[Donghae] Blue Tomorrow

[DONGHAE] Blue Tomorrow

Tittle : [series] Blue Tomorrow

Cast : Lee Donghae, Lee Dong Wook, Im Yoona

Genre : ???

 

Bandara International Incheon

Seorang namja tengah berjalan dan memandang sekelilingnya. Ia tak menyangka akan sangat rindu dengan suasana bandara korea ini. Padahal ia baru meninggalkan negara ini beberapa bulan, tapi ternyata ia amat merindukan suasana disini. Kampung halaman yang sangat ia rindukan. Walaupun seperti itu ia tetap saja lebih merindukan yeoja yang ia cintai. Sampai kapanpun namja itu akan sulit melupakan semua kenangan yang ia buat di Korea ini bersama yeoja, mantan istrinya.

Tak berapa lama ponsel milik namja itu berbunyi.

ne eomma, aku baru saja sampai….aniyo jangan repot-repot….aku akan terlambat ke rumah. Aku akan pergi sebentar. Oke!” namja itu adalah Lee Donghae. Ia baru saja pulang dari Jepang setelah urusan bisnis appa-nya selesai. Entah mengapa ia sangat ingin pulang dan tentu saja ada janji yang harus ia tepati. Padahal ia berkeinginan untuk pulang setahun sekali.

Donghae-sshi…” seseorang memanggilnya langsung saja Donghae menengok kebelakang. Donghae hampir tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Dong Wook-sshi? Mwo haeyo?”

aku yang menjemputmu sekaligus ada yang ingin aku bicarakan padamu,” kata Dong Wook yang kini telah berubah penampilan. Kini ia memakai kacamata berbinkai hitam, mempelihatkan keseriusannya.

mwo?”

ikut saja denganku,” tanpa menunggu jawaban dari Donghae, Dong Wook sudah mendorong troli yang berisi barang-barang Donghae.

Tanpa menolak akhirnya Donghae menerima tumpangan Dong Wook. Mereka melesat ke daerah Seoul, membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai dan Dong Wook menyuruh Donghae untuk istirahat saja. Karena suasana yang sepi karena tak ada percakapan, Donghae akhirnya memilih untuk tidur seperti saran Dong Wook.

======================================================

Author PoV

Dua orang namja itu diam tanpa ada yang memulai bicara, mereka seakan menikmati hidangan yang tersedia. Padahal, Donghae dan Dong Wook sendiri sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Sudah 4 bulan ini mereka tak bertemu, terakhir kali ketika Dong Wook mengantar Yoona untuk mengurusi perceraian dengan Donghae. Dong Wook merasa Donghae agak berubah, ia terlihat lebih kurus dan sederhana. Ia tak terlihat sebagai eksekutif muda yang gemilang.

chukkahae,” ujar Donghae yang membuat Dong Wook tersadar dengan lamunannya sendiri.

gomawo,” Dong Wook tersenyum simpul pada Donghae. Tapi ia melihat Donghae menunduk, seperti terluka setelah mengatakan kata tadi.

Dong Wook-ah ini tentang Yoona,” ujar Dong Wook.

katakana saja.”

aku akan menikahinya besok dan kuharap kau melunasi janjimu untuk datang ke pernikahan kami,” Donghae langsung mengangguk. “aku berharap kau merestui pernikahan kami dan aku ingin minta maaf padamu Donghae..” sambung Dong Wook.

minta maaf? Untuk apa? Tidak ada kesalahan yang kau perbuat Dong Wook.”

ada. Selama ini aku berpikir kalau aku sangat jahat padamu dan Yoona. Tidak seharusnya aku melamar Yoona, tidak seharusnya aku mendukung perceraian kalian. Aku menyesal Donghae, menyesalinya,” Dong Wook menatap Donghae.

untuk apa menyesal, semua memang sudah takdirku. Aku tidak meyalahkan siapa pun atas perceraianku dengan Yoona. Saat ini yang terpenting adalah melihatnya bahagia. Dan orang yang bisa membuat Yoona bahagia adalah kau, Dong Wook. Aku sangat yakin Yoona akan bahagia bersamamu. Dan tentu saja aku merestui pernikahan kalian, kau tak perlu cemas.” Donghae berusaha untuk menerima semuanya. Ia akan berusaha terlihat tegar dimata Dong Wook.

geundae…,” Dong Wook tidak yakin apakah ia akan memberitahukan sesuatu tentang Yoona kepada Donghae. Sebuah rahasia yang ia tak boleh Donghae tahu. Rahasia yang ia buat berasama Yoona. Tapi, ia tak bisa membohongi Donghae seperti ini.

ada satu hal yang perlu kau ketahui Donghae, ini menyangkut Yoona,”

Donghae mendongakan kepalanya, ia merasakan Dong Wook merubah cara bicaranya terdengar lebih serius.

