[onesho] Memories

Tittle                : MEMORIES

Genre              : Sad,angst

Main Cast        : Eunhyuk, Yoon Bora

Poster              : fikha

FF ini terinspirasi dari MV FT Island Severely dan In Heaven JYJ.

Rumah duka itu kini hanya tersisa kehampaan dan kesedihan, tamu-tamu yang tadinya berdatangan silih berganti mendadak meninggalkan tempatnya dan kini hanya ada kesunyian. Seorang laki-laki sedari tadi duduk berdiam diri di pojokan meja duka,                                                                                              wajahnya menyiratkan kesedihan mendalam, tak ada airmata karena ia sudah berjanji pada keluarga jika ia akan menjadi laki-laki yang kuat. Ia akan menompang semua kesedihan orang-orang yang kehilangan itu, namun sebenarnya ia merasa lemah karena sebelumnya ia tak pernah merasakan kehilangan yang begitu menyayat hati.

Sebuah figura foto seorang gadis manis dengan senyum lembut berdiri tegak diatas meja. Laki-laki tadi perlahan berdiri dan mulai mendekati figura tersebut, tangannya bergetar saat menyentuh pinggiran figura tersebut.  Dadanya begitu sakit saat melihat foto gadis yang begitu manis, yang selama ini bersamanya dan tak pernah terlewatkan hari-hari mereka. Dan kini..

“Bora-ya… sekarang kau benar-benar meninggalkanku, “ ucap Eunhyuk lirih sambil meraba hati-hati permukaan figura itu dan tanpa ia sadari  butiran bening mengalir dari sudut matanya. Eunhyuk menangis, namja itu menangis sambil tetap melihat foto yang baginya adalah kenangan terindah karena pernah berjumpa dan mencintai gadis seperti Bora.

saranghae tjanha uri hamkkehan manheun nal dongan 
hamkke apahaetjanha seoroui irin juldo moreugo 

We used to love during the many days we were together
We used to hurt together- making each other’s pain our own

Eunhyuk tak bisa berbohong lagi, ia benar-benar tak sanggup menahan air matanya. Ia harus mennagis, walaupun akan ada orang yang bilang ia cengeng tapi bisakah mereka merasakan perasaan yang dirinya rasakan. Kehilangan seseorang yang sangat dicintai dan disayangi, Eunhyuk selalu merutuki dirinya yang tak becus menjaga Bora. Padahal sebelum kejadian itu Eunhyuk ingin meminta maaf karena sifat egoisnya. Harusnya ia bisa menjadi namja yang lebih pengertian lagi dan tak terlalu emosi.

Pelan-pelan Eunhyuk meletakkan kembali figura tersebut, mungkin sekarang ini keluarga Bora sedang membawa abu Bora ke pantai. Tempat kesukaan Bora dan dirinya jika sedang menghabiskan waktu berdua. Eunhyuk tahu kenyataan ini tidak akan bisa ia ubah tapi bagaimanapun juga ia tak bisa membohongi dirinya sendiri.

KENAPA BUKAN AKU?!

BOLEHKAH AKU MENGGANTIKANNYA TUHAN?

Kini dirinya sangat merindukan saat-saat dulu. Tertawa bersamanya, bukan menangis seperti ini. Bercanda bersamanya, bukan diam seperti ini. Mencintainya bukan saling meninggalkan seperti ini. Andai kecelakaan itu tidak pernah terjadi. Andai saja saat itu kami tidak bertengkar dan aku menjemputnya seperti waktu yang kami sepakati. Pasti tak akan pernah terjadi hal setragis ini. Kini yang bisa Eunhyuk lakukan hanyalah merutuki semuanya, dan menyalahkan semua yang terjadi pada dirinya sendiri. Andai saja…

“aku berjanji, suatu saat nanti kau akan menjadi milikku sepenuhnya, dan tidak akan kubiarkan kau pergi meninggalkan diriku seorang diri.”

“kau tahu Bora? Kaulah alasan utama mengapa hingga detik ini aku masih bernafas. Kaulah alasan mengapa aku masih dapat berdiri tegak dihadapanmu.”

“kau percaya takdir? Aku mempercayainya dan kau harus berusaha untuk mempercayainya juga Bora. Karena tanpa takdir kau dan aku tidak akan pernah bersatu.”

