintaku. Mianhae kita sampai di sini saja,“ aku tesentak kaget mendengar kata terakhir yang Krystal ucapkan. Aku benar-benar menyakiti hati Krystal.

“tapi,“ belum sempat melanjutkan kata-kataku

“walau aku tak sanggup dengan semua ini.  Tapi ini keputusanku, aku yakin Yuri itu yang terbaik untukmu.“ Krystal tersenyum dan pergi dari hadapanku. Walau aku tau itu senyuman yang dipaksakan,  ingin aku menahannya tapi percuma saja aku tahu itu akan sia-sia. Aku benar-benar tidak terima dengan keputusan Krystal ini, tapi ini memang pantas aku dapatkan karena aku sudah menyakiti perasaannya sampai-sampai dia tidak mau memaafkanku. Yang bisa kulakukan hanya menangis.  Wooyoung-ah kau memang babo kau sudah menyia-nyiakan seorang yeoja yang sangat baik. Dia tau kau selingkuh dia diam saja dan terus tersenyum manis. Aku menyesal dengan peruatanku ini, mungkin tidak ada yeoja sepertimu lagi Krystal. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang kalau kau benar-benar berarti dalam hidupku.

—(^^)—

6 bulan kemudian

Krystal PoV

Aku bersiap-siap untuk bernyanyi di café.  Tapi kali ini cafenya berbeda aku tidak bekerja di tempat dulu, aku pindah ke café lain ya walau tidak ada perubahan dengan pekerjaanku. Tapi aku tetap senang  yang penting aku tetap bisa bernyanyi.

Semanjak kejadian itu aku pindah rumah dan pindah tempat kerja karena aku takut Wooyoung mencariku dan aku ingin sekali melupakannya.  Tapi percuma saja walau aku sudah pindah bayangan Wooyoung tetap saja membayangi di mataku. Hah kau ini benar-benar babo Krystal.

“ya!! Krystal sampai kapan kau akan di situ cepat itu penonton sudah tak sabar mendengar suaramu, cepat naik ke panggung,“ ujar tuan Kim. Dia pemilik café ini, dia sangat baik padaku begitu juga dengan karyawan yang lain. Semenjak ada aku café ini menjadi ramai pengunjung.

“ne,“ aku langsung menaiki panggung itu. Langsung saja alunan musik berbunyi, aku pun mennyanyikan lagu 2NE1- It Hurt. Lagu ini mengingatkanku pada Wooyoung dan kisah cintaku.

Wooyoung PoV

Sudah 6 bulan aku mencari Krystal tapi tidak ketemu. Semanjak kejadian itu dia menghilang begitu saja kata tentangganya dia pindah rumah.  Sesakit itukah Krystal sampai-sampai harus pindah rumah dan pindah bekerja.  Aku pun sudah memutuskan Yuri dan bilang yang sebenarnya pada Yuri meski Yuri sangat berat tapi dia menerimanya dan memafkanku. Itu membuatku sedikit lega tapi yang ada dipikiranku hanya Krystal. Aku tidak bisa melupakannya. Aku tak tahu harus mencarinya kemana.

Aku menyetir dengan pandangan kosong. Tapi kulihat sebuah café penuh dengan pengunjung membuatku tertarik untuk memasuki café itu. Tanpa pikir panjang aku langsung masuk ke café itu dan memesan coklat hangat. Kulihat seorang yeoja menaiki panggung, aku jadi teringat Krystal dia bekerja sebagai penyanyi café dan aku selalu saja menyuruhnya keluar dari pekerjaannya itu. Ya memang pekerjaan itu tidak hina, kenapa aku baru menyadarinya sekarang setelah Krystal pegi dari kehidupankku. Penyesalan memang datang belakangan.

Alunan musik berbunyi kudengar suara yeoja itu aku sedikit terkaget mendengar suara yeoja itu. Suaranya mirip dengan Krystal, kupandangi yeoja itu dan kutegaskan pandanganku ternyata itu memang Krystal.  Ya itu Krystal dia terlihat sangat cantik dengan gaun birunya,  menurutku dia jauh lebih cantik. Kudengar lagu ini begitu dalam maknannya dan Krystal benar-benar menghayati lagu ini.

Aku menunggunya sampai keluar dari café  dan tak lama Krystal pun keluar dari café itu. Langsung saja aku menghampirinya.

“Krystal,“ sapaku ,dia pun menengok ke arahku.

“Wo…Wooyoung,“ ujarnya terbata-bata dan setengah kaget.

“Krystal kau tau 6 bulan ini aku selalu mencarimu.”

