[Essay] Pengaruh IT Pada Bisnis Global

Pengaruh IT Pada Bisnis Global

Abstraksi

Secara umum, TI (Teknologi Informasi) telah membawa perbaikan yang signifikan dalam operasi bisnis dan dalam kehidupan manusia secara keseluruhan.

Berbicara tentang globalisasi, TI tidak hanya membawa dunia lebih dekat bersama-sama tetapi telah memungkinkan ekonomi dunia menjadi sistem independen. Ini berarti bahwa kita tidak bisa hanya berbagi informasi dengan cepat dan efisien, tetapi kita juga dapat menurunkan hambatan batas-batas linguistik dan geografis. Dunia telah berkembang menjadi sebuah desa global karena bantuan teknologi informasi yang memungkinkan negara-negara yang dipisahkan oleh jarak, bahasa bisa saling berbagi ide dan informasi dengan satu sama lain.

Pendahuluan

            Tahun 1968 temuan mikroprosesor yang memicu serangkaian terobosan teknologi, dari mulai jaringan area lokal yang luas seperti LAN dan WAN, software dan internet yang mana sudah mengubah dunia bisnis. Kini tidak ada satupun yang akan berselisih bahwa teknologi informasi sudah menjadi tulang punggung perdagangan. Menurut studi yang dilansir tahun 1965 Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS, kurang dari 5% pengeluaran modal perusahaan-perusahaan Amerika digunakan untuk pengadaan teknologi informasi. Sesudah pengenalan PC (Personal Computer) pada awal 1980an, persentase itu melesat menjadi 15%. Kemudian awal 1990an, teknologi informasi sudah mencapai lebih dari 30% dan hingga akhir dekade nyaris mendekati 50%.

Teknologi informasi adalah teknologi terbaik yang muncul setelah era teknologi infrastruktur seperti  mesin uap, rel kereta dan pembangkit listrik. Teknologi informasi memiliki semua acuan teknologi infrastuktur yang lebih kompleks dan mengesankan dari pendahulunya. Kemudahan teknologi informasi yang mudah untuk ditiru atau diperbanyak dan munculnya internet sebagai saluran pengiriman sempurna bagi aplikasi-aplikasi generik. Tak ada yang bisa mengatakan dengan tepat kapan pembangunan infrastuktur sudah selesai, namun ada banyak tanda dimana pengembangan teknologi informasi jauh lebih berkembang tujuannya dengan tujuan awalnya.

Pembahasan

Sejak diperkenalkannya komputer di tengah-tengah abad kedua puluh, potensi Teknologi Informasi (TI) untuk mengubah organisasi telah menjadi hal konstan. Setiap ada generasi baru teknologi dan inovasi yang besar, secara tidak langsung membuat teknologi klaim yang kuat bagi organisasi, bisnis dan masyrakat pada umumnya yang mudah terpengaruh oleh berbagai inovasi kemampuan teknologi tersebut. Perubahan yang ditimbulkan oleh teknologi dalam organisasi menimbulkan penelitian, bagaimana teknologi dapat membantu menata kembali aktivitas kerja atau meningkatkan kinerja manajemen mereka. Namun, terjadi sebuah perdebatan yang sangat mirip tentang peran infrastruktur informasi dalam mendukung kegiatan ekonomi kontemporer masyarakat. Sebagai akibat dari meningkatnya penyebaran teknologi informasi dalam organisasi dan masyrakat, maka tingkat ketergantungan antar sistem informasi tunggal meningkat sampai pada hari ini. Sangat sulit berpikir tentang sistem informasi yang independen sebagai lawan dari informasi infrastruktur (Hanseth, 2004).

Jika kita melihat kenyataan pada abad sekarang Teknologi Informasi (TI) telah berkembang dan menawarkan berbagai kemudahan. Terlihat bahwa TI  telah membantu komunikasi yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih efisien. Sekarang kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja di seluruh dunia hanya dengan pesan teks atau mengirim sebuah email dengan balasan hampir seketika. Internet juga telah membuka komunikasi tatap muka secara langsung dari berbagai belahan dunia berkat adanya manfaat dari video.

TI juga telah membantu dalam keefektifan biaya dengan adanya komputerisasi proses bisnis sehingga terjadi perampingan bisnis yang sangat berpengaruh pada keefektifan biaya untuk membuat mesin. Hal ini pada akhirnya meningkatkan produktivitas yang menimbulkan keuntungan seperti gaji yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang mudah.