“ahh, aku sangat menyukai senyummu. Bukan begitu, aku menyukai semua tentangmu. Aku benar-benar beruntung bertemu denganmu Bora. Dan bahkan aku memilikimu. Kaulah hidupku chagiya~”

Pikiranku melayang kembali pada saat moment manis itu terbayang sangat jelas sekarang. Padahal dirinya ingin segera melupakan itu semua, karena setiap ia mengingat senyuman di wajah Bora akan membuatnya menangis dan lemah. Eunhyuk melangkahkan kakinya ke jalan keluar dari rumah duka, sudah saatnya untuk dirinya menjernihkan pikiran. Jika ia tetap disana, maka dirinya takut tidak bisa keluar dari bayang-bayang Bora.

neon eodi inneun geoni naui moksori deullijil annni 
apeun nae simjangi neoreul chatneunda neoreul bureunda michidorok 

Where are you? Can’t you hear my voice?
My pained heart is looking for you Is calling out to you- crazily

BRUKK

“joesonghamnida…” Eunhyuk meminta maaf langsung saat kepalanya mendongak dan mencari tahu siapa yang ia tabrak. Tatapan Eunhyuk langsung terhenti, ia seperti melihat ilusi namun ini sangat nyata. Sesosok gadis yang sangat ia kenal benar seluk beluk wajahnya. Dan…

“ne, joesonghamnida…” gadis itu kembali meminta maaf pada Eunhyuk sambil tersenyum.

Ya Tuhan.. apa yang kau lakukan padaku saat ini? Apakah ini permainan?

Eunhyuk menahan nafas tak bisa percaya dengan apa yang ia lihat. Bora ada didepannya, tersenyum sangat lembut dan sepasang mata itu menatapnya lembut. Tanpa berlama-lama Eunhyuk langsung memeluk gadis didepannya ini. Bora yang sangat ia cintai. Sesaat air matanya kembali tumpah, berkali-kali Eunhyuk memanggil nama Bora dengan lirih.

“YA!” gadis itu langsung mendorong kasar tunuh Eunhyuk dan tanpa sadar kekuatan gadis itu membuat Eunhyuk jatuh terduduk. Eunhyuk kaget mendapatkan respon kasar, mengapa Bora mendorongnya? Apakah sekarang gadis ini tidak menyukainya?

“tolong jaga sikap anda tuan,” gadis itu memungut dompetnya yang terjatuh dan meninggalkan Eunhyuk yang masih belum sadar seratus persen. Apakah dirinya sudah gila mengira semua perempuan itu seperti Bora? Tapi…

“Bora-ya apakah kita bisa bertemu lagi?” ujar Eunhyuk memandang langit yang mulai menjingga.

=============================

Ia tahu dirinya memang sudah gila tapi sejak kejadian tabrakan itu, mimpi-mimpi tentang Bora selalu saja menghantuinya. Mungkinkah instingnya benar bahwa Tuhan memberikannya kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan yang ia lakukan, jika benar bukankah seharusnya ia harus segera menemukan gadis itu. Ahhh maksudnya Bora. Yoon Bora. Hanya Bora yang ada dipikirannya sekarang.

Eunhyuk bergegas berganti pakaian untuk keluar, dirinya memang tak tahu bagaimana caranya ia bisa menemukan Bora. Tapi yang pasti gadis itu tidak akan jauh berbeda dengan Bora yang dulu. Bora sangat menyukai Balet dan gadis itu selalu menghabiskan jatah hidupnya untuk berlatih untuk menjadi ballerina terkenal. Dan mungkin jika kecelakaan  itu tidak terjadi, Bora akan menjadi ballerina termuda yang dapat melakukan konser tungglnya.

Eunhyuk menatap bangunan di depannya, tempat dimana Bora sering berlatih balet. Entah mengapa Eunhyuk merasa bahwa Bora ada disini, gadis itu pasti juga menyukai balet. Eunhyuk segera memasuki bangunan itu dan langsung menuju lantai dua. Sebuah ruangan dimana kau bisa melihat semua yang ada didalamnya, karena ruangan itu special, sekelilingnya ditutupi kaca bukan tembok. Dan…

Tidak ada yang mampu membuat Eunhyuk lebih terkejut lagi saat melihat siapa yang berada didalam ruangan tersebut. Gadis yang memakai kaus latihannya dan terlihat cantik dengan gerakan-gerakan yang lihai dan lembut sesuai dengan alunan music klasik. Sosok itu adalah gadisnya yang amat dirindukannya namun diyakininya tidak akan bisa lagi ditemuinya, Bora.

Tanpa berkedip, Eunhyuk langsung melihat ke layar ponselnya. 17 Januari 2012.

Apakah ini mimpi? Ataukah waktu memang berputar kembali? Apakah Bora yang berada di hadapannya kini, sedang berlatih balet, benar-benar kembali dari kematian? Apakah ini kenyataan?

