Geotjimal [part 6]

Tittle:

            GEOTJIMAL [Part 6]

Genre:

            Romance, Action, Friendship

Starring:

            Choi Kyuhyun

            Lee Donghae

            Choi Sooyoung

Cerita sebelumnya…

“yakin ini tempatnya?

“jangan banyak bertanya Hae,” ujar Kangin. “ambil senjata kalian,” sambung Kangin lagi.

Segera dua orang yang membantu Kangin dan Donghae mengambil senjata dari dalam tas Kangin. Begitu juga dengan Donghae.

“apa yang kau lakukan?”

“mengambil senjata,” jawab Donghae.

“semuanya mengambil senjata kecuali kau!” Kangin merebut pistol dari tangan Donghae dan kembali memasukkannya ke tas. Donghae menatap  sebal ke Kangin.

“kau bertugas menjaga mobil ini, jangan sampai kau meninggalkan mobil ini.” Kangin dan dua orang keluar dari mobil dan mulai berjalan mengendap-ngendap.

Kangin mengawasi gudang kayu yang tak berbentuk lagi. Kangin menghitung ada sekitar lima orang penjaga yang bersenjata laras panjang. Belum lagi yang di dalam gudang.

“aku duluan,” bisik Kangin sambil menuju pintu masuk gudang dan dua orang lainnya melumpuhkan tiga penjaga.

Kangin dan dua orang lainnya saling pandang.

Kangin menegakkan jari telunjuknya. Mereka di atas!

Dua orang mengangguk.

Baru saja mereka berbalik badan, pintu gudang terbuka…

Kangin dan dua orang tersebut langsung menoleh.

Dan semuanya berlangsung dengan cepat. Sebuah tendangan dilepaskan Kangin.

Bug!

Sekarang semua orang tertuju pada pintu gudang. Tembakan demi tembakan mulai terjadi. Kangin dan dua orang itu berlindung di balik tangki-tangki.

“ajushhi…”

“kau! Kenapa disini?”

“aku tidak bisa diam saja ajusshi.”

“dasar anak bodoh! Kalau kau mati tertembak bagaimana?”

“tenang saja, aku agen NSS.”

“itu tidak bisa menjamin!”

Kangin menembakan pelurunya ke orang-orang. “kau cari dimana Kyuhyun disekap. Aku akan membereskan ini,” ujar Kangin.

Donghae menunduk melindungi dirinya. Ia berjalan mendekati pintu belakang. Sebelum dia kemari, Donghae sudah melihat dimana Kyuhyun dibawa pergi tadi. Belum sempat Donghae mengambil langkah untuk lari.

DOR!

“Donghae!”

“Arghhhh!” Donghae mengerang. Tangan kanannya tertembak. Kangin langsung membalas tembakan ke orang yang menembak Donghae.

“apa kubilang, kau tidak berguna disini!”

“ajusshi aku tahu dimana Kyuhyun! Aku akan menyelamatkannya!” ujar Donghae mantap ia tak peduli lagi sakit di lengan tangannya. Kangin masih memandangi Donghae khawatir, ia tak mau anak teman baiknya ini tertembak lagi.

“baiklah, hati-hati. Aku akan mengawasi gerak-gerikmu.”

Donghae mengangguk tegas lalu mengambil lagi pistol miliknya sambil menahan tangan kanannya yang mulai mati rasa. ‘tahan sakitmu Lee Donghae, kau harus kuat’

Donghae terus mencari jalan keluar untuk menyelamatkan Kyuhyun, saat mengedarkan pandangan, Donghae melihat dua orang laki-laki menyeret badan seseorang yang babak belur dan Donghae yakin itu Kyuhyun. Segera ia mencari tangki untuk berlindung, melewati beberapa tangki dan memutuskan untuk mengambil sebuah tutup tangki untuk menjadi tamengnya.

=====================================================

Kyuhyun PoV

Aku merasakan tubuhku remuk dan sakit menjalar disemua badan, rasanya aku ingin mengakhiri semuanya. Apakah aku harus menyerah sampai disini, padahal dendam orang tuaku juga belum terbalaskan. Aku mulai membuka mata, ah…ini bukan gudang. Dimana ini?

‘aku dimana?’

Sekuat tenaga aku berusaha untuk menegakkan kepalaku, agar pandanganku makin jelas. Namun, setelah kulihat. Aku tak tahu dimana aku berada sekarang.

