Because I’m Stupid 1 [Yesung] >>naughty kiss

Tittle : Because I’m Stupid 1

Cast : Kim Jungwoon a.ka Yesung

Park Sunyoung T-ara

Support cast: Jiyeon, Eunjung, Jihae, Boram, Leeteuk, Heechul, Minho

Genre : Romantic

>>>nb…jadi ini cerita inspirasi dari drama korea “Palyfull Kiss” pada tau kan drama-nya jadi bagi reader jangan nge-bashing dan juga kaget kalau emang alurnya sama. Author hanya ingin membayangkan yokoh yang beda, kalau ada yang ga suka. Ga usah baca aja. Tapi moga aja readers pada suka ^^ gomawo<<<

Sunyoung POV

“haruskah kau melakukannya?” tanya Eunjung tidak percaya.

Aku hanya mengangguk.“Sunyoung, resikonya besar…” kata Jiyeon lagi.

“aku percaya pada pilihanku ini~!” pekikku menggenggam kuat surat pink ditanganku. “Aku akan berikan ini padanya…”

Aku tidak percaya ini. Eunjung dan Jiyeon tidak mendukungku~
Padahal, aku benar-benar berniat ingin memberikan surat ini pada salah satu murid di sekolah yang kukagumi sejak kelas 1 SMA, yaitu Kim Jong Woon atau nama tenarnya Yesung.

Kami seumuran. Tapi, dia pintar sekali. Kalian tahu? Disekolah, kami mempunyai kelas khusus untuk anak-anak pintar yang nilainya tak sanggup aku utarakan—nilai yang perfect tidak ada yang cacat. Biasanya kelas itu disebut ‘International Class’. Tiap minggu daftar nama siswa pintar itu akan diganti dan hanya 50 orang yang berhak masuk dikelas V.I.P itu. Tentu saja aku tidak termasuk. Buktinya, aku ada dikelas yg dijuluki ‘Fool Class’ sebodoh itukah kelasku…??? Aku benar-benar tak terima tapi melihat kenyataan nya memang kelasku selalu berada di ranking bawah.

Ah, iya. Aku Park Sunyoung. Aku siswi SMA di Namsan High School. Aku memang tergila-gila dengan Yesung sejak menginjakkan kakiku di sekolah ini. Dia benar-benar pria dengan karisma tinggi.

“Sunyoung…” tegur Jiyeon disampingku.

“wae?” tanyaku datar.

“aku dan Eunjung akan membantumu! Demi mendapatkan pria pujaanmu itu! Tapi, resiko tanggung sendiri. Kita tak mau dapet pahitnya. Oke?,” kata Jiyeon tertawa kecil.

Mataku berbinar-binar mendengar itu. Walaupun mereka tak mau sedikit berkorban untukku…tak apalah yang penting aku mendapatkan dukungan dari kedua sahabat terbaikku ini.

“KAMSAHAMNIDA!” teriakku dan memeluk Jiyeon dan Eunjung.

“okee! Kita mulai sekarang…”

Aku memasuki kantin sekolah yang besar dan luas ini. Seperti biasa, aku, Eunjung, dan Jiyeon selalu duduk di kursi yang sama setiap istirahat. Walaupun aku lumayan terkenal nakal dan usil di sekolah. Tapi hanya mereka berdua lah sahabat terbaikku.

“jadi, kita mulai kapan?” tanya Eunjung sambil melahap snack-nya.

“molla. Aku takut dia menolakku,” gumamku pelan.

“yah! Kau ini bagaimana, sih? Giliran kami berniat membantu, kenapa kau malah mengurungkan niatmu??” jengkel Jiyeon menatapku kesal.

“haha! Tenang saja. Misi ini akan tetap kita jalankan. Aku harus bisa membuat Yesung suka padaku! Harus!” tantangku pada diriku sendiri.

Eunjung dan Jiyeon hanya angguk-angguk setuju.

Tiba tiba…

“KYAAA~”

“itu Yesung Oppa!!!”

Aku pun menoleh dan benar saja. Itu Yesung, pria pujaanku yang tampan dan menawan. Tapi, Kulihat dia datang dengan Boram, siswi terpintar dan tercantik di sekolah. Keunde, Yesung melihat kearahku. APA? Arahku??? Omo !!

