[Hankyung] Blue Tomorrow

[HANKYUNG] Blue Tomorrow

Tittle   : [series] Blue Tomorrow

Cast    : Hankyung, Victoria, Heechul etc.

Genre  : ???

“kisah cintaku punya batas waktu.” Laki-laki itu memandang langit malam yang tak terlihat indah karena bintang-bintang yang selalu membuatnya terpukau sudah tak tampak cantik di matanya.

“waktuku itu lebih pendek dibandingkan dengan orang lain. Jadi, aku tidak punya waktu untuk berlama-lama. Seperti kembang api di musim panas yang bersinar hanya sekejap waktu. Dan aku sudah tahu hal itu sejak aku berumur 8 tahun.”

=====================================================

Sore itu ketika langit mulai menjadi jingga dan matahari mulai tenggelam ke peraduannya, seorang gadis duduk di tepi pantai. Semilir angin pantai di sore itu, menerbangkan beberapa rambutnya yang membuatnya harus beberapa kali menyibak rambutnya. Gadis itu terus tersenyum melihat kearah lautan biru itu. Menikmati pemandangan pantai, tempat favoritnya.

BLITZZ

Tanpa disadari sang gadis, sesosok laki-laki terus memperhatikannya dari jauh dan tak jarang ia mengambil potret gadis itu. Lelaki itu tersenyum menatap hasil fotonya yang memuaskan untuknya. Ia kembali menatap gadis itu yang tampak mulai meninggalkan pantai itu. Lelaki itu tersenyum lagi tetapi senyum yang susah dimengerti. Tetapi, dari pandangan matanya terlukis  sebuah kesan ketertarikan.

“kau masih memperhatikannya?” kata seseorang yang membuat lelaki itu sedikit tersentak.

Lelaki itu tampak tersenyum pada seseorang yang membuatnya tersentak itu.

“begitulah. Dia begitu menarik, Hee-ah..” kata lelaki yang terus saja melihat hasil foto-foto gadis itu di kameranya.

“Hankyung-ah…kau kan sudah punya aku, kenapa mesti cari gadis lain lagi?” kata temannya yang bernama Heechul. Hankyung tersenyum melihat wajah Hee yang cemberut dan terkesan manis malah.

“aku masih normal Hee. Makanya jangan banyak kencan saja tapi ga ada satu pun gadis yang membuatmu tertarik? Kau lebih terlihat playboy.”

“jangan ungkit masalah orang lain. Kau benar-benar ingin berkencan dengan gadis korea? Tidak ingin gadis lokal?”

Hankyung tersenyum dan mulai memotret sekitarnya, “aku butuh gadis Korea, banyak yang bilang mereka gadis yang kuat dan aku butuh tipe yang seperti itu.”

Heechul hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya yang hanya berani melihat gadis pantai itu tanpa berani sekalipun menghampirinya.

“kau suka padanya?” tanya Heechul yang membuat Hankyung sedikit terbatuk.

“ya!ya! Kau kenapa?” tanya Heechul lagi sambil tertawa dan menepuk-nepuk pundak sahabatnya.

“ya! Aku tidak mungkin suka padanya!” kata Hankyung dengan sedikit berteriak.

Walaupunn hari itu sudah gelap, tetapi Heechul berani bersumpah bahwa ia melihat wajah Hankyung sedikit memerah dan menegang. Heechul pun hanya dapat tersenyum melihat sikap sahabat china nya itu.

==================================

“hey, masih disini?” seru Hankyung pada gadis pantai yang sekarang berdiri di dekat tepi atap itu. Gadis itu menoleh dan hanya melemparkan senyum yang manis pada Hankyung, lalu memalingkan wajahnya kembali menatap langit. Malam ini lagi-lagi Hankyung pergi keatap apatemennya, menemui gadis pantai yang membuatnya penasaran itu.

“apa tiap hari kamu kesini??” tanya Hankyung. Gadis itu mengangukkan kepalanya. Hankyung lalu berjalan menghampirinya dan duduk disebelahnya berdiri. Gadis itu lalu mendudukkan dirinya.

