Geotjimal [Part 3]

Tittle: GEOTJIMAL –PART 3

 

Starring : Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Lee Donghae

 

                 Super Junior, SNSD and etc

 

 

 

Author PoV

 

Suara teleconference memang pelan, tetapi cukup menggema di ruangan bergaya minimalis itu.

 

“kau tahu keputusanmu datang ke Korea tidak masuk akal.”

 

Yamamoto memandang patuh pada atasannya itu. Kepala tertinggi Yakuza Jepang.

 

“kalau terjadi kesalahan, aku tidak akan membantumu. Jangan percaya dengan mudah, orang Korea memang banyak akal. Dan jangan lupa kau harus hati-hati dengan NSS.”

 

Yamamoto mengangguk cepat.

 

“kuharap ini akan jauh lebih baik dibandingkan ucapan kosongmu sebelum ini.”

 

“siap, Bos!” Yamamoto sampai mengangguk saat mengatakannya.

 

Sambungan teleconference terputus.

 

Layar monitor kembali menampilkan pemandangan Kuil Kiyomizu-dera dengan bunga sakura yang mulai berguguran. Foto ini sebenarnya indah, mengingatkan kepada kampung halamannya. Namun, yang dirasakan Yamamoto sekarang malah kebalikkan, ia merasa udara disekitarnya hampa.

 

Tak lama seseorang mengetuk pintu ruangan.

 

“masuk Becky!” kata Yamamoto.

 

Pintu itu terbuka perlahan, seseorang pria jangkung masuk. Ia adalah Becky, orang kepercayaannya. Orang berdarah Korea sama seperti dirinya tapi merantau ke Jepang untuk mencari  uang. ia juga tak punya siapa-siapa di Korea makanya Becky sangat senang bisa diterima menjadi anak buah Yamamoto. Becky telah banyak berjasa. Sejak ikut bekerja Becky tidak pernah mengeluh, ia tetap setia menemani kemanapun dan apapun jalan yang Yamamoto pilih. Sampai saat ini pun Becky masih ingin berada di sampingnya untuk menemani ke Korea.

 

“kau sudah mendapatkannya?” tanya Yamamoto dengan ringan, sambil meminum wine dengan nikmat.

 

“sudah tuan, orang suruhan Daewoo berhasil mengumpulkan semua data yang tuan inginkan,” Becky memberikan sebuah amplop coklat kepada Yamamoto.

 

Segera Yamamoto mencari data yang dia inginkan, diantara beberapa kertas file. Dan sampai akhirnya ia menemukan data yang ia cari. Ia memandang foto laki-laki yang sangat ia kenal saat di Jepang, temannya Choi Jonghun. Ia memeriksa semua biodata hidupnya dan ia menemukan nama istrinya dan juga Choi Sooyoung di silsilah keluarga.

 

“mereka hanya memberikna ini saja tuan,” ujar Becky seperti tahu apa yag tengah tuannya cari.

 

“ya ya…aku juga tidak ingin melihat fotonya.”

 

“apa tuan berencana bertemu dengan Choi Jonghun?”

 

“aku belum tahu. Kita urus saja pekerjaan kita disini,” ujar Yamamoto lalu menyingkirkan kertas-kertas tadi dan memasukkannya ke laci.

 

Becky hanya diam, ia langsung menyerahkan laptop dan map lain ke meja tuannya. Ia tak punya hak untuk ikut campur tentang kehidupan tuannya ini.

 

“apa mereka bertindak curang?” tanya Yamamoto langsung beralih topic.

 

“sejauh ini mereka tidak melakukan aksi mencurigakan. Bahkan mereka setuju dengan penawaran kita.”

 

“dengan harga yang tinggi seperti itu. Apa mereka begitu percaya dengan barang kita ini? Bahkan mereka belum pernah mencobanya. Ironis.”

 

“tuan, apa tidak sebaiknya kita batalkan saja kesepakatan ini,” usul Becky.

 

“jangan terburu-buru. Kita hanya tamu disini kalau kita gegabah kita akan kalah.”

 

Yamamoto menyandarkan dirinya di atas kursi kerja. Lelaki itu tersenyum.

 

“kita adakan pesta kecil dan kita buat perjanjian baru lagi tanpa Bos tahu. Aku ingin bermain-main dengan perusahaan Daewoo itu. Mereka bisa saja akan berguna untuk kita nantinya.” Becky mengangguk dan undur diri dari ruangan.

 

Yamamoto kembali tersenyum puas akan pemikirannya barusan.

 

—(^^)—

 

 

 

Seperti malam-malam sebelumnya, Kyuhyun selalu membawa Sooyoung ke restoran Jepang langganan mereka. Karena hampir setiap malam Kyuhyun kesana, Kangin ajushi pun telah menyiapkan meja khusus untuk mereka berdua. Meja yang terletak di samping jendela, bahkan pemandangan malam akan terlihat indah bila dipandang dari tempat duduk itu. Sooyoung sangat berterima kasih karena Kangin ajushi begitu baik padanya, katanya Kangin ajushi melakukan hal itu karena sangat menyukai orang yang dulunya pernah tinggal di Jepang.