“kau…” tegur Yesung menatapku datar.

“kau yang namanya Park Sunyoung ?” sambungnya lagi. Lantas aku tersenyum dan berdiri cepat.

“ne! ne! Sunyoung imnida. Ada apa?” tanyaku berusaha menahan diri untuk berteriak, mengagumi wajah tampannya.

Kulihat Yesung tidak merubah ekspresinya. Dia malah memberikanku surat. Warnanya pink. Eh! Ini kan surat yang aku selipkan ke loker-nya sebelum ke kantin. Aku pun tersenyum. Sepertinya dia sudah membacanya, ah…mengapa cepat sekali balasannya??? Ottokhae…

“untukku?” tanyaku cepat.

Yesung mengangguk. Dan masih dengan ekspresi datar.

Tanpa basa-basi aku langsung membuka surat itu. Awalnya, aku mengira dia akan membalasnya dengan bilang “Maukah kau menjadi pacarku?”  ternyata apa yg kudapat!!??

“itu surat apa? Kau saja salah menuliskan kata dasar dan penempatan kata-kata yang tepat. Kau ini tidak bodoh atau otakmu tidak bekerja? Masa membuat surat saja salah…” komentar Yesung padaku. Astaga! kenapa mulutnya pedas sekali. Bisakah dia berbicara dengan bahasa lebih sopan. Dana apa yang ia bilang tadi?? Otak…mwo???

“lagipula… aku tidak suka dengan gadis bodoh yang tidak tahu aturan sepertimu. Gadis sepertimu tidak berguna dan hanya akan membuat masalah saja. Lain kali berpikirlah sebelum meminta orang jadi pacarmu….” sambung Yesung dan berjalan pergi.

“a…aku…” mulutku kaku. Rasanya mau menangis. Disini banyak orng-orang yang menonton kami.

Eunjung langsung menarikku dan dia maju setapak dan berteriak..

“kau! Kenapa kau dingin sekali pada Sunyoung?!!” teriak Eunjung membuat Yesung berbalik menatap kami.

“YA!! Dia itu menyukaimu! Kenapa kau judes sekali. Kau kan tidak harus memarahinya begitu. Kalau kau tidak suka, ya sudah katakana saja! Katanya siswa kelas VIP, tapi mulutmu seperti anak kecil,” tegur Eunjung. Dia membelaku.

Yesung maju dan menatap kami tajam. Matanya mengarah kearahku sepertinya. Yesung-sshi, jangan menatapku begitu. Aku makin cinta padamu…

“asal kau tahu saja. Orang seperti dia…” Yesung menunjukku.

“…orang seperti dia tidak akan memiliki pacar yang tampan dan pintar. Dia pasti akan mendapatkan yang sepadan dengannya. Yaitu BODOH dan JELEK! Kau tahu aturan alam akan berkata sama dengan apa yang aku katakana barusan,” tegur Yesung lagi dan membuat Jiyeon ikutan berbicara.

“YA! Yesung-sshi ! Apa kau pikir kau pintar berbicara seperti itu? Kaulah yang tidak punya etika! Babo-ya!” kata Jiyeon dan mengelus-elus punggungku.

Ah… air mataku tumpah. Aku tidak pernah ditelak habis-habisan seperti ini sebelumnya.

“hhh~ sekarang malah menangis. Dasar cengeng~” kata Yesung lagi dan pergi menjauh dari kami. Dia menatapku sekilas lalu tersenyum evil. Tuhan~ aku benci dia. Tapi… aku juga cinta padanya. Ah~ ottohkae?

“dasar gadis bodoh,” timpal Boram dan mengikuti Yesung pergi. Sambil bergelayut manja di samping Yesung dan membuat mataku sakit melihatnya.

Aku terdiam lagi lalu berlari kencang.

“Sunyoung! kau mau kemana?” tanya Eunjung saat aku berjalan cepat, pergi meninggalkan kerumunan orang yang melihat kami.

Aku tidak peduli. Hatiku sekarang sakit dan malu. Kenapa Yesung tega padaku? Apakah aku sudah salah mencintai namja seperti dia??

