Geotjimal [Part 2]

Tittle:

                GEOTJIMAL [Part 2]

Genre:

            Romance, Action, Friendship

Starring:

                Choi Kyuhyun

            Lee Donghae

            Arisa Hayumi

 

Author PoV

Sedari tadi tatapan mata Kyuhyun tak pernah lepas memandangi yeoja di depannya, ia seakan-akan tak percaya dengan apa yang ia alami. Yeoja yang idepannya adalah Arisa teman masa kecilnya sewaktu di Jepang. Entah mau berkata apa tapi yang pastinya Kyuhyun mempercayai  takdir, takdirlah yang membawa mereka berdua bertemu di Korea kembali. Kyuhyun tersenyum sendiri sambil masih memandang Arisa, ani…Sooyoung.

“kawaiii…tempat ini benar-benar cantik. Aku baru pertama kalinya kesini,” ujar Sooyoung membuat Kyuhyun berhenti menatap Sooyoung.

“keluarga kami sering kemari. Restoran Jepang memang sangat susah dicari di Seoul apalagi yang menunya benar-benar all made in Japan,”ujar Kyuhyun.

“sepertinya kau hidup dengan baik Kyu,” Sooyoung tersenyum sambil memandang Kyuhyun, membuat namja ini salah tingkah.

“bagaimana denganmu? Apakah hidupmu juga baik-baik saja?”

“tentu. Setelah okasan meninggal aku hanya tinggal berdua bersama appa. Tapi aku menikmatinya, hidup hanya sekali jadi tak boleh disia-siakan.”

“ah…aku turut berduka untuk okasan-mu,” Kyuhyun merasa tak enak hati.

“taijoubu*(tidak apa-apa)…itu hanya masa lalu.”

Tak lama kemudian pesanan datang dan segera dinikmati oleh dua orang itu. Sambil menikmati sushi-nya Sooyoung sesekali memandang Kyuhyun. Ia sangat senang bisa bertemu dengan Kyuhyun, teman kecilnya yang banyak memberinya senyuman saat di Jepang. Ia tersenyum saat tahu bahwa Kyuhyun tumbuh menjadi namja yang tampan, pintar dan sehat. Entah mengapa ia merasa sangat bersyukur karena takdir sudah mempertemukannya dengan Kyuhyun.

“jangan ngeliatin terus,” kata Kyuhyun tiba-tiba membuat Sooyoung kaget.

“siapa juga,” kata Sooyoung salah tingkah dan berusaha kembali konsentrasi dengan makanannya. Namun, tak berlangsung lama karena di luar kesadarannya, Sooyoung kembali menatap Kyuhyun.

“serius. Ntar kalau jatuh cinta gimana?” Kyuhyun tersenyum nakal membuat Sooyoung tertawa.

“senang bisa melihatmu lagi Kyu. Aku harap ini bukan mimpi,” ujar Sooyoung.

“nado, aku juga berharap ini bukan mimpi. Senang bisa melihatmu masih hidup Sooyoung.”

“mwo??dipikir aku bakal mati githu?” Sooyoung membulatkan mata menatap marah kearah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum. Ia ingin tersenyum lebih lama lagi dan lagi.

Tersenyum, tertawa bersama Sooyoung. Merasakan hatinya yang dipenuhi perasaan senang, bebas dan nyaman. Bisakah ia berharap terus bersama Sooyoung seperti ini?

“ah…aku lupa. Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu Kyu?”

“apa?”

“kau benar-benar teman Lee Donghae? bagaimana bisa? Aku penasaran!”

Kyuhyun tahu ia tak mungkin merahasiakan semuanya pada Sooyoung. Bagaimana pun juga ia merasa Sooyoung berhak tahu masa lalunya walaupun ia harus mengingat kejadian malam dimana okasan-nya mati. Sekarang ada Sooyoung orang yang begitu ia sayangi setelah keluarga Lee. Tapi ada pula yang hal yang tak harus diketahui Sooyoung sekarang. Biar waktu yang menjawab.

“aku bukan temannya,” jelas Kyuhyun membuat Sooyoung menatap curiga. “kami saudara.” Kyuhyun menghela nafas berat seakan ia baru saja membuang semua bebannya.

