Global Warming, Kutub dan Pinguin

Es abadi di Kutub Utara kini semakin menyusut setiap tahunnya , seperti digambarkan pada perbandingan kondisi musim dingin tahun 2007 dan 2008.
perhatikan perbandingan di bawah ini yahh …

Lapisan es abadi di kutub utara mungkin hilang sama sekali tahun ini sesuai prediksi para ahli. Jika kondisi tersebut benar-benar terjadi, kenaikan muka air laut akibat pencairan es besar-besaran tidak dapat dicegah seperti yang ditakutkan selama ini.

jika benar seperti itu , kasihan dong beruang seperti gambar di bawah ini ..
sungguh terlalu !

Mark Serreze, dari Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) AS, mengatakan musim panas tahun ini diperkirakan ekstrim sehingga dapat menyebabkan lapisan es kutub benar-benar habis.

apakah musim panas yang ekstrim disebabkan karena pemanasan global ?
salah satunya adalah efek rumah kaca ?
benarkah ?
mari kita lihat bersama …

waaww …
Sejumlah faktor yang mepengaruhi kondisi es kutub utara telah menyebabkan lapisan es di Kutub Utara sangat tipis sehingga berisiko saat memasuki musim panas.

Pada September 2007, tebal lapisan es di permukaan perairan Arktik mencapai rekor terendah. Bahkan karena hal tersebut, terusan Utara-Barat yang selama ini beku dan menghubungkan Greenland dan Alaska dapat dilalui kapal. Lapisan es di kawasan tersebut memang menebal kembali saat musim dingin, bahkan pada puncaknya Maret 2008 lebih luas dari cakupan es setahun sebelumnya.

Meski demikian, tren jangka panjang yang diukur sejak tahun 1978 menunjukkan bahwa luas es di Antartika terus menyusut. Kalaupun luasnya bertambah, yang terbentuk adalah lapisan es muda berusia setahun yang lebih mudah meleleh. Sementara itu, lapisan es abadi cenderung terus berkurang. NSIDC mengukur, luas lapisan es abadi di kutub utara rata-rata menurun 44.000 kilometer persegi setiap tahun.

“Inilah hal yang harus mendapat perhatian dunia. Yang paling merisaukan adalah fakta bahwa es berumur tahunan – yang tidak meleleh saat musim panas – tidak pulih secepat es Arktik yang biasanya meleleh,” ujar Serreze. Luas lapisan es yang meleleh saat musim panas rata-rata setengah dari es baru yang terbentuk antara September hingga Maret. Namun, pada tahun 2007, hampir semua lapisan es yang baru terbentuk mencair.

Selain itu, pada musim dingin tahun ini terjadi fenomena puncak osilasi Arktik positif. Kondisi tersebut diketahui akan menyebabkan aliran angin kuat yang akan memaksa es abadi di Arktik meleleh dan airnya mengalir ke pantai timur Greenland. Kejadian-kejadian ekstrim seperti itulah yang menyebabkan lapisan es di kutub utara makin tipis dan muda.

Meski demikian, faktor-faktor alam lainnya dapat menyelamatkan lapisan es abadi. Jika tren aliran angin hangat seperti pada musim panas tahun lalu, kutub utara akan kehilangan banyak es abadinya. Namun, jika banyak berembus angin siklon yang bersifat mendinginkan, lapisan es akan selamat.

Tidak hanya beruang kutub dan penguin yang terancam hidupnya akibat perubahan es yang drastis di Kutub Utara seperti digambarkan dalam film “Earth”. Manusia juga harus siap menghadapai dampaknya jika muka air laut naik, pasang, dan gelombang besar.

Penguin adalah satwa yang kini harus berjuang mempertahankan hidup saat lapisan es di kutub utara semakain menysusut akibat pemanasan global. Bahkan, ringkasan penelitian terakhir yang dirilis WWF International menyatakan bahwa empat spesies penguin yang hidup di Antartika terancam punah.
Pemanasan global telah menyebabkan hilangnya lahan paling berharga bagi penguin untuk membesarkan keturunnya. Ancaman kepunahan juga dipicu menurunnya sumber makanan akibta perubahan iklim kutub..
“Kelihatannya binatang kutub ini akan harus menghadapi  perjuangan  keras yang ekstrem  untuk beradaptasi pada perubahan iklim yang tidak bisa diramal,”kata Deputi direktur Program Perubahan Iklim Global WWF Anna Reynolds, belum lama ini.
Semenanjung Antartika memanas lima kali  lebih cepat daripada rata-rata pemanasan global. Samudera di bagian selatan sudah dihangatkan sampai kedalaman 3.000 meter.
Area lautan es sudah berkurang 40 persen dari ukurannya sejak 26 tahun lalu. Penurunan ini  membuat jumlah udang juga berkurang dan sumber utama makanan
Penguin chinstrap di beberapa koloni berkurang sebanyak 30-66 persen dan membuat penguin muda makin sulit untuk bertahan hidup. Cerita yang sama juga terjadi pada Penguin Gentoo yang sangat tergantung dari stok udang yang terlalu banyak diambil manusia.
Penguin Emperor, penguin terbesar di dunia juga sudah semakin berkurang ukurannya sejak setengah abad lalu. Suhu musim dingin yang lebih hangat membuat penguin ini harus bertahan dalam area es yang lebih tipis. Sudah sejak lama, lautan es mencair lebih dini sehingga banyak telur tak bisa bertahan untuk segera menetas dan menjadi penguin Emperor.
Sementara itu di pantai barat laut Semenanjung Antartika, pemanasan terjadi paling dramatis. Populasi penguin Adelie sudah turun 65 persen melewati 25 tahun terakhir.
“Tidak hanya karena makanan yang semakin jarang karena hilangnya lautan es, tetapi karena sepupunya penguin Chinstrap dan Gentoo yang menyukai panas menginvasi area ini,” kata Reynolds.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s