My Sweet Darling -Oneshot

Tittle   : My Sweet Darling

Cast     : Lee Taemin, Choi Sulli

Genre  : Romance

Rating : 15

Namaku Choi Sulli, murid kelas 2 SMA Haedo sekaligus ketua klub drama. Sekedar informasi saja bahwa AKHIR-AKHIR INI, SUASANA HATIKU SEDANG JELEK. Karena itu, jangan cari gara-gara denganku!

Aku memasuki kelasku dengan malas, hari ini entah mengapa untuk bicara lembut dan biasa saja sangat susah bahkan aku tak bisa mengontrol omonganku sendiri. Sengaja aku tak mengikuti Sojung ke kantin. Malas!

“Lee Taemin! Sedang apa kau?! Minggu depan akan ada pertunjukan! Kenapa sekarang kau malah mengobrol dengan cewek?!” teriakku kearah namja yang sedang asyik-asyiknya memojokkan diri bersama 3 murid perempuan lainnya. Apa dia tidak tahu, hari ini aku tidak mood melihatnya…

“aku sedang menjawab pertanyaan mereka,” ujar Taemin dengan nada rendah dan kalem seperti biasanya.

“apa kau begitu senggang hah?! Memangnya laporan keuangannya sudah diserahkan?!” tanyaku masih juga dengan nada tinggi ke depan wajah Taemin yang polos.

“ya, sudah.”

“pemeriksaan panggung nya?!”

“sudah.”

“long pin sudah diperbaiki?!”

“tadi montirnya sudah datang.”

“semua naskahnya sudah kau periksa?!”

“itu kan tanggung jawabmu sebagai ketua drama kan,” jawab Taemin santai dan itu membuatku…..TERTOHOK! bagaimana bisa aku mempertanyakan hal yang membuatku malu sendiri??? Dan akhirnya aku berkata…

“BERANI MEMBANTAH YA!!!”

“maaf.”

OMG! Inilah yang aku tak suka jika bertemu dengan Lee Taemin. Satu-satunya orang yang berani menatapku dan patuh dengan apapun yang aku ucapkan. Ini terlalu berlebihan, bisakah dia marah?? Aku dan Taemin mempunyai sifat yang bertolak belakang. Kadang banyak orang yang menyalahkanku karena sering sekali berteriak dan menyuruh-menyuruh Taemin.

“ada lagi?” tanya Taemin.

Lagi? Dia masih kurang dengan teriakkan ku tadi?? Ah..kalau begini bicara apapun juga tidak akan nyambung. Karena aku sudah malu duluan dan… tanpa kata-kata penutup aku melangkah kakiku keluar dari kelas segera!

=========================================

Namaku Lee Taemin, murid kelas 2 SMA Haedo. Menjabat bendahara sekaligus sekretaris club drama di sekolahku. Karena nilaiku yang sering kali diatas rata-rata banyak teman yang bertanya padaku. Namun, sering kali pula aku tak bisa tuntas mengajari mereka karena…. Yup! Choi Sulli, ketua klub drama yang selalu saja… tahu kan maksudku.

“ya Taemin! Sudah lama kau menjadi bawahannya, tapi selalu saja dia marah-marah padamu. Sebaiknya kau mundur saja jika tidak kuat.” Seorang teman di kelas berkata seperti itu. Tak hanya sekali tapi beberapa kali.

Aku juga tidak mengerti, kenapa Choi Sulli selalu marah-marah padaku. Padahal semua yang ia suruh selalu aku kerjakan dan aku tak pernah lalai sedikit pun. Kelihatannya makin lama makin parah, marahnya hari ini sangat dasyat…. Apa salahku sebenarnya sih???

==========================================

“kamu suka Lee Taemin ya?” tanya Sujong teman baik Sulli di kelas dan sekolah.

“apa?!” teriak Sulli tak terima atas perkataan Sujong, temannya.

“ada jenis orang yang seperti itu kok. Kau tak perlu kaget. Suka, tapi bergaya tidak suka.”

“jangan bicara sembarangan!!”

“kenyataan kok, hanya pada Taemin kau bersikap seperti itu. Marah-marah, suka menyuruh hal yang mustahil, menyalahkan semua yang ia kerjakan. Apalagi belakangan ini kau makin tajam saja bicaranya,” kata Sujong santai sambil meminum cola miliknya.