Yoona hamil.”

Donghae melotot. Hampir saja ia menjatuhkan gelas yang ada disampingnya untung saja Dong Wook sigap menangkap.

mworago???”

Yoona hamil. Kabar itu aku tahu tepat saat kau pergi ke Jepang. Keluarga Yoona dan aku berpikir untuk memberitahumu tapi Yoona menahan kami. Yoona tak mau kau tahu.”

atas alasan apa?” Donghae terlihat menahan amarahnya.

Yoona berpikir akan jauh lebih baik jika kau tidak tahu apa-apa.”

Tanpa disadari Donghae, air matanya keluar. Tak tahu mengapa kabar yang barusan ia terima sangat membuatnya bahagia. Hal ini membuat Donghae teringat akan malam saat melakukan ‘itu ‘ dengan Yoona. Yoona hamil ? Mengandung anakku?

ternyata bahagia dan sedih itu satu paket ya?” ujar Donghae tiba-tiba.

hah??”

aku sangat bahagia karena Yoonamengandung anakku berarti aku akan menjadi ayah. Tapi aku juga sedih karena aku tidak akan pernah mendengar anakku memanggilku ‘appa’ dan Yoona tidak akan lagi menjadi pendamping hidupku.”

Dong Wook terdiam lama, “kau boleh melihat anakmu Donghae, kapanpun kau mau.”

jinjjayo?”

tentu. Aku tak sejahat apa yang kau pikirkan. Walaupun nanti aku adalah ayahnya tapi tetap saja kau ayah kandungnya yang berhak mendapat panggilan ‘appa’.” Dong Wook merasa bebannya ringan saat melihat Donghae yang tersenyum bahagia. Mungkin inilah yang bisa Dong Wook berikan kepada Donghae.

Donghae-sshi…sepertinya aku sudah bicara semuanya. Kuharap kau benar-benar merestui pernikahan kami,” ujar Dong Wook membuat Donghae tertawa.

YA! Kau tak percaya padaku Dong Wook? Lihat saja aku akan datang ke pernikahanmu dengan tersenyum bahagia. Kau harus janji padaku untuk membahagiakan Yoona dan anakku nanti, jangan menelantarkan mereka. Arrasseo?” Donghae menatap Dong Wook yang kini sudah berdiri di hadapannya.

arraseoyo…kau juga harus hidup bahagia Lee Donghae.” Dong Wook menepuk pundak Donghae dan terakhir ia memeluk Donghae sebagai tanda terima kasihnya yang mau merelakan Yoona untuk jadi istrinya.

jeongmal gomawo Donghae,” ujar Dong Wook sekali lagi dan Donghae hanya membalasnya dengan menepuk punggung Dong Wook.

Setelah itu, mereka berdua berjalan keluar menuju mobil Dong Wook.

aku antar kau ke rumahmu,” kata Dong Wook.

aniyo, aku aku akan pulang sendiri saja. Terima kasih sudah memberi tumpangan.”

Donghae mengambil 2 kopernya dan mengeluarkannya.

kau tidak mau bertemu dengan Yoona dulu?”

besok,” jawab Donghae singkat.

tapi kan besok sudah…

besok aku akan bertemu Yoona untuk mengucapkan selamat berbahagia untuk kalian. Kalian harus bahagia Dong Wook.” Donghae menepuk lengan tangan Dong Wook dan tak lama kemudian sebuah taksi sudah berhenti di depan Donghae.

aku duluan.” Dong Wook mengangguk, membiarkan Donghae yang pulang dengan taksi.

kau juga harus bahagia Donghae,” kata Dong Wook lirih.

====================================================

 

Author PoV

 

Donghae menatap pintu di depannya ragu. Hari ini, Donghae bermaksud untuk menemui Yoona, mantan istrinya untuk terakhir kali. Ia ingin mengatakan semuanya pada Yoona terlebih lagi ingin meminta maaf untuk semua kelakuan kasarnya pada Yoona.

