Jejak-Jejak KKN Unit BY 97 (Part 1)

Setiap hari disuguhi pemandangan gunung merapi

Setiap hari disuguhi pemandangan gunung merapi

Aku adalah Lia, yang akan menjadi pendongeng salah satu kisah yang akan menjadi sejarah sekaligus kenangan yaitu KKN. Sebagai mahasiswa hampir di tahun akhir tidak lepas dengan kewajiban untuk melaksanakan KKN yang mana menjadi salah satu syarat untuk wisuda.Itulah yang terjadi padaku setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran untuk menuju jenjang KKN (Kuliah Kerja Nyata). Tahap pertama tentunya sebagai universitas islam diadakan pembekalan, yang kata temen-temen nih udah berasa ondi lagi. Masih ingat, sering buka web DPPM buat cari tahu informasi dan tepat awal bulan Juli diupload lah daftar unit KKN. dfatr kkn Suasana kos saat itu rame, entah itu persoalan orang satu unit atau tempat KKN yang ditunjuk. Kagetnya waktu itu adalah salah satu teman unitku adalah orang yang pernah satu kelompok denganku di salah satu mata kuliah semester 6. Aku juga belum tahu seperti apa orangnya, berhubung ada kesalahan teknis kita cuma pernah berkomunikasi lewat bbm. Lanjut ke tempat KKN, hmm aku dapat daerah SELO dan tidak ada satu pun bayangan tempatnya seperti apa. Pas search di google ohh ternyata daerah pegunungan di Boyolali dan dekat dengan Keteb-Wonolelo. Setidaknya jalan kesana aku udah tau tetapi tetap ngga ada bayangan medan KKN nya seperti apa. Dan berlalulah hari-hari berikutnya. Tiba-tiba ditanyain temen “udah kumpul belum sama temen-temen unitmu?” haha… “belum sama sekali lah” beberapa temen mulai dapat jarkoman kumpul dari sesame teman unitnya. Aku sih bodo, nunggu aja kali aja ntar aku juga dapet jarkoman juga buat ngumpul.Yahh tapi emang sifat dasar ya, ngga bisa nunggu lama-lama akhirnya 3 hari setelah pengumuman aku mulai menyapa teman-teman satu unitku terlebih dahulu. Kalau diingat, cupu bin alay deh. Finally, setelah basa basi, akhirnya kita mulai buka grup di line dan bbm. Kalimilk menjadi tempat pertama dan nostalgia unit kami. Pertemuan pertama saat bulan Ramadhan, akhirnya pilih waktu yang pas buat buka puasa bersama sekitar jam 5 kalau nggak salah. Lucunya, ternyata banyak unit lain yang mengadalan pertemuan di Kalimilk juga, jadi ngga heran kalau satu meja isinya sekitar 8-9 orang. Pasti bisa langsung diterka, “KKN ini pasti”.Semuanya Alhamdulillah kumpul, lengkap.Awkward.Jelas banget lah, baru ketemu pertama.Banyak kesan yang kalau sekarang diinget lagi, mau ketawa deh.Ngga nyangka bakal berubah 180derajat.Mulai deh obrolan yang seakan-akan dibuat ringan tetapi jelas atmosfer saat itu rada kaku.Anyway, kumpul-kumpul membawa keputusan buat pembagian job. Kumpul selanjutnya ada di MCD jalan sudirman, yahh itu malem lagi jam 8 setelah salat tarawih.Sayangnya kali ini nggak lengkap, 2 personil berhalangan datang. Caca yang udah dikasih job buat ambil administrasi di DPPM datang telat, karena ada kesalahan teknis, seharusnya waktu itu aku ngehubungiin Wildan buat jemput tapi ternyata Wildan cus ke tkp tanpa tanya menanya ke Caca. So, kumpulnya rada telatan. Semua administrasi dibagi satu per satu, yahh setelah lihat banyaknya kertas dan juga buku mulai rada males aja. Banyak urusan sama administrasi, udh kayak apa aja… Karena mau diadakan survey pertama bareng-bareng sama unit 92-97 bersama DPL, ditentuin juga tuh pembagian boncengan dan motor siapa aja yang bakal dipakai (sampai akhir KKN juga temen boncengannya ngga berubah, kecuali satu hahaha) 1405093968822 Yeiiii, survey pertama kita ke Selo. Konvoi dengan sekitar 20 motor ternyata asikk nih, belum pernah lihat sepanjang itu. kita bareng-bareng ke Selo menggunakan rute