 

Saat ini, Kyuhyun masih mendengarkan Sooyoung yang bercerita tentang pekerjaan tadi. Begitulah yang selalu terjadi saat mereka bertemu, Sooyoung akan lebih banyak berbicara sedangkan Kyuhyun akan sibuk dengan smartphone sambil menjadi pendengar setia, kadang Kyuhyun juga akan berkomentar.

 

“apa sih yang menarik dari benda itu,” tunjuk Sooyoung penasaran. Sooyoung hanya ingin tahu apa yang membuat Kyuhyun selalu membawa benda mungil itu karena setiap bertemu Kyuhyun akan lebih berkosentrasi dengan smartphone-nya.

 

“opso,” jawab Kyuhyun dan langsung memasukkan benda pusakanya ke kantong jasnya.

 

“apakah tentang pekerjaan? Kau sibuk Kyu?”

 

“aniyo, hanya.. tadi ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Kau tahu kan atasanku sangat emosi jika tahu salah satu anak buahnya tidak tepat waktu,” kilah Kyuhyun sambil tersenyum.

 

“kalau kau memang sibuk, sebaiknya kita tidak usah datang.”

Kyuhyun menatap Sooyoung dan tersenyum. “shirheo, aku ingin mendengarmu bercerita Soo. Kalau aku kerja terus, kepalaku akan pecah. Kau ingin melihatku botak di usia 26 tahun.”

 

Sooyoung gantian tersenyum. “Kyu..apakah ada yang aku tidak tahu tentangmu? Aku merasa kau berusaha merahasiakan semua tentang hidupmu. Sampai saat ini saja aku tidak tahu pekerjaanmu, kau tinggal dimana, kau hobi apa, makanan kesukaanmu apa. Kau terlalu pendiam dan tertutup sekarang.”

 

“bertanyalah,” ujar Kyuhyun. “kau boleh tanya sekarang,” sambung Kyuhyun membuat Sooyoung tak enak hati. Ia memang kurang suka sifat Kyuhyun yang tertutup tapi kalau jadinya seperti ini Sooyoung merasa bersalah. Padahal ia berniat bisa tahu banyak hal tentang Kyuhyun. Karena ia mencintai Kyuhyun, sejak mereka pertama kali bertemu.

 

Suasana mendadak hening. Sooyoung tidak jadi menanyai Kyuhyun seperti yang ia inginkan. Ia akan bersabar, ia akan menunggu sampai Kyuhyun yang memberitahukan sendiri padanya.

 

“Soo…apa yang kau pikirkan tentangku?” tanya Kyuhyun mendadak dan membuat Sooyoung berpikiran macam-macam. Apakah perasaan sukanya memang begitu transparan hingga Kyuhyun bisa mengetahuinya. Lama Sooyoung terdiam dan dengan kemantapan hati, Sooyoung menjawab.

 

“aishiteru Kyu,” jawab Sooyoung lirih tapi telinga Kyuhyun mampu menangkap jawaban Sooyoung. Entah mengapa Kyuhyun merasa ada yang salah dengan semua ini. Sooyoung tak bisa menyukainya, begitu juga dengannya.

 

“aku ingin kau menyelesaikan ukiranmu ini Kyu,” ujar Sooyoung sambil menyerahkan sebuah ukiran rumah yang belum selesai. Kyuhyun menerimanya, ia ingat ukiran ini. Ukiran rumah yang khusus ia buat untuk Arisa, ia berharap setelah sukses ia bisa membangun rumah untuk Arisa.

 

“bagaimana denganmu Kyu?” Sooyoung balik tanya.

 

“apa benar kau ingin tahu persaanku sekarang terhadapmu Soo?” Sooyoung mengangguk masih tersenyum, sebenarnya jantunganya sudah berdetak tak karuan menunggu jawaban dari Kyuhyun.

 

“aku hanya menganggapmu teman Soo, mianhae aku tidak bisa membalas perasaanmu,” jawab Kyuhyun.

 

“jeongmal?” Sooyoung merasa dirinya lemas seketika, jawaban dari Kyuhyun benar-benar membuat jantungnya berhenti berdetak, ia seperti kehilangan napas.

 

“aku senang bersamamu, makan malam bersama, bertemu dan berbicara. Tertawa bersama. Hidupku makin berwarna setelah bertemu denganmu Soo. Tapi aku ingin menikmatinya dengan status teman. Untuk saat ini aku tidak memiliki perasaan lebih terhadapmu.”

 

“aku pulang,” ujar Sooyoung meninggalkan Kyuhyun. Sooyoung tak ingin mendengar hal yang makin membuat hatinya sakit.

