[EunSiHae] Happy Together 2

Tittle: HAPPY TOGETHER

Genre: Friendship, Romance, Comedy

 Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Choi Siwon

Support Cast: All member Super Junior

 

Author PoV

 

“ahh gila!! Lama-lama kalau terus-terusan begini aku bisa sekarat”

Hyuk menatap Donghae yang berjalan di sebelahnya. Lalu kembali memandang lurus ke depan.

“ne.”

“aish! Aku benar-benar tidak tahan dengan semua jadwal yang telah ditetapkan kelas!! Benar-benar tidak manusiawi!! Bahkan aku seperti tidak sempat bernafas!!”

“ne.”

“mana aku belum menyentuh komputerku sama sekali! Belum update twitter lagi! Aku benar-benar lelah!”

Hyuk mengelus pundak Donghae pelan. Seakan-akan berkata ‘sabarlah’. Yang dibalas Donghae dengan helaan nafas panjang.

“dan sekarang kita sedang berjalan di tengah sengatan matahari!!”

“ne!”

“aish!! Hyuk, bisa tidak kau berhenti mengatakan ‘ne’?”

Hyuk menatap Donghae lemas. Ya , Hyuk juga menyadari. Kegiatan mereka akhir-akhir ini terlalu padat. Bahkan untuk sekedar menghela nafas saja rasanya tidak bisa. Maklum sekarang mereka sedah kelas 3, harus banyak belajar. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai seperti dulu. Bahkan banyak murid bekerja keras untuk lulus dengan nilai baik. Dan Hyuk tahu kesulitan Donghae di kelas barunya.

“kau benar Hae, aku juga lelah dengan semua ini.”

Hyuk dan Donghae terdiam. Kepala mereka mendongak menatap langit korea—seakan meminta jawaban atas musibah yang menimpa mereka.

“apa yang harus kita lakukan?”

“molla.”

Donghae dan Hyuk menghela nafas bersamaan. Tanpa mereka tahu sebuah mobil volunter hitam mengkilap *cling* membuntuti mereka.

TIN TIN..

Hyuk dan Donghae membalikan badan dan wajah keduanya langsung berubah cerah. Mereka seperti melihat keajaiban di tengah kesusahan. Tanpa dikomandoi, Hyuk maupun Donghae langsung masuk mobil tersebut.

“ah..aku suka mobil ini,” ujar Donghae.

“akhirnya aku bertemu dengan AC, sejuk sekali disini,” ujar Hyuk sambil menikmati AC mobil.

Siwon memandang kedua sahabatnya ini, tersenyum melihat keunikan keduanya. Entah mengapa setiap melihat Hyuk Jae dan Donghae, Siwon merasa ada magnet yang mengharuskannya tersenyum geje seperti sekarang ini.

“kalian kemana saja? Aku mencari-cari kalian di sekolah, lalu dimana hp kalian? Mengapa tidak ada jawaban??” tanya Siwon baik-baik tapi Hyuk dan Donghae mendengar suara Siwon seperti singa yang tengah ‘marah’

“hmm..hp ku masuk ke kolam ikan,” jawab Donghae.

“hp ku sengaja dibuang Noona ke TPA <Tempat Pembuangan Terakhir>, supaya aku konsentrasi belajar. Hu..hu…hpku tersayang,” ujar Hyuk melas.

Siwon mengangguk. “kalian berdua memang tak bisa menyimpan barang elektronik dengan benar.” Lalu Siwon membuka tas hitamnya dan mulai mengambil sebuah bungkusan dengan kantong plastik berwarna putih. Siwon mengopernya ke jok belakang. Donghae menerima dengan tatapan penasaran.

“itu hp baru untuk kalian. Kalian harus menjaga karena alat komunikasi seperti hp sang—“ belum sempat meneruskan bicaranya, ada kericuhan di jok belakang. Siwon menengok ke belakang dan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Hyuk dan Donghae.

Ternyata, Hyuk dan Donghae sedang sibuk memamerkan hp baru milik mereka. Padahal hp tersebut memiliki tipe yang sama ,dan tidak ada bedanya sedikit pun. Sama-sama berwarna putih,dan persis milik Siwon juga. Hehehe…

“aku akan memasangnya!” seru Hyuk Jae. Dengan wajah dibuat se-imut mungkin Hyuk memotret dirinya sendiri dan langsung menjadikannya wallpaper hp.