“aku diangakat anak oleh keluarga Lee. Kejadiannya bermula di Jepang. Setelah kau pergi ke Korea aku begitu sedih, entah mengapa saat itu aku ingin menangis terus. Okasan yang tidak mau melihatku bersedih terus mengajakku makan malam di luar. Aku pun menyetujuinya, kami memesan makanan korea kesukaan kami. Dan saat kami ingin menikmati makanan….seseorang membunuh okasan. Hidupku seperti hancur dan berantakan. Aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini Soo, hanya okasan yang aku punya saat itu!! Setelah malam itu teman satu kerja okasan menawariku pindah ke korea dan tinggal bersama mereka. Hingga saat ini aku masih hidup, bersama keluarga Lee. Lee Donghae adalah kakak angkatku.” Kyuhyun menunduk merasa kepalanya pusing sekali setiap mengingat kejadian disaat okasan-nya ditembak. Keringat dingin mulai keluar, tangan Kyuhyun bergetar, ia tak bisa berkata apa-apa lagi.

“Kyu…” Sooyoung meremas tangan Kyuhyun lembut. Berusaha membuat Kyuhyun tenang.

“mianhaeyo…” Kyuhyun sedikit mengangkat wajahnya, melihat Sooyoung yang mengeluarkan airmatanya. Perlahan tangan kiri Kyuyun terangkat dan menyentuh pipi Sooyoung, pelan-pelan ia menghapus airmata Sooyoung.

“uljimayo Soo…”

—(^^)—

 

Sooyoung PoV

Aku menghela nepas untuk kesekian kalinya malam ini. Malam ini ia tak bisa tidur nyenyak karena memikirkan kejadian kemarin. Terlalu banyak yang ia dengar dalam satu hari itu, bertemu dengan teman kecilnya Kyuhyun, meninggalnya okasan Kyu saat di Jepang dan Lee Donghae yang ternyata kakak angkat Kyuhyun. Sungguh kompleks!

Namun, ia terkekeh sendiri saat mengingat bagaimana wajah Kyuhyun saat  itu. Wajah yang sudah lama ia rindukan. Pertemuan yang ia sendiri tak mampu percayai. Ternyata janji yang mereka buat benar-benar terwujud.

Kyuhyun mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, sebuah kayu ke Arisa.

“aku membuat ukiran ini untukmu, sebuah rumah tapi ini belum selesai”, Arisa menerimanya.

“kalau begitu kita buat sebuah janji. Kita akan bertemu lagi setelah dewasa dan saat itu Kyu harus menyelesaikan ukirannya. Yaksoe?”, kata Arisa.

“yaksoe….”, Kyuhyun melingkarkan jari kelingkingnya ke kelingking Arisa.

Tanpa disangka, Arisa mencium pipi Kyuhyun

Aku tersenyum sendiri mengingat moment indah itu, entah mengapa saat itu aku percaya bahwa waktu akan mempertemukan kami kembali. Ternyata, hari itu datang juga walaupun aku harus menunggu 13 tahun. Aku menatap ukiran rumah yang belum jadi buatan Kyuhyun. Ukiran yang masih kasar dan belum sempurna, setelah pertemuan ini ia akan meminta kembali janji Kyu untuk menyelesaikan ukiran rumah ini.

“apa tidak dingin diluar Soo?”

“appa..” aku menerima sweater yang dibawa appa dan menyampirkannya di badanku.

“gomawo appa.”

“apakah ada kabar yang menyenangkan? Appa lihat wajahmu sangat cerah dan kau tadi senyum-senyum terus. Gwenchanayo?” appa benar-benar orang yang terlalu sayang padaku sampai-sampai sekhawatir ini.

“appa..aku bukan anak kecil lagi. Gwenchana! Aku hanya sedang bahagia saja.”

“nugu? Siapa yang membuatmu sebahagia sekarang ini. Appa sudah lama tak melihat kau tersenyum selebar ini. Appa benar-benar iri dengan orang itu.” Aku ingin sekali mengatakan semuanya pada Appa, tapi apakah appa akan baik-baik saja jika aku berkata tentang hal yang dibenci Appa.

“marhaebwa Soo…”

“emm…aku bertemu dengan temanku saat di…Jepang, Appa.” Sejenak aku melihat Appa kaget dan terdiam.

“mianhae Appa…. tak seharusnnya aku mengingat lagi kejadian di Jepang. Hajiman…bertemu dengannya membuatku sangat senang,” ujarku sepenuh hati dan membuat appa hanya mengangguk pelan.

