RESENSI – Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa

ayfnbfcmae08sr

Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa

Judul: Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa
Penulis: Prisca Primasari
Jumlah Halamanan: 300 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Harga: Rp45.000
ISBN: 979-780-589-1

Vinter 
Seperti udara di musim dingin, kau begitu gelap, muram, dan sedih. Namun, pada saat bersamaan, penuh cinta berwarna putih. Bagaikan salju di Honfleur yang berdansa diembus angin….   

Florence 
Layaknya cuaca pada musim semi, kau begitu terang, cerah, dan bahagia. Namun, pada waktu bersamaan, penuh air mata tak terhingga. Bagaikan bebungaan di Paris yang terlambat berseri….

Mungkin ini termasuk novel lama dan aku baru diberitahu seorang teman penyuka novel juga tentang  karya Kak Prisca ini. Yang menarik dari karya-karyanya Kak Prisca adalah selalu membuat latar belakang Perancis dan semua itu membuatku takjub. Lebih ingin mengenal tentang bahasa, kebudayaan dan juga tempat-tempat yang dalam bayangan begitu indah romantis.

Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa bercerita tentang tokoh seorang perempuan Paris bernama Florence L’etoile yang bisa melukis, membaca puisi, bermain drama dan bermain piano juga biola. Yang karena alasan perjodohan/kencan buta dari kedua orang tuanya dia memutuskan untuk kabur sebentar ke Honfleur. Dalam perjalanannya Florence bertemu dengan laki-laki asing bernama Vinter Vernalae, dalam bahasa Skandinavia berarti musim dingin. Mereka bertemu pada saat kondisi yang membuat mereka akan terus merasa barter. Florence membutuhkan tas sedangkan Vinter membutuhkan orang yang mampu diajaknya ke rumah rekannya untuk memainkan pentas. Keduanya pun saling memberikan pertolongan dan berakibat Florence harus memainkan lakon teater di sebuah rumah milik seseorang bernama Zuma.

Keadaan berubah saat Celine, sahabat baik Florence menelepon dan menyuruhnya cepat pulang ke rumah. Sedangkan Florence merasakan bahwa ia perlu berada lebih lama bersama Vinter. Ia merasakan bahwa ia perlu membuat laki-laki penyendiri dan misterius itu lebih banyak tertawa.

“Dia tidak pernah tertawa.” Zima tiba-tiba berbicara. “Dia lupa cara tertawa, tetap dia tertawa saat kau menerima ponsel di pertunjukkan kecil tadi.”

Rencana kabur sehari, menjadi beberapa hari karena Florence makin ingin tahu apa yang terjadi di masa lalu Vinter. Dan  sisi lain Vinter seperti merasa tidak asing dan merasakan bahwa dirinya bisa ringan denga tidak terbebani masa lalunya jika bersama Florence bahkan ia bisa tertawa, suatu hal yang sudah ia lupakan.

“Selamat tinggal, Snegurochka…” bisik Vinter. “Kuharap kau tidak akan pernah melupakan kastil es dan air mancur yang berdansa…”

Hal yang tidak nyata tetap akan lebih menyedihkan daripada hal yang nyata, seindah apapun itu. Karena ketidaknyataan itu hanya hidup di angan-angan, dalam dimensi dan ruang yang sama sekali berbeda.

Keduanya, Florence dan Vinter tidak mungkin bersama, karena keduanya tahu bahwa mereka tidak bisa bersama walaupun sangat ingin hal itu bisa terjadi. Keputusan berat harus diambil keduanya. Namun, cerita belum selesai… masih ada lanjutan kisah dari keduanya yang akan membuka sebuah kebenaran yang seperti cerita klasik.

Jika masih penasaran dengan cerita Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa. Maka langsung aja beli novelnya. Mungkin akan susah cari novelnya di gramedia atau toko buku lainnya. Maka saya sarankan cari saja di online book shop.

Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran juga didalam novel ini. Selain menyuguhkan bayangan imaginasi tentang seni, nuansa paris dan dialog beberapa tokoh pendukung, yang membuat makin kuat cerita ini mengalir apa adanya.

Tidak ada satupun yang tahu tentang takdir dirinya apalagi orang lain. Jadi takdir apapun itu hanya bisa diterima, mau bahagia atau sedih sekalipun.

Thanks buat Kak Prisca yang membuat plot caerita yang memukau, dengan ramuan roman nya. Gagas media yang selalu membuat salut soal covernya hehee… cantik.

2 thoughts on “RESENSI – Kastil Es & Air Mancur yang Berdansa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s