[oneshot] Good Friend

Tittle: GOOD FRIEND
Genre: Friendship, Comedy
Main Cast: Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Choi Siwon

Pengenalan Tokoh:
Lee Donghae:
“kau bertengkar lagi?” Aku mengangguk dan terus makan, ramyun kesukaanku. Padahal ada menu lain yang menurut kebanyakan orang sangat enak tapi—menurutku ramyun lebih enak.
“satu tahun lagi kalian akan kuliah tapi kelakuan masih kayak anak kecil.”
“eomma salah, yang anak kecil itu si Hyuk.”
Lee Hyuk Jae:
“kau tahu Siwon. Aku dan Donghae sudah 10 tahun ini hidup bersama dan kami selalu satu kelas dan satu bangku. Dan sekarang karena ujian sialan itu, aku harus beda kelas dengan Donghae. Selama ini aku belum terbiasa jika tidak ada Donghae di sampingku.” Akhirnya aku menumpahkan galauku pada Siwon. Memalukan!
Choi Siwon:
Aku mengeluarkan sebuah pigura foto dari laci meja belajarku. Foto kami bertiga—ada Donghae  dan Hyuk disana, berpose dengan pose anehnya. Selalu saja saat melihat foto ini membuatku senyum sendiri. Foto ini diambil saat liburan mendadak di Daegu. Saat itu Hyuk memberikan usul untuk melakukan liburan 2 hari di Daegu. Tentu saja menggunakan villa keluargaku dan eomma yang sangat menyukai Hyuk langsung menyetujuinya. Saat itu aku benar-benar iri. Aku sangat menyukai perjalanannya, mungkin akan menjadi salah satu tempat favoritku. Banyak sekali kejadian-kejadian yang membuatku merasa ‘hidup’. Saat itu aku merasa benar-benar dianggap sahabat. Donghae dan Hyuk selalu menomor satukan ku dalam segala hal bahkan mereka banyak mengalah. Ah…aku rindu tertawa bersama mereka.

Author PoV

“ahh gila!! Lama-lama kalau terus-terusan begini aku bisa sekarat”

Hyuk menatap Donghae yang berjalan di sebelahnya. Lalu kembali memandang lurus ke depan.

“ne.”

“aish! Aku benar-benar tidak tahan dengan semua jadwal yang telah ditetapkan kelas!! Benar-benar tidak manusiawi!! Bahkan aku seperti tidak sempat bernafas!!”

“ne.”

“mana aku belum menyentuh komputerku sama sekali! Belum update twitter lagi! Aku benar-benar lelah!” Hyuk mengelus pundak Donghae pelan. Seakan-akan berkata ‘sabarlah’. Yang dibalas Donghae dengan helaan nafas panjang.

“dan sekarang kita sedang berjalan di tengah sengatan matahari!!”

“ne!”

“aish!! Hyuk, bisa tidak kau berhenti mengatakan ‘ne’?”

Hyuk menatap Donghae lemas. Ya , Hyuk juga menyadari. Kegiatan mereka akhir-akhir ini terlalu padat. Bahkan untuk sekedar menghela nafas saja rasanya tidak bisa. Maklum sekarang mereka sedah kelas 3, harus banyak belajar. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai seperti dulu. Bahkan banyak murid bekerja keras untuk lulus dengan nilai baik. Dan Hyuk tahu kesulitan Donghae di kelas barunya.

“kau benar Hae, aku juga lelah dengan semua ini.”

Hyuk dan Donghae terdiam. Kepala mereka mendongak menatap langit Korea—seakan meminta jawaban atas musibah yang menimpa mereka.

“apa yang harus kita lakukan? Tahun baru sudah didepan mata, tapi kita hanya diam saja sampai sekarang…”

“molla. Aku juga bingung.”

Donghae dan Hyuk menghela nafas bersamaan. Tanpa mereka tahu sebuah mobil volunter hitam mengkilap *cling* membuntuti mereka.

TIN TIN..
Hyuk dan Donghae membalikan badan dan wajah keduanya langsung berubah cerah. Mereka seperti melihat keajaiban di tengah kesusahan. Tanpa dikomandoi, Hyuk maupun Donghae langsung masuk mobil tersebut.

“ah..aku suka mobil ini,” ujar Donghae.

“akhirnya aku bertemu dengan AC, sejuk sekali disini,” ujar Hyuk sambil menikmati AC mobil.