Sulli diam dan mulai memikirkan perkataan Sujong.

Aku menyukai Taemin? Si Lee Taemin? Lee Taemin yang itu…? Orang aneh seperti itu, suka berkebun, mana mungkin aku menyukainya?? Andwae!!!

=========================================

Suara gaduh itu berasal dari mesin karaoke menggema seantero ruangan. Sangat berisik. Beberapa orang sibuk menari mengikuti lagu yang dinyanyikan sekelompok yeoja yang saling berebutan mic untuk mengambil alih bagian nyanyi.   Sedangkan yang lainnya sedang bersenda gurau –ngobrol dengan teman-temannya, dan ada juga yang memilih untuk berdiam diri, duduk mematung tanpa sedikitpun menikmati pesta kecil-kecilan  itu.

Lee Taemin menghela nafas pelan, sesekali ia mengedarkan pandangannya ke sekitar. Bosan, sekaligus bête –karena tak satupun orang yang mengajaknya ngobrol saat ini. Semua sibuk bernyanyi, berjoget konyol  menirukan gaya girband T-ara  yang lagi nge-dance di depan layar TV, diiringi tawa beberapa teman-teman sekelasnya yang memilih untuk duduk saja.

Haish, menyebalkan.Tempat yang menyebalkan dan orang-orang yang menyebalkan juga.

Tak lama setelah Taemin bergelut dengan pikirannya, kini suasana berubah panas saat tiba sesi ‘minum’.Choi Sulli–ketua klub drama mereka langsung mengambil beberapa botol minuman keras dan membagi rata ke semua orang termasuk Taemin yang tak menerima—malah memandang aneh botol di depannya.

“hahaha… ayo semuanya minum!! Pertunjukkan hari ini sukses!!” teriak Sulli dengan lantang. Pertunjukkan minggu lalu berhasil menarik perhatian murid Haedo makanya malam ini mereka mengadakan pesta.

“hmmm… tapi kita kan belum boleh minum alcohol…”ujar Taemin kepada teman didepannya.

“sst! Semuanya akan tutup mulut kok, jadi tenang saja, kau minum saja berapa pun yang kau mau.”

Taemin menatap botol didepannya lagi, entah mengapa ia merasa jijik dengan minuman yang memabukkan itu. “Sulli! Kau baik-baik saja? Sepertinya sudah mabuk berat tuh.”

Disisi lain, Sulli sudah teler bersama 3 botol alcohol yang telah habis. Mukanya merah dan terlihat sangat mabuk. “BAWAKAN LAGI BIRNYA!” tiba-tiba Sulli berterika dan membuat suasana gaduh. Sojung yang berada disampingnya langsung menahan tingkah Sulli yang nekat ingin nambah botol lagi.

“sepertinya dia sudah tidak sadar, sebaiknya bawa pulang deh. Taemin! Kau yang bawa dia pulang saja,” ujar Sojung.

“aku?”

“iya! Kau kan tidak minum sedikit pun kan?.”

“aku tidak ma..” namun ucapan Taemin terhenti saat dilihatnya semua temannya sudah dalam keadaan mabuk berat. Taemin menimbang-nimbang sejenak, apakah ia harus mengantar Sulli itu pulang? Namun akhirnya ia masih punya hati nurani. Ia memutuskan untuk mengantarkan Sulli.

“ayo pulang ke rumah, jangan di pinggir jalan.  Dimana rumahmu?” Taemin bertanya pada Sulli, sementara pikiran Sulli sedang tak tentu sekarang. Yang dipikirkannya sekarang ada satu hal, yaitu: tidur.

“ahhh… tidak tau..nyeeem…”

“Choi Sulli! Bangun!”

“ugh! Jangan keras-keras, aku tidak tuli!”

“hei! Ayo bangun! Nanti kau bisa sakit!”

“jangan berlaku baik padaku…”

“apa?”

“kubilang jangan berlaku baik padaku! Aku tidak suka dikasihani siapapun! Temui saja pacarmu itu, Park Jinyoung!” mendengar kata-kata Sulli, Taemin jadi bingung sendiri.

“eh? Park Jinyoung?”

“ya! Pacarmu Park Jinyoung, kau lupa dengan nama pacarmu sendiri!!”

“apa maksudmu? Kau bilang Park Jinyoung pacarku?”

“memangnya bukan?”