Sedangkan Donghae, dia malah sibuk mengotak-atik hp canggih baru miliknya sekarang. Hp yang jauuuh beda dengan miliknya dulu. Dengan kelincahan jari-jarinya Donghae mengetik satu persatu kontak telepon yang masih ia hapal. Donghae memang takut kalau dirinya lupa untuk men-save nomor-nomor penting.

Belum sempat Siwon bicara lagi, tiba-tiba ada teriakan dari arah belakang.

“GOMAWO PAK JANG!!!” koor Hyuk dan Donghae.

“wae? Bukankah kalian harus berterima kasih padaku?”

“aniyo…kami sudah benar memberikan ucapan terima kasih kepada Pak Jang. Karena aku tahu kau pasti tidak akan berbuat seperti ini kalau Pak Jang ga memintanya. Terima kasih Pak Jang,” ujar Hyuk pada Siwon dan mehrong padanya.

“benar kata Hyuk. Pak Jang memang yang terbaik. Terima kasih Pak Jang,” lanjut Donghae.

Sedangkan Pak Jang sendiri tertawa renyah *emang chitato* mendengar perkataan dua anak laki-laki yang memang selalu membuatnya senang. Apalagi semenjak adanya Hyuk Jae dan Donghae, hidup Siwon makin manusiawi. Dan Siwon bisa merasakan indahnya persahabatan.

“sama-sama  tuan Donghae dan tuan Hyuk Jae, apakah kalian menyukai hadiahya?”

“TENTU!!!” jawab Hyuk dan Donghae berbarengan.

“aishhh…kalian ini memang berisik!”

“bukannya kau paling benci tempat sepi ya Wonnie….HAHAHAHA,” bisik Hyuk di telinga Siwon lembut. Dan ini yang paling dibenci Siwon kalau Hyuk sudah kumat!

“senang bisa melihat kalian akrab kembali,” ujar Pak Jang yang membuat Hyuk, Donghae dan Siwon tersenyum.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Siwon side story

“neol saranghae,” ujar seorang yeoja di depanku.

“…” aku diam menatapnya.

“would you be my boyfriend, Siwon-sshi?” imbuhnya mantap.

“mianheyo,” jawabku kemudian. Kupandangi sosok yeoja di depanku. Ada rasa kasihan sebenarnya harus menolak yeoja satu ini. Aku memang tidak kenal padanya, dari kelas mana saja aku tidak tahu. Tapi yang pasti aku yakin yeoja ini memiliki hati yang baik. Apalagi sekarang, aku makin merasa jadi napeun namja. Muka yeoja itu terlihat shock dan kecewa.

“waeyo Siwon-sshi?” tanya yeoja ini. “ada yeoja yang Siwon-sshi suka?”

WHAT?? Selama ini aku tidak memiliki kenangan khusus bersama yeoja apalagi merasakan cinta. Aku menganggap semua yeoja di dekatku sebagai chingu. Tak ada perasaan lebih.

“ani,” jawabku mantap.

“ada sesuatu yang tidak Siwon-sshi sukai dariku?”

“ani.”

“Siwon-sshi membenciku?” sepertinya yeoja ini benar-benar pantang menyerah. Membenci? Bagaimana aku bisa membenci yeoja ini padahal bertemu saja baru kali ini. Harusnya aku yang bertanya ‘kau membenciku? Karena aku sudah menolakmu’ mengapa malah kau yang bertanya, dasar yeoja aneh….

“ani,” jawabku yang sama untuk kesekian kalinya.

“terus, kenapa Siwon-sshi menolakku bahkan tidak mau berpikir dulu?” protes yeoja itu.

Aishhh…benar-benar menyebalkan kalau sudah begini masalahnya. “karena aku sudah tau jawabannya,” tegasku.

“aku tidak punya perasaan yang sama denganmu murid perempuan Chaerim.”

Huft..! jurus terakhirku. Dan seperti kejadian-kejadian yang sudah belalu yeoja itu langsung berlari meninggalkanku, tanpa mengucapkan pembelaan apapun. Yah… emang mau ngomong pembelaan apaan.