 

Kepergian Sooyoung membuat hati Kyuhyun sakit, entah mengapa setelah mengatakan semuanya pada Sooyoung. Ia merasa bukan dirinya yang bicara tadi. Kyuhyun bersalah, ia menyesal. Tak seharusnya ia menyakiti Sooyoung, yeoja itu terlalu baik dan berhati mulia. Kyuhyun benar-benar tak ingin Sooyoung pulang dengan keadaan mengais. Tapi Kyuhyun tahu, Sooyoung pasti menangis di jalan. Gadis itu tidak begitu kuat seperti dikata orang. Kyuhyun sangat tahu.

 

“mianhaeyo Soo.”

 

—(^^)—

 

 

 

4 hari ini, Sooyoung sangat susah dihubungi. Setiap Donghae menelpon pasti ponsel tidak aktif atau teleponnya tidak diangkat Sooyoung. Donghae merasa ada sesuatu dengan Sooyoung. Akhirnya setelah mencari waktu luang, Donghae berhasil ijin keluar saat jam makan siang. Siang ini Donghae berencana untuk menemui Sooyoung di kantornya, semoga saja ia bisa bertemu Sooyoung disana.

 

Donghae berjalan ke tempat kerja Sooyoung sambil membawa sandwich yang ia beli, ini akan jadi alasan ia bertemu dengan Sooyoung. Tak lupa dua minuman. Sebelum masuk ke kantor, tiba-tiba saja Donghae berhenti lalu duduk di depan kantor Sooyoung. Ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi Sooyoung kembali. Berharap teleponnya akan dijawab.

 

“yeoboseyo.” Donghae hampir saja ingin berteriak girang saat mendengar suara Sooyoung.

 

“ini aku, Donghae.”

 

“waeyo?”

 

“hanya ingin tahu kabarmu? Apakah kau baik-baik saja? Aku berulang kali menelon tapi tidak ada jawaban, kukira ada hal yang terjadi padamu,” ujar Donghae benar-benar cemas.

 

“aku baik-baik saja Donghae, kau tak perlu cemas.”

 

“bagaimana bisa kau menyuruhku untuk tidak cemas?? Aku khawatir kau menagis sepanjang malam tanpa ada yang menenangkan.”

 

Disana, Sooyoung kaget mendengar ucapan Donghae barusan. Ia seperti dihakimi oleh Donghae, namja itu sangat tepat. Bagaimana ia tahu? Memang setelah perasaannya ditolak oleh Kyuhyun, malam itu ia menangis sepanjang malam. Dan hari berikutnya ia merasa tak ingin melakukan apapun. Ia bahkan tak mau pergi bekerja, untung saja appa-nya sedang tak ada di rumah. Jadi lengkaplah sudah hari itu Sooyoung benar-benar sendirian, tanpa ada yang menemani dan menenangkannya.

 

Donghae merasa aneh saat Sooyoung tak menyahut lagi. “jangan bilang kau memang menangis semalaman Soo.”

 

“ah, apa ada lagi yang ingin kau tanyakan. Aku sangat sibuk hari ini jadi…”

 

“chankaman, sebenarnya aku ingin mengajakmu makan siang bersama. Bagaimana?”

 

“maaf Hae, aku tidak bisa menemanimu. Dan aku baru saja makan siang.”

 

“aishhh, mau menipuku Soo. Ppali! Aku sudah di depan kantormu kalau kau benat-benar tak mau keluar, kau akan menjemputmu kedalam.”

 

Sooyoung terkejut, ia tak tahu kalau Donghae sudah di depan kantornya. Segera ia memutuskan telepon dan pergi keluar.

 

“menutup telepon seenaknya,” gerutu Donghae menatap ponselnya miris.

“bagaimana bisa tahu kantorku?” Sooyoung sudah dihadapan Donghae.

 

“aku punyaa banyak kenalan Soo, menemukanmu adalah hal termudah bagiku,” ujar Donghae. Ia mengerling nakal. Donghae menatao kedua mata Soo yang terdapat lingkaran hitam.

 

“mwo?”

 

“kau benar-benar seperti beruang Soo. Kau menangis berapa lama dan untuk apa begadang?”

 

Sooyoung tak mau menjawab. Ia menengadahkan tangannya. “mana makan siangnya?” pinta Sooyoung.

 

“kita makan di taman ya,” ujar Donghae dan Sooyoung pun tak menolak.

 

Sooyoung memakan sandwich dari Donghae dengan lahap, Donghae yang melirik Sooyoung menahan tawanya. Yeoja ini benar-benar tidak punya gengsi, bagaimana bisa makan dengan rakusnya seperti itu bersama seorang namja. Donghae hanya bisa menggelengkan kepala.

 

“selesai, gomawo Hae.”

