Perbincangan tengah malam

Malam itu seorang teman  datang ke kost dan mengjaka belajar bersama karena besoknya kami ada ujian tengah semester. Obrolan sana sini pasti akan sangat mudah terucap dari lisan perempuan. Entah itu saling berhubungan atau malah sampai tidaka ada hubungannya sama sekali. Yang pasti perempuan tidak suka kediaman yang etrlalu lama. Ada saja topik yang membuat mereka saling berargumen, mengatakan hal ini-itu. Dan pada suatu kali, saya terkesan dengan perkataan teman saya satu ini.

“Lia, dulu aku ga percaya dengan namanya keajaiaban tapi setelah merasakan sendiri aku percaya. Aku percaya bahwa Allah itu membantu kita kok.”

Aku diam, belu mengerti arah pembicaraan ini.

“lalu? Kenpa bisa kamu ngomong begitu?” tanyaku penasaran.

Mulailah ia bercerita. Bahwa ia beranggapan bahwa orang yang sudah bodoh dan tidak tahu apa-apa pasti memang takdirnya ga akan bisa negrjain sebuah soal satupun, dia akan merasa stuck disoal tersebut dan akhirnya tidak bisa mengerjakan, kertas kosong dan untuk memenuhinya jawaban asal yang ia tulis. Temanku satu ini cerita, waktu itu aku ujian akuntansi manajemen dan saat itu bener-bener stuck untuk sebuah rumus yang penting banget. Akhirnya aku Cuma bengong, tana sana sini juga jawaban yang sama. Lupa. Aku bukan hanya lupa tapi merasa tidak membacanya. Aku ingin menyerah saja dan tidak menjawab soal tersebut. Lama ia masih menimbang-nimbang dan tiba-tiba sesuatu muncul di kepalanya. Seperti ada lampu yang menyala kalau dibayangkan…. Temanku tiba-tiba ingat rumus itu dan langsug bisa mengerjakan soal tersebut tanpa ada masalah dan kesalahan. Terkahir ia bilang WOW!! Allah ada dan Dia menolongku. Dan itu membutanya percaya akan sebuah keajaiaban dan lebih tepatnya bantuan Allah itu ada bagi siapapun.

Allah tdak membedakan hambanya, mau pintar, bodoh, jelek, miskin itu tidak ada bedanya di pandangan Alla untuk soal memberikan bantuan. Yang penting bahwa orang itu sudah berusaha sekeras mungkin dan hanya dengan sentuhan bantuan Allah, masalah yang sulit bisa diselesaikan juga.

Tawakal

Kata yang mewakili atas semua yang sudah saya ceritakan tadi.

Berusahalah dengan sungguh-sungguh dengan semua kemampuan yang ada, baru kita serahkan semuanya kepada Allah.

Yogyakarta, 21/11/2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s