[Siwon] Blue Tomorrow

[Siwon] Blue Tomorrow

Tittle : [series] Blue Tomorrow

Cast : Choi Siwon, Kim SoEun

Genre : ???

 

Siwon selalu mengajariku untuk menatap ke atas. Tersenyum indah kearah langit biru yang indah. Itu lebih baik dibandingkan menatap sedih tanah di bawah.

SoEun-ah…kira-kira kemanakah orang meninggal akan pergi?”

surga?” tebakku sambil mengembangkan senyum ke arahnya.

Ia menggeleng.

bagaimana dengan langit? Aku ingin menjadi langit nantinya.”

Alisku bertaut, bingung dengan ungkapan Siwon barusan.

jika aku menjadi langit, aku dapat melindungi SoEun selamanya.”

Aku langsung menatap Siwon tajam, tatapan ini selalu aku layangkan padanya setiap kali kata-katanya mulai mengarah ke kematian. Aku benci.

jangan berucap seperti itu Siwon!”

Siwon malah tersenyum manis gantian memandangku. Kubilang jangan berucap seperti itu! Jangan menyimpulkan bahwa semuanya akan berujung kepada kematian!!! Batinku sakit.

ada apa denganmu?” dia malah menanyakan hal tak berguna. Choi Siwon babo!

Tangan lembutnya menyentuh jari manisku. Tempat dimana benda perjanjian itu melingkar manis disana.

aku baik-baik saja.” Aku berusaha untuk menyeringai, menanggapi pertanyaan bodohnya. Aku tahu, ia amat menderita. Tetapi, dengan sok kuatnya dia masih bisa berkata seperti tadi. Menjadi langit?? Bodoh!!

mianhae.”

untuk?”

untuk semuanya. Menipu, membuatmu sengsara dan mening—“

diam!” aku benar-benar muak dengan kata terakhir yang hendak diucapkannya. Siwon pasti tidak akan meninggalkanku untuk selamanya. Pasti.

Sebelum aku berbicara lagi, Siwon sudah mendekatiku dan memelukku. Aku tahu Siwon melakukan hal ini untuk mencegahku menangis, ia paling benci melihatku menangis. Kalau begitu kenapa ia selalu saja mengatakan perpisahan, bisakah Tuhan memberikan keajaiban untuk kami.

============================================

Ruangan ini tak asing bagiku. Perpustakaan. Tempat dimana kami pertama kali bertemu, bercanda saat kelas usai, bertengkar dan mengukir setiap kenangan di masa lalu. Aku merindukan itu. Siwon berjalan terseok di sampingku. Topi rajutan yang terpakai di kepalanya tampak lusuh. Aku membenarkannya lalu memapah langkah Siwon menuju tempat di sudut ruangan.

AH! Aku menemukannya!” dengan semangat aku mengangkat papan tulis itu. Permukaannya sudah tampak kusam dan berdebu, namun setiap tulisan kebahagiaan itu masih tertulis di atasnya.

apa kau masih ingat ini?” aku mengerling cerdik.

Tetapi ia hanya mengangguk, lalu menyentuh permukaan papan tersebut dengan tangannya.

Aku tersenyum saat melihat jajaran tulisan ceria yang terukir di atas papan itu. Kapur-kapur mulai bertaburan saat aku menyentuh permukaannya. Aku masih ingat, diriku menangis saat membacanya waktu itu. Waktu dimana Siwon berkata bahwa hubungan ku dengannya hanya sampai di sana. Saat itu hatiku sangat hancur dan sakit.

SoEun?” Siwon menyentuh pipiku dengan kedua telapak tangannya. Ia menghapus derai air mata yang mulai menghujani pipiku. Aku menunduk sedih dan seakan melupakan ajarannya.

menataplah ke atas.” Aku sudah menduga ia akan mengatakannya. Namun, sayang nya aku tak bisa. Rasa sesak ini terlalu berat untuk kutahan sekarang. Aku tak sanggup kehilangan dirinya.

tersenyumlah.” Suara lirih Siwon seolah terngiang indah di benakku. Ia menyuruhku untuk tersenyum. Bodoh! Ia berkata pada saat yang tidak tepat!

