Geotjimal [part 7]

Tittle:

            GEOTJIMAL [Part 7]

Genre:

            Romance, Action, Friendship

Starring:

            Choi Kyuhyun

            Lee Donghae

            Choi Sooyoung

            Sky

 

Cerita sebelumnya >>

Menjelang sore hari, pemakaman mulai sepi. Seorang laki-laki bertopi berjalan menyusuri ratusan nisan yang berjajar rapi. Berjalan dari tangga satu ke tangga lainnya. Tak lupa buket bunga lily putih yang telah ia siapkan. Laki-laki itu pun meletakkan buket bunganya di depan nisan ‘Lee Kyuhyun’. Ditatapnya nisan yang bertuliskan namanya, aneh sekali melihat namanya terukir disana.

Apakah ini sudah benar?

“mianhae abeoji.. mianhae umma… kuharap kalian tidak sedih. Jaga kesehatan dan bertahanlah hidup lebih lama lagi.”

“Sooyoung-ah…jeongmal mianhae. Aku tidak menepati janjiku, aku membuatmu menangis lagi padahal aku ingin kau bahagia, terima kasih sudah memberiku banyak kenangan manis.”

“Lee Donghae, kau harus jadi agen terbaik NSS. Kau tahu, hanya kau yang aku percaya untuk menjaga Sooyoung. Saranghae hyung~~”

Flashback—

Seorang laki-laki baya tengah memandang danau buatan di depannya, tatapan yang tajam seperti kebiasaannya, membuatnya terlihat lebih kejam padahal dibalik itu semua ia memiliki sifat baik yang terkadang tak ia tunjukkan. Seung Hyun, ketua umum NSS. Telah bekerja selama 25 tahun dan sudah 5 tahun ia menjabat sebagai ketua umum. Ia mengabdikan dirinya pada pemerintah Korea Selatan dan NSS tanpa peduli dirinya sendiri. Kebutuhan yang seharusnya ia dapat setelah ia sukses menjadi agen NSS saat usianya 24tahun. Mungkin saat ini ia akan sedikit lebih bahagia lagi, dengan menikah dan memiliki seorang anak.

Disini lah tempat ia dulu memadu kasih bersama yeoja yang sangat ia sayangi. Bahkan ia memberikan semua cinta nya untuk yeoja yang akan ia nikahi saat nantinya ia keluar dari NSS. Namun, takdir berkata lain… yeoja itu tak se-setia yang Seung Hyun bayangkan. Yeoja yang ia kira akan menunggu untuknya, telah mengkhianati nya. Yeoja itu menikah dengan musuh Negara sekarang ini. Yamamoto Mirai.

“sanjangnim,” tegur sebuah suara. Seung Hyun tersenyum setelah mendengar teguran itu, bayangan masa lalu yang berkelebat langsung hilang seketika.Ia tak menduga kehadiran orang yang bertegur itu. Seung Hyun berbalik badan dan bangga saat mengetahui siapa yang ada dihadapannya.

“kau datang?”

“ya, apa yang sebenarnya anda inginkan?”

Seung Hyun tersenyum mendengar nada bicara Kyuhyun yang sekarang terlihat lebih mantap. Beda sekali saat Kyuhyun di NSS, dulu namja itu terlihat kalem dan manis. Seung Hyun berjalan ke tempat lebih teduh lagi yang diikuti Kyuhyun.

“bagaimana keadaan mu?”

Kyuhyun tak menjawab, ia paling tak suka berbasa-basi. “aku senang kau masih sehat dan hidup sampai saat ini. Karena aku perlu dirimu Agen Lee Kyuhyun.”

“apa maksud anda?” Kyuhyun bingung, bukankah dirinya telah dikeluarkan dari NSS. Lalu apa yang diinginkan Seung Hyun sanjangnim hingga menginginkannya menjadi agen lagi.

“NSS butuh dirimu Kyuhyun, kami membutuhkanmu. Lebih tepatnya aku yang sangat ingin menjadikan mu agen kembali. Ada sebuah misi yang ingin aku tawarkan padamu.”

“misi rahasia?”

“ya, misi yang hanya akan diketahui kau, aku dan ayahmu.”

Kyuhyun merasa firasatnya akan buruk. Orang di depannya adalah ketua NSS, yang memiliki intelektual dan kecerdik kan yang unggul. Kyuhyun tahu ini misi yang akan mengorbankan dirinya sendiri atau bahkan lebih.

