[Seri] Clandestine

Relva

Kalah dan tim basket kami kalah, seharusnya kami bisa menang dengan tembakan tambahan yang diberikan wasit padaku tetapi malah kusia-siakan. Harus kuakui bahwa kekalahan pertandingan ini gara-gara diriku yang tidak fokus saat bermain dan malah masih sibuk memikirkan masalah rumah sejak kemaren malam. Aku meninggalkan lapangan basket dengan penyesalan meskipun beberapa teman satu timku tidak menyalahkan diriku atas kekalahan ini. Begitu juga pelatih yang malah tersenyum bangga lantas mememlukku singkat sambil menyemangatiku.

“Masih ada hari esok, ini menunjukkan kerja keras kita selama ini terbayarkan.” aku meminta maaf atas kesalahan yang kuperbuat. “Apapun masalah yang sedang kau hadapi sekarang dan membuatmu tidak fokus selama pertandingan, aku berharap cepat terselesaikan Relva.”

Ya. Aku juga berharap sama. Saat aku mengamati bangku penonton aku menemukan temanku, Arga yang masih duduk dan melambaikan tangan sambil tersenyum. Aku mengerti artinya, ia berusaha menyemangatiku. Kemudian disamping Arga ada Adriana yang juga masih disana. Pacarnya itu tidak melambaikan ataupun tersenyum, kurasa ia sangat marah karena merasa aku menutupi sesuatu darinya. Huft, harusnya aku mengatakan kepadanya tadi pagi saat berangkat ke sekolah bersama.

Aku kembali berjalan meninggalkan lapangan dan pergi menuju ruang loker klub basket.

“Relva”

Aku melihat Arya berdiri didepan lokerku tanpa peduli orang lain sedang berganti pakaian dan aku harus tahu kabar kekalahan ini pastinya sudah terdengar di telinganya. Arya adalah sabata terbaikku dan kami selalu melewati waktu bersama, kecuali Adriana ikut juga.

“What?”

“Well,” Arya memulainya dengan nada yang rendah. “Aku mendengar kekalahan pertamamu dan buruknya aku tidak melihat sepanjang pertandingan. Kurasa sekarang kau merasa dongkol atas kekalahan. Jadi…” Arya berdeham “Are you okay?”

“I’m fine.” Arya menatapku seperti mencari kebohongan dimataku. “Kita kalah.”

“Aku tahu dan kau tidak baik-baik saja Relva.” Arya melemparkan handuk kearahku. “Malam ini ada pesta di rumahku dan kau wajib datang. Adriana dan Arya temanmu itu juga bisa ikut,” ujar Arya.

“Kita kalah Arya dan kenapa kau membuat pesta?”

“Untuk menyemangati kalian tentunya. Hei.. aku tidak sejahat apa yang kalian pikirkan selama ini.” Arya beranjak dari hadapanku dan berlalu ke teman-teman setim ku dan mulai mengundang mereka ke pestanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s