============================================

SoEun apa kau bersedia untuk mencintaiku untuk selamanya?”

Aku mengangguk mantap akan pertanyaan itu. Siwon meletakkan rangkain bunga di kepalaku, mahkota yang cantik.

Hari ini…aku harap waktu dapat berhenti sampai disini saja. Aku ingin selalu merasakan kebahagiaan bersama Siwon, seperti sekarang. Jika aku bisa, aku hendak menghadang ketakutan yang selalu menghantuinya selama ini. Ia terlalu lemah untuk itu. Dulu, Siwon terkenal dengan keberingasannya. Tetapi sekarang ia bukanlah apa-apa, Siwon telah terjebak dalam renggutan penyakit yang akan menghabiskan jatah hidupnya tak lama lagi.

Isak tangis yang berusaha ia tahan dari tadi akhirnya pecah juga. Siwon menangis, memperlihatkan sifat pengecutnya. Aku tahu dirinya tak bisa melewati semua ini dengan kuat dan tegar, ia terlalu lemah! Seperti kataku. Ia mengerang hebat, seolah menyalahkan dan menantang Tuhan untuk menarik kodrat dari dirinya.

a—aku tidak mau mati!” Ia menubrukkan kepalanya ke batang pohon di sebelahku.

SIWON!!” aku berusaha menahannya. Mendekapnya dengan sekuat tenaga.

Siwon…dengarkan aku! Kau tidak akan mati! Kita akan selalu bersama selamanya!” isak tangis itu mulai terdengar surut di telingaku berganti dengan senggukkan pelan.

Aku begitu kasihan pada dirinya. Dokter memvonis kematiannya akan datang dua bulan lagi. Namun dirinya tak dapat berbuat apa-apa. Ia tidak memberitahuku soal itu, sampai aku menemukan dirinya dengan keadaan mengharukan di rumah sakit saat malam natal.

Ia terkejut mendapati diriku berdiri di depan pintu kamarnya. Saat itu aku termangu, mungkin saja itu bukan Siwon yang kukenal. Kuharap orang yang sedang berada diatas kasur dengan wajah pesakit dalah orang lain yang memang memiliki kemiripan dengan Siwon. Tetapi, itu memang Siwon—cinta pertama dan terakhir ku. Tak lama… ia berteriak mengusirku. Namun, aku bersikukuh untuk menemuinya, memeluknya kembali dan mencium pipinya yang berubah pucat.

Dan akhirnya Siwon menerimaku lagi. Sekian lama kami berpisah, berjalan sendiri di tengah kehampaan dunia dan akhirnya kami bertemu kembali. Kurasa tak ada seorang pun yang dapat membuatku sebahagia ini selain dirinya.

SoEun…sarangahe…” suaranya yang serak itu membuatku ingin tersenyum. Siwon menatapku dalam dengan mata jernih indahnya. Ini pertama kalinya ia mengatakan kalimat itu kepadaku.

nado saranghae Siwon-ah…” aku mendekapnya semakin erat dan berusaha meredakan isak tangisnya saat aku merasa punggungnya bergerak tak stabil. Menangis sesak.

=============================================


Siwon suka sekali memotret dengan kamera digital miliknya, ia selalu saja mencuri gambarku. Entah itu aku sedang tidur, merajut, bicara, makan dan sekalipun saat aku menatap lagit melalui jendela lebar kamar rawatnya.

Siwon, makanlah makananmu.”

aku malas.”

Siwon menatap cuek kerahku.

Aku tahu, makanan merupakan suatu penyiksaan baginya. Tapi ayolah…jangan bertingkah seperti anak kecil saja. Ini benar-benar membuatku repot.