“bukan,” jawab Taemin santai.

“syukurlah…” tanpa disangka Sulli langsung memeluk Taemin bahagia, baru kali ini Taemin melihat Sulli tertawa bahagia.

“syukurlah…HOOEEKK!!!”

“Yak! Haish!” seru Taemin saat menyadari sesuatu yang basah tertimpa di jaket yang baru kemarin sore dibelinya. Sesuatu itu sangat berbau menyengat. Busuk. Sulli masih tetap berada di pelukan Taemin.

Dasar gadis menyebalkan, batin Taemin.

============================================

Seorang namja sedang membopong tubuh seorang gadis memasuki pintu sebuah kamar yang sempit. Setelah menimbang-nimbang sejenak, akhirnya Taemin memutuskan untuk membawa Sulli pulang ke kamar sewanya dulu. Taemin sama sekali tak tahu dimana letak rumah gadis itu, dan terlebih lagi ini sudah malam. Tapi tetap saja, Sulli harus pulang ke rumah. Sesaat kemudian, gadis itu sudah terbaring dengan posisi nyaman diatas alas tidur Taemin dengan wajah yang damai.

“Choi Sulli minum obat ini, lalu pulanglah ke rumah,” ujar Taemin yang sudah mengganti pakaiannya yang ternyata juga terkena bau busuk muntah.

“dimana ini…?” tanya Sulli.

“kamarku.” Sulli mulai membuka matanya dan berusaha menatap Taemin namun kesadarannya sudah diambang batas. “nah, minum ini…” Taemin mengacungkan botol penghilang rasa mual, bukannya mengambil botol dari tangan Taemin, Sulli malah menatap Taemin dengan sayu.

“Lee Taemin…”

“ada apa?”

“aku ingin membuat pengakuan,” ujar Sulli yang tiba-tiba lagi memeluk Taemin seraya mendekatkan wajahnya dan siap mencium anak polos Taemin.

“a…apa yang kau lakukan?!” sontak Taemin menjauh dari Sulli dan….DUK! Karena terlalu shock Taemin tak tahu dibelakangnya ada meja belajar, alhasil kepalanya terbentur dan semuanya gelap. Taemin pingsan.

“wah kok tiba-tiba tertidur? Kau ngantuk Taemin?” ujar Sulli yang memang tak sadar sama sekali. “aduuuh… kalau memang ngantuk jangan tidur seperti ini. Bajumu harus dilepaskan.”

=========================================

Sinar matahari perlahan-lahan mengintip dibalik celah-celah ventilasi sebuah ruangan yang bercat biru muda. Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Sepasang muda mudi tengah tertidur dengan wajah damai dibalik selimut tebal yang menutupi tubuh mereka. Si gadis memeluk namja disampingnya, sedangkan si namja tidur terlentang dengan tenang.

Sementara itu, suara derap kaki terdengar dari arah pintu kamar Taemin. “ini tempat tinggalnya Lee Temin kan?” sebuah suara wanita baya terdengar dari luar. “alamatnya sudah benar disini,” tanggap si laki-laki yaitu suami dari wanita baya tersebut.

“permisi –kyaaaa!”

“OMO!” pasangan suami istri itu terlalu kaget dengan apa yang mereka lihat. Ini terlalu….xxx

“huh…. Siapa sih yang ribut?!” Sulli terbangun saat mendegar suara ribut yang berasal dari muka pintu. Kedua kelopak matanya terbuka, dengan setengah mengantuk ia celingukan ke sekitar dan langsung menyadari bahwa tempat ini bukan kamar pribadinya. Melainkan.. kamar orang lain?

Dan pemuda disampingnya..

Sulli mengucek-ngucek matanya, dan langsung terperanjat saat mendapati sosok yang tengah bertelanjang dada disampingnya. Namja bermata besar itu.. LEE TAEMIN?!

Begitu juga dengan Taemin yang ikut terbangun. Matanya terbuka lebar, lalu menyadari sosok gadis yang tengah menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut. Taemin terperanjat.

“KAU?!”

“APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!!”

“a..aku tidak tahu! Sebenarnya apa yang terjadi nih?”

“KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB PADA PUTRIKU!!”

JREEENG…..!!!

HARI PERNIKAHAN TAEMIN & SULLI….