Siwon memandang kedua sahabatnya ini, tersenyum melihat keunikan keduanya. Entah mengapa setiap melihat Hyuk Jae dan Donghae, Siwon merasa ada magnet yang mengharuskannya tersenyum geje seperti sekarang ini.

“kalian kemana saja? Aku mencari-cari kalian di sekolah, lalu dimana hp kalian? Mengapa tidak ada jawaban??” tanya Siwon baik-baik tapi Hyuk dan Donghae mendengar suara Siwon seperti singa yang tengah ‘marah’

“hmm..hp ku masuk ke kolam ikan,” jawab Donghae.

“hp ku sengaja dibuang Noona ke TPA <Tempat Pembuangan Terakhir>, supaya aku konsentrasi belajar. Hu..hu…hpku tersayang,” ujar Hyuk melas.

Siwon mengangguk. “kalian berdua memang tak bisa menyimpan barang elektronik dengan benar. Itu kan hadiah tahun baru untuk kalian, dasar sembrono *oops*” Lalu Siwon membuka tas hitamnya dan mulai mengambil sebuah bungkusan dengan kantong plastik berwarna putih. Siwon mengopernya ke jok belakang. Donghae menerima dengan tatapan penasaran.

“itu hp baru untuk kalian. Kalian harus menjaga karena alat komunikasi seperti hp sang—“ belum sempat meneruskan bicaranya, ada kericuhan di jok belakang. Siwon menengok ke belakang dan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Hyuk dan Donghae.

Ternyata, Hyuk dan Donghae sedang sibuk memamerkan hp baru milik mereka. Padahal hp tersebut memiliki tipe yang sama ,dan tidak ada bedanya sedikit pun. Sama-sama berwarna putih,dan persis milik Siwon juga. Hehehe…

“aku akan memasangnya!” seru Hyuk Jae. Dengan wajah dibuat se-imut mungkin Hyuk memotret dirinya sendiri dan langsung menjadikannya wallpaper hp. Sedangkan Donghae, dia malah sibuk mengotak-atik hp canggih baru miliknya sekarang. Hp yang jauuuh beda dengan miliknya dulu. Dengan kelincahan jari-jarinya Donghae mengetik satu persatu kontak telepon yang masih ia hapal. Donghae memang takut kalau dirinya lupa untuk men-save nomor-nomor penting.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Siwon side story

“neol saranghae,” ujar seorang yeoja di depanku.

“…” aku diam menatapnya.

“would you be my boyfriend, Siwon-sshi?” imbuhnya mantap.

“mianheyo,” jawabku kemudian. Kupandangi sosok yeoja di depanku. Ada rasa kasihan sebenarnya harus menolak yeoja satu ini. Aku memang tidak kenal padanya, dari kelas mana saja aku tidak tahu. Tapi yang pasti aku yakin yeoja ini memiliki hati yang baik. Apalagi sekarang, aku makin merasa jadi napeun namja. Muka yeoja itu terlihat shock dan kecewa.

“waeyo Siwon-sshi?” tanya yeoja ini. “ada yeoja yang Siwon-sshi suka?”

WHAT?? Selama ini aku tidak memiliki kenangan khusus bersama yeoja apalagi merasakan cinta. Aku menganggap semua yeoja di dekatku sebagai chingu. Tak ada perasaan lebih.

“ani,” jawabku mantap.

“ada sesuatu yang tidak Siwon-sshi sukai dariku?”

“ani.”

“Siwon-sshi membenciku?” sepertinya yeoja ini benar-benar pantang menyerah. Membenci? Bagaimana aku bisa membenci yeoja ini padahal bertemu saja baru kali ini. Harusnya aku yang bertanya ‘kau membenciku? Karena aku sudah menolakmu’ mengapa malah kau yang bertanya, dasar yeoja aneh….

“ani,” jawabku yang sama untuk kesekian kalinya.

“terus, kenapa Siwon-sshi menolakku bahkan tidak mau berpikir dulu?” protes yeoja itu.

Aishhh…benar-benar menyebalkan kalau sudah begini masalahnya. “karena aku sudah tau jawabannya,” tegasku.

“aku tidak punya perasaan yang sama denganmu murid perempuan Chaerim.”

Huft..! jurus terakhirku. Dan seperti kejadian-kejadian yang sudah belalu yeoja itu langsung berlari meninggalkanku, tanpa mengucapkan pembelaan apapun. Yah… emang mau ngomong pembelaan apaan.

