Why Did I Fall in Love with You [Part 4] FINAL

Tittle               : Why Did I Fall in Love With You [Part 4]

Main cast        : Kim Jaejoong, Jung Jessica

Support cast   : Yoochun, Yunho, Junsu

Annyeong…akhirnya dengan semangat yang membara author nyelesain juga ini FF

Ini part terakhir, bagi yang kurang minat ama ending-nya..dibebaskan untuk berimajinasi sendiri. Karena saya hanya ingin menyuguhkan cerit yang beda saja. Gomawo ^^

Cerita sebelumnya….

 

“dengarkan aku Jaejoong. Aku memintamu..tidak..aku mohon kepadamu, tinggalkan aku. Aku akan menikah dengan Yusin. Untuk..untuk menyelamatkan perusahaan ayahku. Jadi tolong jangan persulit keadaanku.”

“Jessica..”

“terima kasih untuk semuanya.”

Tut tut tut

“Jessica? Jessica??”

Jaejoong mengecek layar handphonenya. Sambungan telepon dari Jessica telah putus.

Prang!

Jaejoong melempar handphonenya hingga pecah berserakan di lantai kamarnya yang dingin.

=======================================================

Klik.

Jessica mencengkram handphonenya untuk menahan amarah dan rasa sedihnya.

“kau puas sekarang?” sinis Jessica pada sosok lelaki di hadapannya.

“brengsek kau Yusin!”

Umpatan Jessica membuat Yusin marah. Ia mencengkram pergelangan tangan Jessica dengan kasar.

“kau pikir siapa dirimu?! Gadis tidak tahu diuntung!”

Bugh.

Jessica merasakan punggungnya perih karena terbentur dinding akibat dorongan Yusin. Ia menahan teriakannya untuk menjaga harga dirinya.

“kau yang membuatku berbuat kasar dan bertindak jauh seperti ini, Jessica. Jadilah gadis penurut jika kau masih ingin dirimu dan Jaejoong hidup.”

Jessica menatap nanar kepergian Yusin. Ia benar-benar membenci lelaki itu. Sama seperti rasa bencinya pada kedua orang tuanya.

Flashback –

“tinggalkan Jaejoong dan menikahlah denganku minggu depan.”

“apa?! Kau gila?!”

“orang tua kita sudah membicarakan hal ini, Jessica. Ini bukan negosiasi, tapi keputusan mutlak.”

“tidak. Aku tidak akan pernah mau menikah dengan lelaki bodoh, sombong, dan tidak berguna sepertimu.”

“ya! Apa kau bilang? Kau berani menolak pernikahan ini?”

Jessica tersenyum licik. “kau tuli Yusin? Apa aku perlu mengulangi ucapanku sekali lagi?”

“kau tuli, Jessica? Apa aku perlu mengulangi sekali lagi bahwa aku bisa melakukan apapun untuk menghancurkan orang tuamu dan Jaejoong.”

Jessica tersentak. “apa maumu?”

“kekasihmu, Kim Jaejoong. Dia yang menghancurkan mobilku waktu di jembatan itu, aku bisa menuntutnya. Menurutmu aku melupakan hal itu Jessica?”

“aku bisa dengan mudah memasukkannya ke penjara. Membuat hidupnya menderita. Atau jika aku mau aku bisa mengirimnya ke neraka dengan mudah. Aku juga bisa membuat keluargamu jatuh miskin saat ini juga. Jika kau masih ingin melihat orang-orang yang kau sayangi hidup bahagia, menyerahlah Jessica. Berhentilah melawanku.”

Flashback end –

=====================================================

Yusin tertawa setelah melihat berita di televisi. Ia tidak perlu melakukan apa-apa dan..bam! Jaejoong begitu saja masuk penjara tanpa campur tangannya.

“hmm..selamat menikmati harimu di penjara. Loser,” gumamnya diikuti seringaian.

Tak lama kemudian Yusin menggerutu ketika ponselnya berdering. Jessica menghubunginya. Ia yakin ini ada kaitannya dengan Jaejoong.

“nah..sekarang apa?”

Klik

“hmmm? Ada apa, Jessica?”

“kau mengingkari janjimu. Kau yang melakukannya! Kau menjebloskannya ke penjara?!”

Yusin menyeringai. “jika aku bisa, maka akan sangat menyenangkan. Sayangnya Jessica, orang lain telah mendahuluiku.”