“aigo…aigo…”

Aku mengenal suara komentar itu. Hyuk dan Donghae pasti mereka menguping dan mengintai seperti biasanya. Mereka berdua keluar dari balik dinding dengan gelengan kepala. Ah..apakah kalian tidak punya gaya yang lebih keren, mengapa geleng-geleng? Emang lagi dugem???

“kau yang terhebat Siwon-sshi? Menolak 21 yeoja dalam waktu 2 bulan. Wow! Fantastis!”

“kau bilang seperti itu karena tidak ada satu yeoja yang menyatakan perasaannya padamu kan Hae,” ujarku.

“eh, ni anak sewot. Aku juga belum pernah.” Hyuk melindungi Donghae. Ah…basi! kalian memang selalu seperti itu, membuatku risih saja.

“apa tidak ada yeoja yang memikat hatimu Wonnie?” tanya Hyuk.

“tidak ada. Semuanya terlihat sama di mataku, tidak ada yang istimewa.”

“kau bahkan tidak tertarik dengan Jessica, yeoja di kelas kita itu?” tanya Donghae.

“kalau kau tertarik, buatmu Hae.”

“JANGAN! Donghae belum boleh pa-ca-ran!”

Aku dan Donghae menoleh kearah Hyuk yang sekarang sedang menatap ke depan, pose yang selalu ditunjukkan Hyuk jika sedang berpikir keras.

“wae?”

“jika Hae mau pacaran…yeoja nya harus aku seleksi!” kata Hyuk mantap. Hae yang di sebelahku melotot. Sepertinya di masa depan Hyuk akan jadi batu sandungan Donghae dalam mencari pujaan hati J

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Hyuk Jae side story

 

“malam ini kita makan apa?” tanya noona saat melihatku sedang sibuk di dapur.

“ramen,” jawabku sambil menyiapkan ramen buatanku.

“lagi?” noona pura-pura terkejut, padahal ia tahu kalau aku cuma bisa membuat ramen.

“sudahlah noona, hanya ini masakan yang bisa kubuat,” sahutku tidak ingin meladeni omongan noona yang menjurus ke  hal negatif.

“tapi Hyuk…ini tidak sehat,” timpal noona. “kamu itu masih dalam taraf pertumbuhan, harus banyak makan makanan yang bergizi. Sayur, buah-buahan dan susu.”

Aku mengahmpiri noona. “noona tinggiku sudah 176 sentimeter itu normal kok. Sudah cukup. Kalau tumbuh lagi bisa-bisa aku tidak dapet jodoh. Aku juga lebih tinggi daripada Donghae”

“lho, bukannya masih ada satu lagi yang perlu tumbuh dari kamu Hyuk.”

“apa?”

“otak! HAHAHAA” noona kau memang sadis. Tertawa terbahak-bahak diatas penghinaan yang menyakitkan. Kau memang bukan noona ku!

Hyuk menyipitkan mata, tidak senang. Tapi noona malah mengusap-usap rambut Hyuk  dengan setengah kasih sayang.

“tampang merajukmu itu tidak berubah Hyuk, dari kecil kau sungguh menggemaskan,” kata noona sambil tersenyum lalu mencubit pipiku.

“noona! Sakit!”

Noona langsung melepaskan cubitannya dan duduk di kursi, menghadapkan panci ramen di dekatnya. Sepertinya seratus kali aku membuat ramen, noona akan selalu menyukainya. Karena rasa ramen buatanku memang khas. Akhirnya kami berdua menikmati ramen. Rasanya tetap sama seperti yang selalu kubuat. Noona juga menikmatiya.

“Hyuk, lain kali jangan ramen terus dong!” rujuk noona disela makannya.

“jadi, noona maunya apa?”

“hm….noona mau sop buntut, soto, bakso *emang indonesia*….noona mau daging Hyuk. Sudah lama perut noona tidak makan daging.” Aku menatap noona dengan tatapan membunuh. Daging? Minta aja ama eomma kalau begitu.

“eh, emangnya beneran kamu mau buatin apa yang noona mau?”

“mau, aku mau beliin bukan bikinin noona.”

“dasar! Oh ya, bagimana kabar Donghae dan Siwon?”

“Donghae baik-baik saja dan Siwon untuk ke dua puluh satunya ia menolak cinta yeoja di sekolah,” ujarku.

“wahhh Siwon memang tepat dalam mengambil jawaban.”

