Please, Don’t Cry [Part 6] – End

Tittle               : PLEASE, DON’T CRY [Part 6]- Ending

Author             : Falcondhe hacker
Main Cast        : Choi Minho, Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jung Krystal
Genre              : Romance

Suatu pagi saat aku terbangun….

Dadaku terasa sangat sakit.

Nyeri yang teramat sangat itu datang lagi.

Aku mencoba meraih obat yang berada diatas meja kecil di samping tempat tidurku. Tanpa dapat kuduga, ternyata botol itu kosong.

Obat penahan nyeriku habis.

Aku mencoba meraih telepon genggamku yang berada disamping obat penahan nyeriku. Mencoba menghubungi Sooyoung noona.

Tak lama Sooyoung noona mengangkat telepon dariku.

“Noo…na…tolongg…sa..kit…”  ucapku pelan dan terputus-putus.

Pandanganku mulai nanar.

Tanpa sempat berkata lebih lanjut, semuanya gelap.

=========================================

Aku terjaga dari tidurku.

Samar kudengar suara seseorang menangis.

Aku berusaha membuka mataku, tapi tak bisa.

Aku tahu, noona ku sedang menangis disampingku.

Tapi aku tak dapat bergerak ataupun memegang tangannya.

Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi…??

Kudengar derap langkah kaki seseorang mendekat kearahku.

Samar dia berkata.

“Donornya sudah ada. Kita harus cepat mengoperasi Minho, sepuluh menit lagi operasi besar akan dilakukan. Mencangkok jantungnya,”  ujar suara itu yang kuyakini adalah kakak iparku, dokter Cho.

Samar kudengar noona ku menangis.

“Tenanglah…Minho akan baik-baik saja. Operasi ini pasti akan berhasil. Percaya padaku…”  ujar dokter Cho meyakinkan noonaku.

Jangan menangis noona…karena aku tak dapat menghapus air mata itu, batinku.

Perlahan semuanya tampak gelap.

Kosong.

=========================================

Perlahan mataku terbuka.

Kulihat noonaku sedang tertidur disamping ranjang dimana aku terbaring sekarang.

Kuraih kepalanya lalu kubelai lembut.

Maaf noona, aku menyusahkanmu lagi.

Selalu membuat hatimu merasa cemas, batinku.

Tiba-tiba noona terbangun.

“Minho-ah…” panggilnya pelan.

“Kau sudah sadar? Aku sangat senang,” ucapnya.

“Noona….” panggilku lemah.

“Jangan terlalu banyak bicara. Kau masih sakit.”

“Krystal… dimana dia?”  tanyaku dengan suara yang masih sangat lemah.

Noona tak menjawab pertanyaanku.

Dia terdiam.

“Noona, Krystal mana?” tanyaku lagi.

Kulihat air mata kembali mengalir di pipi noona ku.

Airmata yang mengisyaratkan sesuatu yang buruk.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Krystal…Ada apa ini??

=========================================

Satu minggu telah berlalu sejak operasi cangkok jantungku yang dinyatakan berhasil. Aku pun mulai berangsur-angsur pulih.

Jantung ini.

Jantung baru untukku.

Tapi entah mengapa aku merasakan sesuatu yang tidak biasa pada jantung baruku. Sepertinya jantung ini menyatu dengan diriku. Seperti telah mengenalku lama.

Dokter Cho dan Sooyoung noona masuk ke kamar rawat inapku.

Kulihat sebuah amplop berwarna biru muda sedang dipegang oleh dokter Cho.

“Noona, Krystal mana? Mengapa kau tak pernah menjawab bila kutanya tentang Krystal? Aku ingin minta maaf padanya,” tanyaku penasaran.

Noona dan dokter Cho saling bertatapan, kemudian noona menunduk. Aku tahu dia akan kembali menangis.

“Krystal… sudah tidak ada Minho…” ujar Sooyoung noona pelan sambil terisak.

Raut wajahku langsung berubah seketika.

“Apa yang noona katakan?? Tidak ada bagaimana??”  tanyaku lagi.

Tanpa kusadari airmataku ikut mengalir bersama perasaan sakit yang kurasakan saat ini.

“Krystal ternyata menderita leukimia. Selama ini dia menyembunyikannya dari kita semua, terutama darimu Minho. Penyakit itu telah menggerogoti tubuhnya selama setahun terakhir ini hingga dia benar-benar pergi,” jelas dokter Cho menahan airmatanya yang akan jatuh.

“Jantung yang ada di dalam tubuhmu, adalah milik Krystal,”  ujar noona ku.

Aku sungguh terkejut dengan pernyataan itu.

Tangisku semakin menjadi saat mendengar penjelasan itu.

“Tidak mungkin Noona. Ini tidak mungkin terjadi!!” ucapku menolak kenyataan itu.

