Ga cuma keren dramanya tapi soundtrack-nya juga

Drama-drama korea lagi trend di indoesi sekarang ini. Bahkan stasiun tv swasta saja ada yang rela jam tayang drama korea ini lebih lama. Banyak hal yang bikin drama korea jadi kesukaan orang-orang bukan hanya di negaranya sendiri tapi juga di negara-negara lain, termasuk indonesia. Berikut aku kasih tahu kelebihan dan kebiasaan unik dari drama korea ::::

Kelebihan :

  1. Cerita, drama korea selalu memilik alur cerita yang bagus dan ga monoton intrik-intrik yang dibuat disetiap drama itu bikin penonton betahnonton terus dan nunggu kelanjutan episodenya, bikin penasaran lah intinya.
  2. Pemain, setiap aktor atau aktris yang akan bermain drama pasti akan ikut casting buat nentuin siapa yang paling pas bawain karakter didalam drama biar nantinya para penonton merasa terpuaskan dengan karakter yang mereka lihat di televisi.
  3. Setting tempat, sineas Korea emang tau banget deh tempat-tempat yang bagus buat dijadiin lokasi syuting. Soalnya kan setiap tempat yang dijadiin lokasi syuting pasti nantinya bakal rame dikunjungi wisatawan. Korea emang tau banget cara menarik wisatawan untuk berkunjung ke Korea dengan cara memajukan industri hiburannya. Seperti mewabahya virus Korea Wave.
  4. Sponsor, setiap drama korea pasti didukung sama sponsor yang terkenal. Ga bajunya, jam tangan ,perhiasan. Handphone semua itu kan produk sponsor macam LG, Samsung, Swaropski dll
  5. Soundtrak, ga lengkap rasanya kalo drama korea tanpa soundtrack yang pas disetiap scene-nya. Kalo scene-nya lagi ceria pasti soundtracknya juga lagu ceria dan kalo scene-nya lagi sedih pasti sdih banget dan liriknya dalem banget.
  6. Budaya, setiap drama Korea yang dibuat pasti akan ada scene-scene yang emang Korea banget. Budaya emang ga pernah lupa sama budaya negerinya sendiri.
  7. Drama korea selalu dikenang dihati penontonnya.
  8. Aktor atau aktris yang main di drama yang populer pasti bakal ikut populer juga da jadi idola baru.
  9. Sangat menghormati orang-tua, dalam artian tidak mau melawan orang-tua, meski kadang orang-tua bersikap salah. Drama seri ataupun film Korea adalah citra dari budaya Korea itu sendiri, budaya Timur yang masih berpegang teguh pada etika dan kesopan-santunan. Tidak seperti dalam film ataupun sinetron Indonesia yang sering mempertontonkan anak-anak yang durhaka, membangkang, tidak punya sopan santun, selalu bersitegang urat leher dengan orang tua, film Korea jauh dari semua hal-hal buruk itu. Bisa dipastikan Anda tidak akan menjumpai adegan tersebut, meski Anda sudah memelototi banyak fim dan drama Korea.
  10. Tak perlu cinta pada pandangan pertama atau tak harus hidup bersama dengan orang yang dicintai.Karena cinta dapat ditumbuhkan seiring dengan berjalannya waktu. Kebersamaan mampu mengikat, menyatukan rasa, dan akhirnya menimbulkan rasa cinta mendalam dan saling bergantung satu sama lain. Ini terlihat jelas dalam film seri Full House, Miss.Kim’s Million Dollar Quest, Summer Scent, Love to Kill, dan film lepas My Little Bride, juga di film Marrying with Mafia.
  11. Film Korea sering memiliki lebih dari satu judul (jika ditayangkan di negara yang berbeda). Misalnya Winter Sonata atau Winter Ballad. Atau Stairway to Heaven juga punya judul lain: Stairway of Heaven dan Stairly Way to Heaven.
  12. Sutradara Korea sepertinya tidak mengganggap penting judul film — bahkan terkadang asal (Buggy Jumping of Their Own, Miss Kim’s One Million Dollar Quest, Beast and the beauty, Spring bears love, Sangdoo Let’s Go to School).