Turi-Magelang-Boyolali yang dipandu oleh DPL 2 kita Pak Bayu (ex-Mapala). Ini dia DPL yang pertama kali terkesan gagah dan tegas, tapi lama kelamaan lucu dan berasa teman karena santainya sikap bapaknya ke kita-kita. Perjalanannya lumayan jauh, tetapi bisa dibilang sama kayak aku pulang ke Magelang. Kita istirahat setelah melewati pasar Talun, karena ada yang tertinggal dan ban motor pecah. Mulai berselfie riang, karena di unit 92-97 ada teman-teman OCB (Berti, Hesti, Ogi) yuhuuui…. Balik lagi ke motor, lanjutkan perjalanan sampai ke balai desa Lencoh. Wow..wow… saat itu kita bener-bener horror lewati jalanan aspal, udah berasa menerjang kabut yang tebal, hawanya juga langsung dingin, ngeri deh pokoknya waktu itu. Berasa di negara diatas awan, cuma lihat kabut tok. Alhamdulillah sampai tempat tujuan dengan selamat, dan akhirnya satu per satu unit mulai diantarkan ke dusunnya. Dan entah ya, harus bilang apa unit kami mendapatkan dusun terakhir yang 2 paling pojok. Subhanallah, pemandangannya juga paling TOP, bagus bangeet. 20140807_143723 Akhirnya kita bisa tahu satu-satunya mall yang ada di Lencoh, GALAXY MART (wkakakaka) beneran deh, deket dari balai desa, dan saat tanya dimana dusunnya kita yang bernama Wates. Ihuy, ternyata jauuuh banget dan butuh sekitar 15 menit kalau udah hapal sama jalannya ya. Okei, kita ditunjukin jalannya sampai ke dusun wates, dan emang bener ngga ada kata yang bisa diutarakan saat itu.pas banget desa ini buat KKN, rada ngga shock karena memang medan yang keren dan mulai tertantang untuk bisa survive di dusun wates ini. 20140807_141658 Dusun wates punya keunikan, selain saat itu udah kayak dusun mati yaa, ngga ada orang yang kelihatan Cuma 2 sampai 5 orang yang terlihat didepan rumah. kedatangan kami disambut, dan mulai deh kata-kata jawa pamungkas dikeluarkan meski hanya 3 orang yang bisa (aku, Julia, Hanif) tanah disana dibuat talud, jadi jalanan desanya naik dan turunan yang curam. Kita bersembilan harus berjuang naik ke rumah puncak yaitu milik pak RK nya yang dimana kita harus bertamu disana.Kita jalan tanjakan keatas, satu langkah dengan berat, rasanya ada yang membebani kaki-kaki ini sehingga naik pun rasanya ngga kuat (maklum udh lama absen naik gunung) , berbeda dengan 3 anak laki-laki yang excited bejalan bersama kami (Pur, Rony, Mukhlis).Nafas sudah terengah-engah, kita bertanya keberadaan Pak Suwarno yang disebut-sebut  sebagai ketua RK dusun wates. “bapak sama ibunya barusan pergi ke boyolali” Jleb! Ngga ada orang. Kita bingung harus gimana, padahal Pak Bayu minta kita bertemu sama ketua RK untuk minta ijin melakukan KKN disini. Fuuuh, melihat perjuangan kami naik sampai atas, dan ternyata tidak satupun orang yang dituju. Bersabarlah kami, ambil tindakan wawancara sama warga sekitar dulu. Wawancara sekalian istirahat juga pastinya.Kunjungan pertama yang begitu menakjubkan. 1407414651566 Setelah dimusyawarahkan, berkumpulah kita untuk ketiga kalinya di Dunkin untuk mulai membuat laporan LHO (Laporan Hasil Observasi) yang dijadwalkan selesai sebelum liburan lebaran.Yahh, meski ngga lengkap karena ada yang sudah pulang tetap ngga ada yang maksimal. Kita malah ngobrol lama dan mulai membahas kegiatan apa yang mungkin bisa dilakukan disana, tanpa LHO yang tuntas. Banyak yang masih bingung mau mengadakan proker apa disana. Tentunya sama denganku yang berlatar belakang akuntansi ini. Liburan.Lebaran. Ngga bisa lamalama liburannya karena udah tergetan dan janjian kalau aka nada pertemuan sebelum pelepasan KKN. Tempat kumpul keempat dipilih Serafin, yang mana sampai muter-muter aku mencari café kecil nan unik ini. Lagi-lagi ngga lengkap personilnya. Kita mulai santai dan kelihatan undah mulai usil satu sama lain, meskipun ada wajah kakunya. Mulai deh bikin plan untuk persiapan KKN, kumpulin uang kas yang wajib 150ribu per orang.Terkumpul sekitar 2 juta yang ditambah iuran rutin kami 10ribu setap pertemua.Rada sadis emang bendaharanya, tetapi no comment deh.Uangnya juga buat keperluan bersama juga. Bagi-bagi job lagi, kali ini barang-barang apa saja yang perlu dibawa, rencana belanja bersama sampai kapan mau konsultasi pembuatan proker sama DPL 2, Pak Bayu.  