Please, Don’t Cry [Chapter 1]

Tittle               : PLEASE, DON’T CRY [Part 1]

Author             : Falcondhe hacker
Main Cast        : Choi Minho, Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, ……
Genre              : Romance

Seberapa berharga sih satu detik itu???

Tik. Sebentar saja dia langsung berlalu,

Tik. Satu detik pergi lagi dan terbuang sia-sia.

Pernahkah kau berpikir bahwa waktumu berlalu dengan cepat tanpa kau sadari,

Mungkin kau tak peduli, tapi aku PEDULI

Karena satu detik sangat berharga bagiku dan

Aku berharap bahwa satu detik juga bisa mengubah hidupku

====================================================

“MINHO!!!!” teriak Sooyoung noona yang sudah biasa terdengar setiap hari.

“Minho-ah ayo…cepatlah, nanti kita terlambat,” pinta Sooyoung noona kepadaku.

Sooyoung adalah noona-ku satu-satunya dan tentu saja aku sangat menyayanginya. Dia adalah satu-satunya orang yang aku miliki sekarang. Dia juga yang menjagaku setelah kepergian kedua orang tua kami beberapa tahun silam karena kecelakaan mobil.

Kami berselisih umur tiga tahun tapi terkadang aku merasa bahwa dia lebih terlihat seperti adikku dibandingkan seorang kakak karena sikap kekanak-kanakannya yang seringkali muncul.

Aku dan noona hidup berdua disebuah apartemen kecil ditengah kota Seoul.

Dahulu, kami memiliki rumah yang cukup besar dan mewah. Disana ada appa, eomma, Sooyoung noona dan aku. Tapi semenjak kepergian kedua orang tua kami, rumah itu dijual untuk menutupi biaya rumah sakitku yang kian hari kian membludak.

Rumah yang penuh dengan kenangan…kenangan yang indah.

Demi aku, Sooyoung noona bekerja tanpa lelah untuk membantu biaya pengobatan yang sejak lama kujalani karena tabungan peninggalan appa dan eomma semakin menipis.

Noona…aku sungguh sangat menyayangimu, batinku.

“Minho-ah…Mengapa melamun begitu? Ini bukan saatnya melamun. Dokter Cho pasti sedang menunggu kita sekarang. Ayolah…” Sooyoung noona menarik tanganku dengan mulut yang masih sibuk menggumam tak jelas.

“Iya…Tunggu sebentar. Aku belum menyisir rambutku,”ujarku sambil menahan diriku ditempat agar tak tertarik untuk mengikutinya.

“Minhoooo…..Cepaaatttt….Sisir saja dimobil nanti, kita sudah tidak punya waktu,”sahutnya masih terus berusaha menarikku.

Aku hanya tertawa melihat tingkahnya yang lebih mirip anak-anak daripada wanita dewasa, itulah sebabnya aku lebih senang bila dia jadi adikku saja.

“Iyaaa…Jangan terus menarikku begitu, aku bisa jatuh noona,”seruku malas sambil mengikuti langkahnya.

“Kau ini sudah besar, tapi masih saja susah diatur dan harus dipaksa bila pergi ke rumah sakit. Sungguh menyusahkan…” candanya masih terus berusaha menarikku.

“Noona….Kenapa bicara begitu?! Biar begini, aku adalah dongsaengmu satu-satunya yang paling tampan. Tanpa aku, noona pasti akan kesepian,” balasku.

“Tampan?? Apanya yang tampan. Masih ada yang jauh lebih tampan darimu. Dasar anak nakal,” cetusnya lalu tertawa.

“Aaa…Maksudmu Dokter Cho?? Iya, memang dia yang paling tampan dimatamu noona. Kau suka padanya kan??” godaku sambil mengedipkan mata kiriku.

PLETAAKKK…

“Apa?! Jangan bicara sembarangan! Siapa yang suka padanya..Aku kan tidak bilang begitu, jadi jangan suka mengambil kesimpulan sendiri. Aku hanya mengaguminya sebagai dokter pribadimu, tidak lebih,” omelnya sambil berkacak pinggang.

“Noonaaa…Sakit…Kejam sekali kau pada adik kandung sendiri…” keluhku sambil mengusap-usap kepalaku yang terasa nyeri.