Mulai lagi deh, noona pasti akan senang jika mendengar kabar Siwon menolak cinta para perempuan. Karena menurut noona, Siwon tipe pria yang baik dan perfect. Semua yang di idamkan para perempuan ada di dalam diri Siwon. Latar belakang keluarga, harta, tmpang, sikap dan semuanya. Ah.. membicarakannya membuatku iri saja.

“aku sudah selesai!” noona lagsung berjalan ke kamarnya.

“noona! Kau harus mencuci pancinya?!” teriakku.

“aku mau berkencan dulu di kamar, jangan ganggu aku.”

Ah! Apes banget nasibku. Lagi malas-malas begini harus mencuci piring. Coba ada Donghae, pasti dia akan sangat senang melakukan pekerjaan mencuci piring seperti ini. Apa yang tadi noona ku katakan? Berkencan???

Noona yang aneh! Bagaimana bisa ia menyebutnya berkencan, padahal cuma mengamati sebuah foto usang sambil mendegarkan lagu pujannya. Ah ya, kalian harus tahu noona ku ini fans Cho Kyuhyun. Penyanyi solo yang sekarang sedang naik daun. Aku bilang Cho Kyuhyun terlalu muda untuk jadi seorang penyanyi, umurnya saja masih 3 tahun dibawahku. Anak kecil. Cerita yang tersebar, Cho Kyuhyun akan berduet dengan penyanyi baru juga namanya Yesung. Yup! Hyung dari Ryewook. Yesung hyung adalah lulusan dari sekolahku, setelah kelulusan ia langsung diterima di sebuah agensi musik di Seoul. Makanya sekarang keluarga Kim sangat kaya di kampungku.

Andai saja aku memiliki talenta seperti Yesung hyung. Suara seperti malaikat.ahhh aku jadi iri padanya. Ani! Aku tak boleh iri, sudah banyak keirianku terhadap orang. Aku harus optimis!! Hyuk Jae Hwaiting!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Author PoV

Ting tong….

Ah….siapa sih pencat-pencet bel rumah. Ganggu orang tidur. Hyunim, Noona nya Hyuk Jae langsung mengambil bantal di bawah kepalanya dan menutupi telinganya dari deringan bel rumah.

Ting tong…

“eomma…! Appa…! Ada tamu!” teriak Hyunim tapi tak lama kemudia suara bel kembali terdengar. HAH! Siapa sih orang yang datang sepagi ini, memangnya belum pernah diajari cara bertamu dengan baik ya??? Sekali lagi Hyunim memanggil eomma dan appa nya, tapi baru saja ia akan berteriak ketiga kalinya. Hyunim seperti tersadar dari tidurnya..

Ting tong…

“aduh…appa dan eomma kan lagi bulan madu. Bagaimana aku bisa lupa,”runtuk Hyunim. Akhirnya dengan malasnya, ia menyerah dan bangun dari kasur empuknya. Ia tak peduli dengan penampilannya sekarang, rambut yang mencuat kesegala arah, baju tidur yang kusut serta bau mulut. Biarin!

Cklek… Hyunim membuka pintu dengan malas, dan saat pintu itu terbuka lebar

“PAGI HYUNIM NOONA….!”

BRAAAKKK

Donghae dan Siwon saling pandang, apa mereka telah salah menyapa Hyunim noona. Mengapa pintunya ditutup lagi?. Baiklah, orang yang dari tadi ‘ting tong ting tong’ adalah Donghae dan Siwon. Mereka berdua terlihat rapi dan tampan dengan pakaian yang pas di badan mereka.

Tak lama kemudian pintu terbuka lagi, namun sekarang Donghae dan Siwon yang kaget. Mereka kaget melihat dandanan Hyunim noona yang beda jauh dari yang pertama mereka lihat. Memang, Hyunim noona terlihat berbeda, dia merasa malu terlihat jelek di depan dua dongsaeng nya ini, makanya tadi Hyunim menutup pintu rumah lagi dan kembali memebereskan diri sampai berganti pakaian.

“selamat pagi Donghae,” yang langsung disusul acara memeluk segala. Donghae yang menyukai ‘skinship’ terima-terima saja.

“pagi juga Siwon,” dan untuk Siwon hanya senyuman yang diberikan Hyunim.