 

Mengingat nama itu lagi membuat Donghae pening. Semalam, kepala Donghae dipenuhi oleh bayang-bayang Yoona sampai sudah mau gila. Donghae memijat lehernya dan menata kembali buket mawar merah yang sudah ia persiapkan untuk diberikan kepada Yoona. Ia yakin Yoona akan menyukainya. Lalu aku beranikan diri untuk mengetuk pintu yang bertuliskan ‘Bride’s Room’.

 

masuk,” terdengar suara dari dalam. Dengan berani Donghae membuka pintu itu.

 

Ia berjalan masuk ke ruangan dimana Yoona sedang berias diri. Donghae melirik kanan kiri, tidak orang selain dirinya dan Yoona. Benar-benar tempat dan waktu yang tepat. Donghae terus mendekati Yoonayang tengah duduk sambil merapikan gaun bagian bawah yang terlihat tidak rapi.

 

Sebelum Donghae mengeluarkan suara, Yoona sudah lebih dulu melihat Donghae. Donghae pun melihat Yoona. Membuat mereka kaget satu sama lain. Donghae tersenyum pada Yoona, yang dibalas dengan sedikit ogah-ogahan. Donghae merasa Yoona masih marah padanya, sedangkan Yoona karena saking kagetnya melihat Donghae ada dihadapannya ia berusaha cuek.

 

ada apa,”tanya Yoona.

 

aku mau pindah ke Jepang Yoona,” jawab Donghae pelan. Yoona mengangguk. “tapi…aku mau bicara sebentar lagi denganmu Yoona.”

 

Yoona menatap Donghae sebentar, dia mengangguk lagi.

 

apa kau kesini ingin minta maaf lagi?”

 

Donghae segera tersenyum lemah, dia menghela nafas sebentar.

 

kemarin aku bertemu dengan Dong Wook dan kami berbicara lama,”kata Donghae membuat mata Yoona melebar.

 

mworago?” kata Yoona dingin. Donghae tahu pasti Yoona akan marah.

 

Dong Wook yang mengundangku untuk hadir ke upacara pernikahan kalian, dan aku sudah berjanji akan datang. Maaf, mungkin kau tidak suka kalau aku datang ke pernikahanmu tapi aku melakukan ini karena aku ingin melihatmu bahagia Yoona. Dan tenang saja aku merestui kalian,” ucap Donghae membuat Yoona tak percaya dengan apa yang dikatakan Donghae barusan.

 

merestui? Memang nya kau siapa Donghae-sshi? Kau bukan keluargaku, saudaraku, temanku! Kau hanya mantan suamiku! Jadi untuk apa kau jauh-jauh datang kemari hanya untuk merestui pernikahanku dengan Dong Wook.” Yoona memandang Donghae tajam.

 

dan aku juga tahu kalau sekarang kau sedang hamil Yoona,” sambung Donghae.

 

Yoona mendengus skeptik, “oh ya? Sekarang kau tau aku hamil?”

 

tenang saja, aku tidak akan menuntut apapun darimu Yoona. Dia akan menjadi anakmu dan Dong Wook,” ujar Donghae membuat Yoona terdiam. “mungkin aku akan melihatnya saat dia lahir saja. Aku akan mengawasi anakku dari jauh. Aku tak mau hubunganmu dengan Dong Wook rusak gara-gara kehadiranku.”

 

Donghae-ah…”

 

maafkan aku Yoona. Aku sudah membuatmu menangis dan sakit hati. Aku memang laki-laki bejat. Seenaknya melantarkan istrinya selama 2 tahun ini. Tapi kau harus tahu Yoona bahwa aku benar-benar mencintaimu. Ternyata suratan takdir berbeda, jalan yang mesti kita tempuh bersama retak. Saat bercerai denganmu, aku seperti mayat hidup. Aku berpikir aku tidak bisa bertahan hidup…” Donghae berusaha untuk terus bicara tapi hatinya terlalu sesak.

 

tapi…kau tenang saja Yoona. Aku akan baik-baik saja. Melihatmu menikah dengan Dong Wook dan hidup bahagia akan membuatku bahagia juga. Aku juga akan menata hidupku lagi, makanya aku disini untuk berpamitan juga. Aku akan tinggal di Jepang dan memulai hidup yang baru disana.”