 

“ya Soo! Kau tidak merasa makan sesuatu yang keras? Kau tidak menelannya kan?” teriak Donghae membuat Sooyoung kebingungan.

 

“aku meletakkan cincin di dalam sandwich tadi. Apa tidak ada?” kata Donghae kembali. Sooyoung menggeleng pelan dan ia memegang lehernya. Apa ia telah makan cincin dari Donghae???

 

Sooyoung panic, ia tidak tahu kalau Donghae sedang mengerjainya. Tapi itu tak berlangsung lama, Donghae kelepasan tertawa. Dan Sooyoung yang sadar kalau dikerjai, menatap tajam kearah Donghae.

 

“aku bercanda Soo, jangan marah seperti itu. Tatapanmu membuatku mati,” ujar Donghae gombal.

 

“kau memang bukan orang yang serius Hae!”

 

“mian…mian…”

 

Sooyoung beranjak dari duduknya dan berjalan melewati Donghae, tapi sebelum terlalu jauh, Donghae menarik tangan Sooyoung.

 

“Soo…sarang haeyo,” kata Donghae menatap Sooyoung tajam dan serius.

 

Sooyoung terdiam lama. Donghae mencintainya? Andwae!

 

“buahahaaaha….kau tertipu lagi Soo,” ujar Donghae yang langsung dapat jitakan keras di kepalanya.

 

“DONGHAE!”

 

Donghae berhenti tertawa dan tersenyum simpul. Ia memegang pundak Sooyoung. “akan lebih baik bagimu kalau seperti ini, mau marah atau senang. Aku lebih menyukai Soo yang seperti itu daripda Soo yang lemah dan bersedih.”

 

Sooyoung melepaskan tangan Donghae dari pundaknya pelan, sambil menghelan naps panjang Sooyoung tersenyum sebentar. Membuat Donghae balas tersenyum juga.

 

“arrata, gomawo Hae.”

 

“besok akhir pekan kosongkan jadwalmu, aku akan mengajakmu pergi.” Sooyoung hanya mengangguk.

 

“dan…jika kau sedih karena Kyu kuharap kau bisa melupakan kata-katanya. Kyuhyun bukan orang jahat, ia tidak akan menyakiti orang lain. Kalau dia berkata jahat padamu, karena ia ingin melindungi semua orang. Arrasoe Soo?”

 

“em..” Sooyoung sekali lagi hanya mengangguk, setelah berpamitan ia kembali melangkah kearah kantor. Donghae terus melihat kepergian Sooyoung sampai ia tak melihat punggung Sooyoung lagi. Baru ia juga pergi, kembali ke NSS.

 

—(^^)—

 

 

 

Kantor Operasional NSS

 

Kyuhyun baru pertama kali ini berhadapan langsung dengan direktur NSS, Seung Hyun. Walaupun di ruangan ini bukan hanya ada mereka berdua ada pula ayahnya Jonghyun dan juga atasannya Taeyeon. Tapi tetap saja Kyuhyun merasa sedang disidang.

 

“kerja yang bagus agen Kyuhyun, aku salut padamu,” ujar Seung hyun sajangnim. Ia  tersenyum dan diikuti oleh dua petinggi lainnya.

 

“kerjamu memuaskan, kami tahu dalam kasus ini kau bisa diandalkan. Jadi, untuk tugas nanti malam kau akan diterjunkan di lapangan. Kau siap agen Kyuhyun?”

 

“ne, saya selalu siap sajangnim!” ucap Kyuhyun mantap.

 

“kau akan jadi mata-mata bersama agen lainnya, tugasmu akan dijelaskan oleh ketua Taeyeon. Dan informasi yang kau serahkan kemarin sangat membantu, Yamamoto Mirai memang salah satu mafia di Jepang. Sesuai laporanmu kita akan memata-matai pertemuan mereka,” sambung Jonghyun.

 

“kau boleh kembali agen Kyuhyun.”

 

Kyuhyun memberi hormat kembali dan undur diri dari ruangan tersebut. Namun, saat ingin memasuki markasnya. Tiba-tiba Donghae dengan sigap menariknya dengan kasar menuju bawah tangga. Dan BUKK..

 

Donghae mencengkeram kemeja Kyuhyun. Kyuhyun membalas tatapan marah Donghae tanpa ekspresi.

 

“apa yang membuat kau berhak menyakiti perasaan Sooyoung, Kyu!” kata Donghae geram.

 

“dia bertanya tentang perasaanku Hae,” kata Kyuhyun susah payah. “dan..aku menolaknya.”

 

“geotjimal! Kau bohong kan, sebenarnya kau mencintai Sooyoung kan. Kau bisa membohongi Sooyoung tapi tidak denganku. Kenapa kau begitu piciknya Kyu???” ujar Donghae makin mengencangkan cengkeramannya.

