In Memoriam

selamat

“Kapan sembuhnya?”
Kemarin pertanyaan itu terasa sedikit menyakitkan buatku. Diagnosis bahwa lupus belum ada obatnya membuat nyaliku ciut.
Tapi sekarang aku tahu jawaban atas pertanyaan itu, “Secepatnya. Atas ijin Allah“- 15 Februari 2013

Alhamdulillah ya Allah.. rasa sakit ini memberiku banyak hikmah. Dengan sakit ini Kau mengajariku untuk belajar lbh dekat padaMu, menuntunku untuk terus menyeru padaMu.
kini aku mengerti betapa sayangnya engkau padaku. Ingatkan aku ya Allah tatkala aku kembali lalai padaMu. Lebih baik aku menanggung sakit di dunia daripada aku harus menanggung beban di akhirat. -9 Februari 2013

Itu adalah sebagian postingan fb dari seorang teman kawan dan mungkin juga sahabat bagiku. Shofi. Seorang perempuan muslimah berasal dari semarang yang divonis menderita lupus pada bulan Desember 2011 dan harus melakukan kontrol lab rutin.

Tidak ada banyak pengetahuan yang aku tahu tentang lupus. Hanya sebatas novel-novel yang pernah kubaca yang mengupas atau berlatar belakang penderita lupus. Semuanya berakhir dengan bahagia, itu pendapatku walau bahagia tidak selalu dengan tawa. Dan yang kutahu juga belum ada obat yang bisa menembuhkan penderita lupus, hanya ada obat yang perlahan-lahan menambah kekebalan tubuh sehingga memperlama jatah hidup seorang penderita.

Oke, ini adalah kisahku dan dia. Shofi.

Hanya nama panggilan yang tahu darinya, asala dari semarang dan satu tingkat denganku dalam urusan akademik. Kalau tahun lahir jelas aku lebih tua satu tahun tetapi kadang aku merasa dialah yang pantas dipanggil mbak.

Aku belum pernah bertemu denganya. Bertatap muka sekalipun. Kami berkenalan lewat pihak ketiga *heh?. Yup! Aku punya seorang kenalan sebut saja namanya Nuha dan suatu hari, masih ingat dalam ingatanku. Dia ingin mengenalkanku pada teman rumahnya yang saat itu alsannya sama-sama menyukai korea (boyband dan dramanya). Maka kenalanlah kita dari mulai sms-an, saling konfirmasi pertemanan di FB lalu berlanjut di follow twitter.

Awal pertemanan yahhh bisa dibilang hanya ngobrol seputar hobby dan kesuakaan.

Dan sampai alhirnya tahun 2011 mendapat kabar dari nuha tentang vonis lupus yang diderita Shofi. DEG. Jelas kaget waktu itu mendnegar teman yang kita kenal divonis oleh sebuah penyakit yang bernama lupus. Dan saat itu yang ada dipikranku adalah bagaimana seorang Shofi bisa menjalani hidupnya.

Luar bisanya dan patut menjadi khazanah bagi kita semua. Seorang Shofi bukanlah perempuan yang lemah, ia tetap menerima takdir yang digariskan oleh Allah dan bersyukur akan kenikamtanNya. Ia selalu menyemangati dirinya walau terkadang tubuhnya hampir tak bisa diajak berkompromi. Melihat postingan FB ataupun tweetnya kadang membuat hatiku berdesir. Orang ini begitu hebat! Batinku setiap membaca semua kata-kata motivasi.

 

Selamat tinggal kawanku Shofi…

Entah bagaimana aku bisa mengatakannya padamu lewat lisanku…

Kadang waktu memang tidak bisa berkompromi dengan manusia

Seperti kita yang belum pernah ditakdirkan saling bertemu

Tapi percayalah padaku bahwa kau adalah teman yang luar biasa yang pernah kukenal

Kesabaran, semangatmu, dan juga bagaimana sudut pandangmu begitu membuatku terkesan

Andai aku bisa mengatakan langsung padamu

Aku ingin menjavat tanganmu Shofi…

Memelukmu dan mengatakan bahwa aku mencintaimu karena Allah

Aku tidak tahu mengapa airmata langsung menetes deras saat mendnegarmu dipanggil Allah

Etrlalu cepat kau meninggalkan dunia ini, tapi mungkin itulah yang terbaik agar kau tidak menderita terlalu lama dalam kesakitanmu

Tersenyumlah Shofi.. Semua orang yang ada disekitarmu pasti bangga memiliki anak, saudara, teman sepertimu.

Dan mungkin aku juga ingin berterima kasih padaNya…yang atas ijinnya memberikan jalan untukku mengenalmu.

Selamat jalan kawan…

Semoga segala amal ibadahmu dinilai dan diterima oleh Allah

Semoga kita bertemu di surga Nya kelak..

Amin

 

Jogja, 16 April 2013

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s