I DID WRONG

Tittle:

I Did Wrong

Starring:

Cho Kyuhyun – Super Junior

                Lee Sungmin – Super Junior

                Jiyeon – T-ara

Jiyeon PoV

Kubuka mataku di tengah kesunyian ini. Kepalaku seperti melayang jauh, karena memikirkan masalahku ini. Aku dihadapkan oleh masalah yang menurutku cukup berat, karena ini menyangkut kehidupanku di masa yang akan datang.

“Yeon-ah, keluarlah! Kau harus dirias untuk pernikahanmu!” teriak eommaku dari luar kamar.

“ne,eomma!” jawabku dengan tak bersemangat.

Ya, hari ini adalah hari pernikahanku dengan seseorang yang sama sekali tak kucintai dan tidak mencintaiku. Kami hanya dijodohkan oleh orang tua kami. Ini terasa sangat berat bagiku. Bukan hanya karena aku yang nantinya tidak bahagia, tapi karena dengan pernikahan ini, aku telah menyakiti seseorang yang kucintai. Aku memang telah  memiliki pacar yaitu Lee Sungmin dan karena pernikahan ini, kami pun berpisah dengan membawa seluruh kenangan kami.

Aku pun keluar dari kamarku dan aku pun langsung disambut oleh peñata busanaku.

“Masuklah ke ruang rias, setelah itu kau akan berganti pakaian,” kata penata busanaku.

Aku masuk ke ruang rias dan aku pun langsung diminta untuk duduk dan segera dirias. Kulihat pantulan wajahku di cermin,tampak raut kesedihan di mataku. Ya, aku memang sedih sekali. Mungkin, jika calon suamiku adalah seseorang yang baik, aku bisa sedikit mensyukuri penikahan ini. Tapi, dia bukanlah lelaki yang baik kepadaku, dia selalu bersikap kasar kepadaku. Aku benci dia! Tapi… aku akan tetap menikah dengannya.

***

Aku telah sampai di gereja, dimana aku akan melangsungkan pernikahanku. Suasananya sangat ramai, dan aku sangat membenci keramaian.

“Yeon-ah. Ayo kita masuk. Kyuhyun telah menunggumu” kata eommaku.

Cho Kyuhyun. Dialah calon suamiku. Jika aku mempunyai pilihan, aku akan lebih memilih mati dari pada menikah dengannya. Sayangnya aku tak ingin orangtuaku merasa sedih. Akupun berjalan perlahan ke arah Kyuhyun, yang telah berada di altar. Dia memandangku dengan tatapan tajam, aku tak suka itu. Setelah sampai dia altar, dia memegang tanganku dan kami pun mengucapkan janji nikah.

Aku sempat melihat  tamu-tamu yang datang. Kulihat orang itu. Lee Sungmin. Dia menatapku dengan pandangan datar. Kalau saja ia tahu, aku masih sangat mencintainya. Tak lama kemudian, ia meninggalkan gereja ini.

***

Di kamar kami…

“Kau tidur diluar!” kata Kyuhyun kepadaku.

“Apa madsudmu?”

“Madsudku, kita tak akan pernah sekamar, jadi sebaiknya kau cari kamar lain!”

“Kenapa aku? Kau saja yang di kamar lain. Aku suka dengan kamar ini.”

“Aku adalah suamimu dan aku yang berhak mengaturmu!” teriak Kyuhyun.

“Hah? Suami? Suami macam apa yang tega mengusir istrinya sendiri?” tantangku.

“Aku tidak peduli. Keluarlah, aku mau istirahat.”

Aku memilih mencari kamar lain daripada terus bertengkar dengannya. Aku lelah sekali. Belum sehari menikah saja, ia sudah mengusirku dari kamarnya. Apalagi kalau sudah setahun, mungkin ia akan mengusirku dari rumah ini. Aku memilih kamar di lantai 2. Ya, kami memang mempunyai rumah baru. Rumah dengan 4 kamar dengan 2 lantai. Setibanya di kamar, aku langsung merebahkan diriku di tempat tidur dan akhirnya tertidur.

Perlahan, kubuka mataku dan kulihat jam telah menunjukkan pukul 5 pagi. Ah, walau bagaimanapun aku tetaplah seorang istri, maka aku pun pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Aku hanya membuat masakan sederhana untuk pagi ini dan berharap dia akan suka dengan masakanku. Tak lama, kulihat Kyuhyun keluar dari kamarnya dan ia sudah menggunakan jasnya. Berarti, dia akan berangkat ke tempat kerja.

