Shades of Detective

cover -The After-Dinner Mysteries

cover -The After-Dinner Mysteries

 

1. Sudah nonton drama/film The After-Dinner Mysteries?

[Sudah]

2. Suka/tidak dengan tema komedi misteri seperti ini dan kenapa?

[Suka]

Alasannya suka tema dorama komedi misteri ini tidak lain karena memang dari akunya suka banget tipe cerita dengan penggabungan 2 unsur yang ga bakal bikin stress mikirin misterinya. Apalagi ada unsur detektif, kasus dan bukti. Cerita misteri biasanya aliran plotnya dark, dengan beberapa kasus pembunuhan misteri yang mana harus mencari bukti untuk menangkap tersangkanya, mereka butuh pengamatan yang biasanya nih polisi aja harus minta bantuan detektif. Dan di dorama ini detektifnya cewek yang dibantu asistennya yang tidak lain butler-nya, bikin tambah cool karena biasanya detektif itu cowok.

Nah, tapi kalau cerita 100% misteri yang alurnya udah berat dan dark gitu, butuh sentuhan yang bikin penontonnya kayak aku nih ga kabur di tengah jalan. Makanya komedi di bagian dialog atau setiap gerakan pemainnya bikin nuansa seru dan ga pengen kelewat setiap sesi episodenya. Ini nih biasanya bumbu yang ditambahin biar alur cerita tetep ngena walaupun dikasih sense humor.

Alasan lainnya, karena sejak SD udah suka baca komik detektif, kayak Conan, Q, Kindaichi, Kuroshitsuji dan beberapa kali suka lihat anime yang genrenya misteri. Jadi kalaupun dorama “The After-Dinner Mysteries” ga ada unsur komedinya pun bakal tetep aku tonton.

3. Kenapa tertarik membaca novel The After-Dinner Mysteries?

Aku termasuk penggemar bacaan. Kalau ada film/dorama yang diangkat ke layar kaca dan ada novelnya, pasti aku pengen banget baca. Anime yang ada komiknya aja aku baca juga seri komiknya, begitu juga dengan drama korea, film barat kayak Harry Potter, Hunger Games, Twilight Saga dll. Biasanya apa yang ada di novel tidak semuanya bisa divisualisasikan ke dalam film. Mungkin ada unsur-unsur yang tidak bisa diterjemahkan dalam film. Nah, itu dia aku pengen tahu banget detail ceritanya. Makanya, aku tertarik membaca novel “The After-Dinner Mysteries “ ini.

Apalagi aku kutu buku novel, kata-kata mungkin lebih bisa membuat aku berimajinasi dengan bebasnya tanpa terikat dengan tokoh-tokoh yang sudah disetting.

Tulisan ini dibuat sebagai salah satu ungkapan penulis untuk mengikuti lomba menulis dari penerbit Haru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s