Siwon masih memandang suntuk makanan di hadapannya. Aku menghela nafas, hanya ini satu-satunya cara yang bisa aku lakukan. Iseng kukeluarkan se-pack makanan snack yang tadi sengaja aku beli di mini market, tiba-tiba saja aku ingin membeli snack ini mungkin ini salah satu penyebab nya….memancing Siwon agar mau makan.

hmm…mashitta!” kusipitkan mataku seolah-olah menikmati sensasi kenikmatan snack yang aku makan dan sebenarnya makanan ini sangat enak di lidah.

SoEun! Aku mau itu!” tunjuk Siwon kearah mulutku. Lucu sekali melihat wajahnya saat merajuk seperti itu, benar-benar persis anak kecil. Aku menggeleng cepat.

kau masih sakit Siwon, lebih baik—“

Belum sempat aku menuntaskan kalimatku, Siwon sudah merebut bungkusan snack dari tanganku. Dasar! Lihat snack saja langsung semangat begini.

hmmm…rasanya benar-benar enak,” Siwon menikmatinya sambil memamerkan senyum nya dan memberikan separuh gigitannya padaku.

makanlah So-ah….”

Tuhan…berikan waktu yang lebih lama lagi untuk Siwon. Aku ingin sekali bersama dengannya lebih lama lagi…

========================================

Drrt…drrtt….

Ah! Ponselku berbunyi, panggilan masuk dari siapa??? Aku langsung menerima hasil cetakan foto dari kamera Siwon yang tadi pagi ia serahkan padaku untuk dicetak. Ahh..dasar Siwon apa saja sih yang ia foto, mengapa begitu banyak???

Drrtt…drrt… sepertinya panggilan penting! Aku keluar toko cetak foto dan mengambil ponsel dari tas jinjingku. “yoboseyo?”

SoEun-ah cepat ke rumah sakit! Siwon sekarat!”

Mataku membulat tak percaya. Siwon se— hatiku langsung sakit mendengar kabar itu. “eonni…aku sedang ada dijalan sekarang,” jawabku pelan.

palliwa…aku tak yakin Siwon bisa selamat. Cepatlah kesini!”

Aku mengangguk mendengar perintah eonni—kakak sepupu Siwon. Tanpa memandang keadaan di sekitarku aku berlari kencang sebisaku. Aku tak mau ada penyesalan. Nafasku terengah-engah. Aku terus berlari menyusuri jembatan yang panjang, namun tak kusangka aku terjerembap seketika di aspal. Foto-foto yang kupegang tadi jatuh dan berserakan di hadapanku. Perlahan kuambil selembar foto yang terhampar, hatiku langsung sesak, semuanya adalah fotoku…. gambar diriku di kamar rawat Siwon. Aku tahu, ia begitu mencintaiku.

Aku membereskan foto-foto yang berserakan dan berdiri lagi. Mengambil ponsel dan menghubungkan ponselku ke eonni dengan video call.

eonni! Aku ingin memberi semangat kepada Siwon!” teriakku melalui ponselku dan mulai berlari lagi.

SIWON! SIWON! IREONA! KAU HARUS BANGUN! JANGAN TIDUR BODOH!”

Aku sudah kehabisan tenaga untuk berteriak. Kakiku yang terus berlari berusaha secepat mungkin sampai ke rumah sakit.

So Eun…” suara lemah yang seketika melegakanku. Siwon membuka mata disela kesunyiannya.

SIWON! BERTAHANLAH! AKU AKAN SAMPAI DISANA!” kuharap kata-kataku dapat menahannya untuk lebih lama lagi bertahan. Tuhan…berikanlah keajaiban pada Siwon. Jika boleh, kini aku meminta padamu untuk tidak mengambil nyawanya yang berharga itu.

So-ah..tersenyumlah,” aku dapat mendengar kata-katanya dibalik alat pernafasan yang dipakainya. Suara lirih yang selalu ia ucapkan untuk membuatku tenang.