Noona memelukku yang tiba-tiba menjadi rentan.

Duniaku terasa kosong seketika.

Aku terdiam.

Tak dapat mengatakan apapun lagi.

Dokter Cho menyodorkan amplop berwarna biru muda yang sedari tadi dipegangnya kepadaku.

“Ini pesan terakhir Krystal untukmu Minho,”  ucapnya.

Aku mengambil amplop itu. Hanya menatap tanpa berani membacanya.

“Sooyoung, biarkan Minho sendiri dulu. Kurasa dia membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.”

Sooyoung noona dan dokter Cho meninggalkan kamar inapku. Meninggalkan aku sendiri bersama surat terakhir Krystal.

Perlahan kubuka amplop itu dan kubaca suratnya.

Tuan Minho…Bagaimana keadaanmu setelah menjalani operasi pencangkokan?
Kuharap semua berjalan dengan lancar dan baik-baik saja…
Maafkan aku karena tak dapat menemanimu saat kau berusaha bertahan hidup diatas meja operasi.
Aku percaya kau kuat…Sangat kuat lebih dari yang kutahu.
Saat kau sadar, aku tak akan pernah bisa lagi menyapamu seperti saat pertama kali kita bertemu di rumah sakit ini…

Kau ingat kan?
Aku pernah bercerita tentang cinta pertamaku. Cinta yang tak berbalas dari seseorang yang kusukai…
Kau tahu…Pria itu adalah kau, Choi Minho.
Aku menyimpan perasaan itu untuk diriku sendiri tanpa pernah bermimpi kau akan menjadi milikku kelak.
Saat kau memintaku untuk menjadi pacarmu, kau tahu perasaan yang kurasakan saat itu?
Tak dapat terlukiskan…Sungguh sebuah perasaan bahagia yang tak dapat kuungkapkan, bahkan melalui surat ini.
Aku bahagia Minho…Sangat bahagia.
Walaupun perasaan itu tak lama…
Satu tahun lebih sudah sangat cukup bagiku dapat merasakan cinta darimu…
Terima kasih Minho, kau telah membuat mimpiku menjadi nyata…
Mimpi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya…Yaitu bersamamu.

Kumohon jangan menangis jika kau tahu aku sudah tidak di dunia ini lagi.

Aku tak bisa melihatmu menangis Minho. Kau harus kuat.

Tersenyumlah…itu akan membuatmu merasa nyaman.

Tentang kejadian terakhir kali itu, aku minta maaf.

Harusnya aku juga tidak membohongimu. Seharusnya aku yang bicara seperti itu padamu.

Aku tidak bisa memberimu masa depan.

Aku yang salah telah menerimamu menjadi pacarku.

 Maaf…aku salah.

Seharusnya kita tidak bertemu saja.

Tapi..tenang saja. Kata-katamu itu telah aku maafkan jadi kau juga harus memaafkanku.

Sehingga aku bisa tenang.
Tubuhku mungkin mati, tapi jantungku tidak…
Karena aku kini hidup didalam dirimu, aku bagian dari kehidupanmu…
Kita akan menghadapi masa depan berdua…
Kelak saat jantung itu berhenti berdetak, maka saat itulah kehidupan kau dan aku akan berakhir…
Tapi tidak untuk sekarang…

Karena kehidupan kedua antara kau dan aku baru akan dimulai.
Bahagialah Minho…

Bahagia hingga akhir kehidupan.

Berjanjilah…

 

[Jung Krystal ]

Krystal…Aku berjanji akan bahagia hingga kehidupanku dan jantung ini berakhir.

=========================================

Tiga puluh tahun kemudian…

Gundukan tanah itu tampak basah karena terguyur hujan.

Didalamnya terbaring tubuh Krystal, tubuh tanpa jantung. Karena jantung itu ada bersamaku sekarang.

“Krystal, bagaimana keadaanmu hari ini? Lihatlah, hari ini aku kembali membawakan bunga untukmu. Aku harap kau senang menerimanya,”  ujarku.

Kutatap batu nisan itu. Nisan yang telah usang karena termakan usia.

Krystal, aku telah cukup merasakan kebahagiaan selama tiga puluh tahun ini.

Aku lelah.

Kurasa kini saatnya aku datang menemuimu.

Jantung ini telah memberikanku hidup yang panjang. Cukup panjang untuk dapat merasakan detaknya.

Detak yang membuat perasaanku menjadi senang ataupun sedih.

Kedua perasaan itu selalu membuat airmataku mengalir.

Kurasakan jantung ini nyeri.

Mungkin ini saatnya aku menyerahkan kehidupanku.

Perlahan pandanganku tampak samar lalu gelap seketika.

Krystal tunggu aku…

Aku segera datang menemuimu.

=========================FIN=======================

One thought on “Please, Don’t Cry [Part 6] – End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s