 

“karena aku tidak mau kita bermusuhan hanya karena yeoja!” sahut Kyuhyun membuat Donghae terdiam. “ya, aku pikir lebih baik aku menolaknya daripada nantinya Soo akan lebih sakit lagi. Aku tidak terlalu yakin dengan perasaanku sekarang Hae. Aku minta kau mengerti.”

 

“BAKA!”*bodoh* sahut Donghae lagi. Kyuhyun mendorong Donghae sampai Donghae terbanting.

 

Kyuhyun mengelus pipinya yang tadi ditonjok Donghae, dia menatap Donghae yang tampak melamun.

 

“Hae..kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun cemas.

 

Donghae menerawang ke langit-langit tanpa peduli dengan kekhawatiran Kyuhyun. “baru kali ini aku menyesal mengenal seseorang Kyu.”

 

Kyuhyun tahu dengan pasti maksud kata-kata Donghae. Donghae pasti sedang berharap dia dan dirinya tidak pernah mengenal yeoja itu sehingga tidak akan pernah ada pertengkaran seperti ini. Ini adalah pertama kalinya Kyuhyun dan Donghae bertengkar setelah mereka dewasa.

 

“aku ada tugas, kita bicarakan lagi di rumah,” ujar Kyuhyun beranjak dari tempatnya dan kembali ke markasnya. Ada tugas yang harus ia persiapkan. Sebenarnya ia ingin menyelesaikan semuanya bersama Donghae tapi hari ini dia akan ditugaskan dan ia tak boleh egois.

 

—(^^)—

 

Jessica memperhatikan layar laptopnya. Beberapa saat jemarinya lincah menekan keyboard. Malam ini ia ditugaskan untuk menyadap semua alat komunikasi dan kamera CCTV di sebuah resort tradisional korea. Tugas yang mudah. Sedangkan Taeyeon dan Kyuhyun menunggu.

 

Jessica menghidupkan alat komunikasi headshet-nya dan semua rekannya.

 

“oke, semua sudah beres. Kita harus bersiap siaga,” jelas Jessica.

 

“baik, agen Kyuhyun semua sudah siap?” tanya Taeyeon.

 

Kyuhyun mengecek pistolnya dan menyimpannya di antara kaos kakinya dan tertutup oleh celana hitam panjangnya. Ia akan menyamar sebagai pelayan pengantar minuman. Dan sekali lagi ia merapikan baju dan headshet miliknya.

“aku akan segera masuk.”

 

“take care Kyu,” sahut Eunhyuk. Kyuhyun mengangguk dan langsung pergi menuju dapur.

 

Di dapur sendiri agen Yoona sudah menunggu. Yoona sendiri juga menyamar seperti Kyuhyun,  bedanya ia memakai hanbok. Ia akan menjadi pemberi minuman, menemani Kyuhyun. Yoona memberi Kyuhyun sebuah chip yang akan digunakan mereka untuk menyadap pembicaraan.

 

“kalian hati-hati jangan ceroboh,” ujar Sungmin.

 

Kyuhyun dan Yoona langsung berjalan menuju ruangan yang akan menjadi tempat mafia itu bertemu. Yoona membuka tirai pintu dan Kyuhyun mengikutinya dari belakang. Yoona memamerkan senyuman kepada tamu dan mulai mengambil teko guci dari nampan yang dibawa Kyuhyun. Selagi Yoona menuangkan minuman arak, Kyuhyun berdiri menunggu dan mendekati sebuah rak kayu yang terletak di sudut ruangan.

 

Dengan hati-hati, tangan kiri Kyuhyun menempelkan chip tadi di bagian rak kayu tersebut. Kyuhyun berusaha bermuka datar sehingga ia tidak akan dicurigai. Sedangkan Yoona masih menuangkan minuman ke beberapa orang yang hadir.

 

“sinyal suara sangat jelas,” lapor Jessica.

 

Kyuhyun yang menerima laporan dari Jessica langsung mengangguk pelan kearah Yoona. Yoona pun beranjak dari duduknya dan ijin keluar tapi seseorang diantara mereka meminta dituangkan kembali arak, Yoona pun tak bisa menolak dan kemudian beranjak ke tempat orang tadi. Saat tangan laki-laki tadi menengadah, tersingkaplah lengan bajunya dan terlihat tato naga hampir memenuhi tangan laki-laki itu.

 

Kyuhyun yang melihatnya tiba-tiba saja lemas dan tak sadar membuat sebuah vas bunga jatuh dari rak kayu.

 

“wae?” tanya seseorang kearah Kyuhyun namun Kyuhyun tak menjawab. Yoona langsung ambil suara.

 

“maaf tuan-tuan, dia pelayan baru disini, harap memaklumi,” kata Yoona berusaha merubah suasana yang tak mengenakan itu.

