Dilema Laporan Keuangan

Dilema Laporan Keuangan

oleh: Lia Yuanisa (Accounting UII 2011)

Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menggunakan budaya, sosial, personal, dan psikologis yang relative dianggap praktis dan instan sehingga lebih senang dipraktikan. Kecenderungan tersebut membuat kalangan keprofesian dan laporan keuangan berada pada posisi dilematis. Dan posisi dilematis tersebut disebabkan oleh 4 kesenjangan antara pembuat (preparer) dan pengguna (user) laporan keuangan.

Pertama, kesenjangan tujuan. Tujuan utama dari preparer adalah mencatat kinerja keuangan korporasi berdasarkan standar akuntansi keuangan, sedangkan tujuan user adalah bisa menggunakan laporan keuangan tersebut dalam pengambilan keputusan. Dua kepentingan tersebut akan bisa bertautan jika kedua pihak bisa mengerti satu sama lain dengan apa yang dihasilkan oleh kinerja mereka.

Kedua, kesenjangan waktu. Dimana preparer membuat laporan keuangan melalui siklus akuntansi dan itu memerlukan waktu yang lama. Belum lagi harus menunggu proses audit oleh kantor akuntan public yang juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Padahal di sisi user membutuhkan laporan yang up to date berdasarkan realitas kekinian dan bukan bersifat historical setahun yang lalu, enam bulan lalu ataupun tiga bulan lalu yang membuat tidak relevannya keputusan. Dan itu membuat kerugian pada user karena tidak bisa mengambil keputusan segera untuk merespon peluang-peluang bisnis di tengah pasar.

Ketiga, kesenjangan perbedaan perspektif dan mindset antara pembuat dan pembaca. Preparer menyusun laporan keuangan dalam perspektif yang terperinci dan mendalam, sedangkan pembaca laporan menginginkan laporan yang general dan sederhana namun efektif dalam pengambilan keputusan.

Keempat, kesenjangan kepentingan. Bahwa tak bisa dipungkuri para akuntan dibayang-bayangi oleh menajemen untuk membuat laporan keuangan yang terlihat profitable dan bertumbuh positif. Sementara itu, kepentingan user adalah menerima laporan keuangan yang objektif dan apa adanya, agar mereka dapat mengambil keputusan yang berkualitas dan tentu saja memberi keuntungan. Dan keputusan yang tepat berasal dari informasi yang jujur dan tidak direkayasa.

Maka dari itu, untuk mengatasi dilemma laporan keuangan sebaiknya antara preparer dan user saling mengurangi adanya kesenjangan tersebut sehingga dalam pembuatan laporan keuangan akan lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan yang realibilitas dan relevansi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s