“apa misinya?”

“ternyata kau cukup tertarik Kyuhyun,” ujar Seung Hyun tersenyum mengejek melihat gelagat Kyuhyun yang tak sabaran.

“misi rahasia hanya akan dilakukan pada kasus level 3. Yamamoto Mirai. Aku membutuhkan mu untuk jadi mata-mata disana.”

“anda yakin?”

“yakin sekali. Identitas mu sebagai agen NSS memang sudah terhapus bahkan yang berkaitan dengan NSS juga, sehingga orang-orang Yamamoto tidak akan sadar bahwa kau sebenarnya agen. Ini memnag illegal tapi dengan kekuasaan ku sekarang, aku bisa menjamin mu. Kita akan buat kau mati dan semua data hidupmu akan terhapus, setelah misi ini selesai kau bisa mendapatkan identitasmu lagi sebagai Lee Kyuhyun. Bagaimana?”

“…”

“kau tak mau ikut? Balas dendam, kau masih ingin balas dendam dengan Yamamoto Mirai bukan? Ini adalah salah satu jalan dimana dirimu bisa balas dendam. Aku kira ini jalan yang lebih aman dan baik daripada kau maju sendiri tanpa menghiraukan apapun.”

Kyuhyun menatap Seung Hyun tajam. Setiapa kata-kata ketua NSS itu ia maknai dan mulai memikirkan apa yang harusnya ia putuskan. “waktu mu tak banyak. Ingat itu Lee Kyuhyun.”

Ah!!! Ia benci jika harus berhadapan dengan Seung Hyun. Ketua NSS ini tahu benar kelemahannya. Menggunakan niat balas dendam nya untuk memancing nya ikut serta dalam misi rahasia ini. Bisakah ia menolaknya, karena ia mengingat Sooyoung dan Donghae. Namun, bayangan kematian ibunya saat di Kyoto lebih mendominasi pikirannya sekarang. Apalagi mengingat Yamamoto Mirai bukanlah lawan yang mudah.

Kyuhyun tahu keputusan yang ia ambil akan mempengaruhi semua yang ada di dekatnya. “tawaran diganti syarat, bagaiamana?”

Seung Hyun puas dengan jawaban Kyuhyun. “deal.”

“apa syaratmu Kyuhyun?”

———————–

Sooyoung kembali memandang Donghae dan Jessica, ini adalah ajakan nya terakhir. Namun, Donghae dan Jessica tak ada yang menyahut. Kyuhyun yang merasa peluang untuk bersama Sooyoung lebih lama lagi, akhirnya membuat keputusan.

“sudahlah, jangan paksa mereka Soo. Biar kita saja yang menggunakan tiket ini berdua,” ujar Kyuhyun yang menarik tangan Sooyoung untuk segera ke arena bianglala.

“tapi…Donghae kan…” Kyuhyun kesal setiap Sooyoung lebih peduli dengan Donghae daripada dirinya. Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung lalu menariknya lembut agar ikut dengannya dan meninggalkan café yang sekarang hanya ada Donghae dan Jessica.

Setelah mengantri cukup lama, akhirnya Kyuhyun dan Sooyoung berhasil duduk di arena bianglala. Langit senja mulai berganti gelap, dan bianglala mulai bergerak. Sooyoung tak peduli dengan wajah Kyuhyun yang suntuk, ia malah bergumam dan mengagumi pemandangan  langit malam yang indah. Lampu-lampu taman hiburan yang menambah keindahan membuat sepasang mata Sooyoung puas menikmatinya.

“kyeopta….Kyu kau harus melihatnya jangan pasang tampang seperti itu!” teriak Sooyoung.

“kau menyukainya Soo?”

“tentu, gomawo.”

“bukankah aku namja yang baik?”

“ada apa dengan otakmu Kyu? Aku baru sadar kau tidak seperti biasanya, sekarang ini kau terlihat….lebih romantic. Dan itu tidak wajar.”

“katamu kau menyukainya. Sebagai namjachingu mu yang baik, aku rela melakukan ini semua.”

“hm…tapi ini terlalu aneh buatku.”

Kyuhyun langsung kecewa mendengar kalimat Sooyoung barusan, padahal ia berusaha terlihat baik didepan Sooyoung. Apalgi status mereka sudah berganti ‘pacaran’.

“apa alasan kau menyukaiku Soo?” tanya Kyuhyun.