“aku sangat merindukanmu Bora-ya~” ujar Eunhyuk dari luar ruangan. Walaupun waktu berputar kembali tapi kenyataan sekarang berbeda. Gadis itu mungkin memang Bora tapi pikirannya bukan Bora. Dia tidak mengenalku dan juga tidak mencintaiku.

===========================

18 Januari 2012

Gadis itu mengeratkan kembali mantelnya, udara luar sangat dingin membuatnya tidak tahan untuk berlama-lama diluar. Memang bulan ini bukanlah musim dingin ataupun semi, tapi Bora merasakan bahwa kulitnya mulai membeku. Daridulu dirinya memang tidak bisa keluar dengan pakaian tipis. Ia menyusuri jalanan malam yang masih ramai namun, Bora lebih suka menyusuri jalanan yang bertolak dari arah rumahnya. Ia ingin menikamti angin malam lebih lama lagi. Bora menatap lampu lalu lintas yang masih agak jauh, masih ada waktu untuk menyeberang. Dengan segera Bora berlari untuk mengejar waktu namun…

Tiin..tiiin….

“Bora-ya~” spontan Eunhyuk mengapai tubuh Bora dan menangkapnya dalam dekapan menjauh dari jalanan. Sebuah mobil yang barusan mengklakson langsung melintas dengan cepat disamping kedua orang tersebut. Eunhyuk memeluk Bora dengan erat, ia benar-benar sangat terkejut saat melihat Bora yang sedetik tadi hampir saja ditabrak mobil.

“gwencana?” tanya Eunhyuk.

Bora menjauhkan badannya dari dekapan Eunhyuk. Ia baru menyadari bahwa laki-laki yang tadi menolongnya adalah laki-laki yang sama saat mereka bertabrakan dijalan dulu. Laki-laki itu sudah memeluknya dua kali. Bora menatap mata Eunhyuk yang memancarkan kecemasan.

“gwencana? Ada yang sakit?”

Bora tersadar dari lamunannya. “gwencana, kamsahamnida.”

“lain kali jangan terburu-buru menyeberang. Kau bukan orang Busan yang tidak tahu kondisi Seoul kan. Malam hari harus lebih berhati-hati lagi.”

“ne.”

Bora tidak tahu harus mengatakan apa, pikirannya rumit seketika. Ia baru saja lolos dari musibah kecelakaan dan karena laki-laki ini pula ia masih bisa berdiri dan hidup.

“apa aku perlu mengantarmu?”

“tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Terima kasih sudah menyelamatkanku.” Bora pamit pergi duluan dan kini mereka tidak hanya saling memberikan salam hormat saja. Tapi …

“permisi nona!” teriak Eunhyuk tiba-tiba, ia harus memastikan sesuatu.

Bora menengok kebelakang, dirinya kini sudah diseberang jalan, “apa?!”

“siapa namamu?!”

“Yoon Bora panggil saja Bora. Kau?!”

“Eunhyuk! Senang berkenalan denganmu, semoga kita bisa bertemu lagi!”

Bora tersenyum mendengar seruan laki-laki bernama Eunhyuk tersebut. Entah mengapa ia merasa bahwa ia perlu mempercayai takdir, karena takdirlah yang mempertemukan mereka.

===========================

19 Jnauari 2012

Ternyata waktu benar-benar  berputar kembali. Eunhyuk menganggap ini hadiah dari langit, kesempatannya untuk memanfaatkan saat-saat ini bersama gadisnya dengan sebaik-baiknya, bahkan, jika ia berhati-hati, mungkin ia sendiri dapat menghindarkan gadisnya itu dari kematian. Ia tahu bahwa takdir tidak bisa diubah, tapi persetan dengan anggapan itu. Hari ini Eunhyuk dan Bora bertemu kembali di jalan dan mereka memutuskan untuk pergi ke café.  Pada kesempatan pertamanya, Eunhyuk ingat bahwa ia menolak mentah-mentah karena harus mengurus urusan pekerjaannya dan inilah pertengkaran pertamanya dengan gadisnya itu. Namun, kali ini, ia yang akan memilih café terbaik dan ter-romantis.

“kata-katamu seperti sihir,” ujar Bora.

“hah!?”

“malam itu kau bilang jika kita akan bertemu kembali bukan. Ternyata hari ini benar-benar bertemu.”

“kau mendengarnya dengan jelas?”

