Geotjimal [Part 5]

Tittle:
GEOTJIMAL [Part 5]
Genre:
Romance, Action, Friendship
Starring:
Choi Kyuhyun
Lee Donghae
Choi Sooyoung

Author PoV
Kyuhyun memandangi tangannya yang masih dipeluk, yang hangat oleh air mata Sooyoung. Baru kali ini ia mimpi buruk, bangun dan mendapati seseorang menggenggam tangannya untuk menenangkannya. Mungkin begitu simple, sesimpel rasa kesepiannya. Tapi Kyuhyun tidak dapat menyembunyikan kebahagian serta rasa terima kasihnya.


Semalam ia bermimpi tentang peristiwa penembakan ibunya. Setelah sekian lama melupakannya, tiba-tiba saja ia memimpikannya. Bahkan lebih sering. Sungguh sangat menyiksanya. Kyuhyun menutup mata sebentar , berusaha untuk mengenyahkan bayangan suram mimpinya. Hari ini ia ingin berpikir jernih. Kyuhyun membelai kepala Sooyoung pelan.
“terima kasih sudah menggenggam tanganku, Soo…,” bisik Kyuhyun sepelan mungkin, takut membuat Sooyoung terbangun.
Pelan-pelan Kyuhyun beranjak dari ranjangnya. Ia memindahkan tubuh Sooyoung ke ranjangnya. Pasti tidur terduduk seperti tadi sangat membuat badan Soo sangat capek, batin Kyuhyun. Sepelan mungkin Kyuhyun meletakkan Sooyoung di kasur dan tak lupa menyelimuti. Kyuhyun menatap sendu kearah Sooyoung.
“harusnya kau memilih Donghae daripada aku, Soo.”
Kyuhyun keluar dari kamar dan tak lupa membawa ransel. Sesampainya di meja loby, Kyuhyun langsung mengeluarkan laptopnya. Mengkoneksikannya dengan internet hotel. Jari-jarinya mengetik di keyboard dan ia tersenyum simpul saat mengetahui ada 2 inbox.
“Lee Donghae..kau yang terhebat,” puji Kyuhyun.
Tanpa basa basi lagi, Kyuhyun langsung men-dwonload file yang dikirimkan Donghae.
Data Level 3
Mafia Kumo Jepang; Yamamoto Mirai
Kyuhyun membaca semua laporan mengenai Kumo ‘bandar mafia dan obat-obat terlarang’. Ketua Kumo ternyata bukan Yamamoto, pria itu hanya kaki tangan. Nama kelompok mafia ini memiliki arti laba-laba. Seperti namanya, mafia ini sangat lihai dalam hal mengatur strategi dan jebakan. Banyak polisi maupun agen yang disulitkan dengan kecerdikan Kumo ini.
Baru membaca beberapa laporan Kyuhyun menyadari bahwa lawannya bukan orang sembarangan. Ini akan sulit jika ia gegabah dalam melakukan tindakan balas dendam.Yamamoto orang yang ahli di bidang ini. Tanpa sadar Kyuhyun mengepalkan tangan, geram.
“KYU!!!” teriak Sooyoung dari kejauhan. Dengan sigap Kyuhyun mengganti tampilan layar monitor dengan acara tv.
“Soo, kau dudah bangun?” tanya Kyuhyun.
“kau membuatku serangan jantung,” ucap Sooyoung yang masih mengatur nafasnya.
“aku mencarimu kemana-mana, aku takut kau menghilang.”
“untuk apa aku menghilang. Tadi aku ingin membangunkanmu tapi sepertinya kau tidur sangat nyenyak. Jadi aku pergi kesini sambil menikmati cappuchino,” ujar Kyuhyun santai. “Lain kali jangan tidur terduduk seperti itu, badanmu pasti sakit semua,” sambung Kyuhyun dan itu jelas membuat Sooyoung tidak enak. Ia hendak bilang sesuatu tapi tangannya keburu disambar Kyuhyun.
“bagaimana kalau kita sarapan?” tawar Kyuhyun.
“sarapan?”
“setelah itu, kita keliling Kyoto. Bagaimana? Tiba-tiba aku sangat rindu kota ini,” ujar Kyuhyun dan jelas saja Sooyoung langsung menyetujuinya. Ia sangat senanng Kyuhyun tahu apa yang ia mau.