“kalau Soo bahagia Appa juga akan bahagia. Jangan tidur terlalu malam,” Appa menepuk pundakku pelan dan langsung pergi ke dalam, meninggalkan diriku yang serba bersalah sekarang.

Appa tidak suka aku mengukit tentang Jepang. Mengapa? Karena…

Aku ingin memberi tahu sesuatu tentang hal-hal yang terjadi setelah aku, okasan memutuskan untuk pindah ke Korea. Aku dan okasan pindah ke Korea dengan bantuan teman dekat okasan yang tak lain adalah namja yang tadi aku panggil ‘appa’. Namanya Choi Jonghun. Setelah tiba di Korea, okasan menikah kembali dengan Choi Jonghun, namaku pun berubah menjadi Choi Sooyoung. Kami hidup bertiga dengan tenang tapi tiba-tiba penyakit kanker okasan kambuh dan setelah seminggu dirawat di rumah sakit akhirnya okasan meninggal. Saat itu pula aku dan appa berjanji untuk melupakan semua hal yang berkaitan dengna Jepang. Bahkan aku harus melupakan ‘appa kandungku’ sendiri. Kami mencoba untuk bertahan berdua, hidup bersama melewati tahun demi tahun.

Aku sangat menyayangi appa, karena dialah yang telah merawatku sampai sekarang. Mendukungku menjadi pelukis dan memberikanku modal untuk membangun sebuah usaha kecil. Tidak ada maksud untuk menyakiti dan membenci appa. Tapi mala mini setelah 13 tahun, aku sudah mengatakan hal yang seharusnya tak aku katakan. Sepertinya appa tidak terlalu suka aku bertemua dengan Kyuhyun yang nota bene adalah teman masa laluku di Jepang. Padahal aku ingin sekali mengenalkan Kyuhyun dengan appa.

—(^^)—

 

Author PoV

Taeyeon merasakan hari ini adalah hari buruknya. Bagaimana tidak baru saja ia masuk ke markas timnya, Direktur Seung Hyun memintanya menghadap. Taeyeon merasa ada yang tidak beres, dan tepat seperti dugaannya. Tim 1 Urusan Luar Negeri baru saja diberi perintah untuk menyelidiki orang yang dicurigai sebagai sekelompok mafia Jepang. Tentu saja perintah yang mendadak ini tidak bisa ditunda karena sekitar satu jam lagi orang Jepang itu akan tiba di Korea. Hal ini membuat Taeyeon kebingungan untuk menyiapkan anak buah yang harus ia terjunkan dalam tugas ini.

“Eunhyuk, Kyuhyun dan  kau Sungmin kalian akan ikut dalam penyamaran ini. Kuharap kalian bekerja secara maksimal,” ujar Taeyeon.

“siap!” jawab ketiga agen ini dan langsung berkemas diri.

“Yesung kau sipakan mobil dan anggotamu untuk berjaga-jaga. Kalian langsung berangkat ke Bandara Gimpo aku akan menyusul,” kata Taeyeon memberi perintah. Yesung sebagai ketua pasukan khusus langsung pergi menjalankan tugasnya.

Sekarang Taeyeon harus segera ke bagian Urusan Informasi. Ia membutuhkan bantuan. Sesampainya di kantor Urusan Informasi yang memang letaknya tak jauh dari markasnya.

“Siwon-sshi!” tanpa ba bi bu Taeyeon langsung masuk dan berteriak mencari partner nya.

“ne Taeyeon-sshi. Apakah kau butuh sesuatu? Sepertinya kau sangat terburu-buru?”

“ada tugas mendadak. Aku butuh orang dari tim Urusan Informasi,” ujar Taeyeon. Mendengar hal itu Lee Donghae yang sedari tadi masih di bilik mejanya spontan berdiri dan menghadap Taeyeon.

Taeyeon memandang Donghae ragu-ragu, ia berpikir sebentar…. Ia tak bisa mengikut sertakan Donghae untuk tugas ini. Bukannya tidak percaya akan kemampuan Donghae tapi ia tidak ingin tugas ini berantakan saja dan harus mengambil resiko.

“Jessica ikut aku, bawa barang yang berguna untuk penyelidikan,” perintah Taeyeon yang membuat Jessica kaget lalu balas memandang Donghae yang kecewa.