Bora mengangguk. Dua cangkir mocca datang tak lama setelah pembicaraan terakhir mereka. Karena merasa gugup entah mengapa Eunhyuk tidak bisa bersikap wajar, ingin sekali ia mengenalkan diri bahwa dirinya adalah pacar gadis tersebut. Tapi mana mungkin?! Eunhyuk mengambil cangkir miliknya dan tanpa tahu bagaimana rasanya, Eunhyuk meminum habis mocca dari cangkir tersebut. Matanya langsung menyipit.

“kau tidak suka? Mengapa pesan mocca?”

“hanya tidak terbiasa.”

“benarkah? Aku suka laki-laki yang menyukai mocca karena menggambarkan sifat laki-laki itu, tidak pahit dan tidak juga manis. Seimbang.”

“kau suka berfilosofi?”

“kadang-kadang.”

Eunhyuk bahagia sekali melihat sosok Bora didepannya. Sekarang bukanlah mimpi, kalau pun waktu ini akan habis maka dirinyalah yang akan memutar sejarah. Ia tidak akan membuat Bora mati untuk kedua kalinya. Pandangan Eunhyuk tertuju pada sebuah poster yang terpasang di dinding café, sebuah poster yang membuatnya mengetahui bahwa mungkin saja ia bisa mengubah masa depan bukan takdir.

“kau menyukai pertunjukkan?” tanya Bora saat tahu bahwa Eunhyuk tengah memandangi poster sebuah pertunjukkan balet. Dan namanya ada didalamnya.

Eunhyuk mengangguk ragu. Dirinya memang menyukai ballet sejak ia mengenal Bora dan ia makin terpesona. Baginya pertunjukkan Bora yang membuatnya tidak pernah bosan melihat gadis itu beraksi di panggung. Tapi, mungkinkah ia bisa melihatnya. 24 Januari 2012 sehari sebelum kecelakaan itu terjadi

=========================

20 Januari 2012

Hari ini Eunhyuk dan Bora sama-sama ingin bertemu, setelah pertemuan di café kemarin membuat satu sama lain merasa ingin tahu. Eunhyuk meminta nomor ponsel milik Bora dan meneleponnya. Sekedar bercerita dan membahas hal-hal yang sedang banyak orang bicarakan, membuat mereka merasakan kedekatan satu sama lain. Hari ini pun Eunhyuk sengaja menjemput Bora di tempat latihan.

“ooh… kau sudah disini Eunhyuk-sshi?”

“annyeong… bisa kita pergi sekarang?”

Bora mengangguk lalu segera mengunci ruang latihannya dan berjalan disamping Eunhyuk.

“bagaimana latihannya? Aku jarang melihat orang selain dirimu berlatih?”

“aku memang lebih suka berlatih sendiri. Pertunjukkan itu memnag tunggal hanya diriku saja yang akan tampil.”

“wow! Sepertinya aku berteman dengan wanita yang hebat!”

“biasa saja, kau berlebihan Eunhyuk-shi dan… teman? Apakah kita seperti itu?”

Eunhyuk memandang Bora. “waeyo? Kau tidak suka?”

Bora terdiam dan seperti memikirkan jawaban yang sudah lama ia ingin sampaikan. “aku berharap bisa mengenalmu lebih banyak.”

Eunhyuk menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke Bora disampingnya.

“aku bukan wanita gampangan tapi saat pertama kali melihatmu aku merasakan ada yang berbeda. Aku sedikit mengenal laki-laki dan pertemuanku denganmu kuyakini adalah takdir, makanya bisakah kita saling mengenal lebih jauh Eunhyuk-sshi?”

Eunhyuk tersenyum, ia sangat senang mendengar penuturan Bora. Gadis itu kini penasaran terhadapnya dan ingin mengenal lebih jauh. Kesempatan baik seperti ini tidak boleh disia-siakan.

“kita mulai dengan banmal!” seru Eunhyuk senang.

“Eunhyukkie~”

“Bora-ya~”

Mereka saling berpandangan dan tersenyum satu sama lain. “kenapa membawa payung, hari masih cerah?”

Eunhyuk hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban. Tangan kirinya malah meraih bahu Bora dan mendekatkan tubuh gadis itu padanya. Bora yang tidak tahu apa-apa, menoleh ke Eunhyuk bingung.

“chankaman.” Eunhyuk membuka payung yang telah ia bawa dari tadi, seperti yang ia lakukan dulu. Di tanggal 20 Januari akan ada hujan deras di siang hari dan ini tidak sesuai perkiraan cuaca pagi tadi. Hanya Eunhyuk yang tahu. Sekejap setelah payung itu berada diatas kepala mereka, hujan mendadak turun dengna deras.