“apa? Apa maksudmu?”

“honey..aku tidak melakukan apapun. Bukan aku yang melaporkan mereka. Bukan aku yang menjebloskan Jaejoong sialan itu ke penjara.”

“kau..ini bukan perbuatanmu?”

“benar. Gadis pintar..”

“honey?”

“kalau begitu bebaskan dia. Kau bilang kau bisa melakukan apapun bukan? Buktikan padaku Yusin.”

Yusin tersenyum licik. “tentu aku bisa melakukan apapun. Tapi apa yang bisa kudapat jika aku melakukannya?”

“aku akan menikah denganmu.”

“hei..sudah kubilang, pernikahan kita bukan negosiasi. Penawaran lain?”

“aku tidak akan lagi menemui Jaejoong.”

“Jessica-ya..itu juga bukan sebuah negosiasi. Kau harus melakukannya atau aku akan melenyapkannya.”

“lalu apa?! Apa yang kau mau dariku?”

“hhm..mudah. Ikut aku ke Perancis. Kita tinggalkan Seoul. Dengan begitu tidak akan ada lagi Jaejoong di antara kita.”

“honey? Hei..kau menolaknya? Tidak masalah. Aku tidak memaksa.”

“oke. Bebaskan dia segera.”

“Kim Jaejoong. Maksudmu hanya membebaskan Jaejoong tentu?”

“baik. Bebaskan Jaejoong.”

====================================================

Jessica terdiam menatap layar ponselnya. Sebuah nama tertera disana. Ya, Jaejoong menghubunginya. Kini ia yakin Yusin menepati janji untuk membebaskan Jaejoong. Tentu ia senang mengetahui hal itu, tapi bukan berarti ia bisa menjawab panggilan dari Jaejoong. Meski Jessica ingin mendengar suara lelaki itu, tapi ia tidak bisa melakukannya. Mereka harus berpisah sekarang. Semuanya akan menjadi lebih sulit jika mereka tidak segera mengakhiri hubungan mereka. Itulah yang Jessica pikirkan. Ia tidak mau Jaejoong terlibat lebih banyak masalah karena kehadirannya. Sekalipun ia tak tahu apa yang terjadi pada Jaejoong selama ini, ia tetap merasa bersalah karena semakin mempersulit hidup Jaejoong.

Jessica tetap terdiam menatap layar ponselnya. Membiarkan panggilan Jaejoong terabaikan puluhan kali. Dan membiarkan isak tangisnya mengalun bersama dering ponselnya.

===================================================

Prang!

Jaejoong melempar ponselnya hingga pecah terbelah menjadi beberapa bagian. Sama persis seperti yang dilakukannya saat Jessica memutuskan hubungan mereka.

Bang!

Jaejoong memukul dinding di sampingnya dengan amat keras hingga meninggalkan lebam di antara ruas jarinya.

“kenapa kau lakukan ini, Jessica? Kenapa?!”

Sekali lagi, Jaejoong melampiaskan amarahnya dengan memukul dinding. Meninggalkan jejak lainnya di tangan yang ia kepalkan.

“AARRGHH!”

==================================================

Jessica mengusap air matanya yang terjatuh ketika ia tengah mencoba gaun pengantin berwarna putih bersih. Satu minggu lagi, ya.. satu minggu lagi kehidupannya akan berakhir. Itu yang ia pikirkan saat mengenakan gaun pengantinnya.

Jessica mengamati pantulan dirinya di cermin. Gaun cantik yang dulu selalu ia impikan kini ia telah kenakan. Tapi menyadari bahwa bukan dengan lelaki yang ia cintai yang akan menikah dengannya, membuat Jessica benar-benar ingin merusak gaun itu.

“Jaejoong-ah..” panggil Jessica lirih.

Ia menatap cincin yang kini menjadi bandul kalungnya. Cincin perak pemberian Jaejoong.

Flashback –

Seusai pesta kecil dari Jaejoong untuk merayakan ulang tahun Jessica, Jaejoong mengantar gadis itu kembali ke rumah. Jessica bersandar pada punggung Jaejoong saat mereka berada di motor. Membuat jantung Jaejoong berdetak teramat cepat.

“Jaejoong,” panggil Jessica yang kini menyandarkan kepalanya pada bahu Jaejoong.

“hem?”