“bunuh dia!”

Apa??? Bunuh. Cih…mereka mau membunuhku. Andwe! Aku tak mau mati ditangan pengecut seperti mereka, yang hanya bisa main keroyokan. Sebelum aku memulihkan semua alat gerakku, dua orang pria terlebih dahulu menarik tanganku dengan kasar. Baiklah…. Aku akan sedikit mengalah pada kalian…

Sembari aku diseret entah kemana, aku mulai melonggarkan tangan dan kakiku. Berusaha mengendalikan anggota badanku sesuai kehendakku. Sakit…tapi aku harus menahannya.

Dor…dor….sepertinya ada perang tembakan. Apakah itu NSS?? Kyuhyun…bagaimana aku bisa berpikir sepicik itu, mana mungkin NSS kemari, mereka sudah membuangku, untuk apa memungut sampah yang sudah dibuang. Aish…tapi aku berharap Donghae ada disini, setidaknya ia bisa memberiku dorongan untuk bertahan hidup.

“YAA! Lepaskan dia!”

Donghae!! itu suaranya.

BUGG…tubuhku dijatuhkan dengan kasar, setengah sadar aku mulai membuka mataku dan benar..Donghae ada disini. Gomapta..aku melihat Donghae berkelahi dan aku tahu ia lemah di bidang ini.

‘Donghae…kau perlu belajar taekwondo’

=====================================================

“Kyu…” Donghae kaget saat tahu ada yang menolongnya dari dua pria yang cukup sulit ia kalahkan. Orang itu Kyuhyun, Donghae bersyukur Kyuhyun masih bisa sadarkan diri. Padahal kondisinya sangat parah.

Sekilas Kyuhyun tersenyum pada Donghae dan mulai menjatuhkan pria yang sudah berani menyeretnya. Kyuhyun merasa sangat marah namun ia baru menyadari kakinya terpasung sesuatu yang berat. Sebelum Kyuhyun melepaskan kakinya yang tersangkut, seorang pria yang masih belum menyerah meninju perut Kyuhyun. Donghae yang menyadari kesulitan Kyuhyun, langsung ambil alih.

DOR

Kyuhyun oleng tertembak pundaknya, Donghae yang masih terkepung mencoba menjatuhkan lawannya.

DOR

Dua kali Kyuhyun ditembak dan sekarang mengenai kaki kirinya. Kyuhyun yang tak bisa seimbang lagi, oleng ke belakang dan…BRUUK. Kyuhyun ambruk. Donghae geram dan mulai menggila. Ia tak akan memaafkan orang yang sudah menembak Kyuhyun, Donghae langsung mengambil pistol miliknya dan menembak orang yang dibencinya. Dua tembakan cepat dan tepat mengenai jantung.

“Kyu…Kyu..ireona!” Donghae menggerakkan badan Kyuhyun, berusaha menyadarkan Kyuhyun. Namun tak ada jawaban. “kau harus bertahan Kyu..kau tak boleh mati.”

====================================================

NSS

Malam ini, Lee Jonghyun sengaja melemburkan diri. Banyak tugas yang harus ia handle dan selesaikan sekarang. Waktu yang ia punya juga tidak banyak, makanya sejak dua hari yang lalu Jonghyun selalu pulang larut malam bahkan pulang di pagi buta. Ini sudah menjadi kewajibannya, walaupun sudah 12 tahun ia mengabdi di NSS, itu tak mempengaruhi pembagian pekerjaan. Semuanya diatur secara adil.

Drrrt… Jonghyun mengangkat panggilan di ponselnya.

“yeobo..kau tahu Donghae pergi kemana? Apa dia lembur di kantor?”

“tidak, bukannya dia sedang cuti di rumah. Katanya kau yang menyuruhnya.”

“lalu sekarang Donghae dimana? Anak itu pergi tanpa pamit. Telepon juga tidak aktif. Yeobo…kau harus menemukannya? Arra? Aku tidak bisa tidur kalau begini, tak ada kabar yang jelas tentang Donghae.”

“iya..iya..aku akan mencarinya. Kau tenang saja, sekarang tidur saja. Donghae akan baik-baik saja.”

“kau harus menjaminnya. Aku merasakan hal buruk terjadi terhadap Donghae dan Kyuhyun.”