“chankkaman!” teriak Donghae membuat Taeyeon, Jessica dan Siwon menoleh padanya. “bukankah dua informan lebih baik,” ujar Donghae hati-hati.

“kau pikir ini kerja bakti Donghae-sshi? Dua informan akan membuatku pusing saja.” Taeyeon pergi keluar bersama Jessica dibelakang mengekor.

“sunbae…” Donghae menatap Siwon dengan pandangan memelasnya,

“gwencana Donghae…kau memang lebih baik disini. Jangan pedulikan perkataan Taeyeon tadi.”

“hajiman…”

“ini adalah berkas yang akan dibuat rapat besok pagi, kalau bisa kau kerjakan sekarang agar kau bisa pulang lebih cepat,” Siwon memberikan beberapa map tebal kepada Donghae tanpa mempedulikan wajah Donghae yang sudah masam.

“SUNBAE !!!” teriak Donghae frustasi.

Bandara International Gimpo

Semua agen sudah ditempatkan pada tugasnya masing-masing. Saat ini Taeyeon dan Jessica masih mengawasi kamera yang mereka hack dari kamera bandara sendiri. Tentu saja ini legal karena NSS memang sudah terpercaya oleh pemerintah Korea Selatan. Kyuhyun dan Sungmin ditugaskan di loket pemeriksaan passport, Eunhyuk menyamar sebagai penjaga pintu keluar sedangkan Yesung dan anggotanya masih bersiap di mobil patroli menunggu perintah selanjutnya. Jam menunjukkan pukul 13.35 semua agen siaga di tempatnya masing-masing, 5 menit lagi pesawat dari Jepang, London dan Taiwan akan landing.

“periksa semua passport Jepang, salin datanya,” ujar Taeyeon dari alat komunikasinya kepada Kyuhyun dan Sungmin.

“agen Kyuhyun jika ada yang aneh segera laporkan kepada agen Eunhyuk,” sambung Taeyeon

“ne, arraso.” Tepat setelah itu orang-orang berdatangan dari gate, Kyuhyun dan Sungmin saling pandang dan langsung sibuk dengan tugas masing-masing.

Sampai saat ini Kyuhyun belum menemukan hal yang aneh, begitu juga dengan Sungmin karena Sungmin tidak memberikan laporan apa-apa padanya. Selain itu Taeyeon juga yang masih mengawasi kemera dan headshet berharap-harap cemas menunggu laporan dari dua agennya. Mereka harus menemukan target.

“passportnya,” kata Kyuhyun. Orang itu memberikan passportnya dengan tangan kiri.

Kyuhyun segera mencatat nomor passport dan mencarinya di computer yang telah diganti dengan jaringan NSS.

FAILED

Kyuhyun mencari kembali tapi tetap saja data tidak ditemukan.

“apa ada masalah?”

“ahh aniyo tuan…maaf membuat anda lama menunggu,” Kyuhyun menunduk dan memberikan passport orang itu kembali. Sebelum Kyuhyun memberi laporan, suara Sungmin tiba-tiba masuk.

“aku menemukan satu. Becky,” lapor Sungmin.

“Yamamoto Mirai dan Becky, orang Jepang dengan jas hitan baru saja keluar,” lapor Kyuhyun ke Eunhyuk.

Di tempatnya Eunhyuk langsung mancari orang Jepang yang baru saja meningglkan loket. Eunhyuk tersenyum simpul, ternyata tak susah menemukan dua tergetnya. Ia langsung menemukannya. Langsung saja ia membuntuti kedua target tanpa dicurigai. Kalau dia tidak salah perhitungan, dua target ini akan dijemput orang suruhan dari Perusahaan Daewoo. Perusahaan yang dicurigai NSS berkomplotan dengan mafia Jepang. Banyak orang yang menunggu di luar sambil memamerkan kertas, spanduk bertuliskan nama orang yang mereka tunggu kedatangannya.

Beberapa kali Eunhyuk harus berpura-pura tidak disangka membuntuti karena seorang diantara keduanya menengok kearahnya. Orang jangkung itu menatap Eunhyuk dengan resah.

“tuan, sepertinya kita dibuntuti,” ujar pria jangkung itu ke tuannya Yamamoto Mirai. Tuannya.

“aku juga berpikir seperti itu.” Yamamoto sudah punya firasat saat paportnya diperiksa, ia yakin petugas tadi adalah agen.

