Jika kemudian engkau mendapat kesempatan untuk memilih dari beberapa pilihan, maka cobalah untuk tidak mengambil yang paling terlihat sempurna. Ambillah yang “pas”, yang sekiranya cukup, bukan yang “paling atas”, karena dikhawatirkan ketika engkau memilih yang paling sempurna di antara semuanya, ada nafsu yang terselip sedemikian besarnya. Sulit? Iya.
Ustadz Salim A. Fillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s