“Kyuhyun? Bagaimana anak itu, dia tidak memberi kabar apapun?”

“belum, sepertinya Kyuhyun tidak ingin orang mengganggu suasana hatinya. Ya sudah, aku tutup teleponnya. Jangan pulang pagi,” telepon pun terputus. Jonghyun merasa ada yang aneh. Mengapa Donghae tiba-tiba pergi tanpa pamit. Anak ini memang nakal tapi dia tak pernah membuat eomma nya sekhawatir ini.

Jonghyun mencoba menelepon nomor anaknya, namun tak ada jawaban. Ponselnya tak aktif, sebenarnya dimana anak itu berada?? Jonghyun mau membuka system GPRS milik Donghae namun tertahan saat melihat seorang yeoja masuk ke ruangannya.

“maaf tuan Lee, Seung Hyun sanjangnim meminta anda ke ruangannya. Dan saya disuruh menjemput anda,” ujar Jessica yang memang lebih menyukai bekerja di malam hari. Padahal Donghae sering sekali memintanya untuk pulang lebih awal, demi keselamatan Jessica.

Jonghyun merasakan ada masalah yang menyebabkan atasannya menyuruhnya menghadap, apalagi ditambah kehadiran Jessica, Tim bagian Informasi. Apakah ada hubungannya dengan menghilangnya Donghae.

“terima kasih Jessica-sshi, kau boleh keluar dan sebaiknya kau langsung pulang saja. Tak baik yeoja pulang malam-malam,” ujar Seung Hyun.

“ne sanjangnim. Saya permisi.” Jessica keluar dari ruangan ketua NSS.

“kau sedang mencari anakmu, Lee Donghae kan? Aku tahu dia dimana?”

Jonghyun kaget mendengar penuturan Seung Hyun. “dimana?”

“di  Kyoto sepertinya anakmu yang satunya juga disana. Mereka mencari Yamamoto Mirai.”

“itu tidak benar!” sanggah Jonghyun. Seung Hyun tersenyum simpul, lalu dikeluarkannya lembaran kertas di atas meja dan beberapa foto yang menunjukkan keberadaan Kyuhyun dan Donghae di Kyoto. Jonghyun membacanya dan matanya terbelalak kaget.

“i..ini..”

“ya, agen Lee Donghae sudah menyalahgunakan jabatannya, mencuri data level 3 merupakan kesalahan yang tak bisa diampuni. Ini sama saja agen Lee Donghae meminta surat pengunduran diri.”

“untuk siapa?”

“Lee Kyuhyun, dia ke Kyoto untuk bertemu Yamamoto dan balas dendam atas kematian ibunya. Sederhana bukan.” Jonghyun yang mendengar tak habis pikir, Donghae dan Kyuhyun berani melawan perkataannya lalu berbuat nekat seperti ini.

“tenang saja, aku tak akan memecatnya sebagai agen tapi aku perlu kesepakatan denganmu Jonghyun.”

==================================================

Aauuwww….

“pelan-pelan paman!” teriak Donghae, meringis menahan perih lengannya yang sedang dibersihkan menggunakan alcohol.

“kau juga yang salah, sudah kubilang diam malah masuk ke sarang peluru.”

“aku juga agen paman, aku juga ingin terjun ke lapangan,” Donghae mengerucutkan bibirnya.

“aiishh…aku pasti akan dibunuh Jonghyun kalau tahu anaknya kena tembakan.”

“gwencana ajusshi…appa tidak akan marah padamu, aku bisa menjaminnya.”

PLETTAAKK “auw…appoyo ajusshi,” Donghae mengelus-elus kepalanya yang sakit akibat pukulan botol di kepalanya yang dilayangkan Kangin.

Kangin masih mengobati luka Donghae dan mencoba sebaik mungkin membalut lukanya dengan perban. Pandangan Donghae beralih ke ranjang tempat Kyuhyun sedang diperiksa oleh seorang dokter yang dipanggil Kangin, yang pasti dokter gelap karena keberadaan mereka masih dibilang sangat bahaya saat ini. Bahkan Donghae meminta Kangin untuk merahasiakan tempat sembunyi mereka dari siapapun bahkan Sooyoung.

Seorang laki-laki menghampiri Kangin dan Donghae. “keadaannya sudah stabil, hanya perlu istirahat sehari dan besok dia bisa dibawa pulang ke Korea.”