TI juga telah membantu menjembatani kesenjangan budaya dengan mempermudah  orang-orang dari budaya yang berbeda untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dan memungkinkan pertukaran pandangan serta ide-ide, sehingga meningkatkan kesadaran dan mengurangi prasangka.

TI juga telah memungkinkan bagi perusahaan untuk terbuka gerainya 24 jam dalam seminggu ke seluruh dunia. Ini berarti bahwa bisnis dapat terbuka kapanpun dimanapun serta melakukan pembelian dari berbagai negara lebih mudah dan lebih nyaman. Ini juga berarti bahwa kita dapat menerima barang-barang kiriman tepat di depan pintu tanpa harus mengeluarkan tenaga.

Dari fenomena diatas telah dijabarkan bagaimana TI telah berkambang dan mengubah tatanan masyarakat di dunia. Sehingga melahirkan jaman digital yang berdampak pada perubahan lingkunagn bisnis modern. Kekuasaan dan kehadiran teknologi informasi mulai mengubah mereka dari sumber daya strategis yang potensial menjadi faktor-faktor komoditas produksi, karena ada dimana-mana.

Saat teknologi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat tentunya akan meningkat. Karena itu, sebuah sistem pintar harus bisa memenuhi kebutuhan ini secara lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya.

Saat ini, tidak bisa dipungkiri lagi arus informasi serta data mengalir sangat cepat dengan jumlah yang banyak. Jumlah perangkat yang saling terkoneksi pun tidak sedikit. Bisa dikatakan bahwa, hampir seluruh aspek kehidupan sekarang memanfaatkan kemampuan komputasi perangkat pintar.

Keberadaan internet, jalur pita lebar, serta perangkat pintar dalam berbagai rupa adalah beberapa contoh era data ini. Hal tersebut membawa perubahan. Menurut Tiwan Liutama-managing Director TruKiosk mengatakan, “Di era serba digital ini, semuanya bersifat serba stimulasi. Tayangan serta suara yang keluar dari speaker efeknya begitu tinggi membuat pendengarnya terpukau, dan 70% dari para pembeli melakukan keputusannya pada saat itu.”

Infrastruktur dapat merujuk pada teknologi informasi, saluran komunikasi formal dan informasi serta alat-alat pengembangan perangkat lunak, jaringan sosial politik atau kepercayaan pada kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Dalam konseptual gagasan bahwa struktur pengorganisasian merupakan penyediaan infrastruktur dan dukungan untuk sistem atau bagi layanan organisasi dalam sebuah kota, negara, perusahaan, atau kumpulan orang dengan kepentingan umum. Teknologi informasi berperan dalam proses pengembangan teknolgi infrastruktur.

Adapun teknologi informasi lebih cepat berkembang dikarenakan adanya kemampuan komputer yang mempunyai kecepatan dan ketepatan dalam mengolah data serta menghasilkan informasi. Kemampuan lain yang dimiliki komputer adalah kecepatan mengirim data dalam format apapun, dalam jaringan wilayah lokal, regional, maupun global. Bayangkan saja ketika kita mengirimkan email bertujuan ke seluruh dunia akan sampai dalam hitungan detik saja. Ini akan lebih cepat beribu kali dibandingkan dengan pesawat yang cepat sekalipun. Selain itu komputer akan mampu terus melaksanakan tugasnya dan terus hidup atau menyala dalam waktu yang lama dalam hitungan bulan bahka tahun tanpa komputer itu harus mati atau mati hanya beberapa menit atau jam dalam setahun. Kita lihat saja komputer yang mengendalikan ATM pada sebuah bank, komputer yang mengontrol penerbangan, hampir tidak pernah berhenti atau mati dalam operasinya.

Data yang diterima melalui perangkat input dan dikirim ke memori untuk disimpan dan selanjutnya diproses oleh CPU kemudian disimpan kembali ke memori sebelum ditampilkan atau dikeluarkan melalui perangkat out put bisa dilakukan oleh komputer dengan sangat cepat. Kecepatan akses data dalam sebuah operasi komputer dinyatakan dalam satuan seperti milisecond, microsecond, nanosecond, dan picosecond. Satuan picosecond merupakan satuan waktu yang paling cepat dalam sebuah akses komputer.