“tidak ada alasannya. Sarangahae Kyuhyun. Hanya itu.”

Gaseumi sorichyeo marhae, Jayuro-un nae yeonghon

Eonjena cheo-eumui imaeum, Euro neoreul saranghae

Georeo wotdeon shiganboda, Nameun nari deo manha [no other-SJ]

“kau mulai menyanyi?”

“hanya ingin menyampaikan perasaan. Suaraku bagus kan,” ujar Kyuhyun sambil memamerkan senyum mautnya. Sooyoung mencium pipi Kyuhyun tiba-tiba.

“ya! Kenapa kau selalu mencium pipiku?”

“saranghae.”

Kyuhyun bahagian setiap ia mendengar pernyataan Sooyoung dan melihat senyum manis Sooyoung yang ia yakin hanya dirinya yang bisa dapatkan. Bahagia, sebuah kata yang Kyuhyun rasakan sekarang. Tapi ia tahu ini tidak akan bertahan lama. Tiba-tiba Kyuhyun seperti ditampar pada sebuah kenyataan. Kenyataan yang ia ciptakan sendiri dan sebuah keputusan paling berat yang harus ia ambil.

“apa bisa aku jauh darimu Soo???” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun sengaja mengaja Sooyoung ke sebuah taman. Ada sebuah kejutan yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari hanya untuk menunjukkan kesungguha nya pada Sooyoung. Sampai di taman tidak ada tanda manusia. Taman ini sepi sekali.

Duuuaarrrrrr

Sooyoung tersentak kaget karena ledakan kembang api yang tiba-tiba.

“siapa yang menyalakan kembang api ini,” pikir Sooyoung saat ia melirik kesebelahnya Kyuhyun sudah tak ada di sampingnya.

Duuuuarrrrr……Sooyoung melihat kembang api itu di langit, lama-kelamaan kembang api itu berubah jadi sebuah tulisan yang membuatnya kaget serta kagum “I love Sooyoung“. Sooyoung masih memandangi kembang api itu tiba-tiba saja tersengar suara.

“begitu kagumkah kau dengan ini?” tanya Kyuhyun yang sekarang sama-sama mendongakan kepalanya.

“Kyu…”

“kau tahu siapa yang membuatnya?” tanya Kyuhyun lagi.

Sooyoung benar-benar tak tahu harus berkata apa lagi. Kembang api begitu indah.

“oiia, ada satu lagi yang belum kau lihat.”

Proookk..

Kyuhyun menepukkan tangannya sekali langsung saja lampu-lampu di samping mereka menyala  dan lampu-lampu itu berbentuk love. Sedangkan Sooyoung dan Kyuhyun ada di tengah-tengah di antara lampu-lampu itu. Sungguh sangat romantis dan membuat Sooyoung terkagum-kagum. Kyuhyun memang orang yang kaku tapi kali ini dia romantis.

Sooyoung langsung memeluk Kyuhyun. “gomawo…gomawo Kyu. Ini benar-benar romantic.”

“arra.” Kyuhyun membalas pelukan Sooyoung. “saranghae.”

“nado saranghae Kyu.”

Sooyoung merasa ia akan bahagia terus jika ada Kyuhyun disampingnya. Ia yakin cinta mereka akan selalu membawa kebahagiaan. Tanpa Sooyounng tahu, Kyuhyun menangis diam.

“mianhae Soo.”

——————–

Jong Hyun mempercepat langkah kakinya menuju tempat janjian, dimana yang dikatakan Kyuhyun padanya tadi di telepon. Tempat yang selalu membuat Kyuhyun ingat ibunya, tanah kelahiran ibunya. Jong Hyun sudah bisa memprediksikan apa yang akan dikatakan Kyuhyun padanya. Ini tentang misi rahasia yang dicetuskan Seung Hyun yang akan memakai Kyuhyun sebagai agen-nya. Jong Hyun tak bisa dian dan membiarkan itu terjadi, keselamatan Kyuhyun yang jadi taruhannya dan ia sebagai ayah wajib untuk menghalangi keputusan yang dibuat Kyuhyun.

“apa yang ada di kepalamu Kyuhyun!”

“abeoji marah padaku? Abeoji ingin aku membatalkan semuanya?”

“ya! Kau tahu misi ini bukan misi yang kau bayangkan, semudah dan segampang yang ada di benakmu. Kau akan berhadapan dengan Yamamoto Mirai, musuhmu juga!”

“makanya aku perlu ayah!”