“baiklah. Aku akan dandan sebentar.” Sooyoung langsung pergi kembali meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun membuang nafas lega, akhirnya ia akan berjalan-jalan juga di Kyoto. Padahal ia sudah menahannya. Tak apalah kalau ia akan pergi bersama Sooyoung. Kyuhyun membereskan laptopnya dan menuju kamar untuk berganti pakaian juga.
=========================================================
Ueno Park
Tempat yang paling ingin dikunjungi Sooyoung adalah taman Ueno. Sebelumnya Kyuhyun menolak keras permintaan Sooyoung tersebut. Karena menurutnya pergi ke taman itu hanya akan membuang uang saja. Lagipula di taman Ueno yang dilihat hanya seribu pohon sakura dan sejenisnya berjajar rapi di sepanjang jalan setapak. Mungkin terlihat indah dimata Sooyoung tapi tidak untuk Kyuhyun, ia lebih menyukai musim salju daripada musim semi. Ia menyukai salju yang turun daripada bungan sakura yang berguguran.
Tapi apa mau dikata, Kyuhyun ingin membuat Sooyoung senang dan ia yang mengajak Sooyoung pergi. Akhirnya Kyuhyun mau diajak ke taman Ueno. Tentu saja Sooyoung sangat senang dan berterima kasih kepada Kyuhyun yang mau memaklumi sikap manjanya.
“gomawo.”
“ini sudak kedua puluh kalinya kau mengatakannya.”
“gomawo Kyu.”
“Soo…kau ingin aku marah.”
Sooyoung tak peduli dengan gertakan Kyuhyun. Ia mulai terbiasa sekarang. Ternyata Kyuhyun yang ia kenal sewaktu kecil sudah mulai berubah. Kyuhyun bisa juga marah padanya padahal dulu Kyuhyun sangat pendiam.
“kau lihat kan Kyu, sakura lebih indah jika dilihat disini,” ujar Sooyoung.
“sama saja,” sahut Kyuhyun.
“kau tidak suka sakura ya?” tanya Sooyoung.
“suka. Tapi juga tidak,” jawab Kyuhyun. Sooyoung memandang Kyuhyun bingung.
“sakura adalah bunga kesukaan okasan,” sambung Kyuhyun lagi dan ini membuat Sooyoung cukup mengerti jawaban Kyuhyun tadi.
“baiklah…. Mari kita lupakan masa lalu sambut masa depan dengan bahagia. Kau setuju Kyu?”
Kyuhyun mengangguk. Sooyoung tersenyum membalas dan tanpa ragu Sooyoung menggenggam tangan Kyuhyun. Sejenak tak ada respon dari Kyuhyun namun tak ada penolakan juga.
“Kyu…”
Kyuhyun tersenyum dan ia membalas genggaman Sooyoung.
Sooyoung dan Kyuhyun berjalan menyusuri jalanan setapak sambil mengenang masa kecil mereka. Dan inilah kesempatan Sooyoung untuk lebih mengenal kyuhyun luar dalam.
“hei, Kyu.”
“hmm.”
“kau punya orang yang kau suka?”
“entahlah.”
“jawaban macam apa itu?”
Sooyoung dan Kyuhyun saling berhadapan dan tertawa kecil.
“jebakan apa lagi ini?” tanya Kyuhyun balik ke Sooyoung.
“aku suka padamu Kyu.” Dua kali Sooyoung mengucapkannya. Langkah Kyuhyun hampir terhenti mendengar penyataan Sooyoung kedua kalinya. “kau tahu artinya kalimat itu?”
“ya, tentu saja. Aku kan bukan orang bodoh,’ ucap Kyuhyun mencoba bercanda.
Sooyung mengangkat kepala untuk memandang langsung mata Kyuhyun. Sorot mata yang berbeda dari sebelumnya, sorotannya tajam.
“ya, cinta. Kukira konyol jika seorang perempuan mati-matian mencintai seseorang. Tapi, ternyata tidak juga.” Sooyoung menghela nafas, wajahnya kembali merona. “cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba, kau baru sadar cinta menyergapmu.” Sooyoung tersenyum mendengar perkataannya barusan.