“kita terus saja jalan sampai keluar jangan biarkan mereka menangkap kita terlebih dulu.”

“tapi tuan, orang suruhan Daewoo sudah menjemput kita.”

“aku tidak ingin ditangkap di hari pertamaku berkunjung di Korea.”

“baik tuan.”

Dan itulah yang direncanakan dua orang tersebut. Saat ada orang yang memberikan mereka karangan bunga, Yamamoto dan ajudannya Becky mengacuhkannya. Mereka terus berjalan tanpa memberi interupsi apapun. Eunhyuk yang melihat kejadian barusan berheti dan langsung melapor ke Taeyeon.

“target salah. Mereka tidak pergi bersama orang Daewoo,” kata Eunhyuk. Mendengar laporan itu, Kyuhyun kaget. Ia tak mungkin salah orang, dua orang Jepang itu pastilah target yang mereka cari. Nomor passport yang tertera tidak asli, ini menunjukan bahwa ada pemalsuan passport. Kyuhyun mengopy data tadi, ia akan menyelidikinya sendiri.

“apa kau pikir kita salah orang Kyu?” tanya Sungmin.

“kurasa orang Jepang itu terlalu mudah untuk kita tangkap, ini akan sulit,” jawab Kyuhyun.

—(^^)—

 

Donghae PoV

Aku menatap Kyu tajam, apa maksudnya membawaku kesini. Tempat yang paling tidak kusuka. Restoran Jepang. Restoran kesukaan keluarga kami tapi tidak buatku, restoran ini selalu membuatku ingin muntah. Bau amis dan tak enak adalah alasan mengapa aku tak menyukai tempat ini. Yah..disinilah aku sekarang, setelah Kyuhyun mendesakku akhirnya aku mau saja kesini. Ada rasa kesal di hati, tapi Kyu bilang ia ingin memberiku kejutan. Apa??

“tersenyumlah Hae..kau lebih tampan kalau tersenyum,” goda Kyuhyun.

“sikapmu membuatku merinding Kyu!”

“hahaha…ada apa dengan sikapku? Aku memang seperti ini,” ujar Kyuhyun menarik lenganku.

“kejutannya apa?” tanyaku sambil melepaskan tangan Kyuhyun.

“ayo masuk dulu,” ajak Kyuhyun. Dengan malas aku mengikuti Kyuhyun masuk ke restoran Jepang itu. Dan seperti biasa Kangin Ajushi sudah menyambut kedatangan kami.

“wah..wah…ada angin apa yang membuat Donghae kecil kesini?”

“ya! Ajushi panggil namaku dengan benar, aku bukan anak kecil lagi!” sentakku tapi Kangin Ajushi hanya tertawa saja dan mengantarkan kami berdua ke tempat yang sepertinya Kyuhyun pesan sebelumnya.

Kangin Ajushi adalah teman appa sewaktu di high school, mereka teman baik. Dan karena Kangin ajushi inilah appa ikut training di NSS dan menjadi agen disana sampai saat ini. Kangin ajushi juga seperti itu, dulu ia juga agen di NSS bagian Urusan Informasi sepertiku, tapi entah mengapa tidak ada 3 tahun Kangin ajushi keluar dari NSS. Begitulah cerita yang kudengar dari appa. Sepertinya appa tidak ingin aku tahu lebih banyak tentang masa lalu Kangin ajushi di NSS.

Saat tiba di ruangan, Kangin ajushi berpamitan dan meninggalkanku dan Kyuhyun. Aku melihat adik angkatku ini, Kyu masih saja senyum-senyum membuatku curiga. Tanpa mempedulikannya aku langsung masuk ke ruangan kecil itu. Kedua mataku tak bisa berkedip, ini terlalu mengejutkan, kalau ini yang dimaksud kejutan. Kyuhyun berhasil membuatku terkejut.

“annyeong haseyo,” sapa Sooyoung.

Donghae tidak bisa membalas ia terlalu kaget dengan semua ini. Betapa ia rindu tidak melihat senyum Choi Sooyoung, sepertinya ia memang tersihir dengan  Choi Sooyoung. Donghae membisiki Kyuhyun,

“bagaimana bisa dia ada disini?” tanyaku.

“duduk saja,” ujar Kyuhyun.