“kau tahu..aku merasa kita seperti romeo dan juliet.”

“benarkah? Ah..tapi aku tidak mau seperti mereka.”

“kenapa?” tanya Jessica heran.

“kita selalu dihalangi untuk bersama tapi kita selalu berhasil melawan bukan,” lanjut Jessica lagi.

Jaejoong mengangguk. “tapi kita tidak perlu mati untuk bisa bersama.”

“wae? Kau takut?” ledek Jessica.

“bukan.” Jaejoong tersenyum saat melihat ekspresi Jessica dari kaca spion.

“aku tidak mau kau meninggalkanku karena aku tidak akan bisa melihatmu meregang nyawa. Aku juga tidak mau meninggalkanmu dulu karena aku ingin menjagamu. Aku akan memperjuangkanmu.”

“benarkah itu? Kau tidak akan mmenjauhiku lagi?”

“tentu. Aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan hubungan kita.”

Flashback end –

“bodoh. Kita bahkan tidak akan bersama sekalipun kita mati,” ucap Jessica lagi.

====================================================

Jaejoong kembali bekerja seperti biasa. Lukanya sudah sembuh. Ia bisa memetik gitar kesayangannya lagi sekarang. Jaejoong tengah mengecek microphone nya saat seorang tamu memasuki kafe. Gadis bergaun biru itu. Gadis yang tiba-tiba meninggalkannya. Jessica. Jung Jessica.

Jaejoong ingin turun dari panggung dan menghampiri Jessica jika saja ia tidak menyadari kedatangan Yusin di belakang Jessica. Jessica tentu tahu akan ada Jaejoong karena ini jamnya bekerja sebagai penyanyi cafe. Dan ia juga tahu, Yusin memaksanya makan malam di kafe itu agar Yusin dapat melihatnya menolak Jaejoong. Seperti yang ia janjikan pada Yusin.

Jaejoong mengalihkan pandangan saat Yusin  meletakkann tangannya di pinggang Jessica. Ia tidak suka melihatnya. Ia ingin memukul Yusin kalau saja tidak ingat Jessica telah meninggalkannya. Yusin dan Jessica, keduanya memilih meja di tengah, sejajar dengan panggung kecil tempat Jaejoong berada.

naega ggoomgwuh watdun mae eelee uhneusae yuhgee geudae jabeun soneuro neukkyuhjyuh

uhjjuhmyun nuhmoo muljee molra malhajee mothaetjyo soomgyuh watdun geu maeumdo moreun chaero

geudaen uhddun maeum eengayo geu noon sogeh beechyuhon unjenga eui meerae majudo

modooga da nae guteengayo nan sala itna bwayo gamsahayo modeun guh gajyusseunee

Jaejoong menghentikan permainan gitarnya sejenak. Ia tersenyum miris, menyesali kenapa dirinya tiba-tiba menyanyikan lagu seperti ini. Membuatnya terlihat menyedihkan di mata gadis yang disayanginya.

Someday I’ll lay my love on you. Baby I don’t wanna lose it now

 Just one, nuboon eengur

 unjenga ooree man nan narchurum

 naega saraganeun han eeyoo

ojeek nuhreul weehan mambooneen nal

 arjanhah

[One-DBSK]

====================================================================

Jaejoong turun dari panggung setelah menyelesaikan tugasnya. Ia hendak menuju dapur saat Yusin memanggilnya. Dengan malas Jaejoong berbalik. Lelaki itu tersenyum angkuh sembari menggamit pinggang Jessica.

“aku datang kesini khusus untuk menemuimu.”

Jessica menoleh pada Yusin. Berprasangka buruk pada sang calon suami.

“datanglah ke pernikahan kami,” ujar Yusin sambil menyerahkan undangan pada Jaejoong.

Jessica menatap Yusin tak percaya. Ia kemudian beralih pada Jaejoong yang kini terlihat seperti seseorang yang baru saja dikabari malaikat ‘kau akan mati besok’.

“aahh, kau bisa bernyanyi untuk tamu undangan kami kalau kau mau. Siapa tahu ada agensi yang menawarimu menjadi artis.”

“Yusin, kita pergi.” Jessica tidak mau Yusin menghina Jaejoong lagi.

“tenang saja, aku akan memberimu bayaran yang sepadan.”

“Yusin!” Jessica berusaha mengontrol emosinya.