“ne..” balasnya singkat.

“akh ia, aku belum tahu namamu, aku Hangeng. Tapi panggil saja aku Hankyung. Orang Korea lebih mudah mengucapkan kata itu,” katanya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.

“aku victoria..” balasnya mengulurkannya tangannya, menjabat tangan Hankyung dan tersenyum ramah. Melihatnya wajah Hankyung jadi bersemu merah. Tapi setelah tersenyum, wajahnya kembali terlihat murung, seperti kemarin saat Hankyung pertama kali bertemu dengannya. Di atas atap apartemennya. Ia tak menyangka gadis yang ia kagumi ternyata penghuni satu apatemen dengannya.

“kalau boleh tahu, kenapa kamu selalu kemari??” tanya Hankyung hati-hati. Tak ingin melukai perasaan gadis itu. Mendengarnya Victoria memandangnya dengan mata sayu, lirih.

“eh, ta-tapi kalo kamu tidak mau cerita tidaka apa-apa kok..” lanjut Hankyung kelabakan melihat raut wajah Victoria yang berubah.

“aku kemari ingin mencari seseorang,” balasnya lirih. Seseorang? siapa?? kok carinya disini?? batin Hankyung bingung. “sudah tak usah kamu pikirkan..” balasnya. “lalu..kenapa kamu kemari??” lanjud Victoria.

“eh?? kenapa ya?? aku ingin memandang kota Seoul pada malam hari.. hahaha” balasnya.

“lihat ke langit..” kata Victoria sambil menengadahkan kepalanya dan menunjuk ke langit. Langit malam hari, hitam tapi bertabur berlian-berlian kecil yang berkelap kelip. Bintang. Menghiasi langit dengan memancarkan cahayanya yang menerangi seluruh bumi.

Hankyung pun menegadahkan kepalanya ke atas langit. “langitnya indah ya,” kata Victoria menatap Hankyung. Hankyung pun mengangguk-anggukkan kepalanya menyetujui perkataan Victoria.

“hmm.. hana, dul, set, net, dhasop..” Hankyung menunjuk setiap bintang yang ada di langit dan menghitungnya. “eh.. tadi yang itu sudah kehitung belum ya??” bingung Hankyung. Menghitung bintang membuatnya bingung sendiri.

“haha.. kamu lucu sekali.. bintang mana bisa dihitung ??” balas Victoria tertawa kecil. “kalaupun bisa, bintang tidak hanya 50, tapi jutaan..” lanjutnya. Melihatnnya, Hankyung pun ikut tertawa. Rasanya senang sekali bersama gadis pantai itu. Senyumnya dan tawanya sungguh membuat Hankyung merasa senang. Entah mengapa.. memang begitu.

“sudah malam, kamu tidak tidur ??” tanya Hankyung. “hooaaaammmm.. aku ngatuk sekali soalnya,” lanjutnya sambil merengangkan tangannya keatas dan menguap lebar sekali. Victoria terkekeh melihatnnya. Dia lalu menggelengkan kapalanya.

“tidak, aku masih mau disini.. pulang saja dulu Hankyung-ssi..” balasnya. Hankyung terlihat berpikir sejenak.

“hmm, ya sudah ke kamarku duluan, hari ini aku benar-benar lelah. Annyeong,” katanya yang lalu beranjak dari tempatnya duduk dan pergi meninggalkan Victoria.

Hankyung berhenti sejenak di depan pintu atap itu. Kemudian sedikit menolehkan pandangannya ke belakang. Victoria ya?? nama yang sangat cantik seperti orangnya. Haha. Aku ini mikir apa??tapi mengapa namanya seperti bukan orang Korea? Ahh…jika dia bukan gadis Korea, itu sama saja. Tapi aku menikmatinya ^^ Hankyung  lalu membuka pintu nya dan turun dari lantai teratas apartemennya.

=========================================

“YA! Kau mau kemana lagi?” tanya Hee mencekal tangan Hankyung yang siap membuka pintu.

