Peradaban dan Peradaban Islam serta Pergerkan Mahasiswa

Setiap bayi yang dilahirkan pasti dalam keadaan suci yang mana tidak ada kesesatan, keburukan dan kehinaan padanya. Allah memberikan ruh kepada bayi itu sebelum dilahirkan ke dunia untuk bertemu orang tuanya. Dalam Islam sendiri bayi yang dilahirkan dikatakan dalam keadaan fitrah, tidak ada dosa yang menyertainya. Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR Bukhari). Saat bayi itu tumbuh menjadi dewasa maka akan terlihat warna apa saja yang sudah membuat orang tersebut berubah. Warna-warna yang membuat bayi suci berubah menjadi sosok manusia yang memiliki karakternya. Lingkungan, keluarga, teman, profesi, hobi dan semua hal yang telah ia lakukan memberikan warna dalam kehidupannya.

Manusia yang beragama Islam di jaman seperti sekarang mungkin tidak pernah terpikirkan tentang bagaimana mereka bisa masuk Islam? Mengapa harus Islam? Mengapa harus sholat? Tidak ada pengalaman ataupun proses yang mereka ingat akan keislaman diri. Tahu-tahu lahir sudah beragama Islam karena dilahirkan dari orang tua yang beragama Islam dan berlanjut hingga dewasa, manusia hanya menerima Islam sebagai agamanya. Kebanyakan mereka telah hidup mengerjakan rutinitas muslim yang dilakukan bersama keluarga sehingga melahirkan kebiasaan seperti shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya. Dalam pertumbuhannya sebagai seorang manusia dewasa, ia akan mengalami berbagai proses dari bayi menuju anak-anak menuju remaja ke dewasa dan usia tua. Proses dari mulai menerima ajaran, belajar, mengerti kemudian mengamalkan. Hingga mengetahui bahwa pencipta jagad raya, alam semesta ini tidak lain adalah Allah SWT yang Maha Esa.

Proses keislaman yang dilakukan oleh manusia dari sejak bayi hingga dewasa tentu saja memberikan dampak yang berbeda-beda bagi individu muslim. Komunitas ia tinggal, masyarakat yang ia jumpai, cara bersosialisasi serta pada tahap pembelajaran mengenai Islam sendiri pun berbeda-beda sehingga banyak karakter yang muncul dari pemuda Islam sekarang. Karena latar belakang yang berbeda inilah yang membuat pemuda dalam mengartikan dan bertindak dalam pemikiran dan peradaban Islam pun beragam. Sehingga menunjukkan sebuah hubungan sendiri antara keislaman pemuda terhadap pemikiran dan peradaban Islam terutama di Indonesia sendiri.

Bangsa indonesia telah merdeka 68 tahun, dimana sejarah telah mencatat semua perjalan bangsa ini dari mulainya penjajahan hingga peristiwa-peristiwa besar yang pasti merubah tatanan kelola negara ini. Semua perjuangan dan perubahan ini tidak lepas dari peranan para pemuda Indonesia. Semangat dari generasi ini memang patut dipuji, bagaimana mereka melakukan segala tindakan aktif untuk menuju bangsa yang lebih maju lagi.Peranan pemuda saat ini diartikan ke dalam lingkup yang telah dikenal dengan peranan mahasiswa. Dari zaman orde baru peran pemuda yang dipimpin oleh mahasiswa mulai menggerakkan roda kepemimpinan, pergerakkan nasionalisme dan sampai pada saat dimana mahasiswa berjaya saat menjadi generasi reformasi yang sampai menggulingkan kursi presiden Soeharto saat itu. Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik dimana mahasiswa selalu menjadi motor penggerak perubahan.

Indonesia yang terkenal sebagai negara yang mayoritas penduduknya Islam tentunya mempunyai kekuatan pemuda yang tidak lain beragama Islam. Banyak sekali hal-hal yang dilakukan pemuda Islam untuk negara ini, berbagai pemikiran dan juga budaya yang menjamur di abad sekarang tidak lain karena pemudanya. Mahasiswa menjadi salah satu penggerak perubahan, mereka menyerukan berbagai hasil-hasil pemikiran yang telah membuat mereka membentuk gerakan, organisasi dan lembaga dakwah untuk kemajuan Islam.