“aku tahu kemampuan ku mengendalikan emosi masih labil dan aku butuh abeoji untuk mengingatkan ku selama aku bertugas. Abeoji…kau tahu kan, selama hidupku aku ingin menjadi orang yang bisa membahagiakan orang lain. Aku akan ambil misi ini.”

“apa yang kau maksud dengan membahagiakan orang lain? Kau akan dihapus dari data NSS dan warga Negara Korea. Kau akan terhapus dari ingatan orang-orang, kau akan dianggap mati Kyuhyun. Sadarlah dulu, sebelum ambil keputusan ini! bagaimana bisa kau bilang ingin membahagiakan orang lain!!”

Kyuhyun tahu, ayahnya akan menolak dan membuatnya bimbang kembali. Kyuhyun mendekati ayahnya. mengumpulkan semua keyakinan yang ada pada dirinya.

“aku memang anak durhaka. Melawan perintah ayah, membuat khawatir ayah dan mungkin tidak akan lama lagi akan membuat umma menangis. Jadi aku butuh ayah disisiku, membuatku kuat dan hati-hati dalam mengontrol emosiku.” Kyuhyun mengeluarkan sebuah kalung dari saku celana nya. “aku menitipkan ini kepada ayah. Jika  Choi Sooyoung menangis saat acara pemakaman, aku meminta ayah memberikan kalung ini padanya,” ujar Kyuhyun. Jong Hyun menerima kalung itu setengah hati.

“kau yakin?”

Kyuhyun mengangguk. “keputusan ini membuatku sadar, mencintai seseorang tak selama nya membahagiakan.walaupun aku ingin merasakan kebahagiaan yang lebih lama lagi.”

Flashback end~

“kau sudah siap?” tanya Seung Hyun pada sosok Kyuhyun yang barusan datang. Ia memandang wajah laki-laki di depannya, wajah yang tampak tak bersemangat. Seung Hyun menepuk pundak Kyuhyun hangat, berusaha membuat namja di depannya bisa terlihat rileks.

“mau kukatakan belum siap pun, kau pasti akan tetap menyeretku pergi bukan?”

“kau sudah mulai berani rupanya.”

“akan lebih mudah memulainya dari sini,” ujar Kyuhyun. Seung Hyun memberikan dua benda yang akan berguna untuk kelancaran misi.

“ini passport Jepang, kau resmi menjadi warganegara Jepang,” kata Seung Hyun, Kyuhyun membuka passport nya dan menemukan sebuah nama. Ia memandang Seung Hyun ingin tahu.

“kuharap kau suka dengan nama barumu,” Kyuhyun tidak bisa menolak karena tak memiliki kewenangan dalam menentukan identitas barunya.

“selamat bekerja Sky,” ujar Seung Hyun sambil mengantar Kyuhyun—Sky maksudnya. Ke gerbang pemberangkatan Jepang

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

2 tahun kemudian….

Donghae menatap pintu di depannya, menarik nafas dan mengeluarkannya pelan. Ia tak bisa percaya semua yang ada didepannya, setelah kematian Kyuhyun, Donghae mencoba bangkit dari hari-hari buruknya. Memulai semua pekerjaannya dengan baik. Dan akhirnya ia sampai pada titik ini, titik dimana mungkin bisa mengubah Lee Donghae menjadi pribadi yang beda dengan 2 tahun yang lalu.

Tim 1 Urursan Luar Negeri

“annyeong haseyo…..” sapa Donghae ramah. Ia menatap kantor barunya.

“ohh, Donghae-sshi. Kau dipindahkan kesini?” tanya Yesung.

“ne, mohon bantuannya.”

“wah…aku tak percaya kau bisa lulus tes itu Donghae. Chukae,” ujar Sungmin. Donghae mengangguk ringan.

“ah..mianhae…Jong Woon-sshi dimana mejaku?”

“disana,” tunjuk Yesung tanpa melihat kearah Donghae, ia terlalu sibuk dengan laporan yang barusan ia terima dari Teoyeon.

Donghae langsung duduk di meja barunya. Tiba-tiba saja ia tak nyaman dengan kantor barunya. Ia lebih suka tempat kerjanya dulu, disana lebih manusiawi. Tidak seperti sekarang, hawanya terkesan mencekam. Apakah ia akan tahan disini, dengan suasana serius seperti ini.