“aku ada urursan sebentar, kalau kau bosan telepon saja Hongki untuk datang kesini dan aku sudah membuatkan nasi goring Beijing untukmu, kau makan saja semuanya.” Hankyung merapikan bajunya.

“kau mau bertemu dengan gadis itu lagi?”

“dia harapan terakhirku Hee, kuharap aku bisa bahagia dengannya walau sesaat saja.”

Heechul menghela nafas lalu membalikan badan Hankyung dan merapikan syal yang melingkari lehernya.

“aku tahu dan aku mendukungmu. Aku akan senang sekali melihatmu bahagia daripada kau murung terus. Kau ingin jalan-jalan keluar bukan? Pakai syal ini dengan benar. Udara diluar sangat dingin, jangan coba-coba melakukan hal bodoh di luar sana. Kau cukup jadi dirimu sendiri, itu akan membuat gadis itu melihatmu apa adanya. Hankyung bodoh….kau harus kuat,” kata Hee menatap sepasang mata Hankyung.

“arra…”

“kau mulai fasih bahasa Korea dengan logat China mu,” Hee mengacak rambut Hankyung dan berbalik badan menuju sofa melanjutkan acara menontonnya.

“kau tak apa kutinggal Hee?”

Heechul hanya mengangkat tangan kanannya, “pergilah. Kau harus bahagia!”

Hankyung segera keluar apartemen dan beranjak ke tempat janjian nya dengan Victoria. Malam ini mereka akan bertemu dan Victoria lah yang mengusulkan jalan mala mini. Hankyung yang kalah cepat, langsung setuju ajakan Victoria.

Sedangkan Heechul, ia tak konsentrasi dengan tayangan film yang ada di TV. Sebenarnya ini bukan gejala ditinggal Hankyung, ini gejala yang sudah dipendamnya selama 10 tahun, saat ia tahu teman lintas negaranya dan teman kecilnya ini mengidap kelainan jantung. Sampai saat ini tak ada kabar tentang donor jantung untuk Hankyung di Korea maupun China. Heechul adalah wali Hankyung, karena Hankyung yatim piatu.

Heechul mengangkat telepon dan seperti saran Hankyung, ia menelepon Hongki.

“yoboseyo?”

“temeni aku Hongki-ah.”

“dimana Hankyung?”

“dia sedang keluar. Aku bosan disini sendirian, kau tahu kan aku benci ditinggal sendiri!”

“ya..ya…aku akan kesana, mungkin 15 menit lagi aku sudah sampai.”

“hehehe…kau memang sahabat terbaikku. Aku tunggu!” ujar Hee senang.

“Heechul-ah… kau sudah siap jika nantinya Hankyung akan meninggalkan mu?”

Tak ada jawaban dari Hee, ia terlalu shock mendengar penuturan Hongki yang tiba-tiba. Walaupun pertanyaan itu sudah pernah diajukan Hongki padanya berkali-kali tapi untuk saat ini ia merasa…. Ia takut.

“ya Heechul-ah…. Kau masih disana?”

“jangan banyak tanya lagi, kau cepat datang kesini saja!” Hee menutup teleponnya dan pandangannya kembali kosong. Ia menatap deretan foto-foto hasil potret kamera Hankyung dengann sendu, foto-foto dirinya dan kadang ada foto Hakyung juga.

“kenapa fotomu hanya sedikit bodoh? Kau ingin aku cepat melupakanmu?”

===========================================

“Seoul di malam hari memang indah!!” seru Victoria memutar tubuhnya setelah keluar dari apartemen. Hankyung hanya tertawa kecil melihatnya.

“antarkan aku ke taman ya..” pintanya dengan mata yang berbinar-binar. Hankyung mengangguk.

“ayo!”

Tamannya tidak berjarak jauh dari apartemen mereka. Hanya butuh berjalan beberapa meter saja, dan mereka sudah sampai di taman itu. Setelah sampai taman, mereka langsung berjalan masuk memasuki taman itu. Taman yang begitu indah dengan dikelilingi pohon-pohon yang hijau dan aroma bunga yang menyejukkan. Ditambah lampu-lampu neon yang menambah penerangan di taman itu, membuat suasana malam itu terasa sangat hangat.

