Geotjimal [Part 4]

Tittle:

GEOTJIMAL [Part 4]

Genre:

Romance, Action, Friendship

Starring:

Choi Kyuhyun

Lee Donghae

Choi Sooyoung

Author PoV

Donghae keluar kamar dengan langkah gontai, rasanya ia tidak punya semangat apapun untuk beraktivitas. Bahkan untuk pergi kerja. Setelah pemecatan Kyuhyun dari agen NSS, Donghae merasa tak semangat seperti biasanya. Sekarang ini ia sendiriang yang pergi kerja, sedangkan Kyuhyun….Donghae menatap sendu pintu kamar dihadapannya. Tepatnya kamar Kyuhyun. Donghae tak tahu lagi harus bagaimana merayu Kyuhyun untuk keluar dari kamar, karena selama 5 hari ini Kyuhyun tidak keluar dari kamar. Entah apa yang dilakukan saudaranya itu.

Donghae pun segera turun ke lantai bawah untuk sarapan. Ternyata di meja makan sudah ada appa dan ummanya. Kedua orang itu menghela nafas berat saat melihat Donghae yang berjalan sendirian.

“dia sudah tidak makan selama lima hari suamiku. Apa kau akan terus diam seperti ini?”

“Kyuhyun sudah dewasa, kau tenang saja,” ujar Jonghyun.

“anak itu pasti sangat sedih, bagaimana pun juga menjadi agen NSS adalah impiannya dari kecil,” ujar istri Jonghyun.

“Kyuhyun anak yang kuat. Sekarang kita makan saja,” kata Jonghyun yang tak mau berdebat dengan istrinya.

“kau selalu seperti itu, Kyuhyun anak kita yeobo.”

Donghae menatap ibunya yang kini resah, ia tahu ibunya sangat menyayangi Kyuhyun. Sejak Kyuhyun tinggal di rumah ini, perhatian ibunya beralih ke Kyuhyun. Ia akan melakukan apapun untuk Kyuhyun. Walaupun begitu Donghae tak mau tau. Ia sangat tahu ibunya berbuat seperti itu karena kondisi Kyuhyun yang kesepian.

“selamat pagi!!!” sapa Kyuhyun tiba-tiba, ia langsung duduk di samping Donghae dan mengambil nasi. Semua yang di meja makan kaget melihat Kyuhyun yang terlihat segar dan bahagia.

“kenapa melihatku seperti itu?”

“kau baik-baik saja Kyu?”tanya istri Jonghyun.

“tentu ummaku sayang! Maaf membuat kau khawatir.”

Jonghyun dan Donghae menatap Kyuhyun dengan pandangan lebih khawatir. Bahkan lebih khawatir dari sebelumnya. Sedangkan isrti Jonghyun malah tersenyum bangga pada Kyuhyun. Ia senang Kyuhyun bisa mengatasi masa sulitnya.

“kalau begitu makan yang banyak. Sudah lima hari ini kau tidak makan bukan,” ujar perempuan itu, sambil menaruh beberapa lauk di mangkuk Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum lebar menerimanya. Baru lima hari ia mengurung diri di kamar tapi ia sangat rindu melihat wajah umma-nya ini.

Dan tanpa basa-basi lagi Kyuhyyun langsung melahap habis semua makanan di mangkuknya. Bahkan beberapakali ia mengambil lebih lauk dan sayuran.

“masakan umma memang sangat lezat,” ujar Kyuhyu semangat.

“babo,” sahut Donghae enteng. Kyuhyun melirik saudaranya ini, kelihatannya Donghae marah besar padanya.

“malam ini kita makan di restoran Kangin ajushi ya, sekalian mengajak Sooyoung. Kita sudah lama tidak mengobrol bukan.” Donghae menatap tak suka ke Kyuhyun. Ada yang aneh dengan sikap Kyuhyun. Harusnya Kyuhyun marah kepadanya karena dirinya lah yang membuat Kyuhyun dipecat.

“dan..maaf ya membuatmu berangkat sendirian. Kalau kau mau aku akan mengantarmu ke NSS.”

BRAKKK

Donghae menggebrak meja makan dan beranjak pergi meninggalkan sisa sarapannya. Kyuhyun tak peduli, ia tetap meneruskan makannya, appa dan umma menatap kepergian Dongahe enggan.

—(^^)—

Di Restoran

Suasana malam ini tidak seindah malam-malam sebelumnya saat mereka bertiga kemari. Tidak ada yang memulai pembicaraan, semuanya malah sibuk dengan hidangannya sendiri.