“aku merasa tersanjung kalian datang kemari hanya untuk memberikan selamat pagi. Terima kasih Donghae, Siwon,” ujar Hyunim pede. Kata siapa Donghae dan Siwon datang cuma buat bilang’selamat pagi’

“begini noona, sebenarnya kita mau jemput si Hyuk,” kata Donghae memberikan tujuan asli mereka.

“dimana Hyuk Jae Noona?” tanya Siwon.

“jadi kalian datang untuk Hyuk kunyuk itu…sayang sekali….dia ada di kamar masih tidur,” ujar hyunim. Siwon tidak mau menghabiskan waktu lebih lama lagi langsung nyelonong masuk rumah orang. Dan menghampiri kamar tidur Hyuk Jae.

“sial kau Siwon, meninggalkanku sendiri,”runtuk Donghae.

Donghae menatap Hyunim di depannya, dan mereka berdua tertawa. “kau terlihat tampan Donghae, habis potong rambut?”

“iya noona, gimana? Cocok kan?”

“cocok, kau makin terlihat tampan dan dewasa. Ah…aku pasti beruntung jika bisa menjadi noona mu yang asli, bukankah kita pasangan saudara yang serasi.”

Donghae yang malas membantah hanya bisa angguk-angguk saja. “memangnya kalau Hyuk jadi dongsaeng, noona sial terus ya?” tanya Donghae polos.

“sedikit… tapi aku juga senang memiliki Hyuk. Dia dongsaeng yang baik dan perhatian. Oh ya, untuk apa kalian kesini pagi sekali?”

“ada hal penting yang harus dikejar noona. Ehmm…apa aku boleh ke kamar Hyuk? Sepertinya Siwon dibuat susah membangunkan Hyuk,” ujar Donghae dan dengan wajah memerah Hyunim memberikan jalan untuk Donghae lewat.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Siwon emosi sendiri, dari tadi dia bangunin Hyuk ga ada hasilnya. Dari mulai cara halus sampai cara kasar, semua tidak ada yang mempan! Malahan sekarang Hyuk makin nyenyak tidurnya. Siwon merampas bantal guling dan selimut Hyuk. Tapi tetap saja Hyuk pulas tertidur. Seperti tak merasakan apapun.

“kau memang monyet termalas Hyuk Jae!”

“yaa Siwon-ah jangan bicara seperti itu. Kau tidak lihat Hyuk itu monyet manis kalau sedang tidur. Lihat saja wajahnya, kayak anak kecil githu,” Siwon menghela nafas saat tahu Donghae datang.

“lain kali kalau mau kabur, ajak-ajak,” ujar Donghae.

“kau bangunkan dia?” ujar Siwon.

Donghae tak menjawab malah dia jatuh tertidur di kasur Hyuk. Tepat di samping Hyuk tidur. “aku bukan menyuruhmu tidur Hae…”

“shuuuut…” Donghae memeluk tubuh belakang Hyuk dan membisiki kata-kata yang selama ini mempan untuk membangunkan Hyuk. Hahah…ini adalah keahliannya.

“chagi….bangunlah ini sudah siang….Hyuk Jae….” Suara Donghae terlihat mendayu-dayu dan dibuat se-mesra mungkin. Siwon yang melihatnya menahan tawa. Siwon kaget melihat efek yang diberikan Donghae, Hyuk menggeliat dan sekarang malah berbalik menghadap Donghae dan……..mereka saling berpelukan.

“YAA!” *suara Siwon*

“untuk apa membangunkan ku pagi-pagi Hae?” tanya Hyuk masih memejamkan mata.

“bangun kau monyet, kita akan pergi hari ini.”

“pergi? Ngaco!” dan tepat setelah kalimat terakhirnya Hyuk menendang Donghae sampai Donghae jatuh dari kasurnya.

Melihat Donghae yang limbung, Siwon langsung bergerak. Dan kali ini Siwon melakukan tindakan yang tepat. Dengan cepat Siwon menggendong Hyuk dan memasukkannya ke kamar mandi lalu menyalakan shower. Brak! Pintu kamar mandi langsung ditutup Donghae.

“APA MAU KALIAN????”

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Di dalam kereta…

Hyuk menatap sebal kearah Donghae dan Siwon. Masih ada sisa-sisa kemarahan di matanya. Apa maunya dua anak ini, membangunkan orang, menyuruhnya mandi dan menculiknya dari rumah. Perbuatan yang tak boleh DITIRU.