“untuk apa kau mencariku, bukankah kau sudah ada Yuri,“ sindirnya sengan nada dingin.

“Yuri sudah ku putuskan! Aku mencarimu karena aku masih mencintaimu.“

“cihh!! Setelah kau memutuskan Yuri kau mau kembali lagi denganku?”

“ne,“ Aku menunduk lemas.

“lupakan saja aku.“ Krystal pergi begitu saja.

“aniyo aku tidak akan melupakanmu,” teriakku. Tapi tetap saja Krystal tidak memperdulikanku.

—(^^)—

Krystal PoV

Ahhh benar-benar sial! Disaat aku mau melupakanmu kau malah muncul kembali. Yaa!! Wooyoung mau mu apa sih membuatku kesal saja. Walau sedkit senang di hatiku karena aku memang sangat merindukanmu.

Aku berjalan menuju taman dekat rumahku. Tadi Sulli menelponku untuk menemuinya di taman itu,  sebenarnya ada apa malam-malam seperti ini ingin bertemu kan bisa berbicara di rumahku. Ahhh….

Sampai di taman tidak ada tanda manusia. Taman ini sepi sekali. Aku berusaha menelpon Sulli tapi tidak diangkat. Ahh anak ini mau mengerjaiku ya sialan!!

Duuuaarrrrrr

Aku tersentak kaget karena ledakan kembang api yang tiba-tiba.

“siapa yang menyalakan kembang api ini,” pikirku. Kulihat kembang api itu di langit lama-kelamaan kembang api itu berubah jadi sebuah tulisan yang membuatku kaget serta kagum “I love Krystal“ aku tidak habis pikir siapa yang melakukan hal ini. Masa iya Sulli, itu tidak mungkin untuk apa dia melakukan hal ini. Aku masih memandangi kembang api itu tiba-tiba saja tersengar suara.

“begitu kagumkah kau dengan hal ini?“ tanya seorang namja yang sama-sama mendongakan kepalanya. Namja itu Wooyoung.

“kau ngapain disini?”

“kau tau itu siapa yang membuat?“

“aniyo.“

“aku!“ Wooyoung menatapku dalam.

“mwo? untuk apa kau melakukan hal ini?“

“aku ingin kau kembali padaku Krystal, jebal berikan aku kesempatan kedua. Aku tau aku memang bersalah padamu, tapi aku menyesali semua ini Krystal.“

“kau yakin dengan perkataanmu itu?“ apa benar dia menyesali ini semua. Tapi aku lihat dari matanya yang sangat meyakinkan.

“ne, oiia ada satu lagi yang belum kau lihat.”

Prokk….

Dia menepukkan tangannya sekali langsung saja lampu-lampu di sampingku menyala  dan lampu-lampu itu berbentuk love. Sedangkan aku dan Wooyoung ada di tengah-tengah di antara lampu-lampu itu. Sungguh sangat romantis dan membuatku terkagum-kagum. Wooyoung memang orang yang romantis tapi kali ini dia jauh lebih romantis.

“apa kau kagum dengan hal ini?“ tanyanya.

“hah,“ aku sedikit bingung.

“ada hal yang membuatmu kaget lagi,“ ahhh hal apa lagi yang akan dia lakukan saat ini. Dia mengeluarkan sesuatu dari jaketnya dan dia langsung menurunkan badannya bak menyembahku.  Apa yang akan dia lakukan saat ini? Membuatku bingung saja.

“Krystal maukah kau menikah denganku?“ aku tersentak kaget mendengar ucapannya tadi. Apa aku tidak salah dengar Wooyoung melamarku.

“ya kenapa diam saja, kau mau menikah denganku? Aku berjanji tidak akan menduakanmu lagi.“ Wooyoung meyakinkanku, tatapannya kali ini menunjukkan keseriusannya yang benar-benar membuatku yakin padanya. Aku pun tersenyum padanya.

“ne,“ aku menjawab sesuai keinginan hatiku. Tidak dapat kubohongi kalau aku memang masih mencintai Wooyoung dan aku memang sudah memaafkan kesalahannya waktu itu.

“gheureyo?,” dia bertanya sedikit tidak percaya dengan jawabanku dan aku mengangguk mantap.

“ahh gomawo Krystal aku janji tidak akan menyakitimu lagi dan menjagamu sepenuh hatiku.“ Wooyoung langsung memelukku erat dan sedikit berbisik.

“saranghae Krystal.“ Aku tersenyum bahagia.

“na do saranghae Wooyoung“

THE END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s