“terimakasih atas bantuanmu,” Kangin membungkuk dan menyerahkan amplop kepada laki-laki tersebut. “kau sudah menyelamatkannya, terima kasih.”

Setelah kepergian laki-laki yang bisa dianggap dokter itu, Donghae mendekati ranjang yang dipakai Kyuhyun tidur. ‘anak ini…kau punya nyawa berapa Lee Kyuhyun…berani-beraninya membuatku sekhawatir ini…kau membuatku merasa bersalah…apa yang harus aku jelaskan kepada appa dan umma…’ Donghae menatap wajah Kyuhyun yang babak belur, sekujur badannya penuh dengan lebaman biru. ‘sakitkah….maaf, aku tak bisa membantumu…’

BRAAAKK….

“Donghae-ya!”

Donghae kaget melihat Sooyoung yang sudah berada di depannya. Donghae melirik Kangin tajam, orang tua ini memang tak bisa diajak bekerja sama. Saking kesalnya, Donghae menginjak kaki Kangin dengan keras. “lebih baik kita beritahu Sooyoung, kurasa dialah yang paling khawatir keadaan Kyuhyun,” bela Kangin.

Sooyoung yang masih tak percaya dengan apa yang  ia lihat, merasa lemas. Kyuhyun…keadaannya benar-benar kacau, wajahnya penuh luka, badannya yang membiru di bebarapa bagian. Sooyoung mendekat ke Donghae dan langsung memeluknya.

“aa…”Donghae menahan rasa sakit di lengan tangan, luka tembakannya. Sooyoung tak menangis tapi mengeratkan pelukannya pada Donghae.

“aku sudah janji kan, akan membawa Kyuhyun dalam keadaan hidup,” ujar Donghae berbisik ke Sooyoung. “dia namja yang kuat, kau harus tahu itu.”

Sooyoung hanya mengangguk, Donghae mulai melepaskan pelukannya dan menatap Sooyoung. Entah mengapa ia merasa sakit sekali melihat binar mata Sooyoung sekarang, sepertinya tak ada kekhawatiran apapun di mata Sooyoung untuknya. Kyuhyun sudah mencuri semua perhatian Sooyoung ternyata. Donghae tersenyum sekilas, menyadari cintanya yang tak terbalas. Donghae menepuk pundak Sooyoung pelan, memberikan kekuatan untuk yeoja yang sangat ia cintai. Ia menarik tangan Kangin untuk meninggalkan  barak, memberikan Sooyoung kebebasan bicara dengan Kyuhyun.

“paman..kau punya minuman?”

“apakah kau mau mabuk?”

“aku perlu menangis malam ini.”

Sooyoung duduk di samping Kyuhyun di barak. Kyuhyun pun sudah siuman saat mendengar tangisan Sooyoung. “uljima,” ujar Kyuhyun.

“kau memang gila Lee Kyuhyun! Kau hampir saja mati!”

“arra…maafkan aku Soo,” Kyuhyun mengenggam tangan Sooyoung. “aku tak akan membuatmu menangis lagi.”

“Kyu…aku minta padamu untuk memikirkan hidupmu, aku tak mau melihatmu terluka seperti ini dan biarkan aku berada di sampingmu.”

Kyuhyun diam, namun makin mengeratkan genggaman tangannya pada Sooyoung.

“tidak seharusnya kau memilihku Soo.”

“Kyu…kau masih mau menyangkal semua yang kau rasakan. Jujurlah pada dirimu sendiri, kau kesepian, kau butuh orang di sampingmu,” ujar Sooyoung.

Kyuhyun menatap Sooyoung, memang yang dikatakan Sooyoung benar. Dirinya kesepian, semua orang di masa lalunya sudah meninggalkannya, yang tersisa hanya Sooyoung. Dialah satu-satunya orang dimasa lalunya yang tersisa setelah kepergian okasan nya. Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke Sooyoung, hanya tinggal beberapa senti lagi, Kyuhyun menatap Sooyoung dengan wajah sayang. Dibelainya wajah Sooyoung dengan lembut.

“saranghae Kyu..” ucap Sooyoung.

“nado..”  Kyuhyun terus mendekat dan akhirnya bibirnya mendarat persis di bibir Sooyoung. Awalnya Sooyoung tidak membalasnya namun lama kelamaan Sooyoung pun membalasnya.