Pemuda Islam diharapkan akan menjadi generasi penerus serta penggerak semangat untuk pemuda-pemuda lainnya untuk melawan berbagai serangan dari kaum musyrik atau Barat. Berbekal keimanan dan fondasi aqidah yang kuat maka diharapkan pemuda Islam dapat memberikan kontribusianya untuk negara dan Islam dalam memperjuangkan agamanya. Tidak hanya perjuangan tetapi juga menyebarluaskan kembali ajaran-ajaran Islam yang sudah mulai luntur dengan mengambil jalan dakwah. Para pendakwah yang istiqomah dengan jalan yang dirahmati oleh Allah. Maka tidak salah jika hal ini menyebakan banyaknya organisasi pembela Islam ataupun gerakana pemuda Islam yang bermunculan. Meskipun caranya berbeda tetapi tujuan yang mereka tangguhkan sama, yaitu menegakkan agama Islam.

Tidak selamanya berkembangan membawa kemajuan, mungkin bisa jadi membawa kemunduran. Perkembangan di dalam kebudayaan sendiri memberikan pengaruh akan perubahan aspek dalam kehidupan manusia. Apalagi jika kita menilik bahwa umat Islam memiliki musuh kaum musyrik dimana sejak zaman Nabi Muhammad kaum musyrik tidak menyenangi umat Islam, berbagai cara dilakukan mereka untuk memporak porandakan kaum Muslim. Begitu juga di abad sekarang, fenomena globalisasi menjadi salah satu cara kamu musyrik untuk masuk dan menanamkan pola pemikiran mereka. Berusaha untuk menyatukan kebudayaan Barat dengan kebudayaan Islam yang membawa dampak terwujudnya wacana Islam Liberal. Pengaruh globalisasi yang meluas telah mengeksploitasi pemikiran dan kebudayaan negara. Pemikiran-pemikiran Barat tidak ragu lagi memusatkan hal-hal yang membuat para pemuda mengikuti arusnya sehingga banyak diantara pemuda Islam terjangkit oleh pergaulan bebas. Perang pemikiran yang ditunjukkan untuk umat Islam pun dikerahkan untuk meruntuhkan keyakinan aqidah para pemuda Islam sehingga menyebabkan pemuda Islam jauh dari ajaran Islam dan lama kelamaan meninggalkan pedoman hidupnya yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Disinilah mengapa dibutuhkannya peran pemuda Islam yang mukmin kuat iman dan aqidahnya untuk memerangi globalisasi.

Pengaruh globalisasi menimbulkan kecenderungan yang mengarah terhadap penurunan akan nilai-nilai pelestarian budaya Indonesia. Perkembangan gadget, transportasi dan teknologi yang mana banyak pemuda membuat dalih bahwa gaul ataupun maju dilihat dari gadget apa yang miliki. Atau jika belum pernah naik mobil “ini” maka dikatakan kuper (kurang pergaulan) sehingga para pemuda merasakan tekanan mental yang membuatnya harus mengikuti perkembangan teknologi informasi apapun acaranya. Hal ini mengasumsikan bahwa pemikiran pemuda ikut terpengaruh dan berubah, begitu juga dengan pemuda Islam yang lambat laun makin disibukkan oleh gadgetnya. Amalan-amalan wajib seperti shalat tidak dilaksanakan tepat waktu, mengaji Al-Qur’an mulai ditinggalkan, kajian-kajian keislaman tidak dihiraukan dan lebih mementingkan acara hiburan yang lebih menyenangkan.

Globalisasi membuat sistem perang pemikiran yang sering dikenal dengan ghozwul fikr, alat untuk mencuci otak serta membentuk pemikiran baru yang negatif guna menjauhkan pemuda Islam dari ajaran agamanya. Membuat berbagai hiburan seperti musik, acara televisi, artis, sinetron, konser, olahraga dan lain sebagainya untuk membuat pemuda terlena akan kebebasan yang diberikan oleh kaum Barat (globalisasi). Hal ini menyebabkan beberapa pemikiran para pemuda seperti pemikiran kaum Barat, mengikis rasa kepedulian mereka terhadap linkungan sekitar dan hanya bisa bermain-main menghamburkan uang demi hal yang sia-sia. Pemikiran pemuda yang seperti inilah yang ditakutkan oleh Islam, karena pemberontakan ataupun propoganda akan menghancurkan kesatuan barisan pemuda Islam. Kekarasan, kriminalitas, keserakahan dan hal-hal negatif lainnya yang dilakukan pemuda ataupun mahasiswa memberikan kesan negatif di masyrakat. Peradaban yang terbentuk pun tidak jauh dari pemikiran dan kebudayaan yang terjadi, menyebabkan kemerosotan. Dominasi kebudayaan Barat melatar belakangi perubahan yang membuat beberapa golongan mahasiswa menjadi apatis dan hedonis. Padahal peradaban sendiri mempunyai arti positif dari segi bahasa “adab” namun jika melihat hasil pemikiran pemuda Islam yang tercampur dengan sifat materialitas dan kapitalisme Barat maka peradaban Islam pun lama-lama akan terkikis.