‘Lee Taemin…
Anak dari pasangan Mr.Lee and Mrs. Lee’
&
‘Choi Sulli …
Anak dari pasangan Mr.Choi and Mrs.Choi’

akan mengikhlar kan janji suci sehidup semati pada tanggal 03 April 2010

lokasi : bla..Bla..Bla..

apa ini tidak terlalu cepat?? Pikir Sulli. Melihat dandanan dirinya dan Taemin yang ada disampingnya sekarang. Baju untuk menikah!!

“Lee Taemin, apakah anda bersedia mencintainya seumur hidup, baik dalam keadaan senang maupun sedih?”, ujar seorang namja berjas hitam.

“ne, saya bersedia”, jawab Taemin dengan kesadaran 0%.

“dan  kau Choi Sulli, apakah kau bersedia mencintainya seumur hidup baik dalam keadaan senang maupun sedih?”

“ne saya bersedia”, jawab Sulli tanpa ragu-ragu namun juga masih dalam kesadaran 25%.

Bagaimana pun juga saat ini dan seterusnya…

Lee Taemin adalah suamiku.

===========================================

Kaki namja itu melangkah mendekati lampu kamar  yang terletak di sebelah ranjang dan segera mematikannya. Tapi, saat kaki namja itu sudah ingin berpijak, tiba-tiba dirasakannya seseorang tengah menarik lengannya. Taemin berbalik, mendapati sosok Sulli yang sudah berada didepannya dengan pose berdiri dengan pakaian tidur yang…seksi. Lekukan tubuh yang mungil namun bikin tenggorokan Taemin kering seketika. Omo.

“Lee Taemin….”

Sulli menatap wajah pemuda didepannya itu dengan tatapan sayu, sementara orang yang ditatap malah bengong. Sekilas terbentuk senyum kecil di bibir mungil Sulli. Deg. Jantung Taemin benar-benar berdetak terlalu cepat. Aliran listrik seakan-akan mengalir dari ujung kepala hingga keujung kakinya.

“… sekarang kita suami istri. Kamu tahu kan apa artinya…kau bisa melakukan apapun padaku…” ujar Sulli terus mendekati wajah polos Taemin sambil membuka kancing baju tidur yang dikenakan Taemin.

Entah apa yang dipikiran Taemin, tiba-tiba saja kepala namja itu semakin mendekat ke wajah Sulli. Yang kini ada dipikiranya hanyalah wajah teduh gadis itu. Hal yang bodoh memang, tapi entah kenapa ia ingin sekali melakukan hal ini. Sulli memejamkan kedua matanya, seolah-olah mengerti apa maksud tindakan Taemin. Dekat.. dekat.. dan semakin dekat.

“TUNGGU DULU!” teriak Taemin tiba-tiba saja, membuat Sulli membuka matanya kembali.

“jangan menolak Taemin, aku tahu kau butuh ini semua,” ujar Sulli lagi dan Taemin makin gerah dengan sikap yeoja didepannya ini.

“he…henti…HENTIKAAAN!!!”

Nafas Taemin memburu setelah berteriak sekencang itu, dan saat ia membuka penutup matanya…” mimpi…” ujar Taemin bernafas lega saat tahu mimpi yang sangat jelas tadi hanyalah mimpi bukan kenyataan.

“hahaha…benar..benar.. mana mungkin aku menikah segala..huft.”

TLUK… Taemin merasa ada benda atau apapun itu menindih bagian perutnya dan saat matanya menelusuri apa yang menindihnya. Kaki. Kaki siapa?

“BU…BUKAN MIMPI!?!”

Taemin mendapati wajah yeoja yang sangat ia kenal, Choi Sulli sedang tidur satu ranjang dengannya. Ini sangat nyata!!

“hmm..ada apa? Pagi-pagi sudah berisik,” Sulli terbangun dari tidurnya. “ini kan hari minggu, aku mau tidur lagi kau juga tidurlah. Jangan berisik lagi Taemin,” lanjut Sulli.

“benar-benar sudah menikah.. ini kenyataan…” Taemin masih saja belum reda dari shock nya.

“ngomong apa lagi sih?? Itu kan sudah terjadi sebulan yang lalu. Pernikahan kita sudah sebulan lalu, apa kau lupa??”

Ahh, aku ingat ru..rupanya begitu…ini sudah sebulan sejak pernikahanku

==========================================

“apa? Siapa yang datang ke rumah? Sekarang?!” Taemin baru saja selesai mandi dan kaget saat Sulli mengatakan Jung Sujong akan datang ke rumah mereka.