Mereka duduk di tengah-tengah lapangan rumput yang empuk sambil menatap ke langit malam yang indah. Langit yang luas berwarna bitu tua dengan berhiaskan bintang – bintang yang berkelap – kelip. Dan bulan yang memberikan kehangatan tersendiri malam ini.

Tiba – tiba Victoria merebahkan dirinya diatas rumput. “kalau begini melihat bintang nya jadi lebih enak,” katanya. Hankyung pun mengikuti Victoria, merebahkan dirinya dan menggunakan kedua tangannya menjadi bantal baginya.

“kenapa kamu suka sekali lihat bintang??” tanya Hankyung.

“hmm.. karena aku ingin meminta satu permohonan padanya,” jawabnya.

“ouw.. aku juga mau minta permohonan!” seru Hankyung.

“kita minta bersama ya..”

Aku mohon.. semoga permohonannya dikabulkan. Doa Hankyung pada seluruh bintang yang ada di langit. Dan saat itu juga, sesuatu yang bercahaya jatuh dari langit. Bintang jatuh! banyak sekali. Seperti hujan meteor. Atau memang hujan meteor??

“KYYAA !! bintang jatuh!!” seru Victoria mendudukan dirinya sambil menunjuk satu persatu bintang yang berjatuhan di langit.

“selama ini aku selalu menantikan bintang jatuh.” lanjutnya.

Hankyung pun mendudukan dirinya dan ikut memandang langit. Benar-benar indah malam ini. Terlalu indah malah. Hankyung tersenyum lalu mengelus-elus rambut Victoria dengan lembut.

“gomawo, telah mengantarkanku kemari..” katanya lembut sambil menyandarkan kepalanya dibahu Hankyung.

“ne..”

========================================

“kita akan lihat pesta tahun baru bersama-sama, jalan ke Myungdong bersama. Pokoknya kita akan selalu bersama-sama lau kita pergi ke festival….” ujar Victoria.

Hankyung terdiam mendengar kata-kata Victoria yang kini menjadi kekasihnya, ia tak tahu harus berjanji atau mengiyakan semua yang mungkin saja tak bisa ia tepati. Saat ia menerima Victoria sebagai yeojachingu nya, sebenarnya ia merasa bahwa ini adalah tanggung jawab yang terlalu besar baginya. Karena ia pasti akan menyesali apa yang ia bakal lakukan sebelum ia meninggalkan dunia ini. meninggalkan orang terkasihnya, pacarnya, belahan hatinya. Victoria..

“….semuanya. Kita akan pergi bersama-sama, pergi bersama Hankyung. Kita akan buat banyak kenangan.”

“aku tidak suka dengan kata kenangan.”

“heh? Kenapa?”

“tidak apa-apa,” jawab Hankyung tersenyum.

“waktu sd pernah baca buku sastra bahasa modern tidak?” tanya Hankyung.

“tidak.”

“cerita ‘apa warna baju anak perempuan itu?’” Victoria menggeleng dan mulai penasaran dengan cerita Hankyung.

“ceritanya tentang dua orang A dan B, mereka sedang membicarakan masa lalu. Terus mereka mulai berbicara tentang lukisan yang terpasang di tangga sekolah. Lukisan anak perempuan memegang bunga di bawah matahari sore yang merah.”

“benar kau tidak tahu?” tanya Hankyung lagi.

“tidak tahu.”

A bilang….’AH! kangennya! Itu gambar anak perempuan yang pakai baju kuning kan?’

Terus B bilang, ‘salah yang dipakai anak perempuan itu baju berwarna merah seperti matahari sore’

Tapi A membantah. ‘bukan. Bukan. Kamu salah. Bajunya kuning terang di bawah sinar matahari sore!!’

‘bukan merah!’

‘bukan pasti kuning!’

Mereka tidak ada yang mau mengalah.

‘oke. Kalau begitu, ayo kita buktikan sendiri’ sekalian mereka jalan-jalan melihat gedung sd yang mereka rindukan.