 

Yoona terdiam sementara Donghae sudah membuang pandangannya. Berusaha untuk menata hatinya. Ia tidak boleh egois. Yoona harus bahagia, bukan dengan dirinya tapi dengan Dong Wook. Air mata Yoona mulai jatuh. Yeoja itu merasa tak berdaya setelah mendengar kata-kata mantan suaminya. Yoona juga kesal pada dirinya sendiri karena sekali lagi gagal menghadapi gejolak perasaannya terhadap Donghae. Ia masih mencintai mantan suami nya ini, Lee Donghae. Yoona hanya bisa mengigit bibirnya agar tidak terisak.

 

Donghae menoleh menatap Yoona lama. Yeoja yang dulu pernah dicintainya sepenuh hati. Yeoja yang sudah mengorbankan hatinya untuk mencintainya dan selalu membuatnya merasa tenang. Donghae tidak bisa lebih berterima kasih lagi padanya.

 

Yoona,” kata Donghae membuat Yoona sedikit mengangkat wajahnya. Donghae terdiam sebentar, berusaha mengendalikan emosinya. “kamu…harus bahagia, ya.”

 

Yoona menatap Donghae, dan kembali menangis hebat sampai terisak. Tidak pernah hati Yoona merasa sesakit ini seumur hidupnya. Perkataan Donghae tadi seakan menyiratkan bahwa Yoona tak akan pernah melihat Donghae lagi. Dulu, Yoona tak pernah memikirkan dia akan bahagia bersama orang lain selain Donghae, tetapi saat Donghae mengatakannya sekarang, Yoona tahu, kalau dia sudah membuat kesalahan yang paling besar dalam hidupnya. Yoona tak akan bisa lebih bahagia dari saat-saat bersama Donghae dulu.

 

Donghae membiarkan Yoona menangis untuk beberapa saat. Donghae harus bisa merelakannya. Donghae harus bisa merelakan semua yang ia miliki, termasuk apa yang disayanginya sekarang.

 

================================================

 

6 bulan kemudian

 

Kebahagiaan Yoona dan Dong Wook lengkap sudah setelah menunda bulan madu mereka karena kandungan Yoona yang menginjak bulan ke-empat. Sekarang moment itu tergantikan dengan kelahiran seorang bayi laki-laki yang sehat. Keluarga Yoona dan keluarga Dong Wook bahagia, sekarang kedua keluarga itu memiliki seorang cucu yang tampan. Dong Wook pun tak merasa risih saat menggendong Yooki. Dong Wook malah menyayanginya melebihi sayangnya terhadap Yoona😀

 

Hari ini pun Yoona sudah berada di rumah barunya bersama Dong Wook dan Yooki. Ia tersenyum terus saat melihat Dong Wook yang menggendong Yooki kesana kemari.

 

ya! Kau membuatku pusing yeobo,” ujar Yoona.

 

memangnya kenapa? Ada yang salah?” tanya Dong Wook polos. Yoona malah tertawa dibuatnya.

 

Ketika Yoona ingin beranjak ke dapur, handphone miliknya berbunyi. Yoona mengernyit melihat nama di layar handphone-nya. Eomma Donghae menelponnya.

 

yeoboseyo?” kata Yoona.

 

yeoboseyo, ini Yoona kan?”

 

ne eomma, ada apa menelponku?” tanya Yoona kikuk.

 

eomma mendengar kalau kau melahirkan. Selamat yaa akhirnya kau menjadi ibu juga. Kau pasti sangat bahagia.”

 

terima kasih eomma.”

 

Yoona..apa eomma mengganggu?”

 

ah, tidak eomma,” jawab Yoona cepat.

 

sebenarnya eomma sangat ingin menjengukmu sekalian melihat anakmu juga. Dari dulu eomma ingin sekali punya cucu darimu Yoona tapi..memang bukan takdirnya kau bersama Donghae,” Yoona merasa dadanya sesak, andai saja Eomma Donghae tahu kalau anak yang baru saja Yoona lahirkan adalah anak Donghae, cucunya juga.

 

Yoona akan sangat senang jika eomma bisa kesini. Yoona juga sangat rindu eomma. Ee..bagaimana kabar Donghae, eomma?” tanya Yoona ragu-ragu.

 

Eomma Donghae terdiam sebentar. Yoona bisa mendengar isakannya. Yoona tahu ini bukan pertanda baik, tetapi Yoona tak mau mempercayainya.