“waahhh…” Bora merasa seperti melihat sihir, hujan benar-benar datang dan deras sekali. Ia tak tahu Eunhyuk punya kekuatan sihir seeprti apa, hujan ini membuatnya tahu bahwa laki-laki disampingnya ini akan selalu menjaganya.

“kajja…” Eunhyuk membimbing langkah Bora menuju tempat mereka akan melakukan (kencan) pertama mereka.

=============================

21 Januari 2012

Malam ini begitu dingin, padahal ini belum musim dingin.

Seorang laki-laki turun taksi, dan dari tempat ia berdiri, ia bisa melihat seorang yeoja sedang menunggunya, dengan mantel hitam yang melindungi tubuh kecilnya, scraft yang melilit di lehernya hingga wajahnya seperti terbenam dalam scraft itu. Yeoja yang selama ini mewarnai dunia hatinya, yeoja yang akan selalu dilindunginya… Bora, siapa lagi? Eunhyuk berjalan kecil dengan sedikit terburu-buru, ia benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan gadisnya itu. Eunhyuk memelankan langkahnya menuju Bora, kemudian menutup kedua mata Bora.

Senyum manis terpancar di wajah Bora dan tentu saja dia mengetahui siapa yang menutupi kedua matanya, “Eunhyuk-ah! Lepaskan, aku sudah tahu..” kata Bora sambil terkekeh pelan, Eunhyuk hanya tersenyum menanggapinya. Eunhyuk melepaskannya, lalu memeluk Bora dari belakang. Bora langsung berbalik untuk menghadap Eunhyuk dengan masih dipelukannya.

“mengapa hanya beberapa jam saja tak bertemu semakin aku mencintaimu..” Eunhyuk mendesah pelan.

“gombal..” Bora memukul lengan Eunhyuk pelan.

“kita mau kemana tengah malam begini?” tanya Eunhyuk. Memang mereka bertemu ditengah malam seperti ini gara-gara keinginan Bora yang tidak biasa.

“aku ingin jalan-jalan dan…”

Bora memasukan sesuatu kekantong mantelku, aku langusng memasukkan tanganku dan menemukan benda yang kukenal. Sebuah jam kuno berbentuk bulat. Eunhyuk menatap gadisnya bingung.

“simpan saja, itu kado pertamaku buatmu,” ujar Bora manis.

Mereka berdua menapaki pedestrian kota yang sunyi, Bora berjalan duluan di depan sambil menikmati pemandangan lampu-lampu jalanan. Dan aku berusaha untuk mesnjajari langkahnya. Lampu jalanan memnag masih menyala, tapi bukan berarti Eunhyuk tidak was-was mengawsi tingkah lakunya. Laki-laki itu terus mengawasi setiap langkah Bora, gadis itu tidak boleh terluka sedikit pun.

“kau mau kemana?”

“…”

“kau tidak bisa tidur malam ini Bora-ya?”

“O”

Eunhyuk terperanjat sendiri, ia menyadari bahwa sebelum mereka bertengkar Bora mengatakan bahwa dirinya terserang insomnia. Bora terus saja berjalan didepannya. Eunhyuk langsung ia belari dan berjalan beriringan.

“hentikan. Kita pulang saja sekarang.”

Bora mengerjapkan mata sekali kemudian berhenti dan tersenyum.

Lampu pejalan kaki berpendar merah ke hijau. Bora kembali menapaki jalanan yang lenggang dari kendaraan. Dejavu merasuki pikiran Eunhyuk.

“BERHENTI!”

Teriakan Eunhyuk membuat Bora mematung di tengah jalan. Eunhyuk berlari dengan nafas tersengal-sengal karena ketakutan. Semua memori di kepalanya membuatnya ketakutan, ia tak ingin kehilangan lagi. Cukup sekali saja ia mersakannya.

“kumohon… pulang bersamaku Bora.”

“…”

“berhentilah bersikap seperti ini, kita pulang ya…” Eunhyuk kembali memohon.

“aku akan berhenti.”

Eunhyuk menghela nafas lega, namun ia merasa bahwa lirihan suara Bora itu seperti doa kematian. Andwae…! Bora tidak akan mati.

===============================

22 Januari 2012

Ini bukanlah pertama kali Eunhyuk melihat Bora latihan. Setiap gerakan gadisnya itu membuatnya makin terpukau, Bora memang mempunyai talenta untuk menjadi ballerina kelas internasional. Lusa adalah hari dimana pertunjukkan itu dan besok malam …

“Eunhyuk-ah…!”

“hmm?”

“jangan melamun, kau pergilah membeli snack dan minuman.”