“aigo…aigo…”

Aku mengenal suara komentar itu. Hyuk dan Donghae pasti mereka menguping dan mengintai seperti biasanya. Mereka berdua keluar dari balik dinding dengan gelengan kepala. Ah..apakah kalian tidak punya gaya yang lebih keren, mengapa geleng-geleng? Emang lagi dugem???

“kau yang terhebat Siwon-sshi? Menolak 21 yeoja dalam waktu 2 bulan. Wow! Fantastis!”

“kau bilang seperti itu karena tidak ada satu yeoja yang menyatakan perasaannya padamu kan Hae,” ujarku.

“eh, ni anak sewot. Aku juga belum pernah.” Hyuk melindungi Donghae. Ah…basi! kalian memang selalu seperti itu, membuatku risih saja.

“apa tidak ada yeoja yang memikat hatimu Wonnie?” tanya Hyuk.

“tidak ada. Semuanya terlihat sama di mataku, tidak ada yang istimewa.”

“kau bahkan tidak tertarik dengan Yoona, yeoja di kelas kita itu?” tanya Donghae.

“kalau kau tertarik, buatmu Hae.”

“JANGAN! Donghae belum boleh pa-ca-ran!”

Aku dan Donghae menoleh kearah Hyuk yang sekarang sedang menatap ke depan, pose yang selalu ditunjukkan Hyuk jika sedang berpikir keras.

“jika Hae mau pacaran…yeoja nya harus aku seleksi!” ujar Hyuk mantap. Hae yang di sebelahku melotot. Sepertinya di masa depan Hyuk akan jadi batu sandungan Donghae dalam mencari pujaan hati 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Hyuk Jae side story

“malam ini kita makan apa?” tanya noona saat melihatku sedang sibuk di dapur.

“ramen,” jawabku sambil menyiapkan ramen buatanku.

“lagi?” noona pura-pura terkejut, padahal ia tahu kalau aku cuma bisa membuat ramen.

“sudahlah noona, hanya ini masakan yang bisa kubuat,” sahutku tidak ingin meladeni omongan noona yang menjurus ke  hal negatif.

“tapi Hyuk…ini tidak sehat,” timpal noona. “kamu itu masih dalam taraf pertumbuhan, harus banyak makan makanan yang bergizi. Sayur, buah-buahan dan susu.”

Aku mengahmpiri noona. “noona tinggiku sudah 176 sentimeter itu normal kok. Sudah cukup. Kalau tumbuh lagi bisa-bisa aku tidak dapet jodoh. Aku juga lebih tinggi daripada Donghae”

“lho, bukannya masih ada satu lagi yang perlu tumbuh dari kamu Hyuk.”

“apa?”

“otak! HAHAHAA” noona kau memang sadis. Tertawa terbahak-bahak diatas penghinaan yang menyakitkan. Kau memang bukan noona ku!

Hyuk menyipitkan mata, tidak senang. Tapi noona malah mengusap-usap rambut Hyuk  dengan setengah kasih sayang.

“tampang merajukmu itu tidak berubah Hyuk, dari kecil kau sungguh menggemaskan,” kata noona sambil tersenyum lalu mencubit pipiku.

“noona! Sakit!”

Noona langsung melepaskan cubitannya dan duduk di kursi, menghadapkan panci ramen di dekatnya. Sepertinya seratus kali aku membuat ramen, noona akan selalu menyukainya. Karena rasa ramen buatanku memang khas. Akhirnya kami berdua menikmati ramen. Rasanya tetap sama seperti yang selalu kubuat. Noona juga menikmatiya.

“Hyuk, lain kali jangan ramen terus dong!” rujuk noona disela makannya.

“jadi, noona maunya apa?”

“hm….noona mau sop buntut, soto, bakso *emang indonesia*….noona mau daging Hyuk. Sudah lama perut noona tidak makan daging.” Aku menatap noona dengan tatapan membunuh. Daging? Minta aja ama eomma kalau begitu.

“eh, emangnya beneran kamu mau buatin apa yang noona mau?”

“mau, aku mau beliin bukan bikinin noona.”

“dasar! Oh ya, bagimana kabar Donghae dan Siwon?”

“Donghae baik-baik saja dan Siwon untuk ke dua puluh satunya ia menolak cinta yeoja di sekolah,” ujarku.

“wahhh Siwon memang tepat dalam mengambil jawaban.”