“kau tau Donghae, itu bekas meja Kyuhyun. Ah..sudah dua tahun berlalu, tapi aku rindu dengan anak itu,” ujar Sungmin. Donghae sedikit terkejut, lama sekali ia tak mendengar orang membicarakan Kyuhyun dan barusan ia mendengar nama Kyuhyun diucapkan. Sedih. Donghae kembali teringat lagi. 2 tahun yang sangat sulit ia jalani tanpa Kyuhyun didekatnya.

“kau benar Sungmin, anak itu selalu membuat orang rindu.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“kalian terlihat seperti saudara kandung. Aku iri melihatnya,” ujar Sooyoung tiba-tiba.

“jinjja..ah pasti karena kharismaku sebagai seorang kakak.”

“jangan tebar pesona Hae,” Kyuhyun menjitak Donghae dan Donghae pun membalas hal serupa tapi lebih keras. Karena bagaimana pun juga yang muda harus diberi hukuman jika tidak sopan terhadap yang tua.

“jadi kalian tidak berkencan bukan…syukurlah. Aku masih punya peluang.”

“peluang?” Sooyoung sepertinya tidak tahu kalau Donghae menyukainya.

“peluang untuk jadi pacarmu Sooyoung-sshi. Bagaimana kau mau berkencan denganku?” tanya Donghae lantang.

“aku menyukaimu Donghae-sshi neomu neomu johae ne chingu,” kata Sooyoung membuat Donghae langsung berwajah masam seketika.

“chingu? Aishh… hati-hati Sooyoung-sshi terlalu lama kau mengenalku, kau akan jatuh cinta padaku nanti.”

“ya! Kaua mau mulai bergombal lagi Hae!” Kyuhyun selalu memulai pertengkaran dan Donghae akan selalu menyulut nya sampai mereka akan berhenti memaki setelah Sooyoung angkat bicara.

Mengingat percakapan itu membuat air mata Sooyoung kembali tumpah. Dulu…selalu saja dua namja itu membuatnya tertawa dan Kyuhyun selalu menjadi namja yang membuat Sooyoung khawatir. Walaupun bayangan masa lalu ini tak sebanyak dulu—2tahun lalu… saat bayangan Kyuhyun sangat membuatnya merasa menjadi orang yang paling gila. Setiap malam, Sooyoung akan ke restoran jepang ini. Tempat mereka bertiga berkumpul, makan dan mengobrol. Ia akan datang untuk  mengenang pertemuan kembali dia dan Kyuhyun yang hanya sebentar.

“Sooyoung-sshi?”

Kangin menatap gadis didepannya dengan sedih, sudah 2 tahun berlalu namun Sooyoung tetap datang ke restorannya. Padahal Donghae sudah melarangnya. Anehnya, Sooyoung datang ke restorantanpa memesan menu apapun, malah kadang Kangin sendiri yang harus menghidangkan makanan atau minuman untuk Sooyoung. Setiap malam— Sooyoung akan datang ke restoran Kangin, duduk di tempat biasanya Sooyoung habiskan bersama Donghae dan Kyuhyun. Dan gadis itu hanya akan melamun dan menangis sesenggukan.

Namun, sekarang Kangin lega, Sooyoung makin menerima kematian Kyuhyun dan berusaha tegar. Walaupun tak ayal, Kangin selalu melihat pipi gadis ini basah.

“minumannya,” ujar Kangin.

“terima kasih ajusshi.” Sooyoung tersenyum sebentar dan mulai mengetik sebuah pesan singkat di ponselnya.

“Donghae akan kesini?”

Soyoung mengangguk. “dia perlu menjemputku ajusshi. Aku belum berani menyetir sendirian.”

“baiklah, aku akan menunggu didepan. Kalau kau perlu apa-apa panggil saja aku.”

“ne, terima kasih ajusshi.”

Kangin tersenyum dan mulai meninggalkan tempat Sooyoung berada. Donghae akan segera datang dan namja itu hanya akan duduk disebelah Sooyoung tanpa mengatakan apapun. Namun itu dulu, saat Donghae juga berada dalam posisi yang sama seperti Sooyoung. Dan sekarang….Kangin melihat Donghae akan datang dengan membawa kabar atau cerita lucu yang membuat Sooyoung tersenyum. Walau belum berhasil membuat Sooyoung tertawa, tapi Kangin tahu Donghae telah berusaha sekuat tenaga.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Kyoto-Jepang

Masih ingat Yuuta, reader??