“oo.. aku pergi sebentar.”

Bora mengangguk dan kembali lagi melanjutkan latihannya.

Dilain tempat, Eunhyuk memilih beberapa snack yang sehat dan tidak mengandung lemak berlebihan. Ia tahu seorang ballerina selalu menjaga kondisi tubuhnya, agar tetap terlihat cantik dan bagus. Dan membeli dua minuman soft drink. Saat membayar, pandangan Eunhyuk tertuju pada sebuah Koran. Tertulis disana tanggal 22 Januari 2012, headline berita tersebut memberitakan kecelakaan lalu lintas. Tiba-tiba saja kepala Eunhyuk berdenging, sakitnya seperti tertusuk jarum.

“maaf… ini uang kembaliannya.”

“ahh, gomawo.”

Eunhyuk segera meninggalkan minimarket tersebut dan mulai mengambil sesuatu dalam saku jaketnya. Sebuah sobekan kertas dari surat kabar nasional, tertulis disana

24 Januari 2012 seorang ballerina Yoon Bora gagal melakukan pertunjukkan tunggalnya. Sangat disayangkan gadis muda bertalenta itu harus meninggal karena kecelakaan maut di tengah malam yang sunyi. Padahal pertunjukan tersebut telah dipersiapkannya selama 3 tahun. Seorang laki-laki yang merupakan kekasih Kim Bora sekaligus wali keluarga Yoon Bora mengungkapkan kesedihannya dalam wawancara saat di rumah duka.

=============================

Apartemen Eunhyuk

Foto ini terlihat pudar. Eunhyuk terus menatapnya. Perasaan yang selalu ia rasakan dulu ketika sedang khawatir, bagaimana tidak daritadi ia berusaha bertemu Bora tapi gadisnya itu tidak terlihat dimanapun. Di rumah, tempat latihan sekalipun kosong tak ada tanda-tanda keberadaan Bora. Masih ingat di ingatannya, kemarin malam mereka berdua bertengkar.

“,,,,” Eunhyuk melihat kalender, dan hari ini adalah hari dimana Bora akan mengalami kecelakaan yang naas. Dirinya harus segera menemukan yeoja itu.

“hei kau tidak ke tempat kerja, jangan banyak membolos,” tegur Donghae mengingatkan dan Eunhyuk hanya mengangguk. Dirinya masih belum bisa tenang jika begini keadaannya. Segera Eunhyuk mengambil ponsel dan  mencoba menelpon Bora.

1 kali,

2 kali,

3 kali,

Ia tidak mengangkat telponnya, ini membuatnya gelisah. Kemana gadis itu?

“ppalliwa! Aku tidak ingin terlambat!” tiba-tiba Donghae muncul dari sela pintu “Ck!”

“ah arasseo!”

“neo gwenchana?” tanya Donghae saat melihat raut muka Eunhyuk yang murung.

“ne~”

“jeongmal?”

“kajja, kita akan terlambat nanti.” Eunhyuk mencoba untuk mengusir pikiran buruknya itu. Setelah sampai di tempat kerja ia akan langsung minta ijin untuk mencari Bora. Perasaannya tidak tenang hari ini.

Ternyata, rencananya meleset dan tidak semudah yang ia pikirkan. Atasannya memberikan proyek yang harus segera ia selesaikan dalam dua hari ini. Untung ada Donghae yang mau membantu namun laki-laki itu tetap saja tidak bisa focus akan pekerjaannya. Bora dimana kau?

Donghae dan Eunhyuk langsung mengerjakan tugas tersebut. Entah mengapa Donghae juga merasakan gelagat aneh dari diri Eunhyuk, sepertinya teman dekatnya ini sedang memikirkan sesuatu. Apakah ada yang ia tidak tahu.

“Hae…”

“hmm…”

“kau akan melihat pertunjukkan Bora kan?”

“tentu! Bora sudah kuanggap adikku sendiri dan aku sudah menyiapkan kado special. Waeyo? Kau sedang bertengkar dengannya?”

“hanya masalah kecil. Mungkin.”

“jangan berbohong, sedari pagi kau terlihat tidak tenang. Apa yang sedang kau pikirkan sebenarnya?”

Eunhyuk menatap Donghae. Teman dekatnya ini memang tak bisa dibohongi, mereka sudah tinggal bersama 4tahun dan ini membuat mereka makin dekat. “dejavu. Aku mengalami dejavu sejak tanggal 17. Aku berpikir Bora akan meninggalkanku Hae… malam ini gadis itu akan..”

“Hyukkie!”