“teman sekelas kita, Sujong,” Sulli mengulang perkataannya.

“untuk apa ia datang kesini?! Kau lupa ya? Ini rahasia untuk semuanya, termasuk sekolah, teman sekelas, teman klub drama, siapapun itu. Bahkan dengan teman terdekat sekalipun!!”

“tidak apa-apa, percayalah,” ujar Sulli santai.

“jangan! Kalau ketahuan, habislah! Pokoknya ini rahasia!”

“cih…” hanya itulah komentar Sulli, ia langsung mengambil lollipop nya dan memakannya lalu melanjutkan membaca komik tanpa mempedulikan kegiatan yang Taemin lakukan.

Ting Tong

“DIA SUDAH DATANG!!!” teriak Taemin heboh sendiri.

Dengan secepat kilat Taemin berbalik arah dan langsung mencopot semua pajangan yang bisa membuat Sujong curiga tentang pernikahannya dengan Sulli. Ia segera mencopot pigura-pigura pernikahannya dan menyembunyikannya di dalam bufet. Menyingkirkan semua barangnya yang berceceran, majalah, baju dan semuanya. Jangan sampai Sujong tahu tentang pernikahan mereka.

“jangan lupa! Ini harus dirahasiakan! Harus! Mengerti!” itulah kata-kata terakhir Taemin sebelum ia masuk ke lemari pakaian mereka yang dibilang sangat sempit jika bersembunyi disana. Sulli hanya memandang datar yang dilakukan Taemin, ia berpikir…. Biasanya yang sering melakukan hal ini adalah perempuan, suka heboh sendiri…yapi untuk sekarang…kenapa Taemin yang rebut sendiri??

“kamu sendirian di rumah?” tanya Sujong.

“eh? Ya.. begitulah,’ jawab Sulli setenang mungkin. Entah mengapa dirinya juga merasa kurang nyaman saat Sujong memasuki kamarnya. Dan mulailah pembicaraan yang panjaaang antara Sulli dan Sujong.

Sementara itu, Taemin berusaha menguping pembicaraan Sulli dan Sujong dari dalam. Aigoo.. kenapa aku jadi mencampuri urusan orang seperti ini? Pikir Taemin. Tangannya gemetar hebat dan ia berusaha meremas-remas tangannya. Keringat di dahinya bercucuran.Di dalam sini pengap, belum lagi ia sedang kebelet ke kamar mandi.Matanya berusaha menangkap sosok Sulli dan Sujong yang sedang ayik pacaran melalui celah-celah pintu lemari.

Haish.Padahal aku ingin buru-buru ke kamar mandi sekarang juga! Aku tak tahan lagi! Kumohon pergilah dari sini!

Kakinya mendadak kesemutan, semua badannya terasa bergetar hebat. Taemin berusaha menahannya sekuat tenaga.

Cukup. Aku sudah tak tahan lagi! Batin Taemin.

BRAK!

Sontak pintu lemari terbuka lebar dan munculah Taemin dari balik pintu. Sujong yang sedang menyeruput sirupnya langsung menyemburnya kedepan. Ekspresi Sulli pun tak kalah terkejutnya. Shock –tau-tau Taemin yang keluar dari lemari.

“h-hai..” ucap Taemin bodoh, sambil melambaikan tangannya kearah Sujong.

“kau –kenapa bisa..”

“ah, aku mau ke kamar mandi sebentar!” Taemin memotong ucapan Sujong, lalu melesat cepat keluar pintu kamar. Kini sisa Sulli dan Sujong yang ada di ruangan itu. Sujong menoleh dan melihat Sulli yang menelan ludah.

Disatu sisi, Taemin sudah selesai menjalankan ‘bisinis’nya. Ia berjalan perasaan lega –melewati lorong yang menuju kamar. Sayup-sayup ia bisa mendengar suara Sojong dan Sulli dari dalam ruangan itu.

“apa yang kalian berdua lakukan? Kalian ada hubungan apa? Katakan sejujurnya!! Jangan-jangan..”

“apa boleh buat, akan aku katakan…uhm.. sebenarnya.. aku dan Taemin..” namun perkataan Sulli terputus saat telapak tangan besar milik Taemin mendekap mulutnya, dengan wajah yang bercucuran keringat Taemin berusaha menjelaskan pada Sujong.