Keadaan ini menyadarkan kita sebagai mahasiwa- pemuda Islam yang masih aktif untuk bersama merubah pandangan buruk ini. Memperkenalkan wajah-wajah baru sebagai mahasiswa yang membawa perubahan baik untuk bangsa ini. Tidak ada yang mudah dan instan, semua perlu proses dan keuletan serta dukungan dari berbagai pihak. Tentunya mahasiswa sendiri tidak akan berhasil membangun bangsa Islam Madani seperti apa yang diimpikan kita sebagai seorang Muslim. Kenyataannya perlu adanya komunitas dan kesatuan semua mahasiswa sehingga apapun yang kita lakukan  untuk bangsa ini lebih terasa keluarannya. Inilah yang melatarbelakangi dari kemunculan berbagai pemikiran Islam serta terbangun sebuah peradaban yang baru di Indonesia.

Pergerakan Mahasiswa

Gerakan pemuda Islam merupakan salah satu elemen penting dimana pemuda berjuang dalam menegakkan kemanusiaan dan keadilan dalam pusaran globalisasi. Hasil dari pemikiran yang dilakukan oleh para mahasiswa yang membuahkan hasil peradaban Islam yang semakin berkembang. Gerakan mahasiswa yang paling kentara sejak pertama kali dihingar bingarkan adalah gerakan dakwah yang menjamur di beberapa komunitas di universitas, seperti liqo, halaqoh dan mentoring. Menjadikan salah satu cara untuk membangkitkan kembali peradaban Islam yang dulunya pernah dipraktekan Rasulullah kepada sahabat-sahabat Beliau. Perkumpulan ini lama-lama menjadi pelopor dalam pembentukan gerakan mahasiswa yang langsung terjun ke medannya, sebutlah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) atau HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) yang pembentukan dan pergerakannya atas pembelajaran gerakan peuda Islam di luar negeri yaitu Ikhwanul Muslimin.

Pemikiran Mahasiswa

Di beberapa universitas Islam, kuliah mengenai pendidikan agama Islam masih diterapkan dan menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswanya. Tujuannya mungkin untuk memberikan pemahaman lebih serta membantu mendasari segala perbuatan mahasiswa sesuai ajaran Islam. Karena di usianya, mahasiswa kadang masih ingin melakukan tindakan anarkis atau pemberontakan yang meresahkan masyarakat. Sehingga pendidikan agama Islam di tingkatan mahasiswa tidak salah juga diberikan guna menjaga akhlak pemuda Islam. Selain itu, ada pula universitas yang memberikan berbagai pilihan mata kuliah pemahaman Islam dan pemikirannya. Contohnya UIN (Universitas Islam Negeri) yang mana mahasiswanya banyak menyumbangkan pemikiran-pemikiran hingga mempengaruhi pemahaman  tentang Islam. Meskipun beberapa pemikirannya mendapatkan kritikan keras dari para tokoh. Dengan segala kekurangannya, tetap saja beberapa universitas dalam bidang akademiknya telah memberikan corak untuk pemikiran Islam yang dilontarkan oleh mahasiswanya.

Tidak hanya universitas saja yang berjasa tetapi juga tempat pendidikan seperti madrasah, pondok pesantren juga memberikan para alumninya untuk menyumbangkan hasil-hasil pemikirannya terhadap Islam. Makanya disini para pemuda Islam dituntut untuk kritis dan selalu proaktif dalam menghadapi segala macam stimulasi baik itu negatif maupun positif dengan respon yang positif tentu saja. Jangan memilih menjadi pemuda Islam yang apatis dan skeptis.