“duduklah,” ujar Donghae pada Hyuk yang memilih untuk berdiri.

“perjalanan akan lama, kita akan berada di dalam kereta ini selama 2 jam. Kau sanggup berdiri terus?”

Hyuk benci Donghae menatapnya. Karena tatapan Donghae terlalu lembut untuk diacuhkan. Sekarang Hyuk duduk di sebelah Donghae dan berhadapan dengan Siwon.

“maafkan kami Hyuk…bukan maksud kami berbuat kasar padamu,” ujar Siwon.

“jadi, ada acara apa? Kenapa pakaian kalian terlihat rapi. Kalian terlihat bukan anak SMA.”

“pakaianmu juga cocok Hyuk,” ujar Donghae. “kau terlihat lebih muda daripada kami, kau terlihat seperti anak SMA sejati…hahaha…”lanjut Donghae, disusul tawa dari Siwon. Hyuk melihat kostumnya sekarang, hoodie putih dan headphone hitam di lehernya.

“puas kalian??? Ayolah katakan padaku, kita mau kemana???” Hyuk menatap Donghae dan Siwon bergantian.

“seoul,” jawab Donghae.

“hah!!! Ulangi lagi?”

“S-E-O-U-L. Kereta ini akan membawa kita ke Seoul, Hyuk,” terang Donghae.

“wah…siapa yang punya ide ini?” tanya Hyuk Jae.

“bukankah ini ide kita bertiga, aku hanya mengingatkan saja,” ujar Siwon.

Dan perjalanan pun berlanjut…….petualangan di Seoul…anak kampung jalan-jalan ke kota, bagaimana kisahnya nantikan di part selanjutnya J

TBC

[cerita spesial]

Saat itu Yesung masih bersekolah di SMA Hwagok dan duduk di kelas 3. Sedangkan Hyuk, Donghae dan Siwon masih kelas satu, masih culun-culunnya. Tapi…jangan salah waktu itu mereka bertiga terkenal ga patuhnya dan lebih banyak bermain.

“ddangkoma.. kamu tidak apa-apa?” Yesung masih mengelus pundaknya dengan lembut.

“untuk apa kau bawa binatang aneh itu kesini Yesung Hyung??? Buat malu saja.”

Yesung menoleh pada Donghae, dia mengatakanku aneh?? Apa maksudnya itu. Aku tidak mau perduli, mereka tidak mengerti perasaanku. Aku benci mereka semua.

”hyung lihat semua orang kan? Semua orang menganggap hyung aneh! Untung saja aku sudah mengenal hyung cukup lama. Jika tidak, hyung pasti tidak punya teman sekarang!” Donghae hanya menyeletuk, tanpa  Yesung hiraukan.

”pergi saja sana, bukannya kau ada latihan dengan monyet bau itu!”

”Hari ini aku tidak ada latihan tahu! Jangan mengalihkan pembicaraan hyung, sudah kubilang kebiasaanmu jangan di bawa ke sekolah ini! cukup di rumah!” Donghae hanya bisa marah, dengan gayanya bertolak pinggang di depan Yesung. Yesung lagi-lagi tidak memperdulikaknya. Apa urusannya dengannya, ini kan urusanku.
Yesung masih berkutat dengan kura-kuranya yang bernama ddangkoma. Jika tidak karena di rumah ia sendirian, aku juga tidak akan tega membawanya ke sekolah ini.

SREKK!!!

Kura-kura ku!! ada yang berani mengambilnya tiba-tiba dari tanganku. Yesung dan Donghae tersentak.

”HAHAHAHAHA…. Ini yang hyung panggil ddangkoma tadi itu ya??”

”kembalihan peliharaanku!!”

”mwo???? Jadi hyung beneran pelihara kura-kura??” Sungmin melihat kearah Hyuk Jae di dekatnya. Dan seketika, tertawa merebak bercucuran dari mulut besar mereka.

”WUHAHAHAHAHAHA….” mereka tertawa karena senangnya bisa menghina Yesung hyung.

”sudah, kembalikan!!” kata Yesung semakin meninggi pada mereka.

”eeits..” Sungmin menarik tangannya, saat Yesung mau meraih kura-kuranya.