 

Yoona, Donghae…baru saja…meninggal,” kata Eomma Donghae membuat jantung Yoona seperti berhenti berdetak. Tubuh Yoona terasa lemas. Yoona tidak bisa merasakan satu pun organ tubuhnya. Yoona menggeleng-geleng kepadanya. Dia tadi pasti salah dengar. Donghae tidak mungkin sudah meninggal.

 

Yoona, eomma minta maaf. Tapi, sampai saat terakhir Donghae selalu minta maaf dan menyebut namamu Yoona,” kata eomma Donghae, sudah terisak. Yoona sendiri bergeming. Air matanya sudah jatuh.

 

kenapa…?” gumam Yoona lirih.

 

sebenarnya lusa kemarin Donghae sudah pulang ke Korea lagi. Katanya ia ingin bertemu denganmu di rumah sakit. Eomma berusaha menahannya karena eomma tak mau melihat Donghae sedih lagi. Tapi Donghae bersikeras untuk melihatmu, katanya ia ingin melihat anakmu Yoona. Ia ingin melihat anakmu untuk terakhir kali,” cerita eomma Donghae. “tapi, takdir berkata lain. Donghae meninggal karena kecelakaan.”

 

kecelakaan…?” gumam Yoona lagi.

 

saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Donghae tertabrak mobil waktu mau menyelamatkan anak-anak yang jatuh di jalan. Donghae mengalami pendarahan.”

 

Yoona tak bisa berkata-kata lagi. Air matanya sudah mengalir deras. Kini Dong Wook ada disampingnya menatap bingung. Yoona langsung memeluk Dong Wook, ia merasa dadanya sangat sesak sehingga tak sanggup untuk bicara.

 

Yoona, mungkin permintaan terakhirnya adalah bertemu denganmu dan anakmu,” kata eomma Donghae. “jadi besok kami akan menunggumu sebelum memakamkan dia.”

 

Yoona sudah terisak hebat. Dia tidak bisa mendengar kata-kata eomma Donghae yang selanjutnya. Handphone nya sudah berpindah tangan ke Dong Wook. Malam itu, Yoona menangis. Air matanya seakan tak pernah bisa berhenti mengalir.

 

===============================================

Pemakaman Donghae sudah berakhir. Keluarga Yoona dan Dong Wook datang menghadiri pemakaman tersebut. Yoona sempat tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat, Yoona terus memeluk Dong Wook. Mencari kenyamanan agar bisa meredakan tangisannya.

 

Yoona, jangan menangis terus. Kau harus kuat,” ucap Dong Wook.

 

kenapa Donghae harus mati? Seharusnya dia bisa hidup lebih bahagia lagi,” ucap Yoona.

 

mungkin inilah kebahagiaan buat Donghae. Kau harus tabah Yoona,” Dong Wook mengelus rambut Yoona lembut.

 

Yoona melepaskan pelukannya dengan Dong Wook dan duduk di depan makam Donghae.

 

Dong Wook menatap Yoona lama, lalu melirik ponsel yang ada di tangannya. Dalam layar ponsel itu, terdapat sms terakhir dari Donghae yang menyuruh Dong Wook untuk menjaga Yoona. Dong Wook menatap Yoona lagi, yang sudah kembali terduduk di samping Yoona.

 

kurang ajar kau Donghae,” gumam Dong Wook lirih. “menyuruhku menjaga orang yang tidak akan bisa melupakanmu selamanya.”

 

==================================================

 

Lee Donghae : Tak selamanya cinta membawa kebahagiaan. Bagiku cinta adalah pelajaran hidup yang berharga. Karena cintalah yang mengajarkan ku untuk menghargai perempuan, mencintai dan menyayanginya. Menjaga hati dan fisiknya melebihi apapun. Namun, sudah kukatakan sebelumnya…cinta tak selamanya bahagia. Seperti kisah cintaku…namun aku tak pernah menyesali pertemuan dan jalinan cinta ku dengannya yang sebentar. Karena hanya ada satu kata ‘Wo Ai Ni’

Dao le ming tian du zi xiang liu xin xu yuan
Xiang yi chang dian ying de wan jie pian

When it’s tomorrow, I will wish upon a shooting star alone
Just like the ending of a movie

 

2 thoughts on “[Donghae] Blue Tomorrow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s