Sooyoung meremas jari Kyuhyun pelan. Mereka berhenti berjalan,Kyuhyun memandang Sooyoung.
Seperti apakah perasaan cinta itu?, Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri.
Lalu tanpa Kyuhyun sadari ia memeluk Sooyoung erat. Ia tak bisa membalas perkataan Sooyung dan hanya ini yang bisa ia berikan. Bahwa mungkin ia memiliki perasaan yang sama seperti Sooyoung.
=========================================================
“tidak mau aku antar?” tanya Kyuhyun kembali.
“tidak usah. Aku akan kesana sendiri.”
“gwencana?”
Sooyoung mengangguk. “terima kasih sudah mengingatkanku Kyu. Hampir saja aku melupakan otosan. Seharusnya aku mengunjunginya sesampainya di Kyoto.”
“jangan memaksakan diri Soo.”
Sooyoung meremas genggaman tangan Kyuhyun sekali lagi. Ia sudah membulatkan niat untuk datang kemari dan ia tak mau menyesalinya. Ia ingin melihat otosan-nya. Sooyoung keluar dari taksi dan melambaikna tangan kearah taksi yang ditumpangi Kyuhyun.
Kyuhyun mengirimkan pesan ke ponsel Sooyoung.
Jika kau mau pulang ke hotel, telepon aku.
Tak lama kemudian ponsel Kyuhyun berbunyi, sebuah panggilan masuk.
“tuan Cho Kyuhyun?”
“haik, Yuuta.”
“bisa kita bertemu malam ini. Aku akan menunggu di Club Doshisa jam 7.”
“okke.”Kyuhyun memasukkan ponselnya ke saku. Entah mengapa persaannya tak baik.
========================================================
Sooyoung PoV
Ia memandangi bangunan rumah di depannya. Rumah yang terlalu banyak kenangan baginya dan juga okasan. Rumah yang selalu menjadi tempat perlindungannya. Tapi sekarang rumah ini terkesan sangat sepi walaupun megah dan mewah. Rumahnya adalah salah satu dari tiga rumah yang terbesar di Kyoto. Sebelum ia mengetahui pekerjaan otosan-nya, ia merasa otosan-nya adalah orang yang hebat dan sukses.
Aku menghela nafas lagi. Kali ini dirinya harus lebih berani lagi.
“anda siapa?”
“Arisa Mirai, anak dari Yamamoto Mirai,” kataku.
“nona Arisa?” penjaga gerbang itu bertanya kembali.
“aku ingin melihat rumah,” ujarku kembali.
Si penjaga gerbang itu mengangguk patuh. Dan langsung mempersilahkan ku masuk. Pekarangan rumah ini masih luas dan asri, sama seperti saat dirinya meninggalkan rumah ini terakhir kali. Di pekarangan ini ia biasa bermain bersama otosan dan melukis. Aku berjalan menuju pintu rumah yang jaraknya lumayan jauh jika berjalan kaki.
Sampai di depan pintu. Perlahan aku membuka pintu dan masuk ke rumah. Suasananya masih sama, tidak ada yang berubah. Aku berjalan melewati ruangan depan dan langkahku terhenti di ruang keluarga. Tempat kesukaanku. Tiba-tiba aku seperti melihat bayanganku bersama otosan.
Saat itu aku suka sekali memijat otosan di ruang ini, bercanda bersama otosan dan okasan.
“Arisa?”
Aku menoleh ke sumber suara. Dan aku tersenyum saat tahu siapa yang memanggilku tadi.
“Saori.” Aku memeluknya. Saori adalah pengasuhku. Ia bekerja di rumah ini sejak pernikahan otosan dan okasan.
“bagaimana kabarmu?”
“baik.”
“kau tumbuh dengan baik Arisa, kenapa baru pulang sekarang?”
“aku tidak pulang Saori, aku hanya mampir. Maaf….”
Saori terlihat murung, aku tak enak sudah membuatnya seperti itu. Tapi memang harus aku katakan.
“otosan?” tanyaku.
“ayahmu sedang pergi keluar negeri. Dia akan pulang lusa. Kau mau menunggunya?”
Aku menggeleng pelan. “aku akan bermalam disini dan besok aku harus kembali ke korea lagi.”