Aku pun duduk di sebelah Kyuhyun, berhadapan dengan Sooyoung. Entah mengapa jantungku tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya. Sepertinya aku tidak pernah merasakan sensasi seperti ini jika bertemu dengan yeoja, apakah Sooyoung pengecualian?? Molla..

“mian, pasti kau sudah lama menunggu,” ujar Kyuhyun, membuatku menengok kearah Kyu. Apa yang dikatakan Kyu tadi..’mian’…bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun tidak sopan seperti ini.

“lama tidak berjumpa nona Sooyoung, untuk masalah pertemuan pertama itu aku minta maaf. Tidak seharusnya aku mengirim karyawanku untuk menemuimu,” ujarku saat aku menyadari kesalahan yang telah kuperbuat dulu.

“ah..ne, tidak masalah bagiku tuan Donghae. Apakah anda sudah memutuskan akan memakai desain yang mana?” tanya Sooyung membuat Donghae kikuk.

“emm..tentu,” jawabku sekenanya. Aku melirik kearah Kyuhyun, aku meihatnya sedang menahan tawa. Aku ingin sekali menendang kakinya. Bagaimana bisa dia diam saja dan membuatku salah tingkah di depan Sooyoung seperti ini. belum sempat aku bicara lagi,

“ah, Kyu aku sudah memesan menunya.”

“gomawo Soo.”

WHATTT?? KYU?? SOO??

Aku menatap bingung ke Sooyoung dan Kyuhyun, ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku.

“Kyu kau menyembunyikan sesuatu dariku, kau berkencan dengannya,” ucapku marah.

“tenang Hae… aku bisa jelaskan, ini bukan soal aku berkencan dengan siapa. Kami hanya…

“hanya apa?” kesabaranku sudah habis untuk saat ini. Aku tak bisa terima kalau Kyuhyun harus berkencan dengan yeoja yang pertama kali aku temui. Aku yang pertama bertemu dan akulah yang lebih berhak mengajaknya kencan.

“Sooyoung, ini kakak angkatku Lee Donghae dan…Hae, ini Choi Sooyoung temanku waktu di Jepang. Kau lebih mengenalnya dengan nama Arisa,” jelas Kyuhyun membuatku sulit bernapas mendadak. Kyuhyun barusan mengenalkan Sooyoung sebagai Arisa, apa aku tidak salah dengar?? Jadi…

“ini kejutannya,” kata Kyuhyun.

Aku benar-benar tak bisa percaya ini. Choi Sooyoung adalah Arisa. Aku mengenal baik nama itu karena dulu Kyuhyun suka sekali menyebut nama Arisa kalau sedang bicara padaku, membuatku tertawa kalau ia mengucapkan janji untuk bertemu kembali. Aku kira janji itu tak mungkin tercapai setelah 13 tahun tapi…aku sepertinya lebih mempercayai takdir daripada janji anak kecil. Mungkin takdirlah yang mempertemukan mereka berdua dan juga aku. ^^

“seharusnya kau mengatakannya dari awal Kyu,” ujarku sambil melempar senyum ke Sooyoung.

“itu namanya bukan kejutan Hae,” tandas Kyuhyun.

“tapi kau sudah membuatku terlihat bodoh di depan seorang yeoja,” kataku.

“kalian terlihat seperti saudara kandung. Aku iri melihatnya,” ujar Sooyoung tiba-tiba.

“jinjja..ah pasti karena kharismaku sebagai seorang kakak.”

“jangan tebar pesona Hae,” Kyuhyun menjitak kepalaku dan aku pun membalas hal serupa tapi lebih keras. Karena bagaimana pun juga yang muda harus diberi hukuman jika tidak sopan terhadap yang tua.

“jadi kalian tidak berkencan bukan…syukurlah. Aku masih punya peluang.”

“peluang?” Sooyoung sepertinya tidak tahu kalau aku menyukainya.

“peluang untuk jadi pacarmu Sooyoung-sshi. Bagaimana kau mau berkencan denganku?” tanyaku lantang.

“aku menyukaimu Donghae-sshi neomu neomu johae ne chingu,” kata Sooyoung membuatku langsung berwajah masam seketika.

“chingu? Aishh… hati-hati Sooyoung-sshi terlalu lama kau mengenalku, kau akan jatuh cinta padaku nanti,” ujarku serius dan spontan Sooyoung langsung tertawa memperlihatkan lesung pipinya membuatnya manis dan cantik. Sooyoung-ah andai saja kau mudah untuk aku taklukan….pasti aku akan sangat senang bisa memilikimu, melihatmu tertawa dan tersenyum membuat hatiku nyaman dan bahagia.