Tadi Sooyoung sempat kaget saat ditelepon Kyuhyun, sudah lama ia tidak mendengar suara Kyuhyun. Terakhir saat penolakannya. Ia tambah kaget saat Kyuhyun mengajaknya bertemu di restoran Kangin ajushi, Sooyoung merasa senang. Akhirnya setelah lama tidak bertemu dan bicara, Kyuhyun mengajaknya bertemu. Tapi sekarang, Sooyoung tak senang lagi. Ia merasa kalau Kyuhyun mengajaknya bertemu hanya basa-basi saja.

Berbeda dengan Donghae, ia menikmati steaknya tanpa selera, ia hanya memotong  steaknya tanpa memakannya. Ia tak tahu apa yang sedang Kyuhyun pikirkan sekarang. Untuk apa ia mengajak Sooyoung dan dirinya ke restoran jika sampai detik ini Kyuhyun hanya diam saja.

“gwencana?” Sooyoung mulai angkat bicara.

Kyuhyun yang memang sedari tadi  melamun, langsung mengangkat wajah dan menatap Sooyoung.

“ehm…gwencana. Maaf atas sikapku Soo dulu…aku menyesal,” ujar Kyuhyun.

“ah..aku sudah melupakannya kok, jadi jangan diungkit lagi.”

Kyuhyun mengangguk ragu.

“Hae, steakmu tidak dimakan?” tanya Kyuhyun pada Donghae yang sedang memainkan garpunya.

“nanti kumakan! Jadi apa tujuanmu mengundangku dan Sooyoung kesini?”

“aku… hanya ingin berkumpul dengan kalian saja. Sudah lama kita tidak makan bersama bukan?”

Sooyoung memandang Donghae begitu juga Donghae.

Sooyung tahu benar Kyuhyun bersikap seperti ini untuk memulihkan suasana hatinya yang kacau setelah dipecat dari pekerjaannya. Yah walaupun Sooyoung tidak tahu pekerjaan Kyuhyun apa. Tapi jelas dari sikap Kyuhyun lima hari lalu, Sooyoung merasa Kyuhyun sangat menyukai pekerjaan dan dipecat membuat Kyuhyun depresi.

“Kyu, aku ingin bicara sebentar denganmu, ikut aku.” Kyuhyun menatap Donghae bingung tapi ia tak bisa menolak, Donghae keburu menarik Kyuhyun meninggalkan meja.

Sooyoung menatap Donghae sebal! Ia tak suka ditinggal seperti ini, memang hanya Donghae yang bisa menyelesaikan masalah Kyuhyun. Ia juga bisa! Akhirnya Sooyoung beres-beres diri, ia ingin pulang. Sepertinya Kyuhyun dan Donghae tidak menghiraukan dirinya. Tapi saat Sooyoung beranjak dari duduknya, ia mendengar nada pesan dari ponsel Kyuhyun yang tertinggal di meja. Dan tanpa ijin Sooyoung membuka pesan di ponsel Kyuhyun.

“hah!” Sooyoung tersenyum simpul saat mengeja kata-kata yang tertera di layar ponsel Kyuhyun. Sepertinya Sooyoung  punya ide lebih brilliant daripada Donghae.

—(^^)—

Kyuhyun membereskan tempat duduknya. Ini akan menjadi perjalanan baru untuk Kyuhyun setelah 13 tahun ia tidak pernah terpikirkan untuk kembali. Hari ini dengan penerbangan jam pagi Kyuhyun meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk berlibur. Tapi Kyuhyun tidak mengatakan kalau dirinya akan ke Jepang, ia berbohong untuk pertama kalinya pada umma. Kyuhyun bilang ia akan ke Nami Island.

“jeogiyo, ini kursi nomor AG-2207?”

“ne.” Kyuhyun buru-buru berdiri dan memberi jalan kepada—

“Soo! Mwo hae?” tanya Kyuhyun ia tidak menyangka Sooyoung akan satu pesawat dengannya.

“tentu saja menemanimu ke Jepang,” jawab Sooyoung dengan santai, ia segera duduk dan menarik Kyuhyun untuk duduk juga.

“gimana—“

“bagaimana aku tahu kau ke Jepang? Waktu di restoran aku sengaja melihat pesan di ponselmu. Mian.”

“kenapa—“

“kenapa aku ikut juga?”lagi-lagi Sooyoung memotong ucapan Kyuhyun. “aku hanya berpikir kalau kau ke Jepang sendirian pasti sangat membosankan.”