“tidap apa-apa. Pasti berat untukmu melihat ayahmu. Kau istirahat saja. Aku akan menyiapkan kamar untukmu.” Saori pergi. Aku memandang keliling ruangan ini dan pandanganku tertuju pada sebuah foto yang terpajang di salah satu sisi dinding.
Foto otosan, aku dan okasan.
Foto yang diambil saat aku berumur 6 tahun.
========================================================
Author PoV
“ada apa?”
“oh..kau sudah datang. Aku sudah menemukan tempat dimana kau bisa bertemu Yamamoto,” ucap Yuuta bangga.
“kau tidak usah berbohong, kau bukan akan mempertemukan aku dengan Yamamoto kan.”
Yuuta kaget, tak disangka kebohongannya akan terungkap dengan mudah.
“bagaimana—“
“aku tahu Yammoto sekarang tidak di Kyoto. Dia sedang di luar negeri. Jadi jelaskan padaku, kau membawaku kesini untuk bertemu siapa?”
Yuuta meringis mendengar penjelasan Kyuhyun. “ternyata kau pintar juga.”
“kau tahu club ini salah satu aset milik Kumo dan yang memilikinya adalah Chinatsu. Chinatsu sendiri adalah orang yang sangat dipercaya Yamamoto untuk mengurus semua club di Kyoto. Jadi aku bisa pastikan kau bisa bertemu Yamamoto dengan bantuan Chinatsu.”
“lalu? Apa yang harus aku lakukan?”
“kau harus berpura-pura membeli barang ke Chinatsu. Jadi kau akan menjadi mitranya. Bagaimana?”
“jika aku ketahuan?”
“kau harus kabur secepatnya. Jangan sampai tertangkap anak buah Chinatsu. Kalau sampai kau tertangkap, nyawamu akan melayang,” ujar Yuuta. “maaf aku tak bisa membantu lagi. Tugasku sampai disini. Kau harus hati-hati.”
Yuuta meninggalkan Kyuhyun yang kini sedang dilanda resah. Apakah ia akan tetap melakukannya? Sedangkan orang yang ia cari sedang tak ada di Kyoto. Kyuhyun benar-benar bingung, keputusan apa yang ia akan ambil untuk saat ini.
Sebuah pesan muncul di layar poselnya. Dari Sooyoung.
Aku menginap di rumah, besok pagi aku kembali ke hotel.
Kyuhyun mengangguk, baru saja ia memutuskan pilihannya.
========================================================
Kyuhyun memutuskan untuk mencoba menyamar sebagai bandar. Ia berharap sikapnya tidak akan dicurugai oleh anak buah Chinatsu. Kyuhyun mendekati salah satu penjaga dan membisiki penjaga itu. Tak lama kemudian penjaga itu mengangguk, tanda tahu apa yang dimaksudkan Kyuhyun. Penjaga tadi masuk ke sebuah ruang VIP untuk melapor. Kyuhyun menunggu di luar dengan gelisah. Beberapa menit kemudian.
“kau tidak bisa menemui tuan Chinatsu,” ujar penjaga tadi setelah kembali ke tempatnya.
“kau sudah mengatakan namaku, aku ini bandar terkenal di Osaka.”
“aku sudah mengatakannya, tuan Chinatsu sedang tak mau diganggu sekrang,” ujar penjaga itu kembali.
Kyuhyun merasa ini akan sulit. Lalu dengan nekatnya Kyuhyun masuk dengan paksa ke ruang VIP tersebut. Dua penjaga langsung menghadang Kyuhyun, dengan sigap Kyuhyun mengeluarkan teknik judo sabuk hitamnya. Tak butuh lama untuk Kyuhyun melupuhkan dua penjaga tersebut.
BRAKKK
Kyuhyun membuaka pintu VIP dengan kasar. Semua mata tertuju pada Kyuhyun sekarang. Dan seorang yang berambut gondrong menatap Kyuhyun dengan bengis.
“apa yang kau lakukan?”, tanya orang berabut gondrong yang ternyata adalah Chinatsu.
“kau yang bernama Chinatsu? Aku ingin bicara denganmu,” kataKyuhyun dan langsung duduk berhadapan dengan Chinatsu. Beberapa anak buah Chinatsu sudah bergerak mendekati Kyuhyun.