Eunhyuk kaget dengan sentakan dan teriakan Donghae. “Bora akan baik-baik saja.” Donghae menenangkan Eunhyuk dan berhasil membuat temannya ini tersenyum.

Eunhyuk kembali melihat kalender dan ponsel bergantian. Di pikirannya ia melihat Bora  menelponnya berulang kali dan dirinya mengabaikan. Saat itu ia sedang sibuk mengerjakan proyek bersama Donghae dan rasanya ini benar-benar terjadi dulu. Namun dirinya tidak bisa mengatasinya, pikirannya benar-benar berkelebatan kejadian buruk itu

“Hyukkie??” Donghae menepuk bahu temannya.

“aku harus pergi”

“ha?”

“maaf.”

Eunhyuk berlari meninggalkan meja. Donghae berteriak memanggil, tapi Eunhyuk mengabaikannya. Eunhyuk tak tau apa yang terjadi jika dirinya mengabaikan pikiran itu. Apakah Bora akan pergi meninggalkannya lagi? Sekali ini saja dirinya ingin melindungi gadis itu dengan semua kesempatan yang tersedia untuknya.

“kau dimana Bora? Apakah kau baik-baik saja?!” Eunhyuk panik berlari ke arah persimpangan dimana hal itu terjadi. Sesungguhnya ia tau bahwa ini aneh tapi ia hanya ingin memastikan.

Persimpangan, malam hari

Eunhyuk mengawasi sekeliling, disini adalah tempat Bora tertabrak mobil karena kerusakan rem. Tapi sepertinya ia tidak melihat Bora. Ia mencari-cari dan pandangannya tertuju pada sesosok gadis. Bora sedang menuju ke lampu merah yang berada jauh didepannya dan headphone ditelinganya terpasang. Wajahnya begitu berseri-seri tidak ada raut kesedihan apapun, berbeda sekali dengan pikirannya belakangan ini. Dejavu itu tidak benar bukan.. Bora akan selamat dan hidup kembali kembali disampingnya. Tepat saat Eunhyuk berlari mendekati Bora, suara ponsel tanda pesan masuk berbunyi.

Maafkan aku yang egois, kita bertemu malam ini di tempat latihanku. Oke?

Saranghae~

“Bora!!!” Eunhyuk berusaha memanggil gadisnya. “Bora!”

Gadis itu tidak mendengar dan berjalan saja kedepan untuk menyebrang jalan. Melihat itu Eunhyuk mersakan kesakitan dikepalanya, ia mengedarkan pandangan dan saat itu juga ia melihat sebuah mobil yang tak terkendali melaju kencang di tengah jalan. Bunyi klakson terus saja dibunyikan tapi Bora seperti tidak mendengar apapun dan terus berjalan. Eunhyuk mempercepat larinya.

tiiiin tiiiin

Mobil Merci hitam dengan keceparan tinggi melaju mendekati Bora. shit!

“BORA!!!!”

“Bora!!!” Eunhyuk berlari sekencang mungkin kearah gadis itu.

Aku sadar! semuanya nyata, ini bukan dejavu.

cciiiiiitttt

jegeeer

bruuk

kepalaku sakit, tubuhku lemas dan semua berubah gelap.

===============================

cciiiiiitttt

jegeeer

bruuk

Bora seperti merasakan sesuatu yang buruk, seketika tubuhnya menegang dan berbalik pelan. Ia menemukan laki-laki yang ia kenal berbaring dengan darah segar keluar dari kepala. Sebuah mobil Merci hitam melaju cepat dari hadapannya. Bora melangkah pelan ketubuh Eunhyuk yang tergeletak tak sadarkan diri.

“EUUNNN YUUUUUUUUUUUUUUK” teriak Bora sambil terus mengelus kepala Eunhyuk yang bersimbah darah.

“Eunhyuk… aku memaafkan mu…aku mohon bangunlaaah,” teriak Bora kembali dengan pipi yang sudah dibasahi dengan air mata. Eunhyuk membuka matanya perlahan.

“B..Bora..saranghae…” ucapnya sambil menyentuh pipi Bora dan menghapus airmata gadisnya.

“nado saranghaeyo…” ucap Bora sambil memegangi pipi Eunhyuk yang mulai dipenuhi darah. Tiba-tiba Eunhyuk memejamkan matanya sambil tersenyum dan saat itu pula tangannya jatuh dan laki-laki yang mulai ia cintai dan sayangi telah hilang untuk selama-lamanya.