“berjanjilah untuk tidak membuatku khawatir lagi Kyu,” ujar Sooyoung melepaskan ciumannya pada Kyuhyun. Tak menjawab apapun, Kyuhyun malah mencium Sooyoung lagi. Sooyoung menutup kedua matanya,merasakan sensasi dari hangatnya bibir Kyuhyun juga dari aroma nafas Kyuhyun. Kyuhyun mencoba menggigit bibir bawah Sooyoung, membuat Sooyoung membuka mulut dan langsung disergap oleh lidah Kyuhyun yang sudah menari,melilitkan lidahnya dengan Sooyoung.
“ahhh..Kyu..” desahan Sooyoung langsung membuat Kyuhyun melepaskan ciumannya. Sooyoung membuka kelopak matanya dan melihat Kyuhyun sudah menutupi mukanya yang memerah.

“ternyata kau pemalu,” ujar Sooyoung mencium pipi Kyuhyun yang memerah.

Di lain tempat, Donghae tengah menikmati langit malam Kyoto. Menatap langit bertabur bintang-bintang yang indah, sayang ia menikmatinya dengan minum bir. Keindahan malam ini tidak membuat hati Donghae makin membaik, malah bertambah buruk. Ia merasakan sakitnya sedikit berkurang tapi ia tak tahu sampai kapan ia bisa mengobati lukanya sendiri. Padahal ia sendiri tak yakin bisa menahan semua ini sendirian. Donghae terus membuka minuman bir nya, entah sudah kaleng ke berapa.

Berharap masih ada kesempatan dimana dirinya tak terluka. Cinta memang menyakitkan dan Donghae merasakannya sekarang. Ingin rasanya  ia berhenti menangis, menjadi namja yang kuat tapi minuman keras ini sudah membuatnya menjadi lebih lemah. Donghae menarik nafas yang sulit ia hirup dan menghela berat.

“berbahagialah Sooyoung…”

================================================

Rumah Keluarga Lee

PLAAKK

“abeoji, jangan tampar Donghae lagi,” Kyuhyun menahan tangan ayahnya yang sudah terkepal keras. “jebal…ini salahku bukan salahnya!” Kyuhyun kembali meluruskan masalah yang terjadi di Kyoto namun ayahnya tak mau mendengarkannya. Pandangan Jonghyun tajam kearah Donghae.

“kau tahu kesalahanmu banyak! Dasar anak tak tahu diri!”

“abeoji..!!” Kyuhyun menahan tangisannya sambil memegangang tangan ayahnya dan membawanya ke atas kepalanya. “jal mothaesseo *aku yg bersalah* jal moyhaesseo… abeoji!”

“Kyuhyun, kau temui dan tenangkan ibumu. Semalaman ibumu menunggu kalian pulang sambil menangis. Ka…” Jonghyun melepas gengggaman tangan Kyuhyun dan mendorongnya untuk keluar dari kamarnya.

“abeoji…”

“temui ibumu Kyuhyun,” ujar Jonghyun kembali. Kyuhyun menoleh ke Donghae dan Kyuhyun lemas saat tahu Donghae juga mengisyaratkan sama dengan ayahnya. Dengan berat Kyuhyun keluar dari kamar ayahnya.

“jeongmal mianhae appa…aku yang salah,” kata Donghae menunduk bersalah.

“mencuri data level 3 dan berhadapan dengan mafia di Kyoto. Apa kau gila Domghae?”

“jweisonghamnida…”

“kau sama saja membawa Kyuhyun kedalam kematian. Kau merasa senang sudah bisa melawan mafia dan tertembak. Kau senang bisa menyelamatkan Kyuhyun??? Jangan egois Donghae, kau lebih tua dari Kyuhyun dan kau tahu masa lalu Kyuhyun. Untuk apa kau membantunya?? Ini akan membawanya mati sama seperti ibunya.”

Jonghyun tak sanggup lagi memarahi anaknya ini. ia tahu Donghae salah besar tapi ia juga tahu Donghae mencoba yang terbaik untuk membawa Kyuhyun dalam keadaan hidup. Jonghyun menatap anaknya sedih…ada rasa kecewa dan menyesal. Kecewa karena Donghae selalu ceroboh dan menyesal sudah membuat pipi kiri anaknya merah akibat tamparannya.