Jadi pada intinya, teknologi informasi dan infrastruktur saling berhubungan. Karena saat teknologi informasi dibantu oleh kemampuan komputer yang cepat dalam mengolah data menjadi informasi, maka mengakibatkan kemajuan perkembangan teknologi infrastruktur.

Diawal abad 21 merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut: globalisasi produksi, globalisasi pembiayaan, globalisasi tenaga kerja dan globalisasi jaringan informasi.  Di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair. Bahkan, transaksi menjadi semakin cepat karena adanya “less papers/documents” dalam perdagangan, dan dapat mempergunakan jaringan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih.

Salah satu upaya menciptakan keunggulan bersaing dalam situasi pasar bisnis yang sangat dinamis seperti sekarang ini adalah melakukan pendayagunaan teknologi informasi. Pendayagunaan TI memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin kelancaran dan optimalisasi layanan ke pelanggan serta meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Akibatnya, kini perusahaan mempunyai kesempatan lebih luas di sisi penawaran dan layanan bagi pelanggannya. Dan, makin besarnya peluang yang dimiliki setiap perusahaan, tentu membuat tantangannya semakin berat. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan model bisnis yang tepat.

Sebuah perusahaan membutuhkan data-data yang kemudian menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan oleh seorang manajer. Untuk memudahkan memenuhi kebutuhan informasi tersebut, perusahaan sebaiknya menghubungkan sistem yang tidak hanya menyediakan akses ke pengguna atau karyawan tetapi juga membantu memudahkan manajemen mengambil keputusan dengan tetap menjaga keamanan sistem yang diaplikasikan. Peran utama dari sistem informasi bisnis adalah melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan berbagai produk, layanan dan kemampuan dalam pasar global. Selain itu memberi dukungan yang efektif dan strategis bagi perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan kompetitif atau demi memenuhi tujuan strategis perusahaan. Dan bersamaan dengan perkembangan TI yang makin meningkat serta pertumbuhan bisnis perusahaan yang pesat jelas bahwa sebuah perusahaan membutuhkan ahli/eksekutif TI untuk merencanakan sistem infrasturktur TI perusahaan. Sistem TI yang terkelola dengan baik akan membantu perusahaan mencapai tujuan bisnis perusahaan. Terlebih jika perkembangan TI yang ada mampu membawa inovasi teknologi yang berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur TI. Selama itu pula, seorang CIO bertugas dan bertanggungjawab merencanakan atau mengimplementasikan sistem TI perusahaan, sehingga mampu melakukan efisiensi kegiatan operasional. Made Sudharma sebagai Country Head Application Service, Fujitsu Indonesia berpendapat bahwa CIO juga bertugas mensosiliasasikan TI agar digunakan secara maksimal oleh para karyawan, untuk meningkatkan kinerja SDM sekaligus mencapai efisiensi bisnis perusahaan dalam rangka mencapai tujuan bisnis yang telah ditetapkan.

Selain sebuah perusahaan membutuhkan CIO untuk membantu mengimplementasikan sistem TI perusahan, teknologi informasi dan telekomunikasi juga  memiliki peranan penting dalam perkembangan pertumbuhan bisnis perusahaan. Pasalnya, pelaksanaan teknologi TI yang efektif dalam proses bisnis dapat mengurangi biaya kegagalan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas dengan mengurangi biaya penyesuaian, termasuk menciptakan otomalisasi yang dapat memberikan perbaikan kualitas jangka panjang dalam penyelesain pekerjaan-pekerjaan perusahaan. Jadi sebuah perusahaan selalu mengharapkan perkembangan yang signifikan setelah pengimplementasian TI. Kendala terbesar yang dihadapi oleh setiap perusahaan adalah memonitor kinerja karyawan, khususnya perusahaan yang bergantung pada pekerja lapangan untuk melakukan operasi sehari-hari.

Pemonitoran kinerja karyawan tak akan lepas dari tanggungjawab seorang manajer demi perkembangan persahaannya. Maka dari itu value quest, penyediaan jasa cloud solution, terdorong untuk mengembangkan sales tracking and routing management (strim), yakni aplikasi yang memungkinkan perusahaan dapat melakukan pelacakan tenaga penjualan atau pekerja lapangan. “STRIM merupakan aplikasi terintegrasi yang menggunakan perangkat mobile dan aplikasi berbasis web untuk melakukan pelacakan tenaga kerja, operasi survei lapangan, serta kemampuan data rute,” jelas Kenneth Sidharta, Director Value Quest (Marketing, hal. 136) Jadi dengan adanya teknologi informasi seperti STRIM, dapat membantu perusahaan dalam mempermudah memonitor kinerja karyawan dan kerja manajer terbantu.