“Lagipula apa salahnya kalau kau suka padanya?! Dokter Cho adalah pria yang sangat baik dan bertanggung jawab. Dia pasti bisa menggantikanku untuk menjagamu noona…bila nanti aku sudah tak dapat menjaga dan menemanimu lagi,” ujarku dengan ekspresi serius.

PLETAAAKKK…

“Auww…Kenapa memukul kepalaku lagi?!”protesku.

“Jangan pernah mengatakan hal aneh seperti itu lagi. Kau akan hidup lama dan terus bersamaku hingga tua. Aku masih ingin melihat dongsaeng kesayanganku yang nakal menemukan pasangan hidupnya dan menikah lalu memberikanku banyak keponakan yang lucu,” sahutnya.

“apa tidak kebalik,” ujarku dan saat aku menatap Sooyoung noona. Aku memai kata-kata ku barusan.

Kulihat mata noona ku mulai basah..dan..setetes airmata mengalir di pipinya.

Kuseka airmata itu pelan…

“Jangan menangis noona. Kau tahu kan aku paling tidak bisa melihatmu menangis. Aku janji tak akan mengatakan hal itu lagi,” ucapku pelan.

Kupeluk noona ku erat…

Maaf noona…Aku tak bermaksud untuk menyakitimu. Kau sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata untukku sejak dulu…

Aku hanya mengatakan apa yang kurasakan, karena aku tahu…

Aku tak akan bisa selamanya menjagamu..Menjaga noona yang sangat kusayangi…

===============================================

Di rumah sakit dan lebih tepatnya di ruangan Dokter Cho Kyuhyun.

“Bagaimana perasaanmu hari ini? Apa senang??” tanya dokter Cho ramah.

“Tentu saja dok. Aku selalu senang setiap hari, kecuali jika noona ku yang manja ini sudah marah-marah dan memaksaku yang aneh-aneh,” sindirku sambil melirik pada Sooyoung noona.

“Kau..” seru noona pelan.

“Dasar anak nakal,” tambahnya berbisik sambil menatapku.

Aku dan dokter Cho tertawa melihat tingkahnya…

Dokter Cho sepertinya memang pantas menjadi kakak iparku, seandainya dia betul-betul menyukai noona ku…Aku pasti akan merasa lega menyerahkan noona ku padanya, batinku.

“Minho..Kau melamun lagi kan?? Kebiasaan yang tak pernah bisa hilang,” ujar Sooyoung noona membuatku tersadar.

“Siapa yang melamun? Aku hanya termenung sesaat,”sahutku membela diri.

“Apa bedanya?!” seru Sooyoung noona.

“Jelas saja beda. Tulisan saja sudah tidak sama, apalagi cara mengejanya,” candaku menantangnya.

Sooyoung noona hanya menatap tajam padaku tanpa bisa melakukan tindakan yang selalu ia lakukan. Memukul kepalaku. Yah…kurasa karena ada dokter Cho sekarang.

Hah!! Hati berkata suka, tapi mulut tak mau berterus terang. Dasar aneh!!

“Kurasa kau memang selalu bahagia setiap hari. Dokter pribadimu di rumah sangat pandai menjaga agar penyakitmu tak kambuh. Ingat, jangan terlalu lelah ataupun memendam beban berat. Sakit jantung bukanlah hal yang sepele. Itu bisa kambuh kapan saja dan menghilangkan nyawamu tanpa bertanya terlebih dahulu, arrachi??” ujar dokter Cho panjang lebar dan kata-kata itu selalu ia wasiatkan padaku.

“Aku memang doktermu, tapi aku tak bisa selalu menolongmu. Hanya kau yang bisa menolong dirimu sendiri, jadi aku mohon jaga diri baik-baik. Jangan terus membuat noona mu sedih,” tambahnya.

Aku mengangguk mengiyakan.

Kutatap noona ku yang mulai menundukkan wajahnya. Aku tahu, air matanya akan mulai menetes kembali.

Kugenggam tangannya. Saat dia menatapku, kugeleng-gelengkan kepalaku mengisyaratkan padanya agar jangan menangis.

Aku tahu kau sangat tegar noona.
Bahkan jauh lebih tegar dari yang ku tahu.

Dan kuharap kau akan selalu tegar nantinya…

Jangan menangis noona ku, karena kau tahu alasannya.
Air matamu terlalu berharga untuk jatuh begitu saja, apalagi untukku. Dongsaengmu yang nakal.

 ==================to be continue=================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s