“dan—“

“jangan marah Kyu, jebal…. Aku cuma ingin menemanimu saja dan aku ingin membuatmu seperti dulu lagi.”

“memangnya ada apa denganku sekarang?”

“kau berubah Kyu, aku tidak mengenalmu.” Ucapan Sooyoung barusan membuat Kyuhyun tersadar. Ia pun juga merasakan hal yang sama. Apakah benar ia berubah? Apakah perubahan ini gara-gara ambisinya untuk bertemu Yamamoto di Jepang nanti? Entahlah.

Ahhh!!! Kyuhyun lelah untuk memikirkannya. Entah mengapa sekarang ini berpikir membuatnya lelah sendiri.

—(^^)—

Kyuhyun menengadahkan kepala, menatap langit Jepang yang berwarna abu-abu gelap. Langit mendung. Harusnya ia merasa gembira bisa ke tempat lahirnya tapi hatinya ternyata tak bisa berhenti bersedih. Kyuhyun menghela napas, lalu memperhatikan keadaan di sekitarnya. Ia tidak sedang berlibur. Ia datang untuk mencari Yamamoto Mirai dan membunuhnya.

“Kyu!”

Kyuhyun menoleh lalu menatap Sooyoung yang sedang berjalan mendekatinya sambil menarik koper besar.

“aku sudah dapat hotelnya,” kata Sooyoung sambil memasukkan paspor ke tas jinjingnya. “sekarang kita naik taksi ke Kyoto.”

“taksi?tidak mahal?” tanya Kyuhyun. “kita naik kereta saja. Aku tidak ingin boros.”

Sooyoung memperhatikan Kyuhyun yang sekarangsudah berjalan gesit keluar dari bandara. Awalnya Sooyoung pikir Kyuhyun akan marah dan menyuruhnya pulang tapi ia senang Kyuhyun tidak berkata apa-apa.

“Sooyoung-ah! Ppalli wa!” seru Kyuhyun. Sooyoung mengangguk  lalu bergegas menghampiri Kyuhyun dan menjajari langkah Kyuhyun.

Sesekali Sooyoung menoleh dan menatap Kyuhyun yang tampak menerawang. Di pesawat tadi Kyuhyun menolak bicara lebih  dari yang diperlukan. Sooyoung tidak tahu apa yang ada di pikiran Kyuhyun, dan ia juga takut untuk bertanya. Sooyoung mendesah, ia ingin sekali sampai ke hotel dengan cepat.

Di Hotel Fushimi

“kau memesan satu kamar?”

“bukannya kau bilang tidak mau boros, makanya aku pesan satu kamar.”

Kyuhyun mendesah dan segera mengambil ranselnya dan beranjak keluar.

“hanya tinggal satu kamar Kyu!” teriak Sooyoung membuat Kyuhyun kembali membalikan badannya. “kau tahu sendiri kan di Kyoto jarang ada hotel lebih baik kita disini saja. Aku pesan dua bed kok,” ujar Sooyoung. Akhirnya Kyuhyun luluh juga, ia meletakkan ranselnya dan mengambil beberapa uang dan pergi.

“eodiga?”

“keluar sebentar, lebih baik kau mandi dulu. Aku akan pulang sore.”

Sooyoung membiarkan Kyuhyun pergi, ia akan menunggunya di hotel sampai sore. Jika Kyuhyun belum kembali juga ia akan mencarinya.

Di tempat lain, Kyuhyun sedang menyusuri jalanan Fushimi sendirian. Ia akan menjalankan misi yang sebenarnya di Jepang. Ia harus menemukan keberadaan Yamamoto Mirai. Namun, sedari tadi dia menanyakan perihal Yamamoto tak ada satupun yang buka mulut. Hal ini membuat Kyuhyun fristasi.

“kau butuh bantuan bung?” tanya seorang lelaki, Kyuhyun merasa heran karena lelaki ini memakai dialek korea. Apa dia Kyopo? *orang korea yang tinggal di luar negeri*

“nuguya?”

“aku Yuuta, kau bisa memanggilku seperti itu. Bisa dibilang aku adalah dewa untuk orang Korea. Karenaku mereka bisa menemukan apa yang mereka inginkan.”

Kyuhyun memandangi penampilan Yuuta, apa ia bisa percaya pada orang ini???

“aku butuh bantuanmu,” ujar Kyuhyun dan segera ia megeluarkan beberapa lembar uang. “aku mencari orang yang bekerja dengan Yamamoto Mirai,” sambung Kyuhyun. Orang yang bernama Yuuta itu langsung membungkam mulut Kyuhyun segera.