“Kyuhyun-ssi, aku sudah membuatkan sarapan untukmu. Makanlah dulu,” kataku.

“Aku akan makan di kantor,” katanya dingin lalu meninggalkanku dalam kesendirian.

Aku terkejut dengan sikapnya. Walaupun aku tahu dia tidak mencintaiku, tak bisakah ia sedikit menghargaiku? Aku mencoba untuk bersabar dengan semua ini.

***

Aku menghabiskan waktuku hanya dengan bersih-bersih, menonton TV, dan memasak.  Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, aku bosan dengan kehidupanku yang sekarang. Tiba-tiba, kudengar suara pintu yang terbuka, dan saat kulihat, ternyata itu adalah Kyuhyun. Wajahnya tampak murung sekali,mungkin ia sedang memiliki masalah.

“Kyuhyun-ssi, kau kenapa?”

“Bukan urusanmu,” katanya singkat.

“Mmm.. Kalau begitu, lebih baik kau makan dulu.”

“Tidak usah,”katanya dingin.

Sungguh, aku sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya. Aku hanya mencoba berbuat baik padanya, kenapa ia bersikap dingin begitu.

“Tak bisakah kau sedikit saja menghargaiku, kyuhyun-ssi?” kataku yang membuat Kyuhyun menoleh kepadaku.

“Aku dan kau memang tak saling mencintai, aku hanya mencoba untuk berbuat baik padamu. Kenapa kau hanya bersikap dingin padaku? Aku ini istrimu, Kyuhyun-ssi!” kataku sambil berkaca-kaca dan akhirnya menangis.

“Janganlah kau berharap lebih padaku, Yeon!” katanya lalu masuk ke kamarnya.

***

Aku sudah tak tahu lagi cara menghadapi Kyuhyun. Aku pun mencoba untuk bersikap tidak peduli kepadanya. Tapi, itu terasa sulit bagiku.

Aku tak tahu angin apa yang membuatku menelepon Sungmin. Tetapi, memang setiap hari aku selalu memikirkannya. Dan, saat ini aku merasa sangat penat dan membutuhkan seseorang untuk mendengarkan isi hatiku.

“Yeobseyo,” kata Sungmin dibalik telepon.

“Yeobseyo, Sungmin oppa. Ini aku. Jiyeon.”

“Ohh.. Kau.” katanya dingin.

“Oppa, aku benar-benar membutuhkan teman untuk mendengarkan ceritaku. Maukah kau bertemu denganku? Aku tahu  kau  masih marah denganku, tapi…”

“Baiklah, besok aku akan datang ke rumahmu jam 5 sore,” katanya dengan dingin lalu menutup telepon.

Pasti Sungmin masih marah kepadaku. Tapi, mengapa ia mau menemuiku? Entahlah, aku pusing memikirkannya.

***

Keesokan harinya…

Aku hanya menonton TV sambil menunggu kedatangan Sungmin, saat tiba-tiba aku terpikir, darimana Sungmin tahu rumahku? Aku belum pernah memberitahunya. Apa.. Apa dia masih perhatian kepadaku?

TING TONG

Itu pasti Sungmin. Dengan segera aku  membukakan pintu untuknya. Kulihat wajahnya hanya datar. Sebelumnya, aku tak pernah melihat wajahnya yang tanpa ekspresi seperti ini.

“Masuklah, oppa.”

“ne…” katanya.

Aku mengajaknya untuk duduk di ruang TV.

“Kau masih marah padaku? Kau bersikap sangat dingin padaku..” tanyaku.

“Entahlah… Jadi, kau mau cerita apa?” tanyanya dengan nada dinginnya.

“Tentang Kyuhyun. Aku tak mengerti dirinya. Aku hanya mencoba untuk bersikap sebagai istri yang baik dengan memasakan makanan untuknya. Tapi, apa jawabannya? Dia tidak pernah menyentuh makananku. Bahkan dia bersikap tidak peduli padaku. Walaupun kami tidak saling mencintai, paling tidak,tak bisakah ia peduli kepadaku sedikit saja…” kataku sambil menahan air mata.

“Mengapa kau tak ceraikan saja dia?”