Yuuta itu, orang Kyoto yang pada saat itu bantu Kyuhyun buat ketemuan dengan Yamamoto Mirai, Yuuta yang memberi tahu tempatnya dan juga yang membuat Kyuhyun akhirnya ditangkap oleh anak buah dari pemimpin daerah Kyoto. *cuma pengingat*

“kau yakin akan ikut?” tanya Yuuta kembali kepada Sky.

Sky menatap Yuuta. “kau itu manager ku jadi biarkan aku ikut pertandingan ini. Bukankah kau sudah pertaruhkan uangmu untuk kemenangan ku.” Sky yang tak lain adalah Kyuhyun bersiap-siapa di atas ring.

2 tahun berlalu dengan cepat dan tak terasa, Kyuhyun yang sudah berjanji akan menyelesaikan misi ini dengan cepat harus rela hidup di pinggiran kota Kyoto menjadi orang yang berbeda dengan dulu. Sky, orang yang memiliki ambisius tinggi dan terkenal di daerah Fushimi sebagai preman tangguh yang sulit dikalahkan. Di Kyoto, Sky melatih badannya agar bisa sebanding dan bahkan lebih kuat daripada anak buah Yamamoto yang berada di daerah Fushimi. Dan ini membuatnya terkenal di daerah tersebut.

Pagi tadi, teman nya Yuuta—yang tentu saja tak tahu kenyataan sebenarnya bahwa Sky adalah Kyuhyun dan Sky adalah mata-mata NSS korea,  memberi tahukan bahwa Yamamoto akan hadir di pertandingan gulat di Kyoto. Pertandingan yang diadakan di stdiun tertutup, yang dilaksanakan klan Chinatsu dan biasanya aka nada orang penting yang hadir juga. Dua selama 2 tahun ini Sky memang tidak bisa melacak keberadaan Yamamoto dan bergabung dengan organisasi Kumo, milik Yamamoto. Dan malam ini, dipertandingan ini, ia harus menang. Karena Yuuta mendengar bahwa pemenang dari pertandingan ini akan diberi hadiah langsung oleh Yamamoto Mirai.

Dan ini satu-satunya cara Sky bisa berhadapan langsung dengan Yamamoto Mirai, pembunuh ibunya.

“kau akan baik-baik saja bukan? Kurasa lawanmu yang sekarang sangat kuat,” ujar Yuuta yang menatap ngeri lawan di ring pojok lain. Seorang laki-laki tegap dan memiliki abs yang sempurna, muka garang dan mata yang menghujam.

“tenang saja, walaupun aku kalah, aku tidak akan mati,” Sky menepuk pundak Yuuta supaya lebih rileks. Karena dirinya juga tidak begitu yakin akan memenangkan pertandingan ini.

Teng…teng….

Pertandingan pun dimulai. Sky dan lawan nya bergulat dan berusaha sekuat nya untuk saling menjatuhkan. BRakkk… Sky tertindih tubuh lawannya dan mengerang kesakitan. Ia berusaha keluar dari jepitan kaki lawannya, namun ini terlalu sulit. Berat badan lawannya terlalu berat. Arghhh… Sky berhasil berdiri dan langsung balas dendam, ini tunjukan kemampuan taekwondo sabuk hitamnnya. Memberi sedikit tendangan dalam yang keras ke ulu hati. Namun, Sky tak hati-hati, ia terlalu berambisi dan lupa mengatur ritme dan akhirnya….

Brakkk…sekali lagi, Sky runtuh ke lantai ring. Dengan satu pulukan telak mengenai wajahnya, darah mengalir dari sela-sela giginya dan..Sky tahu ia sebaiknya mengalah.

Teng…teng….pertandingan selesai. Yuuta langsung mendekati tubuh Sky yang tergeletak di tengah-tengah ring dan memapah Sky keluar dari ring.

“maaf Yuuta aku kalah,” ujar Sky sambil merintih kesakitan.

“ah..apa maksudmu maaf? Aku tahu kau mengalah di tengah-tengah pertandingan. Cih…pura-pura lemah dihadapan lawan, mau mu apa Sky? Bukannya kau ingin menjadi salah satu anak buah Yamamoto?”

Sky meringis, “mungkin aku belum siap,” ujar Sky lirih.

Setelah Yuuta membersihkan luka di wajah dan badan Sky sambil masih saja mengomel seperti sebelumnya, ia langsung meninggalkan Sky dan mulai mengumpulkan uang mumpung lagi di area pertandingan. Dan Yuuta juga ingin lihat wajah Yamamoto Mirai yang hanya ia bisa dilihat setahun sekali, petinggi para penjahat dan mafia di Kyoto.