Menghadapi globalisasi sebagai seorang pemuda Islam yang memiliki titlle mahasiswa perlu kita lakukan sebuah perubahan yang baik melalui pemikiran yang lurus dan masih sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sehingga membentuk sebuah peradaban Islam yang damai dan sejahtera bagi seluruh umat Islam. Maka dari itu, pemuda Islam membutuhkan dua kekuatan kunci dalam melakukan perubahan yaitu Iman dan Jihad. Ilmu aqidah mengatakan bahwa iman adalah sesuatu yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan. Iman ini harus dilambangkan dalam tiga bentuk: positive mind, positive emotion and positive motion. Artinya perlu ada kecocokan antara pikiran, perasaan dan tindakan sehingga akan membuahkan keyakinan. Saat orang sudah memiliki keyakinan maka tidak ada yang tidak bisa dilakukan olehnya, begitu juga Pemuda Islam. Kunci kedua adalah jihad, bukan dalam bentuk peperangan tetapi dalam bentuk pengerahan seluruh potensi dan kemampuan untuk menghasilkan suatu manfaat. Yang terpenting disini adalah bagaimana kita memecahkan masalah dalam kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNYa. Itulah yang menjadi kekuatan pemuda Islam utnuk bisa berubah secara baik.

Kesimpulan

Bayi yang dilahirkan di muka bumi ini sejatinya dalam keadaan suci, kemudian saat tumbuh menjadi manusia dewasa maka ia akan dipoles oleh berbaga warna sehingga menjadikan dirinya harus memilik tetap beragama Islam atau memilih menjadi penganut kepercayaan lain. Hal trsebut dipengaruhi oleh keluarga, lingkungan dan teman. Kebanyakan manusia lahir dalam kondisi Islam dan terus mengikuti rutinitas dalam keluarganya sehingga hanya mengalami penerimaa agama Islam tanpa perlu melakukan usaha untuk masuk, seperti seorang mualaf.

Proses keislaman seseorang berbeda-beda, apa yang diperoleh selama hidupnya tentu mempunyai perbedaan antar individu satu denga yang lain. Karena hal tersebut jelas bahwa latar belakang keislaman seseorang dengan yang lain berbeda membuat keberagaman atas tindakan dan pemikiran dalam mengartikan Islam.

Pemuda sebagai generasi penerus dan roda penggerak perubahan diharapkan dapat mengatasi keburukan yang terjadi di negaranya. Pemuda Islam yang telah membawa bekal keislamannya dihadapkan oleh berbagai persoalan globalisasi, ghozwul fikr, propaganda dapat secara bijaksana memerangi keburukan-keburkan yang ada dan dengan kecerdasan serta keintelektualnya dapat mengatasi masalah-masalah yang berakibat perpecahan antar umat Islam. Pemuda Islam yang disebutkan adalah mahasiswa, orang yang mempunyai kelebihan dalam segala hal oleh masyarakat harus mulai membangun dan menguatkan keimanan dan aqidahnya. Jadikan moral dan spritualitas sebagai modal untuk membangun sebuah pemikiran dan peradaban Islam.

Hubungan antara keislaman mahasiswa terhadap pemikiran dan peradaban Islam dapat dilihat dari berbagai banyaknya pergerakan mahasiswa yang mana dilatarbelakangi oleh gerakan dakwah yang saat ini telah menjamur dan menyebar luas di berbagai daerah di Indonesia. kemudian adanya berbagai pemikiran-pemikiran atau kajian mengenai Islam yang membawa mahasiswa memanfaatkan intelektualnya untuk lebih memahami Islam lebih sempurna lagi.

Dalam mengadapi globalisasi, pemuda Islam harus senantiasa membekali dirinya dengan AL-Qur’an danAs-Sunnah, pedoman hidup yang tidak akan pernah menjauhkan pemda dengan pendiptaNya. Selain itu terdapat dua kekuatan yang harus selalu dibawa seorang pemuda Islam yanitu iman dan jihad.

Daftar Pustaka

            _______________. 2013. Peradaban Islam versus Peradaban Sekuler. Majalah Hidayatullah Edisi 8 Desember 2013.

Caustin, Nafta Fatahillah. 2013. Pertemuan antar Generasi. Majalah Sintaksis Edisi 54 Februari 2013.

Fakhrunnas, Faaza. 2013. Reposisi Gerakan Pemuda Islam di Era Global. Majalah Sintaksis Edisi 56 Desember 2013.

M. Syarief, Reza. 2008. Life Excellence, Menuju Hidup Lebih Baik. Cetakan kelima (New Edition). Jakarta: Prestasi kelompok Gema Insani.

Muntoha, Wijayanto, N Fu’ad dan W Basit. 2002. Pemikiran dan Peradaban Islam. Cetakan kedua. Yogyakarta: UII Press.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s