Pada jaman dahulu sekitar 20 tahun silam, kebanyakan eksekutif terjebak pada komputer sebagai peralatan proletarian sebagai alat untuk memperhebat juru tulis dan kalkulator. Bahkan komputer paling baik hanya untuk karyawan tingkat bawah seperti sekretaris, analis dan teknisi. Jarang eksekutif yang akan menyentuhkan jarinya ke keyboard, mereka beranggapan bahwa teknologi informasi atau komputer merupakan alat untuk kalangan bawah saja. Namun seiring dengan perkembangnya jaman, para eksekutif ini secara rutin berbicara soal nilai strategis teknologi informasi, mengenai bagaimana mereka bisa memakai teknologi informasi untuk mendapatkan keunggulan yang lebih kompetitif.

Sebagai contoh dari pernyataan diatas yaitu digunakannya ERP (Enterprise Resource Planning), sebuah sistem pengumpulan data yang seolah-olah ditempatkan dalam sebuah wadah yang akan memudahkan untuk saling mengalirkan atau mendapatkan informasi. Sehingga dalam pengambilan keputusan lebih cepat untuk seorang manajer perusahaan. Sebelumnya ERP diperkenalkan, sebuah perusaahan membuat sekat antar divisi yang mengakibatkan kurangnya komunikasi dan mempengaruhi dalam pengumpulan data sehingga  penyaluran informasi semakin lambat. Dengan kondisi tersebut mengakibatkan kelambatan dalam pengambilan keputusan.

Selain teknologi informasi berperan dalam pengambilan keputusan manajer, TI juga berperan dalam kegiatan operasional perusahaan. Di jaman modern ini sudah banyak dikembangkan komputer yang digunakan untuk mengendalikan mesin-mesin produksi yang berkecepatan tinggi. Selain itu, industri modern pada saat ini memanfaatkan robot yang secara otomatis dalam melakukan kerja-kerja tertentu di sebuah industri yang dikontrol oleh komputer yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia.

Investasi pada hakikatnya adalah penempatan pada sejumlah dana pada saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dimasa mendatang. Dari pengertian itu dapat kita peroleh kesimpulan bahwa investasi bertujuan untuk memberikan keuntungan di masa yang akan datang. Namun, jika sebuah perusahaan berinvestasi terlalu berlebihan agar mendapatkan keuntungan yang maksimal tidak akan menjanjikan bahwa akan mendapatkan manfaat yang sebanding. Begitu juga yang akan terjadi pada investasi pada bidang teknologi informasi.

Banyak perusahaan ingin mengambil pandangan keras pada bagaimana mereka berinvestasi pada teknologi informasi dan mengelola sistem mereka. Namun banyak studi menunjukkan bahwa banyak perusahaan dengan investasi teknologi informasi besar jarang memiliki hasil terbaik. Dalam penggunaan teknologi informasi seharusnya perusahaan juga perlu mengetahui tentang bagaimana mengelola pengeluaran untuk berinvestasi. Misalkan dengan penghematan signifikan dengan sekedar memangkas pemborosan pembelian PC yang dari tahun ke tahun berkembang dengan berbagai macam jenis yang kenyataannya hanya memerlukan sedikit aplikasi sistem informasi yang berguna untuk mempermudah tugas perusahaan. Kebanyakan belanja atau berinvestasi, jika benar, hanya dikendalikan oleh strategi vendor. Para pemasok hardware dan software besar sudah sangat bagus dalam memenuhi fitur-fitur baru dan kapabilitas dengan cara-cara yang memaksa banyak perusahaan membeli komputer baru, contohnya aplikasi baru dan perlengkapan jejaring yang jauh dari manfaat yang mereka butuhkan.