“kita pulang,” lanjut Jessica kemudian berbalik.

Yusin tersenyum licik. Ia lantas mengikuti Jessica. Meninggalkan Jaejoong yang masih berdiri kaku seolah kehilangan nyawanya.

================================================================

Jaejoong melempar undangan dari Yusin. Ia membaca undangan itu puluhan kali untuk sekedar memastikan bahwa yang dilihatnya benar. Dan setiap kali ia selesai melakukannya, emosinya terbakar.

Jaejoong melirik jam dindingnya. Sudah hampir fajar dan ia tidak bisa tidur juga. Merasa lapar, ia lantas memutuskan untuk pergi ke mini market. Sekedar membeli camilan untuk mengusir laparnya. Bukan apa-apa, ia tidak sempat makan malam karena nafsu makannya hilang setelah menerima undangan itu.

Jaejoong berjalan perlahan, berusaha menikmati udara pagi. Sekalipun suasana hatinya tidak mendukung sama sekali. Ia berhenti saat melihat seorang wanita yang dikenalnya. Wanita dengan gaun malam itu meringkuk di dekat tiang listrik. Kedinginan dan juga berantakan.

Lama. Jaejoong berdiri, tak bergerak sedikitpun. Memperhatikan wanita yang menggigil dengan mata terpejam itu. Menyedihkan. Ia ingin menolongnya. Muak. Akal sehatnya menolak hal itu. Jaejoong berniat untuk berbalik, kembali ke apartemennya. Namun ia berubah pikiran saat mendengar obrolan dua lelaki yang lewat.

“kau lihat wanita itu?”

“bukankah ia pelacur di pub? Aku sering melihatnya juga keluar dari pub-pub malam lain. Kenapa ia?”

“ehm. Kau tahu aku ini bartender. Saat bekerja semalam, kudengar ia menyatakan akan berhenti menjadi pelacur.”

“benarkah? Ia mengatakan sendiri?”

“iya. Ia menolak pria-pria yang biasa ‘menyewanya’.”

“aah..mungkin karena ia merasa sudah tua.”

“entahlah. Tapi isu-isu yang kudengar, ia melakukannya karena anaknya.”

“ia punya anak?”

“iya. Anak laki-laki. Kata orang anaknya selama ini membencinya karena pekerjaannya itu. Mungkin ia sadar atau entahlah..”

Jaejoong menghela nafas. Menyesali kenapa ia harus menguping pembicaraan dua lelaki penggosip itu. Karena hal itu membuat dirinya kini menghampiri ibunya. Ia berjongkok dan memandangi wajah ibunya itu. Terlihat gurat kelelahan di balik make up tebalnya.

“kau lelah sekarang?”

Jaejoong merapikan rambut yang menutupi wajahnya yang pucat. Ia melepas jaketnya dan memasangkan pada ibunya.

“kita pulang..umma.”

Jaejoong mengangkat tubuh ibunya ke punggungnya. Membuat wanita itu terbangun dan terkejut. Namun kondisinya yang lemah membuatnya terpaksa menyimpan pertanyaan ‘apa kau memaafkan umma?’.

“aku tidak percaya akan melakukan ini,” gumam Jaejoong keheranan pada dirinya sendiri.

Jaejoong menoleh, melihat ibunya yang bersandar pada bahunya dengan terpejam. Seulas senyum tergambar di wajah lelaki itu. Setidaknya ada yang bisa membuatnya tersenyum setelah kehilangan gadis yang dicintainya.

================================================================

20 Juli 2011. Hari pernikahan Jessica dan Yusin. Meski tidak ingin, Jaejoong pada akhirnya tetap datang di upacara di pernikahan mereka. Ia duduk di bangku paling belakang di dalam gereja. Ia tahu Jessica mencari dirinya saat gadis itu berjalan menuju altar bersama ayahnya. Dan ketika mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri, Jaejoong merasa dunia tengah mengoloknya. Perlahan ia mundur, meninggalkan tempat itu.

Jessica menghapus air matanya. Ia melihat Jaejoong, lelaki ia yang ia cari sedari tadi, keluar dengan langkah penuh beban. Andai Jaejoong tahu ia terpaksa melakukan ini untuk dirinya. Seandainya ada pilihan lain, tentu bukan jalan ini yang akan ia lalui.

===============================================================

“hei..lelaki patah hati.”