“permisi..pesanan datang,” seorang penyaji makanan datang dengan makanan khas Jepang tentunya.

“Kyu!” teriakku, setelah melihat menu apa yang dipesan Sooyoung dan Kyuhyun. Semuanya sushi dan makanan mentah. Huekk…

“wae?” tanyanya, aku menunjuk ke arah makanan di meja.

“kau tidak suka dengan sushi donghae-sshi?” tanya Sooyoung, ingin aku jawab bahwa aku benci makanan Jepang tapi mulutku tak bisa mengeluarkan penolakan.

“aniyo,,aku suka Sooyoung-sshi. Aku dan Kyuhyun sering kemari jadi untuk apa aku membenci makanan ini.” aku merutuki diriku sendiri. Berbohong akan menghancurkanmu. Benar, hari ini aku memakan sushi itu dengan paksaan dan belum sempat aku telan semua ingin rasanya aku muntah di tempat.

Aku langsung berdiri dan keluar dari ruangan. Aku benar-benar tak peduli dengan teriakan Kyuhyun, aku membutuhkan toilet sekarang. Aku benar-benar ingin muntah. Bau amis ini membuatku susah menelan.

“michilgeot gatha.” Aku menatap wajahku di cermin. Sepertinya aku benar-benar telah gila. Bagaimana bisa hanya karena pertanyaan Sooyoung aku jadi ingin memakan sushi?? Hah! Sepertinya aku mulai menyukai yeoja ini.

Aku kembali ke tempat tadi sambil merapikan penampilanku. Aku tak ingin mereka tahu apa yang barusan aku lakukan di toilet. Ini sungguh memalukan! Sebelum aku memasuki ruangan tadi, tiba-tiba saja aku melihat pemandangan yang menurutku aneh. Ya! Kyuhyun dan Sooyoung tengah tertawa bersama. Sudah lama sekali Kyuhyun tidak tertawa sebahagia itu, dan Sooyoung tatapan mata yeoja itu begitu memancarkan cinta. Apa Sooyoung mencintai Kyuhyun?

“apa aku akan bersaing dengan Kyuhyun?”

—(^^)—

 

Hari ini juga aku harus menanyakan semuanya ke Kyuhyun. Semalam aku tak bisa tidur memikirkan prasangka yang hadir di kepalaku. Pertanyaan tentang bagaimana perasaan Kyuhyun terhadap Sooyoung yang sebenarnya? Aku harus menanyakan langsung ke Kyuhyun.

Aku memandangi Kyuhyun yang tengah berlatih di area latih tembak. Dengan mantap aku mendekatinya, segera aku mengambil pistol dan peredam telinga. Aku mulai menembak gambar sasaran yang di depanku. Menembakkan semua peluru yang ada.

“apa yang membuatmu berlatih menembak?” tanya Kyuhyun. Memang aku tidak pernah ikut latihan menembak, dan apabila Kyu melihatku ada disini pasti akan penasaran

“aku mencarimu, ada hal yang ingin aku tanyakan.”

“apa?” Kyuhyun mengisi kembali pistolnya dengan peluru penuh.

“kau menyukai Sooyoung?” tanyaku. Kulihat Kyu hanya diam, apa diamnya menandakan dia menyukai Sooyoung.

Tapi bukannya menjawab pertanyaanku, Kyu malah tersenyum lalu meminta untuk disipakan sasarna lagi. Di ingin menembak lagi.

“baiklah, kalau begitu kita taruhan. Kalau kau aku nisa menembak semua sasaran dengan tepat kau harus menjawab pertanyaanku,” ujarku kepada Kyu.

“kau tidak bisa menembak dengan benar Hae,” ujar Kyu yang tahu kelemahanku. Salah satu alasan aku tidak bisa masuk ke Tim 1 Urusan Luar Negeri.

Aku tidak peduli dengan kata-katanya, aku berkosentrasi menembak. Setelah peluru habis dan gambar sasaran didekatkan, aku tahu bahwa aku tak bisa lebih unggul lagi daripada Kyu.

“aku pergi.” Kyuhyun meninggalkanku.

—to be continue—

One thought on “Geotjimal [Part 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s