“Tak semudah itu. Aku tak mau membuat kedua orangtuaku sedih. Mereka sangat senang ketika aku menikah dengannya. Lagipula, ini belum seminggu aku menikah”

“Hanya kau yang bisa menentukan sikapmu dan masa depanmu. Mmm.. Kalau kau memilih untuk menceraikannya, kau bisa kembali padaku..”

“Mwo? Oppa….”

“Aku tak memaksamu untuk menceraikannya.. Tapi, tak sadarkah kalau hidupmu sangat menderita, padahal ini belum seminggu,” kata Sungmin.

“Hatiku akan selalu menunggumu…” lanjutnya, yang membuatku terkesima.

Tiba-tiba. Terdengar suara orang masuk ke rumah dan saat kulihat, dia adalah Kyuhyun. Matanya menatap tajam kepadaku. Ia berjalan ke arahku dan Sungmin.

“SIAPA YANG MENGIJINKANMU MASUK KE RUMAH INI, LEE SUNGMIN??” teriak Kyuhyun kepada Sungmin dengan wajah yang marah.

“Istrimu yang mengundangku kesini…” jawab Sungmin dengan tenang.

“YA!! Aku memang berangkat pagi dan pulang malam, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya memasukkan laki-laki ke rumah ini!!!” teriak Kyuhyun kepadaku.

Aku kaget dengan teriakannya. Tak terasa air mataku mulai mengalir.

“Kyuhyun-ssi….” Gumamku.

“Seharusnya kau sadar  Tuan Cho. Kalau bukan karena kau yang tidak menjaga Yeon dengan baik, dia tidak akan memanggilku kesini..”

“TUTUP MULUTMU! AKU TAK BERBICARA DENGANMU!!”

“Terserah kau saja.. Tapi dengar, aku sangat mencintai Yeon. Jika kau menyia-nyiakannya, sebaiknya segeralah kau ceraikan dia…”

“KELUAR!!! AKU TAK PERLU PENDAPATMU!”

Dengan santainya, Sungmin keluar dari rumah.

“Tak usah menangis, bukankah kau senang dia membelamu? Dengar! Jika kau  mau selingkuh, silahkan. Tetapi, JANGAN DI RUMAH INI! MENGERTI!” teriak Kyuhyun sambil masuk ke kamarnya.

Aku hanya bisa menangis sendirian. Aku tak pernah menyangka ia akan marah sekali kepadaku. Maafkan aku, Kyuhyun. Aku tak bermadsud membuatmu marah.

***

Kyuhyun PoV

Pagi ini aku bangun dengan penuh kemarahan. Ya, aku masih marah kepada                                                Jiyeon. Bisa-bisanya ia membawa laki-laki masuk ke rumahku ini.Apalagi ternyata laki-laki itu adalah Sungmin. Tapi, hatiku sedikit sakit saat aku melihatnya menangis. Maafkan aku, Jiyeon.

Kubuka pintu kamarku, dan tiba-tiba aku menemukan kertas di lantai depan kamarku. Aku mengambil dan membaca kertas itu. Dan saat itu juga, hatiku terasa sakit sekali. Kertas itu adalah surat dari Jiyeon, dan disana tertulis bahwa ia pergi dari rumah ini. Ah, ini pasti gara-gara sikapku kepada Jiyeon. Maafkan aku, Jiyeon.

Di tengah situasi panik ini, aku bingung harus kemana aku mencari Jiyeon. Tiba-tiba, terlintas dalam pikiranku untuk menelepon Sungmin. Aku hanya berpikir, mungkin dia tahu dimana keberadaan Jiyeon.

“Yeobseyo..” kata Sungmin.

“Sungmin-ssi.. Ini aku Kyuhyun. Apa kau tahu dimana Jiyeon?”

“Apa maksudmu bertanya seperti itu?“

“Jiyeon meninggalkan rumahku.”

“MWO?? Ini pasti karenamu!!” teriak Sungmin.

“Aku tahu.. Bantulah aku mencarinya..”

“Baiklah, aku akan membantumu.Ini karena aku mencintai Jiyeon!!”

“Ahh,,, baiklah, tunggu aku di Sungai Han..” kataku.

***

10 menit kemudian, aku telah sampai di Sungai Han. Kulihat Sungmin sudah menungguku. Setelah melihatku, dia segera masuk ke mobilku. Tak ada pembicaraan diantara kita berdua. Aku masih sibuk dengan pikiranku. Dimana kau, Jiyeon?