Jaejoong berdecak kesal. Kenapa di saat hatinya galau seperti ini justru Yoochun yang mendatanginya. Mereka berdua hanya akan akur di saat penting saja. Selebihnya? Tentu mereka akan saling menghina.

“kudengar kekasihmu meninggalkanmu dengan menikahi lelaki lain.”

“kalau kau datang cuma mau mengajakku bertengkar, lebih baik lain kali saja. Aku tidak berminat.”

Yoochun tersenyum tipis. “nama gadis itu Jessica bukan?”

“entahlah. Aku tidak ingat,” jawab Jaejoong asal.

“kau tahu hyung kenapa ia meninggalkanmu?”

Jaejoong berdecak lagi. Tentu ia tahu. Jessica meninggalkannya karena ia tidak sekaya Yusin. Karena ia tidak bisa menyelamatkan perusahaan ayah Jessica. Sekali lagi karena ia tak sekaya saingannya itu.

“ini upah yang harus ia berikan untuk menyelamatkanmu hyung.”

Jaejoong menoleh. Tidak mengerti apa yang Yoochun maksud.

“kau tahu siapa yang mengeluarkan hyung dari penjara? Yusin atau siapapun itu. Ia melakukannya atas permintaan Jessica.”

“Yoochun lau tidak bercanda?”

“ya! Hyung pikir aku bercanda?” kesal Yoochun.

“Jessica melakukan ini untukmu, Jae Hyung. Mungkin ia tidak ingin membuatmu menderita karenanya lagi. Beban gadis itu akan terlalu banyak jika ia tetap memilih bersamamu. Keluarganya, dirimu..ia bukan memikirkan dirinya sendiri.”

Jaejoong terdiam. Ia menyesali dirinya yang sempat berpikir Jessica hanya mempermainkannya selama ini.

“kau tahu hyung bayaran apa yang Jessica berikan untuk menebusmu dari penjara?”

“menikah dengan Yusin?”

Seunghyun menggeleng. “kurasa itu lain hal.”

“lalu?”

“mereka akan pindah ke Prancis. Malam ini, pesawat mereka akan berangkat.”

Jaejoong merasa hampir terjun bebas dari lantai dua itu ketika mendengarnya.

“Yoochun, kau! Aish..kenapa tidak mengatakannya dari tadi?!”

Yoochun tersenyum polos. “cepat pergi sana. Sudah untung kuberitahu.”

Seketika Jaejoong berlari dari hadapan Yoochun namun ia kembali lagi.

“kau tidak menipuku bukan?”

“ya! Aku bahkan menyelidikinya untukmu hyung dan sekarang kau mengataiku begitu?!”

Jaejoong mengangguk. Ia menghilang lagi dari hadapan Yoochun, namun tak lama ia kembali lagi.

“ada apa lagi?” tanya Yoochun mulai kesal.

“pinjam mobil. Kau tau sendiri motorku masih di bengkel sejak Yusin mencelakaiku.”

“aish..hyung kau ini..”

“Jae Hyung!”

Jaejoong menoleh. Ia sedikit gelagapan saat Yunho melemparkan kunci padanya.

“mobilku parkir paling luar,” ucap Yunho sambil tersenyum.

Jaejoong balas tersenyum. Ia buru-buru turun, bahkan lupa mengucapkan terima kasih ataupun berpamitan pada kawan-kawannya.

“Yoochun.”

“ne?”

“kau bercanda? Pesawat mereka baru akan lepas landas dua jam lagi.”

Yoochun tertawa kecil. “biarkan saja hyung. Anak bodoh itu sekali-kali  perlu dikerjai.”

===============================================================

Setelah kebut-kebutan, Jaejoong sampai di bandara kurang dari 15 menit. Ia memarkir mobil Yunho sembarangan dan berlari ke dalam. Mencari Jessica. Sempat ia berprasangka pesawat Jessica telah berangkat sedari tadi saat ia mendnegar suara yang dikenalinya, suara Yusin. Jaejoong melihat Yusin tengah memaki petugas bandara yang Jaejoong duga telah menabraknya atau apa.

“kalau Yusin ada disini, Jessica juga pasti ada di..”

“Jessica?”

Jaejoong menemukannya. Gadis itu berada tak jauh darinya. Terduduk sambil memainkan cup berisi kopi.