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Esok harinya, Hari minggu…

Author PoV

Seharian Sunyoung hanya uring-uringan di kamar. Dia tidak mau makan dan terus-terusan menangis tak jelas di kamarnya.

“SIAL! SIAL! Aku benci kau YESUNG!!!!! Huweeee…” pekik Sunyoung berkali-kali di kamarnya.

“ada apa anak itu?” tanya ayah Sunyoung pada Eunjung dan Jiyeon yang baru datang berkunjung.

Eunjung dan Jiyeon hanya menggeleng pura-pura tidak tahu. Lalu Eunjung dan Jiyeon menyusul Sunyoung di kamarnya.

“Sunyoung-ah…”

Sunyoung hanya menoleh pelan dan tersenyum kecut.

“ah, kalian waeyo?” tanya Sunyoung masih dengan mata yang sembab.

“ah, tega sekali Yesung membuatmu seperti ini… kau yang sabar, ya? Aku sudah bilang, resikonya besar jika kau mengatakan perasaan mu pada Yesung-sshi. Dia namja yang sangat arrogan, membuatku ingin membunuhnya saja,” jelas Jiyeon memeluk Sunyoung.

“ne, Yesung memang jahat tapi aku mencintainya,” jawab Sunyoung singkat.

“oh, ya! Kata ayahmu kau mau pindah rumah ya? Dimana?” tanya Eunjung cepat.

Sunyoung mengangkat bahunya cepat. “Entahlah”

“kalau begitu, kita shopping bagaimana? Kita beli baju baru untuk menyambut rumah barumu!” ajak Eunjung berusaha membuat Sunyoung tersenyum. Sunyoung dan Jiyeon pun setuju dan mereka berbelanja sepuasnya di Myeongdong.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Malam harinya…

“appa, kita akan pindah kemana?” tanya Sunyoung di dalam perjalanan menuju rumah baru mereka.

“ah, sebenarnya itu bukan rumah kita. Kita hanya numpang sementara disana Sun-ah. Soalnya, rumah kita masih dibangun didaerah Incheon. Jadi, kita akan menumpang selama rumah kita dibangun. Tenang saja, pemilik rumah yang kita tumpangi adalah teman baik appa. Namanya Heechul,” jelas appa Sunyoung tersenyum.

“guraeyo? Pasti menyenangkan bertemu teman lama,” gumam Sunyoung lalu menatap keluar jendela mobil. Tak lama kemusian mereka sampai dirumah yang megah dan luas. Taman di tempat itu juga dipenuhi banyak bunga yangg indah. Benar-benar kebun bunga yang terawat.

“sepertinya penghuni rumah ini orang yang ramah,” gumam Sunyoung tersenyum.

“Sun-ah, appa masuk dulu, kau mau ikut atau…?”

“aku tunggu disini saja.”

“baiklah, nanti appa akan kesini lagi membantumu membawa barang.”

“andwae! Aku bawa sendiri saja, appa tunggu saja didalam.”

Appa Sunyoung tersenyum dan memasuki rumah besar itu dengan beberapa koper di tangannya. Sunyoung tersenyum melihat appa-nya yg sudah masuk duluan. Sunyoung pun bergegas menyiapkan barang-barang yang akan dia bawa masuk kedalam rumah itu.

“Henry… aku akan tinggal di rumah baru ini! Hehe.. aku harap kita bisa beradaptasi dsini, jadi kita bersama-sama berjuang ya!!” gumam Sunyoung pada boneka beruang kecilnya lalu mengemasi barang-barangnya.

“perlu bantuan?” tanya seseorang dibelakang Sunyoung.

“tidak usah aku bias sen…” saat Sunyoung ingin berbalik melihat orang dibelakangnya, betapa terkejutnya ternyata orang yang menawarkan bantuan tadi adalah pria yang menolaknya tadi pagi. Ya, Kim Jongwoon alias Yesung.

“kau! Kau!” pekik Sunyoung masih ketakutan.

“wae? Aku kenapa? Aku tampan, ya?” tanya Yesung mulai narsis.

“annia! Eh… Iya sih, tampan,” kata Sunyoung terlarut dalam ketampanan Yesung.

“Haa… sudah kuduga…” balas Yesung with his straight face.

