[Resensi] DIRTY LITTLE SECRET

20420940

RESENSI NOVEL METROPOP “Dirty Little Secret” by aliaZalea

He wants her. Se hates him. Together they have a….

Meet The Hero

Ben Barata. Sukses dengan kariernya dan berkehidupan mapan, tapi masih merasakan kekosongan dalam hidupnya. Dan dia yakin kekosongan itu hanya bisa diisi oleh Jana, cewek yang menghilang tanpa jejak setelah hatinya dia injak-injak bertahun-tahun yang lalu. Dia bertekad untuk bertekuk lutut meminta maaf dan mendapatkan kesempatan kedua dengan Jana.. namun, bagaimana dia bisa melakukannya tanpa membuat Jana mengambil langkah seribu ketika melihatnya?

Meet The Heroine

Jana Oetomo. Ibu dari sepasang anak kembar yang bandelnya setengah mati dengan sebuah rahasia yang memberikan definisi baru pada ungkapan “skeletons in the closet”. Namun sepertinya itu tidak bisa tetap terkubur, terutama ketika Ben, orang terakhir yang dia inginkan mengetahui rahasia itu, tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Dan dia lebih baik mati daripada membiarkan Ben dekat-dekat dengannya lagi.

Aku kasih tiga bintang buat novel terkahir seri Adri dkk ini. Entah mengapa walaupun ringan bacaannya dan khas banget tulisan kak alia, kali ini aku kurang mendapatkan feel atas hubungan Ben dan Jana. Seperti ada yang kurang entah karena memang proses pembuatannya yang paling sulit (katanya). Well, tokoh Ben kali ini cowok maskulin yang nakal senang sekali tersenyum yang bisa membuat semua perempuan menoleh dan meleleh ini memang kuat karakternya. Jana digambarkan seperti tokoh cewek yang sama hal nya di seri sebelumnya, cewek yang dengan mudah terhipnotis dengan gambara luar cowok yang “wow”. Aku ngga bisa jatuh cinta sama tokoh Ben atau Jana, malah aku suka kelakuan anak kembar Jana yaitu Erga dan Raka.

Cerita novel ini memang tidak begitu melonjak di bagian konflik malah terkesan datar-datar saja, kadang aku ingin segera mengabiskan setiap lembarannya dan menunggu apa akhir yang akan dibuat cerita ini walaupun bisa ditebak apa yang akan terjadi. Susahnya move on bagi Ben dan Jana membuat dua insan ini saling tarik ulur dalam memperjelas apa yang terjadi diantara keduanya. Hubungan yang membutuhkan kepastian dari Jana dan kesungguhan dari Ben, membuat cerita ini berputar terus sampai menunggu keduanya sadar.

Kecewa akan tokoh Ben, karena dia sebagai laki-laki dewasa tidak bisa main sebagai gentleman, lebih keliatan masih minta bantuan Eva (kakak perempuannya) dan orang tua. Walaupun sempat ada penolakan dari orang tua tai tidak diceritakan lebih detail dan kuat membuat masalah ini hanya dibuat antara Ben dan Jana.

Pengen banget nerusin cerita Erga dan Raka, katanya yang mirip Ben waktu kecil ini. Entah mengapa aku tertarik untuk membuat model cerita denan tokoh keduanya. Kembar identik, senang bertengakar tapi cepet baikannya. Sifat keduanya yang sangat berbeda satu sama lain, tetapi kadang dalam beberapa situasi bersikap toleransi atas nama persaudaraan. Kalau bisa ini adalah cuplikan celoteh, cerita di kehidupan Erga dan Raka waktu mereka smp atau sma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s