Listnya ternyata banyak sekali… tapi salut karena kita disaat itu terlihat saling menghargai satu sam lain. Mana yang perlu dibawa dan mana yang perlu diprioritaskan. Menyebalkan saat kami berencana untuk konsultasi proker ternyata karena jam lelet telat berakhir unit kami tersingkirkan. Kami mengalah dan mulai membuat janji baru lagi dengan Pak Bayu. Oh men, ngga main-main ya tawarannya, jam 11 malam di S2 fakultas hukum di jalan terban. Ok, fine. Kita sudah setuju semua, teknis keluar malamnya udah terpikirkan dan yang perempuan mau menginap di kos Uni (Devi, panggilan kakak karena asalnya Padang). Karena masih pagi kita putuskan makan pagi saja, sambil nunggu jumatan dan cuuus belanja bareng.Kita pengen ayam geprek, eh sampai di tkp ternyata tutup.2 unlucky deh, akhirnya makan dengan seadanya.Setelah jumatan kita pilih belanja duluan di Mirota kampus daerha UGM.List panjang mulai dikeluarkan dan udah kayak mamak bawa anak-anaknya kita puterin swalayannya sampai akhirnya bon belanja sampai 400ribu. Beli keperluan lain dan pulang masing-masing. Cerita hari itu belum selesai, malam harinya sesuai janji kami berkumpul di pasca sarjana hukum.On time. Bersibuklah kita presentasi satu per satu mengenai rancangan proker yang akan diajukan ke Pak Bayu. Malam penuh tawa dan malunya, bisaa aja ya suasananya ngga ngantuk sama sekali, bahkan bapaknya bilang “Yuk sahur!” saat kami semua telah selesai konsultasi. 1407414678136 Finally, big day! Pelepasan mahasiswa mahasiswi KKN regular 1 semester antar waktu di depan lapangan fpsb yang tentunya dibanjiri sekitar 3000 mahasiswa yang KKN. Pagi yang sebenernya ngantuk banget tapi dipaksain buat tetap datang tepat waktu.Selang 2 jam (mungkin, lupa) berakhir juga upacarany dan sambutan sekaligus pelepasan dari rector UII, Pak Harsoyo.11 Agustus 2014 teman-teman kisah KKN officially dimulai. Untuk Selo penyambutan di kecamatan dimulai jam 12 siang, makanya kita dibiarkan sama Pak Bayu sarapan dulu dan kumpul lagi jam 9, tetapi yahhh ngaret sampai jam setengah 10 baru berangkat setngah dari konvoi pertama karena kalau menunggu yang lain takutnya ngga kekejar wkatunya. Sebenanrnya kalau diukur hanya perlu 1,5 jam untuk sampai tujuan tetapi karena kita konvoi bisa nambah waktunya. Di saat perjalanan ternyata ada musibah, temna unit kami Ade jatuh karena bannya selip pas di tikungan, syukurnya tidak ada luka parah hanya lecet di kaki. Penymabutan di kecamatan berlagsung agak tidak teratur, karena ruangannya yang sempit maka beberapa mahasiswa lantang luntung diluar kantor kecamatan. Meskipun begitu sudah secara resmi disambut rombongan KKN di Selo ini. 1407757498732 Tidak mau buat kesempatan, kita memisahkan diri.Unit kami ingin berkunjung ke rumah Pak RK yang belum bisa ditemui sebelumnya.Bersilaturahmi sekaligus dan berteu juga kami dengan Pak warno&Bu sumini, yang akan menjadi ibu bapak selama KKN. next, part 2 akan dimulai lembaran baru kami sebagai mahasiswa KKN di Dusun Wates, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali

karena bangun telat, ga ikutan eksis hehehe

karena bangun telat, ga ikutan eksis hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s