“berhenti! Biarkan dia bicara dulu,” perintah Chintasu.
“aku sudah katakan aku kesini sebagai bandar. Mengapa kau mengusirku? Jadi begini sikap anggota Kumo, tidak sopan terhadap pelanggannya,” ujar Kyuhyun.
“cih. Memang kau siapa? Aku penguasa Kyoto belum pernah mendengar namamu.”
“aku orang baru, pengusaha baru di bidang ini. Aku tertarik dengan barang kalian dan aku ingin membelinya.”
“HAHAHAHA…..kau orang baru, tapi tahu selera yang bagus,” Chinatsu benar-benar kagum pada pemuda yang berani ini. “berapa yang kau tawarkan?”
“aku bisa membayarnya dua kali lipat dari harga asli. Kau bisa percaya padaku.”
“hati-hati bos, kita belum terlalu kenal dengan pemuda ini,” bisik seorang pengawal Chinatsu.
“aku ingin lihat uangnya dulu,” kata Chinatsu membuat Kyuhyun agak goyah. Di rekeningnya sekarang uang sebesar itu tak ada. Lalu bagaimana ia akan membuktikannya.
“sebelum aku memberimu uang,aku ingin kau mempertemukanku dengan tuan Yamamoto Mirai.”
Mendengar nama tuannya disebut, Chinatsu mulai tidak enak. Ia merasa ada yang ganjal dengan pemuda ini. Untuk apa pemuda ini bertemu dengan Yamamoto. Jangan-jangan dia adalah orang suruhan Yamamoto. Ditugaskan untuk mengahancurkannya.
“bunuh dia!” bisik Chinatsu kepada pengawalnya. Si pengawal mengangguk dan ia memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Kyuhyun. Sadar jika keadaan berbalik, Kyuhyun langsung mencari kesempatam kabur. Namun langkahnya dihadang. Anak buah Chinatsu mengelilingi Kyuhyun. Ia benar-benar akan dikeroyok. Satu banding sepuluh, ditambah dia bertarung dengan tangan kosong.
Terjadilah perkelahia sengit. Kyuhyun beberapa kali jatuh bangun ditonjok anak buah Chinatsu.
BUG
Kyuhyun merasa belakang kepalany dipukul dengan benda tumpul. Pandangan Kyuhyun memudar, kepalanya sangat sakit. Badannya mulai limbung, dan ia terjatuh. Pukulan demi pukulan masih menghujani Kyuhyun setelah iapingsan. Sepertinya orang-orang ini sangt buas.
“bawa dia ke gudang!” perintah Chinatsu.
=======================================================
Malam itu Kyuhun benar-benra babak belur. Ia disekap di sebuah gudang. Orang-orang berdatangan untuk menjaga dirinya. Tidak pernah mereka memberi Kyuhyun makanan, hanya pukulan yang ditujukan ke Kyuhyun, membuat badanya seakan remuk.
“SIAPA KAU??”
“….”
“pukul dia,” ujar Chinatsu. BUG
“kau orang suruhan Yamamoto?”
“….”
“JAWAB PERTANYAANKU BODOH!!!” Chinatsu menendang perut Kyuhyun.
Chinatsu mendekati wajah Kyuhyun. Ia menarik rambut Kyuhyun kasar dan menjajarkan wajah Kyuhyun ke depan wajahnya. Belum sempat Chinatsu menampar, Kyuhyun sudah terlebih dulu menghujani wajah Chinatsu dengan air liur.
“SIAL!!! HABISI DIA!!!”perintah Chinatsu yang kesekian kalinya. Kyuhyun tak mampu bergerak ia menerima pukulan –pukulan itu dengan suka cita. Ia menahan rasa sakitnya. Ia terlihat sekarat. Tapi Kyuhyun tak mau mati sekarang, ia harus tetap hidup. Makanya Kyuhyun menahan semua sakit yang mendera seluruh tubuhnya. Ia harus tetap hidup!!