Kebiasaan di drama korea :::

  1. Aktor cowo biasanya suka gendong aktris cewe di punggungnya, entah si cewe mabuk atau kakinya sakit.
  2. Minum soju selalu ada disetiap drama korea
  3. Makan mie langsung dari pancinya, biar ga banyak cucian piring kali yaa
  4. Kalo makan kadang-kadang mulutnya sampe penuh
  5. Kalo nyuci baju pasti diinjek-injek kaya di Full House
  6. Pergi ke sauna
  7. Naik sepeda atau ga belajar sepeda kaya di Full House, Brilliant Legency, My Fair Lady
  8. Kalo lagi bete atau kesel suka pergi ke atap gedung
  9. Pegang kuping kalo lagi ga sengaja megang panci yang panas.
  10. Gosok gigi selalu ada di drama korea
  11. Main ice skating bareng temen ato pasangan
  12. Makan di kedai kaki lima
  13. Cewe yang jadi saingannya pemeran utama selalu lebih perfect
  14. Main di taman hiburan
  15. Kisah cinta segi empat
  16. Kalo ceritanya sedih ya sedihhh banget
  17. Lomba lari. Ini selalu digambarkan saat dua orang laki-laki menyukai wanita yang sama.Jika masing-masing pihak merasa yang paling berhak mendapatkan wanita yang sama, untuk memastikan siapa yang paling berhak memenangkan cinta si wanita, para lelaki tadi akan mengadakan lomba lari. Lomba tadi hanya diketahui dan diikuti oleh mereka berdua saja.Biasanya mereka menghormati komitmen, siapa yang kalah secara sportif mengundurkan diri dari kancah perebutan mengejar wanita idaman. Dengan catatan hasil lomba tadi menjadi tidak berarti, jika si wanita akhirnya menetapkan pilihan pada pihak yang kalah.Adegan ini dapat dijumpai antara lain dalam film seri: Miss Kim’s Million Dollar Quest, Wonderfull Life, kemudian dalam drama Almost Love.
  18. Para tokohnya digambarkan tidak “jaim” alias jaga image. Mereka bersikap apa adanya, tanpa ada kesan dibuat-buat.Seperti Song Hye-Kyo yang memerankan Han Ji-eun dengan cueknya memuntahkan isi makanan ke Rain yang memerankan Li Yeong-jae, karena kekenyangan. Padahal Li Yeong-jae adalah aktor besar yang sangat parlente. Dalam film Princess Hours, kita akan tersenyum geli sekaligus jijik saat mengetahui Putri Scen-jing ternyata mempunyai iler yang banyak, bahkan membasahi punggung Pangeran Li-Xin, padahal mereka baru tidur bersama untuk pertama kalinya
  19. Baru berani mengungkapkan isi hati saat mereka dalam keadaan mabuk akibat minum arak
  20. Orang Korea juga digambarkan sudah mempunyai tingkat kesejahteraan hidup yang tinggi dengan mengapresiasi seni dalam keseharian mereka. Mudah menjumpai para pelakon film Korea menonton teater, tari, memainkan alat musik terutama piano.
  21. Kalau berjanji untuk bertemu di sebuah tempat, sering gagal karena satu dan lain hal — misalnya kereta yang terlambat, jalanan yang macet dan lain sebagainya. Atau hanya karena “selisih” jalan (Wonderful Life, My Sassy Girl).
  22. Penyakit yang sering muncul dalam kisah film Korea adalah lupa ingatan dan leukimia (Winter’s Sonata, Summer Scent, Wonderful Life, Sangdoo Let’s Go to School).
  23. Pemainnya sering berbicara sendiri dengan benda-benda tertentu, misalnya dengan pusara, pantai, foto, boneka.
  24. Menyanyi di karaoke untuk merayakan keberhasilan sepertinya sudah menjadi adegan wajib dalam film Korea.
  25. Ibu yang tiba-tiba pingsan mendengar kabar tentang anaknya mendominasi adegan dalam film Korea.

Drama korea VS Sinetron indonesia

Drama korea yang menang kemana-mana lah… Kalo jagonya bikin komik romantis adalah Nippon country (a.k.a Jepang), dan jagonya bikin serial romantis yang bener-bener bikin penontonnya senyam-senyum sendiri, obviously Korea!!

Jika ditanya “film dari negeri mana yang paling romantis?” saya yakin hampir semua akan menjawab “film korea!!”. Pertanyaannya, apa yang membuat film-film korea begitu mengena di hati sampai-sampai film lain yang menirunya pun harus bersusah payah menciptakan ‘heart-touching’ feelingnya? Wah, saya pribadi sie susah juga menjawabnya. Mungkin bisa jadi karna brand film romantis sudah berada di tangan perfilman korea jadi ketika kita membandingkan dengan film lainnya, pasti akan kalah bersaing. Semacam sugesti bahwa film korea adalah film yang gak ada tandingan romantisnya. Bisa jadi juga karena di (hampir) setiap film korea selalu ada scene-scene special, adegan-adegan ekspresi rasa cinta dengan cara yang unik dan berbeda. Contohnya : perpustakaan yang dijadikan hadiah pernikahan dengan setiap (baca lagi : SETIAP) buku yang ada disana tercantum notes tentang harapan si pemeran cowok terhadap cewek yang akan dinikahinya, isn’t that really sweet??!! Ada lagi contoh lainnya ketika sms datang satu persatu ke pemeran ceweknya dan isinya adalah cerita dan harapan cowok pengirim sms sesuai dengan grafiti yang dilewati di sebelah kanannya satu persatu,, no!! It will make anygirl melting..