Sekarang Sky, duduk di toilet sambil masih mengobati luka memar di sudut bibirnya. Tiba-tiba…

“hadiahnya akan diberikan sepuluh menit lagi dan tuan Yamamoto sudah bersiap di tempatnya.”

“apa Becky juga bersamanya?”

“iya tuan. Apakah sebaiknya kita membatalkan rencana ini?”

“baka! Ini satu-satunya kesempatan kita untuk menghilangkan Yamamoto dan menjadikan ku ketua Kumo di Kyoto.”

“baik tuan, saya akan atur sekarang.”

“kau harus pintar membaca situasi. Mengerti?!”

Orang yang diajak bicara tadi langsung membungkukkan badan dalam dan segera pergi meninggalkan tempat. Sky yang sedang berada di salah satu kamar mandi, mendengar semua percakapan itu. Ia seperti mengenal suara yang bicara tadi, salah satu diantara mereka. Sky tetap ditempatnya tanpa menimbulkan suara, ia tak mau ketahuan sekarang kalau ia menguping.

Setelah mendengar suara pintu tertutup, Sky keluar dari toilet lalu membuntuti orang berjas hitam tadi. Sempat Sky berpapasan dengan Yuuta, namun tak ia ladeni. “apa mereka ingin membunuh Yamamoto?

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Sky berhenti di tempatnya dan menatapa orang berjas hitam yang ia tahu pasti, orang itu Chinatsu. Orang yang ingin membunuh dirinya saat kejadian naas di Kyoto. Sky jadi geram sendiri jika mengingat bagaimana ia disiksa di gudang gelap. Sky masih diam dan tetap memperhatikan Chinatsu yang sedang bercakap-cakap dengan Yamamoto, darah Sky tiba-tiba berdesir. Setelah 2 tahun berlalu, ia baru melihat Yamamoto sekarang dan tentu saja bersama denga Becky pengawal setia nya.

Chinatsu membawa Yamamoto ke atas ring untuk menjadi wakil pemberi hadiah bagi para pemenang. Dan isu mengatakan, siapa yang menang dalam gulat ini akan bisa masuk menjadi anak buah Kumo didikan Yamamoto atau Chinatsu. Becky mengekor dibelakang dan sesekali mengawasi keadaan sekitar arena gulat, entah mengapa ia merasa ada yang aneh dengan Chinatsu hari ini. tuan nya dan dirinya seperti masuk dalam sebuah jebakan.

“tuan kita harus waspada,” bisik Becky dan tentu saja Chinatsu mendengarnya dan dalam hati ia memaki Becky.

“apa kau kira aku akan mati disini?”

“sebaiknya kita hati-hati tuan,” bisik Becky kembali.

“hahaha…tenang saja tuan, anak buahku cukup ahli dalam mengatasi musuh. Ayo…kita naik keatas.” Chinatsu mempersilahkan sambil tersenyum terus dan menyembunyikan senyuman licik.

“ya! Para penonton sekalian mari kita sambut tuan Yamamoto Mirai dengan sorak dan tepuk tangan!” seru si pembawa acara.

Spontan seluruh penonton dan orang di arena meneriaki ‘KUMO!!’ dan nama Yamamoto. Yamamoto yang dengan gembira nya melambaikan tangan.

“baiklah, tuan Yamamoto akan menyerahkan hadiah kepada pemenang nya,” seorang wanita dengan pakaian seksi nya langsung menuju ke ring dan membawa sebuah sabuk dan piala untuk pemenang. Yamamoto  mengambilnya dan menunjukkannya kearah penonton, lalu…

DOR!

Teriakan langsung terdengar setelah sebuah tembakan mengenai seorang pemenang, dan hampir saja mengenai Yamamoto kalau saja Sky tetap diam ditempatnya dan tak memelintir tangan penembak tersebut. Becky yang tahu kondisi tak baik, langsung ambil pistol yang ia sengaja sembunyikan dan langsung menembaki orang-orang Chinatsu sambil membawa Yamamoto keluar untuk berlindung.

“bunuh Chinatsu,” kata Yamamoto sinis pada Becky. Tidak ada ampunan bagi para pengkhianat.

