RESENSI – Last Minute in Manhattan

last minute in manhattan

 

Last Minute in Manhattan

 

Matahari tenggelam sempurna di Manhattan,
menghujani gedung-gedung dengan warna senja cakrawala.

Di kota ini, kau akan bertemu Callysta. Ia menemukan langit yang menaungi senja—membuatnya merasa nyaman, seperti mendapat perlindungan. Membuatnya jatuh cinta.

Namun, jatuh cinta memang tidak semudah yang dibayangkan. Saat cinta mulai menyergap, yang bisa dilakukan hanyalah mempertahankannya, agar tak memburam dan menghilang ketika ragu dan masa silam ikut mengendap.

Di kota ini, gadis itu jatuh cinta, tetapi segera ia surukkan di lorong-lorong gedung-gedung meninggi, dan ia tenggelamkan bersama senja yang tenggelam sempurna.

“Hatiku, masih terlalu rapuh,” begitu katanya. Maukah kau menemaninya di Manhattan?
With love,

Yoana Dianika 

Novel terbitan Bukune  yang merupakan salah satu dari project “setiap tempat punya cerita”. Kali ini menyuguhkan cerita tentang seorang perempuan Callysta yang memutuskan untuk ikut tinggal bersama keluarga barunya di Hermosa, California bersama Sophie dan Mark. Berhubung Callysta belum menemukan minat untuk meneruskan kuliah maka ia tidak menolak ajakan tersebut. Selain itu alasan lain Callysta adalah untuk melupakan dan menghindari Abram, laki-laki yang telah play behind dengan perempuan singapore. Apa yang akan kau lakukan jika sedang patah hati? Move on! Yup, si Callysta ini berupaya untuk move on dengan menerima ajakan Mark jalan-jalan menikmati setiap tempat indah di Hermosa.

Dan sampai suatu hari Mark mengenalkan Callysta dengan Vesper Skyller. Hebatnya Callysta seperti merasakan kehangatan dan perlindungan saat berada disisi Vesper. Karena jahilnya Mark adil Callysta, keduanya terlibat peristiwa-peristiwa epic fail yang tidak terduga. Saat Callysta merasakan perasaannya terhadap Vesper ia menyimpan semua dala hati, takut bahwa ini hanyalah perasaan sebelah pihak. Sedangkan Vesper masih menjadi laki-laki misterius dengan banyak cerita-cerita yang tidak Callysta tahu. Sebuah keputusan yang akan mengubah hidup Callysta. Kesalahan keputusan akan berakibat penyesalan. Bagaimana dengan pilihan Callysta? Kalian bisa membacanya di novel karya Yoana Dianika “Last Minute in Manhattan”

Untuk Vesper:

Senja dan kamu adalah halogen dalam potongan warna . menghasilkan nada didalam untaian kata, yang menawarkan sekeping memori kepada cerita. ~Callysta Nararya

Untuk Callysta:

Senja ini memerangkap kenanga bak kanvas. Menguraikan sederet warna pastel di dalam rasa, mengerucut pada sebias makna tentang “kita” ~ Vesper Skyller

Bagi yang menyukai kisah seorang perempuan yang move on setelah mengetahui pacarnya selingkuh ya.. mungkin ini cocok sebagai pelajaran bagaimana kita mencoba untuk membuka hati dan mempercayai laki-laki untuk kedua kalinya. Bahwa tidak harus terpuruk terus bersama masa lalu. Namun, keputusan untuk jatuh cinta dan menerima orang baru di hati tidak sesederhana itu, apa yang dilihat dan dirasa sangat jauh beda, makanya di cerita ini Callysta benar-benar berpikir untuk membuat keputusan tentang hubungannya dengan Vesper atau perasaan yang masih ada sedikit tentang Abram.

Yoana Dianika menggambarkan California dan termasuk beberapa tempat di Amerika dengan deskripsi. Bagi yang menyukai travel mungkin akan merasakan sentuhan yang diberikan penulis disetiap petualang Callysta, Mark dan Vesper.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s