==================================

Bora PoV

Air mata terus mengalir dengan deras di pipiku ‘Lee HyukJe’ adalah tulisan yang tertera di makam itu. Air mataku terus turun bersama derasnya hujan yang turun, seakan-akan langit ikut merasakan apa yang aku rasakan. Tahukah kalian, rasanya kehilangan pegangan hidup kalian? Ya, rasa itulah yang saat ini kurasakan. Kehilangan orang yang sudah kuanggap sebagai pegangan hidupku, tempat aku bertumpu, tempat aku menyandarkan segalanya padanya.  Walaupun pertemuan kami hanya sebentar dan hari-hari yang kami lalui bukan hal yang bisa dibanggakan tetap saja Eunhyuk sudah memiliki setengah hatiku. Tetapi, kecelakaan kemarin malam seakan-akan  menegaskan bahwa takdir tidak mengizinkanku lagi untuk bertumpu padanya.

“Bora… ayo kita pulang…hujan semakin deras, nanti kau sakit” sahut Donghae khawatir.

“aku mau disini Donghae…menemani Eunhyuk, aku takut dia kesepian…aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkannya,” sahutku sambil mencoba tersenyum, walaupun aku tahu, aku tidak akan bisa menutupi perasaanku.

“Bora, kumohon jangan seperti ini…aku yakin Eunhyuk akan sedih jika melihatmu seperti ini,”  sahut Donghae. Aku mendongakkan kepalaku menatap langit. Eunhyuk, apa kau sedang sedih disana? Atau kau sedang tersenyum dalam damai? Sekarang aku harus bagaimana Eunhyuk? Kau meninggalkanku terlalu cepat.

=========================================

24 Januari 2012

Balerina Kim Bora berhasil melakukan pertunjukkan tunggalnya dan mendapatkan pujian dari berbagai seniornya.

그만 말해 입술을 열기도 전에 모든걸 알아버린 내가 원망스럽다
geuman marhe geu ipsureul yolgido jone modeun-gol araborin nega wonmangseuropda
거짓말로 도망가고 싶지만 너의 눈이 이젠 안녕이라 말을 하네
gojitmallo domanggago sipjiman noye du nuni ijen an-nyongira mareul hane

겨우 가려고 마음을 잡아 거친 폭풍처럼 밀려왔다 마치 빗물처럼 지워질 운명이겠지만
gyou garyogo maeumeul jaba gochin pokpungchorom millyowatda machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman
깨진 거울 위에 맺어진 인연보다 더욱 아팠기에
kkejin goul wie mejojin inyonboda douk apatgie
걸음의 끝을 보내는 마음을 모르겠지
i goreum-e kkeuteul boneneun maeumeul non moreugetji

그만 울어 눈물에 젖기도 전에 모든걸 알아버린 내가 원망스럽다
geuman uro geu nunmure jotgido jone modeun-gol araborin nega wonmangseuropda
거짓말로 피해보려 하지만 너의 눈이 이젠 안녕이라 말을 하네
gojitmallo piheboryo hajiman noye du nuni ijen an-nyongira mareur-hane

겨우 가려고 마음을 잡아 거친 폭풍처럼 밀려왔다 마치 빗물처럼 지워질 운명이겠지만
gyou garyogo maeumeul jaba gochin pokpungchorom millyowatda machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman
뜨겁던 사랑 열병을 앓고 메말라 버린 입술 위로
tteugopdon sarang yolbyongeur-alko memalla borin ipsul geu wiro
흘러내리는 눈물의 의미를 모르겠지
heullonerineun ne nunmur-e e-mireul non moreugetji

멀어지려고 너무 애쓰지마 이미 몸은 조각나 깨져버렸어 네가 원했던 대로
do morojiryogo nomu esseujima imi ne momeun jogangna kkejyoboryosso nega wonhetdon dero
네게 걸음도 더는 가까이 없어
nege han goreumdo doneun gakkai gal su obso

겨우 가려고 마음을 잡아 거친 폭풍처럼 밀려왔다 마치 빗물처럼 지워질 운명이겠지만
gyou garyogo maeumeul jaba gochin pokpungchorom millyowatda machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman
깨진 거울 위에 맺어진 인연보다 더욱 아팠기에
kkejin goul wie mejojin inyonboda douk apatgie
걸음의 끝을 보내는 마음을 모르고
i goreum-e kkeuteul boneneun maeumeul non moreugo

뜨겁던 사랑 열병을 앓고 메말라 버린 입술 위로 흘러내리는 눈물의 의미를 모르겠지
tteugopdon sarang yolbyongeul alko memalla borin ipsul geu wiro heullonerineun ne nunmur-e uimireul non moreugetji

[Strom-Super Junior]

The End~

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s