“kau…kau mencari Yamamoto Mirai? Apa urusanmu dengannya?”

Kyuhyun menyingkirkan tangan orang tersebut. “masalah penting!”

“ya! Tidak mudah untuk bertemu dengan Yamamoto Mirai, apalagi kau  bukan siapa-siapa.”

“tapi kau bisa membantuku bukan?”

“eeemmm…butuh banyak uang jika kau memang ingin bertemu dengan Yamamoto MIrai.”

Kyuhyun yang tahu ini tidak mudah, langsung mengeluarkan beberapa lembar uang tapi dengabn mata uang dollar. Ini adalah usaha terakhirnya. Melihat jumlah uang yang besar, mata Yuuta langsung berbinar. Ini cukup untuk bersenang-senanng selama semingguan. Yuuta langusug ambil uang tersebut dari tangan Kyuhyun.

“lusa datanglah ke tempat ini, aku akan mengantarmu. Deal?”

“deal,” ucap Kyuhyun dan sebelum Yuuta pergi, Kyuhyun menarik laki-laki itu dan mencengkeran kerah baju Yuuta.

“kalau kau berani membohongiku, aku tidak segan-segan untuk melaporkanmu ke polisi. Aku cukup mengenal baik polisi disni. Dan ini..” Kyuhyun menunjukkan sebuah kartu identitas, semacam KTP-lah. Yuuta langsung merogoh saku belakang celananya dan meruntuki dirinya yang bodoh.

“aku simpan ini jadi jaminan, jadi lusa kau harus membawaku ke tempat Yamamoto.” Kyuhyun membanting Yuuta pelan sampai Yuuta terduduk. Lalu meningglkan laki-laki itu sendirian.

Sebelum sore menjelang, Kyuhyun harus menyelesaikn semua urusannya terlebih dahulu. Sooyoung tidak boleh tahu apapun tentang alsannya pergi ke Jepang. Kyuhyun tak mau nyawa Sooyoung jadi ancaman karena dirinya. Kyuhyun mencari telepon box dan ia harus segera meminta tolong pada seseorang lagi. Ia melakukan panggilan luar negeri.

“Kyu! Apa ini kau?”

“ya Hae. Ini aku, maaf mengaganggumu.”

“sekarang kau dimana?”tanya Donghae cemas seperti biasa jika tak melihat Kyuhyun berjam-jam.

Kyuhyun tersenyum simpul. “sepertinya aku tidak bisa menipumu Hae. Aku di Jepang.”

“mwo? Jepang? Apa yang kau lakukan disana?”

“aku mencari Yamamoto, aku harus bertemu dengannya!”

“jugeoshipheo?*mau mati* pulang sekaranng Kyu. Atau aku akan menjemputmu kesana.”

“jangan! Aku tak ingin orang lain ikut campur. Ini adalah masalahku dan aku sendiri yang akan menyelesaikannya. Jangan khawatir Hae, aku akan pulang dalam keadaan hidup. Dan.. aku butuh bantuanmu.”

“apa?”

“aku butuh data tentang Yamamoto Mirai dan bisnisnya. Aku harap kau bisa membantuku Hae. Kau harapan terakhirku.”

“kau menyuruhku membobol data level 3?!! Kau sudah gila Kyu!!”

“jebal…”

“shirheo!”

“Sooyoung ada bersamaku di Jepang Hae. Kalau kau tak mau Sooyoung kenapa-kenapa kau harus membantuku,”ancam Kyuhyun.

Donghae mulai menimbang kembali keputusannya, apa akan baik-baik saja jika ia membantu Kyuhyun? Kyuhyun menanti jawaban Donghae dengan resah. Sebenarnya ia tak mau menjadikan Sooyoung sebagai korbannya. Tapi mau bagaimana lagi.

“deal, aku akan membantumu. Aku akan mengirimnya lewat email lamamu agar NSS tidak melacak. Kau harus menjaga Sooyoung Kyu, kalau kau butuh bantuan lagi langsung telepon.”

“kau memang saudara terbaikku. Terima kasih Hae.” Kyuhyun mengakhiri pembicarannya. Ia menghela napas panjang. Akhirnya ia akan memulai misinya. Dan sekarang waktunya untuk pulang dan bertemu dengan Sooyoung. Ia tak mau membuat yeoja itu cemas.

–to be continue—

2 thoughts on “Geotjimal [Part 4]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s