 

Kyuhyun masih menatap tangan yang penuh tato itu. Ia menatap laki-laki itu dengan bengis. Dan tanpa menunggu Yoona selesai Kyuhyun lebih dulu meninggalkan ruangan. Matanya tiba-tiba berkunang, keringat dingin mulai keluar dari dahinya. Kejadian malam dimana okasan-nya ditembak mati kembali teringat lagi. Kyuhyun menggigil hebat, ia mulai mencari tempat untuk menenangkan diri.

 

Kyuhyun merasa otot-ototnya menegang dan sakit di beberapa bagian, kepalnya juga pening. Ia mulai memaksakan dirinya untuk sadar dan tenang. Kyuhyun menahan rasa sakitnya dengan menggigit lengan kemejanya. Ia menyandarkan berat tubuhnya pada dinding rungan itu. Napasnya terenah-engah, beberapa kali pundaknya naik turun tidak beraturan.

 

Satu tarikan nafas panjang dilakukan untuk memenuhi rongga-rongga dadanya.

 

Merasa sudah mulai bisa mengontrol dirinya, Kyuhyun mengambil pistol yang ia sembunyikan. Bagaimana pun ia akan membunuh orang yang sudah membunuh okasan-nya. Ini adalah dendam yang ia bawa sejak kecil ia tak peduli lagi tentang NSS, headshet yang ia pakai ia buang. Sekarang yang ia pikirkan adalah menemukan orang bertato tadi dan membunuhnya dengan tangannya sendiri. Dendam sudah mempengaruhi Kyuhyun.

 

Kyuhyun keluar dari tempat persembunyian dan kembali mencari orang tadi. Tapi tiba-tiba ada kehebohan yang membuat para tamu di resort hingga tumpah ruah di jalan keluar. Kyuhyun jadi susah mencari, beberapa kali ia harus menghadang orang didepannya. Ia benar-benar sudah gila, ia tak peduli lagi dengan orang di sekitarnya bahkan dirinya sendiri.

 

“kau jangan coba-coba kabur,” ujar Kyuhyun lirih.

 

Kyuhyun makin mempercepat langkahnya saat ia melihat orang bertato tak jauh di depannya. Ia mulai mengarahkan pistolnya, ia menarik pelatuk dan siap untuk menembak. Tapi sebelum ia menekan pistolnya, seseorang menubruknya dan membuat Kyuhyun jatuh. Ia lagsung berdiri dan orang bertato tadi sudah pergi dari pandangannya.

 

“sial!”

 

Kyuhyun menyusuri jalanan kembali, ia menuju ke halaman belakang. Ia berpikir kalau orang tadi tidak mungkin lewat jalan depan, karena mobil patrol sudah menunggu di pintu depan. Tapi saat tiba disana, Kyuhyun tidak menemukan jejak siapapun. Kyuhyun menggenggam senjatanya erat, sambil menyapu pandangan, mencari sosok orang yang ia cari.

 

BUGGG …

 

Kyuhyun menyentuh tengkukunya, sakit… tapi sebuah tangan mencekik lehernya dari belakang. Kyuhyun memberontak berusaha lepas, tapi orang yang mencekiknya itu sangat kuat. Napas Kyuhyun benar-benar sesak.

 

“nuguya?” tanya orang itu.

 

“aku akan membunuhmu!” jawab Kyuhyun geram.

 

“kau agen NSS?” orang itu bertanya lagi.

 

Kyuhyun diam dan mulai memasang kuda-kuda dan dengan sekali hentakan, ia menendang tempurung kaki orang tadi. Dan saat Kyuhyun berbalik ia langsung menodongkan  pistol kearah orang yang ternyata memiliki tato naga di tangan kanannya. Saat itu halaman belakang resort sangat gelap, Kyuhyun maupun orang bertato itu tidak terlalu mengenal wajah masing-masing.

 

“menyerahlah tuan Yamamoto Mirai,” ujar Kyuhyun. Walaupun tak tahu pasti tapi Kyuhyun yakin orang yang didepannya adalah Yamamoto Mirai.

 

“cih…kau anak kurang ajar,” Yamamoto menendang kaki Kyuhyun balik dan mulai berlari. Kyuhyun pun tersungkur, ia kehilangan pistolnya. Ia berusaha mencari-cari sambil meraba tanah, saat ia temukan, langsung saja ia mengarahkan pistolnya ke kaki orang bertato yang tengah berlari.

 

DOR

 

Tangan Kyuhyun lemas dan tiba-tiba saja kesadaranya hilang sekita. Gelap.

 

—(^^)—

 

 

 

Seoul National University Hospital

 

Sooyoung melangkah dengan perasaan campur aduk, baru saja dia ditelepon Donghae. Donghae memberitahu jika Kyuhyun sedang sekarat. Sooyoung tidak peduli apa penyebabnya tapi yang ia pedulikan sekarang adalah keadaan Kyuhyun. Bagaimana bisa Kyuhyun sekarat??? Sooyoung tak tenang, jemarinya bergetar hebat, ia terus berlari ke kamar rawat Kyuhyun.