“mulai sekarang jaga sikapmu. Masalah di NSS sudah ayah bereskan,” ujar Jonghyun lalu keluar meninggalkan Donghae sendirian.

“sepertinya aku bukan bagian dari keluarga ini lagi,” ujar Donghae kemudian tak lama ia tersenyum miris. Mengelus pipi kirinya yang panas.

===============================================

“aku merasa kita seperti double date,” ujar Sooyoung dan Kyuhyun serentak. Membuat Donghae melotot ke dua orang yang tak tahu diri ini. Sedangkan Sooyoung dan Kyuhyun tersenyum sambil menggoda Donghae.

“kalian cocok kok, Hanya saja saat ini Donghae sedang malu saja. Padahal dia playboy terhandal,” kata Sooyoung.

“ya Soo.. kita jalan-jalan lagi gimana? Kita naik wahana lainnya?”

“baiklah. Kalian mau ikut?”

Donghae dan yeoja disebelahnya menggeleng bersama.

“aish…kalian membuatku iri, geleng kepala aja kompakan githu. Kajja Soo, jangan ganggu pasangan baru,” Kyuhyun menarik tangan Sooyoung. Donghae yang melihat tingkah Kyuhyun agak geram juga.

“dasar anak kecil, mulai pegang-pegang rupanya,” runtuk Donghae pelan, namun yeoja disampinya itu mendengar perkataan Donghae barusan.

“gadis itu Sooyoung-sshi kan?”

Donghae menoleh, yeoja disampingnya memang tak bisa diremehkan jika berhubungan dengan penyelidikan. “apakah kau mulai menyelidiki kehidupan pribadiku?”

“jangan asal bicara, aku hanya melihat gelagatmu yang mencurigakan Donghae-sshi. Lagipula tatapanmu ke Sooyoung-sshi memang beda, ada binar cinta. Sepertinya kau masih belum rela jika Sooyoung-sshi bersama Kyuhyun-sshi.”

Donghae menatap sebal yeoja disampingnya. “urusi urusanmu sendiri Jessica-sshi.”

Donghae merasa salah pilih orang, harusnya ia tak mengajak Jessica pergi bersamanya. Tapi siapa lagi yang akan dia ajak, setelah mengincar Sooyoung dia tak pernah bermain bersama yeoja lainnya. Makanya, ia tak punya kenalan yeoja lainnya. Jessica memang cerewet hampir setiap mereka jalan, ada saja yang ia minta. Bikin kesal saja.

“kau harus percaya jika ada orang yang sudah ditakdirkan buat kita, mungkin saja Sooyoung-sshi bukan takdirmu,” ujar Jessica lagi.

“nugu?”

“hah???”

“lalu siapa takdirku, kau tahu?” tanya Donghae. Jessica menggeleng.

“tapi akan ada yeoja pengganti Sooyoung yang jauh lebih baik, yang akan mencintai Donghae-sshi dengan segenap cintanya,” kata Jessica mantap. Donghae menatap Jessica sekilas, lalu tertawa.

“aneh-aneh saja kau.”

=====================================================

“igeo.”

Donghae menerima kopi pemberian Jessica, lalu dimakannya bungkusan sandwich yang belum ia sentuh sama sekali. Saat jam istirahat, Jessica sempat tak percaya saat Donghae memintanya menemaninya makan siang. Walaupun harus mencarikan makan siang yang diminta Donghae, Jessica tak marah sedikitpun. Ia mengiyakan nya dengan senang hati.

Drrrtt… Donghae meletakkan sisa sandwich nya dan menerima telepon. Ia berdiri sambil mendengarkan isi telepon.

“yobosseo? Ne, appa…mwo?? Maldo andwae…appa…geotjimal.” Donghae menutup ponselnya dan tetap berdiri di tempatnya. Perlahan namun pasti Jessica bisa melihatnya dengan jelas. Donghae menangis, namja itu mengeluarkan air matanya. Untuk pertama kalinya Jessica melihat Donghae yang rapuh.

“Donghae-sshi ada apa?” tanpa menjawab, Donghae langsung menyambar Jessica dan memeluknya. Jessica kaget dengan sikap Donghae yang lagi-lagi membuatnya bingung. “gwencana?” tanya Jessica. Lagi-lagi Donghae tak menjawab, ia malah memeluk Jessica tambah erat lagi.