“baik tuan, anda langsung pulang saja biar saya menuntaskan masalah ini.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Yuuta kagum dengan apa yang ia lihat, ini benar-benar seperti mimpi. Mana mungkin ia bisa ada disini sekarang, rumah seorang laki-laki mengerikan di Tokyo. Rumah kediaman Yamamoto Mirai. Setelah kejadian di arena gulat itu, Yuuta mendapatkan telepon dari salah seorang orang Kumo dan dia mengatakan bahwa Yamamoto Mirai ingin bertemu. Saking senangnya ia tak menyadari kebodohan nya, bahwa yang benar-benar Yamamoto inginkan bertemu adalah Sky.

Sky sendiri setuju untuk ikut ke rumah Yamamoto, ia tahu Yuuta merasa tidak seharusnya menemani Sky. Namun Sky janji jika ia berhasil masuk ke organisasi Kumo, ia akan mencalonkan Yuuta juga agar bisa menjadi anak buah Yamamoto juga. Sky sendiri, sekarang merasa aneh dengan rumah megah nan mewah didepannya, ia merasa ada ingatan tentang dirinya di rumah ini. Ia merasa mengenali jalan menuju rumah ini.

“tuan Yamamoto, ada di rungannya,” ujar seorang laki-laki dan mengajak mereka berdua mengikuti laki-laki itu masuk ke rumah. Yuuta tak berhenti-hentinya mengagumi arsitektur rumah bergaya jepang-eropa ini.

Sky dan Yuuta langsung memberi hormat kepada Yamamoto Mirai. Yamamoto malah tertawa melihat gelagat dua pemuda didepannya, ia menghampiri Sky. Sky merasa agak tak nyaman, ia merasakan ketakutan yang luar biasa, semoga Yamamoto tak pernah tahu jika dirinya adalah agen NSS yang dulu pernah ingin membunuhnya.

“kau yang bernama Sky?”

“ya tuan.”

“kudengar kau juga dari keturunan Korea juga. Bicaralah dengan bahasa korea,” ujar Yamamoto.

Sky terdiam dan hanya bisa memandang Yamamoto, apakah ia menyadarinya?? Secepat itu??

“marebwa…”

“ne, Sky-imnida. Apa yang membuat tuan ingin kami datang kemari?”

“kau sudah menyelamatkan ku di arena gulat itu, kalau tidak salah kau yang kalah dalam pertandingan gulat itu bukan. Sayang sekali…tapi aku berterima kasih padamu Sky. Kau penyelamatku. Jadi..kau ingin hadiah apa?”

Sky tahu ini adalah pertemuan singkat, tapi ia tak mau hal itu terjadi.

“apa yang kau mau, aku pasti akan mewujudkan nya.”

“biarkan aku jadi pengawal pribadimu,” ujar Sky mantap sambil menatap Yamamoto tegas. Ia ingin misi ini cepat selesai.

“kau….

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“apa yang sedang kau lamunkan?” Donghae melirik Sooyoung dari spion mobilnya. Mendapati gadis yang membuatnya cemas itu sedang bengong keluar jendela. Sooyoung sedikit terkejut dibuatnya.

“aku—“ Sooyoung memamerkan giginya, namun ia tidak dapat menyembunyikan bekas air mata di kedua pipinya.

Donghae menghentikan mobilnya tepat saat traffic light menyala merah. Dia memutar tubuh Sooyoung agar menghadapnya, kemudian berkata lembut. “apa aku telah membuatmu menangis?”

“tidak.”

“lalu mengapa kau menangis?”

Sooyoung bergeming. “sudah hijau,” katanya parau. Donghae kembali menjalankan mobilnya, namun pikirannya masih bertanya-tanya.

“jangan katakan kalau kau masih memikirkan Kyuhyun…”

Sooyoung mendesah, “maafkan aku…”

“tidak, akulah yang salah,”Donghae menarik tuas persneling sebelum menaruh tangan di dagunya. “aku seharusnya sadar. Kalau hati manusia bisa retak dan patah…”

“dari dulu aku menyukaimu Soo.”

Donghae tersenyum. Sooyoung dapat melihat kegetiran  dari dalam matanya.

“tolong jangan bicarakan ini lagi,” Sooyoung mulai terisak, begitu melihatmu, aku jadi teringat kepadanya…Sooyoung memejamkan mata, mendadak mengingat semua kebersamaannya dengan Kyuhyun.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

TBC

 

 

3 thoughts on “Geotjimal [part 7]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s