 

Sampai di kamar rawat, ia melihat Kyuhyun bukan lagi sekarat tapi ia melihat Kyuhyun yang memberontak serta menggigil hebat menahan rasa sakit. Beberapa suster berusaha untuk menenagkan.  Sooyoung yang tak tega melihat kondisi Kyuhyun langsung mendekati dan menggenggam tangan Kyuhyun. Sementara itu dokter memberi suntikan penenang di infus.

 

“Kyu, tenanglah,” ujar Sooyoung. Ia mengeratkan genggaman tangnnya dengan tangan Kyuhyun. Dan Sooyoung pun tak bisa menahan air matanya lagi.

 

Dari jauh Donghae hanya bisa melihat sambil menenangkan ibunya yang sedari tadi belum berhenti menangis. Dalam hatinya ia pun tak tega melihat keadaan Kyuhyun barusan. Ini sungguh membuatnya sedih dan terluka.

 

Pukul 22.00

 

“bagaimana keadaanmu Kyu?” tanya Jonghyun.

 

“abeoji..aku..aku.”

 

“tenang Kyu, kau jangan pikirkan apapun lagi. Istirahatlah.”

 

“tapi, aku melihatnya abeoji. Aku tahu siapa yang membunuh okasan saat di Jepang.” Jonghyun menatap Kyuhyun tak percaya.

 

“jadi…pelakunya Yamamoto Mirai. Kau yakin dia orangnya?”

 

“ne abeoji…aku sangat yakin. Aku melihat tato yang sama, orang yang menembak okasan adalah orang yang memilik tato naga di tangan kanannya,” ujar Kyuhyun. “aku ingin membunuhnya abeoji, aku ingin….akhhhhh..” Kyuhyun mulai meronta lagi, kepalanya sakit lagi.

 

“Kyuhyun, Kyuhyun…tenang, kau jangan bicara lagi. Tenanglah,” Jonghyun membantu Kyuhyun untuk tidur. Ia menenangkan Kyuhyun lagi sampai akhirnya Kyuhyun tertidur dengan sendirinya.

 

Jonghyun memandang Kyuhyun kasihan. Bagaiamana pun juga ini bukan keadaan yang baik, bertemu dengan pembunuh ibunya akan membuat Kyuhyun ingin balas dendam lagi. Ia harus segera mencegah Kyuhyun, ia tak ingin anak angkatnya ini menjadi pendendam. Apa yang harus ia lakukan???

 

—(^^)—

 

Seorang ayah pasti akan melakukan hal yang terbaik buat anaknya. Walaupun Kyuhyun bukan anak kandungnya tapi Jonghyun sudah menganggap Kyuhyun sebagai anak kandungnya. Kyuhyun selalu membuatnya bangga dan ia ingin membalasnya. Untuk itu, ia membuat keterangan palsu untuk membantu Kyuhyun, ia tak ingin orang lain tahu tentang apa yang dilakukan Kyuhyun sewaktu mengejar Yamamoto. Kalau sampai Taeyeon dan lainnya tahu maka Kyuhyun akan dikeluarkan dari NSS. Akibat kesalahan prosedural.

 

Tapi Jonghyun tak tahu bahwa perbuatan Kyuhyun yang menembakkan peluru kearah Yamamoto terekam CCTV.

 

“bagaimana kabar agen Cho Kyuhyun?” tanya Jessica saat berpapasan dengan Donghae.

 

“keadaanya makin membaik,” jawab Donghae. “kau sudah mau pulang?” tanya Donghae.

 

“ne, pekerjaanku sudah selesai, kau sendiri?”

 

“aku akan ke meja Kyuhyun, ada berkas yang harus aku ambil.”

 

“baiklah, aku pulang dulu. Lebih baik jangan begadang,” ucap Jessica lalu pergi pulang. Donghae yang mendengarnya hanya tersenyum simpul.

 

Dan seperti yang dikatakan Donghae, ia akan mengambil berkas di meja Kyuhyun. Katanya berkas itu harus diperiksa ayahnya. Entahlah.

 

Donghae memakai kartu tanda pengenal NSS milik Kyuhyun dan pintu markas pun terbuka. Benar-benar sepi, sepertiya semua orang sudah pulang. Donghae segera mengambil berkas itu, tapi Donghae penasaran dengan sebuah cd. Dilabelnya tertulis Resort Jang.

 

“bukannya ini cd CCTV yang hilang itu, mengapa ada disini?” karena penasaran tingkat tinggi Donghae menyalakan computer dan memasukkan cd tadi. Dan tepat seperti dugaannya, ini adalah rekaman CCTV yang Siwon sunbae cari.