Aku tersenyum, berusaha untuk mengabulkan permintaannya.

Siwon-ah…jangan tinggalkan diriku…jebal…” kataku lirih dan tetap tersenyum seperti apa yang Siwon mau. Ini adalah kata-kata terakhir yang dapat kuucapkan. Aku mohon..bertahanlah Siwon! Bertahanlah lebih lama lagi…

Namun takdir berkata lain. Siwon menutup matanya dengan wajah tersenyum. Kakiku berhenti. Bunyi alat pendeteksi jantung berbunyi nyaring membuat senyum yang kupertahankan mulai memudar. Aku tersungkur di atas aspal yang dingin di pagi hari. Siwon benar-benar telah meninggalkan diriku sekarang untuk selamanya…

=========================================

SoEun..ini buku peninggalan Siwon untukmu. Tadi keluarganya menitipkan ini untukmu.”

Aku tak peduli dengan kata-kata umma sekarang. Sudah dua jam lamanya, aku duduk lesu di bingkai jendela. Memandang langit biru dengan lukisan awan yang membentang indah diatasnya.

Siwon sedang tersenyum hari ini,” ujarku seraya memperhatikan langit biru.

Aku masih tidak bisa melupakannya dan tak mungkin aku melupakan Siwon. Memandang langit sama saja dengan memandang wajah Siwon dan itu selalu membayangiku. Dengan lunglai akhirnya kupaksakan kakiku untuk berjalan dan mengambil buku pemberian Siwon untukku. Aku masih belum berani membukanya, aku hanya memeluknya dan mendekatkannya di dadaku. Ini terasa seperti memeluk Siwon untuk kedua kalinya.

Saat langit biru, Siwon tersenyum indah untukku. Saat langit berubah jingga, ia sedang tersipu malu. Namun, jika langit berubah hitam dan hujan, Siwon menangis dari atas sana. Aku benci itu.
Dan terakhir, kegelapan di malam hari, seolah seperti pelukan Siwon yang selalu menghangatkan jiwaku. Menatap langit merupakan sebuah petunjuk darinya untuk selama-lamanya.

==========================================

Choi Siwon: I want to be the sky. Not a river, I want to be the sky. Then I will instantly know where you are. If there was someone hurting you. I could fly there and beat him up. I could protect you. Jika Tuhan memberikan waktu yang lebih lama lagi untukku hidup di dunia ini, maka aku akan memilih dirimu untuk menjadi pasangan hidupku selamanya. Sampai aku tak bisa lagi ada disampingmu, tapi percayalah aku tak akan kemana-mana….karena aku akan selalu mengawasimu dari sini. Tataplah langit biru itu dan tersenyumlah. Saranghae…

Dao le ming tian ni jiu li kai wo shen bian

When it’s tomorrow, you will leave my side

 

9 thoughts on “[Siwon] Blue Tomorrow

  1. so sad..Sso kshan deh, di tinggal won oppa..q tggu karya kamu slnjtny y..castny Soeun eunnie donx pastinya..tp bkin yg happy ending donx!..mataku udh merah kyk org belekan nih, ikut ngerasain sedihnya eunnie

  2. Huaaaaa…. Sad ending lagiii….😦

    Tapiii kerennnn os2 ηγά̲̣̥….

    Di tunggu os atau FF dengan main cast Sso eunni…🙂

  3. Anyeong…..reader baru. Salam kenal….
    Suka bgt klo main castnya so eun unie. Dan ffnya jg bgus. Fellnya dapet. Jadi ikut ngerasain pa yg so alami. Kehilangan org yg begitu kita cintai itu menyakitkan….
    Huhuhu………
    Banyakin lagi ff yg main castnya so eun ya thor….
    Gomawo!!!!!!!

  4. sad ending
    kenapa ya setiap baca ff yg sad ending bawaan nya nyesek
    coz kalau baca suka larut sama cerita nya
    keren….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s