====================================================

Sooyoung tersenyum lebar, ia memandangi foto-fotonya bersama Kyuhyun saat mereka pergi bersama. Foto yang indah dan menarik. Disana terlihat Kyuhyun yang tertawa lebar, baru kali ini Sooyoung melihat ekspresi bahagia Kyuhyun. Semoga saja hubungan mereka akan diliputi kebahagiaan.

“nona Sooyoung, klien kita sudah menunggu di ruang rapat. Apa anda sudah siap?”

“ah..ne. Aku akan segera kesana. Kau temani klien dulu.”

“ne nona Sooyoung.”

Sooyoung mengemasi foto-fotonya dan menyimpannya di laci meja kerjanya. Ia memeriksa kembali kertas-kertas untuk bahan presentasi kerja sama yang akan dilakukannya sebentar lagi. Belum juga Sooyoung beranjak keluar, ponsel yang sengaja ia tinggalkan berdering.

“yoboseo…..

Praakkk…. Sooyoung jatuh terduduk, pandangannya hampir saja hilang namun ia berusaha untuk mendengar semua isi telepon yang ia terima dengan seksama. Ia tak bisa menahannya, Sooyoung menangis sesenggukan setelah hubungan telepon itu terputus.

“aniyo..andwae…” Sooyoung tak bisa berhenti menangis, ingin rasanya ia berteriak namun tak ada satu kata pun yang terucap dengan jelas.

=====================================================

 Pemakaman Umum Korea di Seoul Pusat

Saat itu, pemakaman umum tampak ramai oleh orang-orang berbaju hitam. Banyak dari mereka yang menangis tak dapat menahan kesedihan melihat orang yang mereka sayangi meninggal dunia. Tak ada yang menyangka ia dapat meninggal di usia yang muda. Apalagi penyebab kematiannya adalah kecelakaan, sungguh malang nasibnya. Belasan orang berkumpul di sekitar suatu makam yang terlihat masih basah. Di nisan itu tertulis sebuah nama.

Rest In Piece

Lee Kyuhyun

Tak ada yang pernah menyangka kepergiannya. Selama ini, orang berpikir bahwa Kyuhyun akan menemukan jalan hidupnya yang baru. Apalagi Kyuhyun termasuk orang baik yang selalu berusaha tersenyum saat dirinya jatuh.

Hingga hari telah siang, tersisa 2 orang di pemakaman itu. Donghae dan Sooyoung. Mereka merasa sangat sedih atas kepergian Kyuhyun. Tak ada yang pernah menyangka hal tersebut.

“Donghae, mengapa ia bisa tiba-tiba meninggal seperti ini?” tanya Sooyoung di tengah tangisnya.

“tidak ada yang tahu kapan kematian menjemput kita. Aku juga tak pernah menyangka Kyuhyun akan meninggalkan kita secepat ini,” ujar Donghae yang tak kalah sedihnya. Dari tadi Donghae terlihat tegar, mencoba menopang umma nya yang paling sedih. Namun..saat ini Donghae tak bisa bohong dan menutupinya. Ia menangis.

“kenapa kau meninggalkan kami anak bodoh,” ujar Donghae tak kuat melihat nisan yang bertuliskan nama Kyuhyun disana.

Menjelang sore hari, pemakaman mulai sepi. Seorang laki-laki bertopi berjalan menyusuri ratusan nisan yang berjajar rapi. Berjalan dari tangga satu ke tangga lainnya. Tak lupa buket bunga lily putih yang telah ia siapkan. Laki-laki itu pun meletakkan buket bunganya di depan nisan ‘Lee Kyuhyun’. Ditatapnya nisan yang bertuliskan namanya, aneh sekali melihat namanya terukir disana.

Apakah ini sudah benar?

“mianhae abeoji.. umma… kuharap kalian tidak terus sedih. Jaga kesehatan dan bertahanlah hidup lebih lama lagi.”

“Sooyoung-ah…jeongmal mianhae. Aku tidak menepati janjiku, aku membuatmu menangis gomawo sudah memberiku banyak kenangan manis.”

“Lee Donghae, kau harus jadi agen terbaik NSS. Saranghae~~”

TBC

 

 

3 thoughts on “Geotjimal [part 6]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s