 

Donghae menatap serius layar computer di depannya. Ia kaget saat melihat ada bayangan Kyuhyun disana, walaupun gelap tapi Donghae yakin bayangan yang tengah berlari dan membawa pistol itu adalah Kyuhyun. DOR. Donghae membulatkan matanya! Ia tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat. Ia coba mereview video tadi, dan benar. Donghae melihat Kyuhyun menembakkan pistolnya ke target.

 

“apa yang kau lakukan Dongahe-sshi?”

 

Donghae menoleh ke belakang dan ia tak bisa bicara lagi. Ia terlalu terkejut. Dihadapannya sekarang ada Siwon sunbae yang tengah menatapnya curiga dan pandangan Siwon beralih ke layar computer. Siwon juga terkejut sama halnya dengan Donghae, terkejut dengan video yang ditampilkan.

 

Keesokan harinya

 

“annyeong haseyo,” sapa Kyuhyun.

 

“wahh, kau sudah masuk Kyu,” ujar Sungmin.

 

“ne, maaf kalau aku merepotkan.”

 

“yang terpenting kau sembuh Kyu,” sahut Yesung.

 

“apa kalian sedang mengobrol. Semuanya bekerja!” teriak Taeyeon dan semua agen langsung sibuk dengan urusannya lagi.

 

“annyeng haseyo Taeyeon sunbae,” Kyuhyun tak lupa menyapa atasannya ini. Kyuhyun merasa tak enak hati saat Taeyeon tidak bersikap seperti biasa. Apakah aku melakukan kesalahan??

 

“agen Kyuhyun, kau bisa ikut aku. Seung hyun sanjangnim memintamu menghadapnya di ruang rapat,” kata Taeyeon. Kyuhyun merasakan gelagat kurang baik.

 

“ne sunbae.” Kyuhyun mengikuti Taeyeon ke ruang rapat. Saat masuk ke ruangan tersebut Kyuhyun bisa melihat semua orang melihatnya dengan tatapan berbeda. Kyuhyun tambah kaget saat menemukan Donghae juga hadir di rapat ini.

 

“ada apa sebenarnya???”

 

“silahkan duduk agen Cho Kyuhyun,” kata Seung Hyun sanjangnim. Kyuhyun mengangguk, ia melirik kearah ayahnya yang terlihat gelisah yang duduk di sebelah Taeyeon Sunbae.

 

“bagaimana dengan keadaanmu?” tanya Seung hyun sanjangnim.

 

“lebih baik, terima kasih atas perawatannya.”

 

“kalau begitu tak ada masalah jika kami memanggilmu kemari bukan,” ucap Seung hyun lega.

 

“kalau boleh saya tahu, apa yang saya lakukan hingga saya disuruh datang kemari?” tanya Kyuhyun, ia benar-benar merasa heran dengan sikap semua orang.

 

Seung hyun mengambil sebuah remote dan ia menekan sebuah tombol. Sekarang semua orang tertuju ke layar, sebuah video menyala dan video itu tak lain adalah rekaman CCTV yang direkan di Resort Jang. Mata Kyuhyun langsung terbelalak kaget. Ia tak menyangka ada rekaman CCTV. Dan ia tahu rekaman ini akan menghancurkan karirnya. Kyuhyun tahu ia melakukan kesalahan prosedural.

 

“inilah alasan mengapa kau ada disini agen Cho Kyuhyun. Karena kelalaianmu dan kau bertindak diluar perintah Taeyeon maka kami tidak bisa menerimamu di NSS lagi,” ujar Seung hyun.

 

Kyuhyun tak bisa menyangkal apapun, ini memang murni kesalahnnya. dan ia berhak mendapatkan ganjarannya.

 

“sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu padamu Kyuhyun-sshi. Apa penyebab kau ingin menembak Yamamoto Mirai? Apakah ini karena kau memiliki dendam padanya?” tanya Seunghyun. Jonghyun spontan menoleh kearah atasannya ini. kyuhyun tak menjawab.

 

“kau ingin membunuhnya karena Yamamoto Mirai adalah pembunuh ibumu. Benarkan?” Kyuhyun mengepalkan tangannya keras, sedangkan Donghae menatap Kyuhyun kaget. Ia tak tahu kalau Kyuhyun ingin membunuh Yamamoto karena alasan orang itu adalah pembunuh ibunya.

 

“baiklah, aku tidak memaksamu menjawabnya. Kami berterima kasih kepada agen Donghae yang sudah menemukan video CCTV ini dan kita bisa mengeluarkan agen yang tak layak bekerja di NSS.” Mendengar itu Kyuhyun langsung menatap Donghae, tapi Donghae hanya menunduk.

 

“jadi..” Kyuhyun buka suara.

 

“kau dipecat dari NSS agen Cho Kyuhyun.”

 

—to be continue—

 

 

 

 

 

 

One thought on “Geotjimal [Part 3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s