========================================================
Dua hari kemudian…
Sooyoung nampak gelisah, sedari tadi ia mengenggam ponsel miliknya. Berharap bahwa Kyuhyun akan menelponnya. Sepulang dari rumah Sooyoung kaget saat tahu bahwa Kyuhyun menghilang. Orang di hotel pun mengatakan bahwa Kyuhyun tidak pulang sejak dua hari yang lalu. Tentu saja ini membuat Sooyoung cemas dan khawatir. Ia takut hal buruk terjadi pada Kyuhyun. Untuk itu sekarang ia sedang menunggu Donghae di bandara. Ia berharap Donghae bsa membantunya.
“Sooyoung-ah,” kata Donghae membuat Sooyoung kaget.
“gwencana?” tanya Donghae, Sooyoung menggeleng dan langsung memeluk Donghae. Donghae balas memeluk Sooyoung, ia merasakan Sooyoung yang bergetar hebat.
“tenanglah, kita akan mencari Kyuhyun. Kita akan membawanya pulang ke korea,” ujar Donghae pelan.
“Kyu.. tidak akan mati bukan?”
“dia cukup kuat dan susah untuk mati,” jawab Donghae. Hari ini setelah mendapatkan kabar dari Sooyoung, Donghae mengajak Kangin ajusshi untuk pergi ke Jepang. Karena latar belakang Kangin ajusshi yang pernah di tinggal di Jepang, Donghae memutuskan untuk membawa serta Kangin. Ia memang merasakan ada hal buruk setelah ia memberikan laporan tentang Yamamoto. Ternyata dugaannya benar, sekarang Kyuhyun menghilang tanpa jejak.
========================================================
Donghae dan Kangin ajusshi mulai melakukan penyelidikan. Kangin menelepon beberapa kenalannya untuk membantu mencari. Donghae agak tidak percaya dengan Kangin karena kenalan Kangin adalah seorang preman. Bagaimana bisa Kangin mempercayakan pencarian kepada seorang preman. tapi Kangin malah menyuruh Donghae untuk sedikit santai, mereka akan menemukan Kyuhyun dalam 24 jam ini.
Sooyoung tak nyaman berada di hotel. Ia terus saja memikirkan keselamatan Kyuhyun. Ia pun tak bisa terus diam seperti ini, ia harus membantu Donghae juga untuk mencari Kyuhyun. Tiba-tiba Sooyoung ingat sesuatu. Ia bisa meminta bantuan seseorang. Ya! Seseorang yang punya andil besar di Kyoto.
Segera Sooyoung beranjak dan pergi ke tempat otosan-nya. Ia akan meminta bantuan anak buah ayahnya. Walaupun sebenarnya ini sungguh berat bagi Sooyoung tapi ia tidak punya pilihan lain.
“tuan ada nona Arisa,” ujar Becky kepada tuannya yang sedang beenang.
“kau bilang Arisa? Dia disini?” tanya Yamamoto meyakinkan. Becky mengangguk cepat.
Yamamoto keluar dari kolam renang dan mengeringkan badan. Muka Yamamoto terlihat senang. Ia tak menyangka anak perempuannya akan datang menemuinya. Ia sudah menunggu selama 13 tahun untuk kesempatan melihat anaknya.
“Arisa….”
Sooyoung menoleh, dan ia mendapati otosannya berdiri. Ia menatap wajah otosannya yang bertambah tua tapi tetap saja mennjukkan ketegasan.
“duduklah, kita sarapan bersama,” ujar Yamamoto. Sooyoung mengikutinya.
“bagaimana kabarmu?” tanya Yamamoto.
“baik.”
“otosan sangat senang melihatmu disini. Kau tumbuh menjadi gadis yang dewasa Arisa.”
“otosan…ada hal yang ingin aku sampaikan”
Yamamoto meletakkan kembali roti yang ingin dimakannya dan kembali memandang Sooyoung.
“aku ingin minta tolong….seorang temanku hilang di Kyoto. Dia sudah tidak pulang selama dua hari ini. aku berharap anak buah otosan bisa membantuku menemukannya,” ujar Sooyoung.
“jadi, kau datang kemari karena alasan ini. Kau menyuruhku untuk mencari orang hilang. Jika temanmu itu tidak hilang, maka kau tidak akan menemuiku. Begitu?”
“maaf…”
Yamamoto terlihat masam ia membuang muka kesal. Ia benar-benar marah. Tiba-tiba saja Sooyoung sudah beranjak dari kursinya.