“Ceraikan dia..” kata Sungmin tiba-tiba.

“Mwo? Aku tak mau..”

“Wae? Kau hanya bisa membuatnya menangis. Kalau kau memang tak mencintainya, buat apa mempertahankan pernikahan ini?”

“Baiklah,aku harus jujur denganmu..”

“Apa madsudmu?”

“Sesungguhnya, aku sangat mencintai Jiyeon. Bahkan sebelum kita berdua dijodohkan. Jiyeon adalah temanku kecilku. Mungkin, Jiyeon  tidak mengingatnya karena saat itu dia masih kecil. Tapi sejak saat itu, aku terus mencintainya. Ketika 6 bulan yang lalu, aku bertemu dengannya. Aku tak berani menyapanya. Tapi, sejak saat itu, aku terus mengikutinya. Aku tahu banyak tentangnya. Bahkan, aku  juga tahu kalau Jiyeon sangat mencintaimu..” kataku.

“Aku… Aku tak menyangka. Lalu, kalau kau  mencintainya, mengapa kau sakiti dia? Aku tak mengerti denganmu, Kyuhyun-ssi!”

“Ini semua karena kau, Lee Sungmin.”

“Aku? Wae?”

“Jiyeon sangat mencintaimu. Aku pikir, jika aku bersikap dingin padanya, aku  bisa menarik perhatiannya. Tapi aku salah. Dia menangis karena diriku…. Ahh, sudahlah, lebih baik kita mencari keberadaan Jiyeon dulu… Kini, perasaanku tak lagi penting.”

“Baiklah… Mmm,,,Kyuhyun-ssi, sepertinya aku tahu dimana Jiyeon berada?”

“Mwo?? Dimana?”

***

Tak sampai 5 menit, aku telah sampai di Pantai Incheon. Kata Sungmin, saat Jiyeon sedih, dia akan pergi kesini. Sebenarnya, aku tahu itu. Aku sering  mengikutinya kesini, disaat dia merasa sedih.

Kulihat Jiyeon sedang duduk di pinggir pantai. Inginku segera memeluknya.

“Sungmin, sepertinya kau lebih pantas dengannya. Aku hanya bisa membuatnya sedih.”

“Mwo? Temuilah Jieon. Aku tahu kau sebenarnya baik, Kyuhyun-ssi. Aku yakin kau bisa membahagiakan Jiyeon. Selain itu, aku tahu Jiyeon juga mulai mencintaimu. Kau  tahu, JIyeon bukanlah orang yang peduli terhadap orang lain. Dia peduli kepadamu, berarti dia mencintaimu..”

Kata-kata Sungmin, cukup membuatku tersadar bahwa sikapku yang terlalu  mengacuhkan Jiyeon, sangatlah berlebihan. Aku sangat menyesal telah bersikap tidak peduli padanya. Dengan perlahan kuhampiri gadis yang sangat kucintai itu. Mungkin, sekarang sudah saatnya aku mengungkapkan isi hatiku padanya. Saat ini, matahari mulai menutup matanya, kurasa ini juga saat yang tepat untuk meminta maaf padanya. Saranghae, Jiyeon. Aku sangat mencintaimu.

***

Sungmin PoV

Kulihat Kyuhyun mulai mendekati Jiyeon yang sedang terduduk di pinggir pantai. Hatiku terasa sedikit sakit melihat persitiwa ini. Tapi, aku yakin Kyuhyun memang yang terbaik untuk Jiyeon. Kyuhyun sangat mencintai Jiyeon dan Jiyeon juga mulai mencintai Kyuhyun. Walaupun Jiyeon tak pernah mengungkapkan rasa sayangnya kepada Kyuhyun. Tapi aku tahu, dia mengharapkan perhatian lebih dari Kyuhyun… Jiyeon,aku harap kau akan bahagia. Saranghae, Jiyeon. Aku berjanji, aku tak akan menggapai cintaku lagi padamu. Tapi, aku akan tetap menyimpan kenangan kita selamanya. Tahukah kau Jiyeon, sampai kapanpun, kau tetap memiliki ruang khusus di hatiku. Good Bye, My Love.

Aku pun meninggalkan pantai ini, dengan penuh perasaan bahagia karena melihat gadis yang kucintai sedang  bahagia.

THE END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s