Pada dasarnya, IDC (International Data Corporation) mengidentifikasi bahwa sebagian besar organisasi berfokus kepada tiga elemen, yakni pengurangan total biaya TI, membangun lingkuangan TI yang lebih aman, dan pembangunan manajemen yang lebih baik agar bisa mengambil keputusan yang lebih baik. Dengan begitu, penginvestasian TI sebaiknya dilakukan dengan penuh pertimbangan karena sesuai konsep benefit harus lebih besar dari cost, maka manajer perusahaan perlu mempertimbangkan dalam penginvestasi TI sehingga sistem yang dibangun di perusahaannya berguna dan mampu memenuhi tujuan. Secara  keseluruhan, bisnis Indonesia pada kuartal pertama 2013 ini memperlihatkan bahwa Indonesia berada pada ranking 128. Tahun lalu, pengeluaran TI di Indoneisa menembus angka US$ 15 miliar. (Info Komputer, hal.129) Dan ini masih terlalu jauh dari negara-negara tetangganya, Malaysia maupun Singapura. Maka untuk Indonesia sendiri sebaiknya perlu meningkatkan investasinya terhadap TI.

Globalisasi ekonomi berdampak pada perubahan proses kegiatan ekonomi di negara-negara seluruh dunia.                Banyak perusahaan berusaha bersaing dalam upaya meningkatkan mutu dan berusaha mencapai tujuan yang optimal. Hal tersebut tentu saja tidak lepas dari implementasi teknologi informasi dan infrastruktur sehingga membantu manajer mengambil keputusan. Peran CIO, komputerisasi dan investasi masuk dalam kategori faktor yang membantu pengambangan TI.

Kesimpulan

Pada awal ditemukannya Teknologi Informasi (TI) sampai sekarang, presentase penggunaan TI awalnya kurang dari 5 % sekarang naik mendekati 50%. TI adalah teknologi terbaik yang muncul setelah teknologi infrastuktur. Kemudahan TI yang mudah ditiru dan diperbanyak serta munculnya internet menyebabkan TI lebih cepat berkembang. TI membantu komunikasi lebih mudah, cepat, dan efisien. Selain itu, TI juga meningkatkan keefektifan biaya dengan adanya komputerisasi bisnis yang pada akhirnya meningkatkan produktifitas sehingga menimbulkan keuntungan.

Sejak perkenalan komputer ditengah abad 20, komputer mampu mengubah organisasi menjadi hal yang konstan. Namun diluar hal tersebut ada perdebatan tentang peran insrastruktur informasi dalam mendukung kegiatan informasi. Sedangkan jika dilihat dari kenyataannya, TI yang sudah berkembang menawarkan kemudahan dan perubahan di dunia bisnis.

Apabila Sebuah perusahaan membutuhkan informasi untuk pengambilan keputusan, dalam membuat suatu informasi perusahaan perlu yang namanya sebuah sistem dan TI sendiri mendukung terjalinnya suatu sistem. Oleh karena itu banyak perusahaan berlomba-lomba dalam investasi TI. Namun pada kenyataannya, sebuah studi menunjukkan bahwa investasi TI besar belum tentu memiliki hasil yang terbaik.

TI memiliki peran penting dalam perkembangan bisnis di indonesia. Karena pelaksanaan TI yang efektif dapat mengurangi biaya kegagalan. Selain itu, TI berperan dalam perkembangan Teknologi Infrastruktur. Hal ini terjadi karena kemampuan lain yang dimiliki komputer yaitu kecepatannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa, Teknologi informasi dan Teknologi infrastruktur saling berhubungan.

TI menjembatani kesenjangan budaya karena dengan adanya TI komunikasi antar orang yang berbeda budaya menjadi lebih mudah. Dalam suatu perusahaan, dengan adanya TI perusahaan dapat beroperasi 24 jam dalam seminggu keseluruh dunia. TI juga menjadikan adanya keunggulan bersaing pada pengguna.

 

 

Daftar Pustaka

__________. 2013. Era Baru Sistem Terintegrasi. Info Komputer Edisi Mei 2013.

__________. 2013. TI Sebagai Ujung Tombak Perusahaan. Info Komputer Edisi April     2013.

G. Carr, Nicholas (2003). “IT Doesn’t Matter”. Harvard Business Review

H, Abdul. 2003. Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat.

Indah PM. 2013. Menerawang “Bola Kristal” Dunia TI. Info Komputer Edisi Februari     2013.

Moh. Agus Mahribi. 2012. Aplikasi Pelacak dan Survei Secara Real-time dan Online.        Marketing Edisi Oktober 2012.

Nielsen. 2013. TV Maish Dominan, Internet Terus Bekembang. Marketing Edisi April        2013.

S, Aji. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Salemba Infotek.

 

DON’T TAKE WITHOUT CREDIT

THANK YOU

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s