Mulai lagi deh, noona pasti akan senang jika mendengar kabar Siwon menolak cinta para perempuan. Karena menurut noona, Siwon tipe pria yang baik dan perfect. Semua yang di idamkan para perempuan ada di dalam diri Siwon. Latar belakang keluarga, harta, tmpang, sikap dan semuanya. Ah.. membicarakannya membuatku iri saja.

“aku sudah selesai!” noona lagsung berjalan ke kamarnya.

“noona! Kau harus mencuci pancinya?!” teriakku.

“aku mau berkencan dulu di kamar, jangan ganggu aku.”

Ah! Apes banget nasibku. Lagi malas-malas begini harus mencuci piring. Coba ada Donghae, pasti dia akan sangat senang melakukan pekerjaan mencuci piring seperti ini. Apa yang tadi noona ku katakan? Berkencan???
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

December 31th, 23.35
Tahun 2011 sisa beberapa menit lagi, dan ketiga manusia itu disibukkan oleh kegiatannya masing-masing. Donghae masih sibuk dengan dompetnya yang tipis, HyukJae sibuk dengan film-film yadongnya, Siwon sibuk dengan makanan dan dekorasi pestanya.
“oh, iya! Hyung, kalian semua harus pakai ini!” seru Siwon seraya memberi semua hyungnya itu semacam topi ulang tahun dan terompet tahun baru.
“aduhh nih bocah repot banget, sih,” kata Donghae yang merasa terganggu. Tiba-tiba HyukJae menerima satu pesan. Segera dipause video yang sedang ditontonnya dan dia membaca sms yang masuk tersebut. Ternyata hanya ucapan selamt tahun baru saja.
“apa-apaan ini! Ganggu orang lagi serius aja,” kata HyukJae kesal dan kembali menonton video yadongnya. Ehm, karena tadi mereka semua lupa soal makanan, akhirnya mereka semua memakan makanan yang tersisa di rumah.
“tahu gini mending tadi kita beli makanan dulu,” tangis Donghae.
“yang sudah terjadi jangan disesali lagi. Kalian duduklah di kursi, sebentar lagi masakan yang aku buat akan siap. Hyung! Kalian dengar tidak kata-kataku!” teriak Siwon saat tidak ada sahutan apapun dari Donghae mupun Hyuk.
“NE…!” Donghae dan Hyuk duduk berhadapan, melihat kebosanan menunggu tahun baru akhirnya mereka berdua bermain perang sendok. Dan pastinya malam tahun baru ini mereka merayakan di tempat HyukJae. Noona nya sedng pergi jadi rumah mereka bebas unuk diapa-apakan.
“HYUNG!!! SUDAH JAM 23.59, AYO MAKE A WISH!” seru Siwon tiba-tiba ditengah hebohnya pertarungan antara Donghae VS HyukJae. Hyuk yang paling bersemangat dengan make a wish.
“Hyuk mau, Hyuk jadi anak yang berbakti kepada orang tua, jadi anak yang baik, banyak uang, teeerus Hyuk mau segera menikah! Dan terakhir permudahlah jalanku untuk terus menwonload da menikmati video yadong,” ujar Hyuk yang mengucapkan harapannya itu dengan keras dan menyudahinya dengan sembah sujud dan berdiri lagi.
“HAPPY NEW YEAR!!!!!” teriak Siwon dan Donghae sambil meniup terompetnya. Karena mereka tidak membeli kembang api, Siwon mengubah kembang api dengan balon yang dipecahkan satu persatu dan membut suara yang mengejutkan. Memang tidak modal.
“ya! Apa kalian tidk meginkan sesuatu?” tanya Hyuk. Maksudnya mungkin make a wish
“aku sudah berdoa tadi,” lanjut Siwon masih asyik menyiapkan makanan tahun baru ala Choi Siwon.
Hyuk menatap Donghae. “apa aku perlu memberitahumu? Kurasa akan merusak suasana tahun baru kita, aku pasti selalu mendoakan ayahku, keluarga, teman dan juga kalian,” ujar Donghae.
Tiba-tiba Hyuk sudah mengenggam tangan Donghae dan segera memanggil Siwon agar mendekat kesampingnya. Dan sekarang mereka bertiga saling berpegang tangan.
“untuk satu tahun kedepn, aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian.”
“kita akan selalu bersama-sama sampai maut memisahkan.”
“terima kasih kepada Tuhan yang memberiku banyak kasih sayang dan cinta melalui kalin. Bersama seperti ini akan selalu menyenangkan. Tahun depan akan menjadi tahun kesuksesan kita.”
“YA…! HAPPY NEW YEAR….!”

The End

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s