Sunyoung kembali tersadar dan berteriak lagi.

“sedang apa kau disini!!” tanya Sunyoung dengan suara terkencang miliknya.

“aku? Ini rumahku. Sedangkan kau? Kau sedang apa disini? Bawa koper segala…” heran Yesung sambil memperhatikan Sunyoung.

Yesung langsung menepuk jidatnya sendiri dan tertawa kecil.

“oh! Kau pasti anaknya Leeteuk ahjusshi, kan? Tapi, kenapa aku tidak yakin kamu anak kandungnya Leeteuk ahjusshi… Leeteuk ahjusshi itu orangnya pintar dan sukses. Perusahaannya berjalan sangat baik di Seoul. Yang aku heran, kenapa dia punya anak seperti-”

“diam kau!” potong Sunyoung emosi dan mulai mengangkat kopernya.

Yesung menggeleng-geleng melihat Sunyoung.

“kau tidak akan bisa mengangkat itu sendirian,” kata Yesung sambil menatap Sunyoung meremehkan.

“Eh! Aku memang lemah dalam pelajaran, tapi kalau yang seperti ini..” belum selesai Sunyoung bicara, tangannya langsung keseleo.

“ah! Aduh~” Sunyoung terduduk di mobil yang pintunya masih terbuka itu.

Yesung menggeleng lagi.

“bodoh,” gumam Yesung dan mengangkat koper itu hanya dengan satu tangan.

Sunyoung hanya menatap Yesung sebal. Tapi, tangannya masih sakit.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Didalam rumah keluarga Kim…

“ah, jadi ini yang namanya Park Sunyoung??” tanya seorang wanita seperti keibuan menghampiri Sunyoung yang baru masuk ke rumah itu.

Sunyoung mengangguk dan duduk di ruang tamu itu.

“Sunyoung… akhirnya aku bertemu denganmu lagi. Sudah lama tidak melihatmu… terakhir kali aku melihatmu saat kau SD…” gumam wanita itu merangkul Sunyoung.

“ah, anda Jihae ahjumma??!?” pekik Sunyoung yang baru ingat.

“Sunyoung sayang~ kau ingat juga~!” Jihae ahjumma yang juga Ny. Kim bangga dan memeluk Sunyoung.

“aarrgh!” Sunyoung menjerit.

“Sunyoung ada apa?” tanya Jihae heran.

“lenganku sakit…”

“kenapa?”

Yesung yang baru turun dari lantai atas langsung menjawab pertanyaan ibunya.

“Sunyoung itu bodoh, eomma makanya lengannya sampai begitu,” kata Yesung cepat dan berjalan menuju dapur.

“hush! Yesung! Ah, padahal disini ada Leeteuk-sshi… maafkan anak kami yang tua itu, ya.. mulutnya memang…”

“hahaha… tenang saja. Aku tahu sifat Yesung sejak kecil. Dia memang judes, persis ayahnya…” jawab Leeteuk, Ayah Sunyoung sambil meninju perut Heechul, Ayah Yesung pelan.

“hahaha, aku ini murah hati, Leeteuk… Entahlah Yesung itu mengikuti sifat siapa…”

“eomma~ eomma~” pekik suara seorang anak SD datang menghampiri Jihae membawa buku.

Jihae yang melihat anak kedua mereka tersenyum dan memeluk anak itu.

“ah… Jungjin kau dari mana saja? Ada tamu disini… beri salam!” suruh Jihae.

Jungjin membungkuk dan tersenyum pada Leeteuk dan Sunyoung.

“Annyeonghaseyo… Kim Jungjin imnida. Ahjusshi bisa memanggilku Jungjin,” jelas Jungjin pada Leeteuk dengan sopan.

“ah… dia tampan! Persis ayahnya!” kata Leeteuk tersenyum dan dibalas dengan pelukan hangat Heechul.

“eh, Jungjin~ kenapa tidak beri salam pada kakak cantik ini?” suruh Jihae lagi menunjuk Sunyoung yang duduk di sampingnya.

Jungjin menatap Sunyoung datar dan menggeleng. “ah! Waeyo?” tanya Sunyoung heran.