Masih membahas tentang kelebihan drama-drama korea lainnya, yaitu : karakter pemeran utamanya. Well, kalo udah sering nonton korea pasti kebaca sie ya pemerannya seperti apa atau jalan ceritanya gimana. Gak jauh-jauh dari urusan perusahaan, percintaan yang gak disetujui karna keluarga ataupun karna saingan lain. Karakter utamanya biasanya kalo gak dingin, jutek, atau ngegemesin. Tapi entah kenapa meskipun sudah diketahui dari awal tetap saja bisa membuat penonton betah berlama-lama menunggu hingga film selesai. Nah, jika dibandingkan sinetron Indonesia,

film-film Korea ini pembuatannya total, maksudnya gak setengah-setengah. Kalau memang anak band ya kamarnya benar-benar dibuat berkarakter menyesuaikan karakter si pemeran. Kalau memang kerja di perusahaan, tidak main-main, benar-benar terlihat seperti perusahaan tersebut miliknya. Kalau pemerannya tajir se-tajir2nya, ya benar-benar terasa kekayaannya, dalam segala aspek. Berkarakter dan spesifik. Seolah semua yang berada ruangan yang dihuni pemeran utama benar-benar berperan dalam menunjang pembentukan karakter pemerannya. Kalau memang ada adegan bernyanyi di panggung (konser), maka panggungnya tidak tanggung-tanggung, properti dibuat benar-benar khusus untuk scene tersebut. Dan satu lagi, rata-rata pemerannya benar-benar mendalami karakternya dengan berlatih keahlian khusus yang dibutuhkan tokoh dalam cerita. Kalau memang butuh berbahasa asing, mereka benar-benar belajar dan terlihat seperti native speakernya, kalau mereka akan berperan sebagai gitaris, maka benar-benar bisa bermain gitar, sebagai penyanyi yang benar-benar pemerannya bisa bernyanyi live. Serius dan total. Itu ciri khas dari segala aspek dalam perfilman Korea.

Nah, sekarang saya akan mulai mengupas lebih banyak tentang sinetron Indonesia. Mengapa sinetron?? Karena sebenarnya serial drama Korea itu adalah sinetron. Jadi sebenarnya yang banyak digemari (terutama) fans (dari Indonesia) adalah sinetron Korea. Selain dari aspek-aspek yang sudah dijelaskan diatas, sinetron korea tidak bertele-tele hingga beratus-ratus episode seperti sinetron Indonesia. Ada juga sie yang ratusan episode tapi jarang, kecuali kalau ceritanya benar-benar menarik untuk ditonton. Drama berseri korea hanya sekitar 16-20 episode. Tidak peduli penggemarnya sesuka apa, jika memang sudah di plot di scriptnya hanya 16 episode ya sudah,, 16 episode saja. Beda dengan sinetron Indonesia, sedikit mulai menanjak animo masyarakatnya, langsung disuplai berlebih.

Masih inget kan bagaimana dulu film tersan*jung sampai berapa season. Kalau tidak salah malah sampai 3 generasi. Sekarang ada lagi penerusnya, sinetron cinta F*ITRI. Tidak hanya sinetron, reality show atau kompetisi-kompetisi televisi pun begitu, lihat saja dulu A*FI, awalnya sie masih rame, tapi setelah ada sekitar 3 season dalam satu tahun jadi muak juga.

Balik lagi ke sinetron, sebenarnya tidak semua tidak menarik.

Kenapa harus buat sinetron yang berepisode-episode kalau film pendek juga bisa sukses menarik animo penonton. Kalau memang harus membuat sinetron ya buatlah seperti drama korea yang episodenya hanya sekitar 16-20 episode saja. Saya sama sekali tidak merendahkan perfilman Indonesia, hanya ingin sedikit belajar pada film-film Korea, banyak yang bisa dicontoh dan diadopsi. Jangan hanya bisa menjiplak ceritanya saja. Oia, sempat sekali melihat film Go-go girls di transtv (asli gak sengaja lho ya), nah itu udah rada lumayan, penciptaan karakternya, walaupun kelihatan banget ya niru film koreanya. Ayo perfilman Indonesia, pasti bisa!! Pasti bisa, kalau memang meluangkan waktu untuk belajar dari negeri-negeri sebrang yang sudah sukses meraih perhatian dunia.

3 thoughts on “Ga cuma keren dramanya tapi soundtrack-nya juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s