”kami pinjam sebentar saja ya hyung.. mau ke radio sekolah nih….” dengan wajah menggodanya.”kalau Yesung hyung bawa Kura-kura ke sekolah..!” serentak Sungmin dan Hyuk mengungkapkan maksud dan tujuan mereka pada Yesung. Dan mereka langsung berlari.

”Hyukky!! Kembalikan peliharaan Yesung hyung!” Donghae hanya dapat berkata seperti itu. Dan sangat terlambat, Sungmin dan Eunhyuk sudah hilang dari hadapan kami.

”sudah ku bilang kan??” Donghae hanya menghela nafas melihatku. Tanpa berpikir panjang, aku berlari mengejar mereka. Tidak boleh terjadi apapun pada kura-kuraku!

”Yesung hyung……..!!!” Donghae memanggil nama Yesung namun tak dipeduliin Yesung.

”hhuh…” menghela nafas panjang.  ”aduuuh.. ada-ada saja mereka.”

”kembalikan peliharaanku!!” Yesung berteriak pada Sungmin dan Hyuk Jae.

”jika mau, ambil ini…” Sungmin mengacung-acungkan ddangkoma.

”kembalikan!!” Yesung langsung menggenggam tangannya Sungmin. ”kembalikan bodoh..!!” Sungmin hanya tersenyum dan tetap memegang ddangkoma.

Sekarang ini, Yesung dalam pertarungan yang hebat merebutkan kura-kuranya. Sungmin juga tidak mau kalah. Ia berusaha mempertahankannya. Yesung pun tak mau kalah dari Sungmin. Ddangkoma itu lebih penting.

”KEMBALIKAN!!!” Yesung mengerahkan tenaganya.

Yesung  menggenggam cangkang dari kura-kura mini nya. Karena permukaannya licin..dan…

PLUNG..pwingggg

Kura-kura terbang.

Yesung, Sungmin, Hyuk dan Donghae yang baru saja datang melihat adegan ini. Kura-kuka nyaterbang. Tidak luput kami melihat kura-kura. Ya TUHAN.. selamatkan kura-kuraku.. pinta Yesung terbersit dihati.

PLAK~

Kura-kura Yesung ditangkap oleh seseorang. Terima Kasih ya Tuhan. Yesung, Sungmin, Hyuk dan Donghae menghela nafas panjang. Syukurlah.

”ddangkomaaaa…….!” Yesung langsung lari kepadanya. Bagaimana keadaan kura-kuraku.

”ini.. punyamu ya? Kaget, saya pikir ada apa yang jatuh,”  yeoja itu menyodorkan kura-kura pada Yesung.

”kam sa ham ni da…” Yesung tidak henti-hentinya berterima kasih pada yeoja tersebut. Yesung tidak berhenti membukukkan badan ke arahnya..

”yup, sama-sama,” jawab yeoja itu singkat.

“mianhe Yesung hyung, kami tidak bermaksud seperti itu. Syukurlah kura-kuramu tidak jatuh. Kami yang salah. Mianhe,” dengan wajah takut Sungmin dan Hyuk langsung out dari tempat itu.

”kura-kuranya cantik. Punya mu ya?” kata yeoja itu.

”ii..i.. iya.. ini peliharaanku”

”boleh aku pegang?”

Langsung dijawab dengan anggukan, dan  Yesung menyodorkan kura-kura itu pada yeoja di depannya. Dia mengelus, ngelus cakang kura-kura ku.

”namanya siapa?”

”ddangkoma.”

”ddangkoma… keluar ddangkoma…” sambil mengelus pundak kura-kura Yesung. Sepertinya yeoja itu tersadar sesuatu.”Oh iya, namaku Hyuna. Kamu? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya?” katanya.

”aapa? Emm…” Yesung kaget mendengar perkataan yeoja tersebut dan ia masih memikirkan kata-kata.

”namanya Yesung,” langsung Donghae mengalihkan pembicaraan. Donghae seperti ingin meledek Yesung. Ia memeluk pundak Yesung. Dan berbisik ke telinga Yesung.

”ada orang aneh lagi ni, sepertinya kalian cocok, kura-kura seperti itu dibilang cantik.” dan  Donghae melepaskan pelukkannya. ”aku Donghae anak ekstra seni, pergi dulu ya Hyuna. Senang mengenalmu,” sambil mengepakkan telapak tangannya ke arah Hyuna. Dan berlalu pergi.

“pengganggu saja!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s