“kau terlihat seperti gadis bodoh!” jawab Jungjin dan langsung dapat jitakan dari Jihae.

“Jungjin! Bicaramu tidak sopan!” tegur Jihae jengkel.

Sunyoung menunduk kesal. ‘ternyata… kakak dan adik, sama saja!’ batin Sunyoung merutuki nasibnya. Sepertinya hidupnya di rumah ini akan banyak halangan, dua devil siapa mengatainya bodoh kapan saja. Benarkah, wajahku terlihat bodoh??

“hey, Jungjin perkiraanmu belum tentu benar. Aku termasuk siswi pintar disekolah…” kata Sunyoung tersenyum kecut.

“jinjja?” tanya Jungjin meyakinkan.

“tentu,” jawab Sunyoung mengangguk-angguk mantap.

“kalau begitu jawab. Apa artinya ini?” tanya Jungjin menyodorkan buku kecil berbahasa Cina.

Sunyoung kembali bergumam sendiri. ‘sial…’

“noona~ apa artinya ini?” tanya Jungjin menunjuk- nunjuk bahasa mandarin yang asing dimata Sunyoung.

“eh.. ini artinya…” Sunyoung terdiam sendiri. Sunyoung melihat cover buku itu dan bergumam lagi ‘ini buku anak kelas 6 SD… kenapa aku tidak bisa? Payah…’

Tiba-tiba Yesung muncul dibelakang Sunyoung dan membaca bahasa mandarin itu.

“itu bacaannya fuwuyuar, artinya pelayan,” jelas Yesung dan Jungjin mengangguk paham.

Sunyoung hanya terdiam kaku. Pria pujaannya begitu dekat. Dan, Sepertinya akan selalu begini selama ia tinggal satu rumah bersama Yesung.

“ah! Ternyata begitu, hyung.” Jungjin menuliskan arti dari bahasa mandarin itu dibukunya.

Yesung hanya tersenyum kecil dan mengacak-ngacak rambut hitam Jungjin. Jungjin tersenyum pada Yesung dan memandang Sunyoung lurus.

Neo… jeongmal babo noona!” ejek Jungjin melet dan berlari kekamarnya.

“aishh~ kenapa dia menyebalkan sekali…” gumam Sunyoung kecil.

Sunyoung menatap Yesung kesal. Sedangkan Yesung hanya ikutan melet.

“sudahlah kalian ini… seperti anak kecil saja…” tegur Jihae heran.

“Yesung, antar Sunyoung ke kamarnya. Ppali!” suruh Jihae lagi.

Yesung mengangguk pelan dengan masih memakai headset putihnya.

“ikut aku…” kata Yesung. Sedangkan Sunyoung hanya senyum-senyum bisa berduaan dengan Yesung (?).

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Yesung membuka kamar kecil itu dan Sunyoung mengikuti dari belakang.

“ini kamarmu,” kata Yesung datar sambil menunjuk koper milim Sunyoung juga, supaya Sunyoung ingat. Yesung takut Sunyoung terlalu bodoh sampai melupakan kopernya sendiri.

“gomawo,” gumam Sunyoung kecil dan tersenyum semanis mungkin.

“jangan sok imut didepanku.” balas Yesung dengan tatapan yang setajam mungkin.

Sunyoung tertunduk dan masih mengurut-ngurut tangannya yang sakit. Yesung mendekati Sunyoung dan berjongkok didepan Sunyoung, karena Sunyoung duduk diatas kasur pink-nya.

“wae?” tanya Sunyoung heran.

“Itu masih sakit, ya?” tanya Yesung polos.

Sunyoung hanya mengangguk dan memasang wajah sedih, berharap Yesung menawarkan bantuan padanya.

bodoh~” gumam Yesung cepat lalu Yesung berdiri dan meninggalkan Sunyoung.

Sunyoung yang baru merasa ditinggal begitu saja, langsung emosi sendiri.

“uh! Dasar namja judes, aneh, babo, sinting, gila, menyebalkan!” pekik Sunyoung dan menutup pintu kamarnya lalu tidur.

 

—to Be ConTinue…….>>

RCL pLEASE……….

 

One thought on “Because I’m Stupid 1 [Yesung] >>naughty kiss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s