“sebenarnya, apa warna baju itu?” tanya Vivtoria. “apa warnanya?” tanyanya.

Hankyung menoleh ke Victoria, “warnanya….tidaka ada. Itu gambar hitam putih. Baju yang meninggalkan kesan kuat itu ternyata Cuma dicat hitam. Padahal dalam kenangan mereka, mereka selalu percaya baju itu berwarna. Nah? Kenangan manusia kadang tidak tepat.”

“benda yang tidak berwarna dilihat berwarna. Mendramatisir seenaknya, memperindah, melebihkan dari kejadian yang sebenarnya. Makanya aku.. tidak percaya dengan  namanya ‘kenangan indah’.”

“kalau begitu kau percaya apa?”

“Victoria..hanya Victoria…. Yang sekarang hanya di depanku…”seru Hankyung dan membuat sesak dada Victoria.

================================================

“kau jarag menangis karena sedih?” tanya Hankyung.

“biasanya aku menangis lebih karena marah daripada sedih.”

“aku tidak mengerti yang ini, orang biasanya menangis karena sedih,” ujar Hankyung.

“ne, kebanyakan orang begitu tapi aku tidak. Aku jarang menangis karena merasa sedih. Aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali aku menangis karena kesedihanku sendiri.”

“apa kau tidak menangis dengan alasan sedih saat ada kerabatmu yang meninggal?”

Untuk beberapa saat Victoria terdiam, “jujur saja, disaat seperti itu, aku biasanya menangis karna terbawa suasana.”

Hankyung menatapku heran. “kau aneh!” komentarnya.

“aku tahu!”

Setelah obrolan panjang itu, Hankyung menarik tanganku dan menggenggamnya lembut. Kalian harus tahu sebulan yang lalu aku menyatakan perasaannku padanya. Dan tentu saja aku sangat senang, saat Hankyung menerimaku dan jadilah kami pasangan. “wae?” tanya Hankyung.

Aku menggeleng. Kami menikmati jalan kota Seoul berhiaskan lampu-lampu malam yang gemerlap. Kami sering pergi bersama akhir-akhir ini hanya untuk menikmati lampu-lampu malam seperti ini. Kami menyukai lampu-lampu jalan yang menyala memagari jalan. Lampu-lampu yang menyala dari gedung-gedung tinggi di kota Seoul. Kota itu akan terlihat indah saat malam hari. Aku dan Hankyung menyukai banyak hal yang sama.

“Victoria,” panggil Hankyung sambil menatapku.

“ne?” sahutku sambil balas menatapnya.

“suatu saat apabila kau menangis karena sedih, datanglah padaku,” ucap Hankyung, membuat diriku sedikit terkejut.

Untuk sesaat aku hanya diam, mengamati mata Hankyung yang menatap mataku, mencari-cari…apakah ia sedang bercanda? Namun entah bagaiman, ia tampak serius dan bersungguh-sungguh.

“waeyo?”

“karena saat itu, aku akan menghapus air matamu dan membuatku kembali tersenyum. Aku berjanji.”

Dan itu janji yang sangat buruk…

==========================================

Pemakaman Umum Korea di Seoul Pusat…..

Saat itu, pemakaman umum itu tampak ramai oleh orang-orang berbaju hitam. Banyak dari mereka yang menangis tak dapat menahan kesedihan melihat orang yang mereka sayangi meninggal dunia. Tak ada yang menyangka ia dapat meninggal di usia yang muda. Belasan orang berkumpul di sekitar suatu makam yang terlihat masih basah. Di nisan itu tertulis sebuah nama.

Rest In Piece

Hankyung

Tak ada yang pernah menyangka kepergiannya. Selama ini, ia menyembunyikan penyakitnya sendiri. Seakan itu adalah sebuah rahasia hingga ia tak membiarkan seorang pun tahu tentang penyakitnya. Tentu saja kecuali Heechul dan Hongki, mereka tahu penyakit Hankyung saat Hankyung stres saat tahu kedua orang tuanya meninggal saat ingin mengunjunginya di Korea.