“HANYA TEMAN. We are the world best friend,” ujar Taemin dengan nada bangga. Tangan kiri milik Sulli ia angkat juga keatas.

Sujong berpikir sejenak, ia terlalu penasaran, perkataan Taemin barusan tidak membuatnya yakin seratus persen tentang status hubungan Sulli dengan Taemin.

Sujong melirik jam tangannya, lalu membungkuk sopan. “kalau begitu, aku pamit pulang.”

“pulang? Kau kan baru sebentar disini..”  ucap Sulli.

Akhirnya Sulli dan Taemin mengantarkan Sujong sampai di depan rumah. Sujong melewati pagar dan melambai kearah sambil tersenyum, sedangkan pasangan pengantin baru itu membalas lambaian tangan Sujong.

Bye!”

“jaga dirimu baik-baik! Sampai ketemu besok di sekolah!” sahut Taemin asal. Sulli menoleh kearah Taemin dengan tatapan ‘apa-maksudmu’ sementara Taemin tidak menghiraukannya.

Sementara perempuan yang bernama Jung Sujong itu tersenyum. Lebih tepatnya, tersenyum terpaksa. Entah kenapa, percaya atau tidak, ia meragukan alasan Taemin. “ini mencurigakan..”

“fiuh…untung berakhir dengan selamat…”

“huh! Sampai harus secemas itukah.”

“u, untung bisa beres. Mulai sekarang jangan  bawa teman lagi ke rumah.”

Sulli membalikkan badan menghadap Taemin. “ begitu memalukannya kah menikah denganku? Sampai ingin disembunyikan begitu?”

“…..”

“ah, bukan begitu. Maksudku… ini bisa mempengaruhi kedudukan social kita di masyarakat. Jadi….”

“SUDAHLAH! CUKUP! BODOH!!”

=================================

“sudah tidur?” tanya Sulli. Memang setelah upacara pernikahan mereka, Sulli dan Taemin sepakat untuk tidur satu ranjang. Entah mengapa tak ada yang berdebat ataupun menolak. Walaupun mereka tak pernah melakukan ‘itu’.

“hm, belum…”

“aku jadi teringat…apa sebaiknya pernikahan ini dihentikan saja? Seperti yang dikatakan orang tua kita seminggu yang lalu,” Sulli membuka percakapan malam ini dengan topic yang berat dan membuat Taemin melepas penutup mata tidurnya. Menengok kearah Sulli yang hanya bisa ia lihat hanyalah punggung istrinya.

“apa nanti akan berjalan dengan baik?” tanya Sulli lagi.

“sudah tentu,” jawab Taemin.

“benarkah? Benarkah itu?”

“ya.”

“mungkin saja. Tapi… kalau suatu hari nanti kau menyesal, katakan padaku? Jangan menyimpannya sendirian. Kalau kau ingin cerai, aku akan mengabulkannya,” Sulli mulai kembali berkata hal yang membuat keduanya …

“sungguh?” tanya Taemin, ingin sekali ia meminta maaf pada Sulli atas kata-katanya tadi pagi.

“tidak. Kuharap kau tidak akan pernah memintanya.”

“kalau begitu..sudahlah. jika kau tidak punya niat untuk bercerai maka aku juga tidak akan memintanya kok,” ucap Taemin sambil tersenyum dan mulai memakai penutup matanya lagi.

Mendengar jawaban Taemin, hati Sulli benar-benar lega. Ia yakin pernikahan mereka tidak hanya untuk 1 bulan tapi untuk selamanya.

“..kupikir juga begitu… good night.”

“good night Sulli.”

Love oh baby my girl
Geudaen naui juhnbu nunbushige areumdawoon
Naui shinbu shini jushin suhnmul

Haengbokhangayo geudaeui ggaman nunesuh nunmuri heureujyo
Ggaman muhri pappuri dwel ddaeggajido
Naui sarang naui geudae saranghal guhseul na maengsehalgeyo

Hayan dressreul ibeun geudae tuxedoreul ibeun naui moseup
Balguhreumeul matchumyuh guhdneun woori juh dalnimgwa byuhre
I swear guhjitmal shiruh uishimshiruh
Saranghaneun naui gongju Stay with me

===================FIN==================

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “My Sweet Darling -Oneshot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s