“Jessica..” panggil Jaejoong begitu ia menghampiri Jessica.

Jessica mendongak. Tidak menduga akan bertemu dengan lelaki yang dipikirkannya.

“Yusin, ia..”

“ikut aku sebentar. Aku hanya butuh waktu untuk berbicara denganmu sebentar.”

Jessica berpikir sejenak. Kemudian memberi anggukan. Mereka beranjak dari tempat itu. Memilih untuk pindah ke dekat toilet, setidaknya tempat itu lebih aman.

“kau akan ke Prancis?”

Jessica mengangguk. “mungkin aku akan menetap disana.”

“begitu.”

Jaejoong tidak sengaja melihat ke arah jemari Jessica. Cincin perak darinya kini telah berganti menjadi cincin berlian. Cincin pernikahan Jessica dengan Yusin.

“bahkan aku tidak punya waktu untuk mengumpulkan uang dan membelikanmu cincin berlian.”

Jaejoong tersenyum miris. Sementara Jessica menatapnya hambar. Gadis itu sedikit tersinggung karena perkataan Jaejoong sama saja dengan meremehkannya. Seolah ia hanya gadis yang mementingkan materi.

“terima kasih sudah berkorban untukku.”

“heh?”

“aku tahu Jessica. Kau melakukan semua ini untukku.”

Jessica tertawa. “kau pikir begitu huh? Aku melakukan ini untuk perusahaan orang tuaku, Jaejoong. Maaf mengecewakanmu.”

“hei..aku sudah tahu semuanya.”

Jessica memilih untuk diam. Tidak ingin membantah Jaejoong lagi.

“Jessica-ya..boleh aku memelukmu?”

“hemmm..”

“untuk yang terakhir.”

Jessica mengangguk akhirnya. Mereka mempertahankan posisi mereka untuk waktu yang cukup lama.

“semoga Yusin menjagamu dengan baik,” ujar Jaejoong setelah mereka melepas pelukan mereka.

Jessica tersenyum miris. Ia tidak suka mendengarnya, tapi ia juga tidak bisa menyangkal hal itu.

“semoga. Jaga dirimu baik-baik, Jaejoong. Kudengar ibumu sudah kembali bersamamu. Jaga beliau. Setiap orang pantas mendapat kesempatan kedua.”

“ehm.” Jaejoong mengusap puncak kepala Jessica dengan lembut.

“aku akan menunggumu disini.”

“heh? Untuk apa? Lanjutkan hidupmu. Masih banyak gadis yang bersedia bersamamu.”

“kau boleh memilih jalanmu sendiri, Jessica. Jadi biarkan aku memilih jalanku juga.”

“tapi..”

“jangan memintaku melupakanmu.”

Jessica menghela nafas. Lelaki di hadapannya itu memang keras kepala. Toh ia tidak yakin Jaejoong akan benar-benar melakukan itu.

“baiklah. Terserah kau saja.”

Jessica melirik arlojinya. “aku harus kembali. Jangan sampai Yusin melihat kita bersama.”

“ya.”

Dan mereka pun berpisah dengan jalan yang berbeda. Jessica menoleh, memperhatikan punggung lelaki yang dicintainya itu beberapa saat. Ia menggenggam bandul kalung di balik mantelnya. Ya, cincin perak pemberian Jaejoong. Kemudian ia berjalan lagi, kembali ke dekat Yusin. Tidak berbeda dengan Jessica. Jaejoong berbalik memperhatikan Jessica yang telah berada di samping Yusin. Ia tersenyum kecil, bergumam ‘aku akan menunggumu’ lalu berjalan lagi menuju tempat mobil Yunho terparkir.

=========================FIN=========================

 

4 thoughts on “Why Did I Fall in Love with You [Part 4] FINAL

  1. JAHAT!! kenapa pisah? T.T ga rela~ ga rela~
    kecewa sekaligus puas ma endingnya u,u <<< membingungkan
    bagus.. bagus thor.. d^^b

    pasti pesawatnya kecelakaan terus yg selamat jessica doang tuh. terus jessica balik dan akhirnya kembali ke jae lagi deh *buat cerita sendiri *ditendang author xD

  2. o ya, perbanyakin lagi ff couple sica yah…. soalnya aku suka baca ff yang berkaitan dengan jessica unnie…. ^^
    o iya, kalo punya instagram add me oke RYTAESHA … gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s