Hingga hari telah siang, tersisa 2 orang di pemakaman itu Heechul dan Victoria. Mereka merasa sangat sedih atas kepergian Hankyung. Tak ada yang pernah menyangka hal tersebut.

“Heechul-sshi, mengapa ia bisa tiba-tiba meninggal seperti ini?” tanya Victoria di tengah tangisnya

“dia memiliki penyakit kelainan jantung.”

“penyakit yang sama seperti adiknya,” gumam Victoria.

“adik? Hankyung tak punya adik..” kata Heechul.

“apa? Tapi dia bilang..”

“Hankyung berbohong, Victoria. Semua yang penyakit tentang adiknya, sebenarnya adalah penyakitnya,” kata Heechul yang membuat Heechul menatapnya heran

Flash Back

“kau hebat, aku sempat tak percaya kalau kalian sepasang kekasih. Apa yang membuatmu seberhasil ini tanpa bantuanku??” kata Heechul di suatu café.

“aku juga tak tahu..” kata Hankyung sambil menatap jendela café dan meminum kopi pesanannya.

“kau bahagia?” tanya Heechul.

“hmm.. Begitulah. Tapi sayang, takdir tidak mempersatukanku dengannya.”

“bukankah kau sudah memberitahunya?”

 “mungkin.” Heechul menatap Hankyung penasaran, apa yang ia maksud?

“aku menceritakan padanya bahwa aku memiliki seorang adik perempuan yang mengidap penyakit kelainan jantung. Dan ia meninggal lima tahun yang lalu, tepat meninggalnya orang tuaku. Victoria langsung percaya dan ia tak menanyakan lagi soal cerita itu. Aku lega ia tidak bertanya lagi padamu Hee, karena aku takut aku akan kehilangan dirinya sebelum aku bisa rela meninggalkannya.”

“bodoh..” umpat Heechul.

 “ini rahasia kita, Hee. Jangan beritahu dia sebelum waktunya.”

“kau membuatku menjadi orang tolol dan jahat sekaligus Hankyung. Kau terlalu menjaganya, jika nantinya ia tahu semua ini pasti Victoria akan sedih dan sakit. ia akan rapuh, bodoh…”

“tolong jaga Victoria…”

End Of flash Back

===================================

Tiga bulan sejak pertama kali kau melantunkan janjimu, inilah pertama kalinya aku menangis sedih. Saat aku kehilanganmu, saat aku sudah tidak dapat menggapaimu. Saat kau sudah beristirahat menghadap Tuhan, saat kita telah benar – benar terpisah. Dan saat inilah aku menangis sedih.

Terisak tak rela. Aku benci menangis saat aku sedih, benci tidak adanya dirimu saat aku menangis sedih. Aku terus menangis sedih. Sedih karna kau sudah tidak bersamaku, sedih karna kau berada di dunia yang berbeda denganku, sedih karna aku sudah tidak bisa menggapaimu, sedih karna aku tidak dapat lagi menagih janjimu.

Aku terus menangis, terisak di dalam kamarku yang gelap dan sepi. Di atas tempat tidur, dibawah selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhku. Aku menangis, menangis karna sedih.
Dan tangisan sedih ini, tidak akan terhenti bahkan saat air mataku telah habis. Karna aku tetap menangis dalam hati, dan tangisan ini baru akan terhenti, saat kau, Hankyung, menghapus air mata ini.

FIN

Hankyung: Ai hai liu zai wo fang jian
Hui yi hai hen xin xian yi shun jian
Gan jue ni jiu zai yan qian

Love is still lingering in my room
Before the memory becomes real, in a moment
It felt like you were in front of my eyes

Tuhan…

Kumohon jagalah dia.

Apapun yang terjadi. Jangan biarkan dia kalah dan sedih.

Berapa kalipun dia menangis dan tersandung, berikan kekuatan agar dia bisa berdiri lagi.

Kumohon supaya orang-orang yang ditemuinya adalah orang-oranng yang hangat.

Kumohon supaya keceriaan dan kepintaran yang dimilikinya bisa diterima.

Tolong jaga dia.

Itu doaku.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s