“aku bisa terima jika otosan tidak bisa membantuku. Aku pamit pergi.” Sooyoung memberi hormat lalu berjalan ke luar rumah.
“Becky, antar Arisa,” ujar Yamamoto.
“tidah usah. Aku bisa sendiri. Dan otosan …. aku ingin memberitahumu, saat ini dan seterusnya aku mungkin tidak bisa menyapamu dengan sebutan otosan. Karena sekarang aku bernama Choi Sooyoung, anak dari Choi Jonghun. Jadi panggil aku Sooyoung,” jelas Sooyoung.
“sayang…siapa dia?” tiba-tiba seorang perempuan datang dan melewati Sooyoung begitu saja. Perempuan yang menarik dan cantik. Bisa dipastikan umur perempuan ini sama dengan Sooyoung.
“dia anakku .”
“oh.. anak yang meninggalkan otosannya 13 tahun lalu itu,” ujar perempuan tadi.
“aku pergi. Permisi.” Sooyoung memberikan hormat ke Yamamoto dan perempuan itu. Lalu berjalan keluar rumah diikuti Becky.
“kau tidak apa-apa?” tanya perempuan itu. Yamamoto tak tahu harus menjawab pertanyaan istrinya bagaimana.
=======================================================
“yakin ini tempatnya?
“jangan banyak bertanya Hae,” ujar Kangin. “ambil senjata kalian,” sambung Kangin lagi.
Segera dua orang yang membantu Kangin dan Donghae mengambil senjata dari dalam tas Kangin. Begitu juga dengan Donghae.
“apa yang kau lakukan?”
“mengambil senjata,” jawab Donghae.
“semuanya mengambil senjata kecuali kau!” Kangin merebut pistol dari tangan Donghae dan kembali memasukkannya ke tas. Donghae menatap sebal ke Kangin.
“kau bertugas menjaga mobil ini, jangan sampai kau meninggalkan mobil ini.” Kangin dan dua orang keluar dari mobil dan mulai berjalan mengendap-ngendap.
Kangin mengawasi gudang kayu yang tak berbentuk lagi. Kangin menghitung ada sekitar lima orang penjaga yang bersenjata laras panjang. Belum lagi yang di dalam gudang.
“aku duluan,” bisik Kangin sambil menuju pintu masuk gudang dan dua orang lainnya melumpuhkan tiga penjaga.
Kangin dan dua orang lainnya saling pandang.
Kangin menegakkan jari telunjuknya. Mereka di atas!
Dua orang mengangguk.
Baru saja mereka berbalik badan, pintu gudang terbuka…
Kangin dan dua orang tersebut langsung menoleh.
Dan semuanya berlangsung dengan cepat. Sebuah tendangan dilepaskan Kangin.
Bug!
Sekarang semua orang tertuju pada pintu gudang. Tembakan demi tembakan mulai terjadi. Kangin dan dua orang itu berlindung di balik tangki-tangki.
“ajushhi…”
“kau! Kenapa disini?”
“aku tidak bisa diam saja ajusshi.”
“dasar anak bodoh! Kalau kau mati tertembak bagaimana?”
“tenang saja, aku agen NSS.”
“itu tidak bisa menjamin!”
Kangin menembakan pelurunya ke orang-orang. “kau cari dimana Kyuhyun disekap. Aku akan membereskan ini,” ujar Kangin.
Donghae menunduk melindungi dirinya. Ia berjalan mendekati pintu belakang. Sebelum dia kemari, Donghae sudah melihat dimana Kyuhyun dibawa pergi tadi. Belum sempat Donghae mengambil langkah untuk lari.
DOR!
“Donghae!”
“Arghhhh!” Donghae mengerang. Tangan kanannya tertembak. Kangin langsung membalas tembakan ke orang yang menembak Donghae.
“apa kubilang, kau tidak berguna disini!”
“ajusshi aku tahu dimana Kyuhyun! Aku akan menyelamatkannya!” ujar Donghae mantap ia tak peduli lagi sakit di lengan tangannya.
“hati-hati,” ujar Kangin.
===================to be continue=====================

One thought on “Geotjimal [Part 5]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s