Last Path from UII

Buat apa kita memikirkan apa yang dipikirkan orang lain, buat apa kita mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain.

Pasti menjadi lulusan tercepat dengan ipk cumlaude adalah impian semua mahasiswa. Termasuk saya yang punya target bisa selesai kuliah 3,5 tahun dengan ipk diatas 3,7 dan alhamdulillah target tersebut tercapai. Meskipun saya kurang detail memberikan keterangan “skripsi dan wisuda”, mau kapan dikerjakan dan sampai kapan.

Cerita ini nyata dan saya adalah pelakunya. Memilih dosen pembimbing skripsi sebenarnya sudah ditetapkan jauh hari a, tetapi kuota tidak ada tambahan. Akhirnya saya pun dengan kesadaran memilih pilihan b. Walaupun tidak pikiran akan memilih cadangan b sebenarnya.

Selama masa bimbingan tidak ada keluhan. Lancar dan tidak perlu pakai proposal hanya presentasi, alhamdulillah langsung bisa tembus untuk melakukan penelitian selanjutnya. Memasuki bulan februari lalu maret, banyak berdatangan pertanyaan tentang “sudah sampai mana skripsinya?” “Sampai olah data”
Saat itu mungkin bangga karena dengan kerja keras sendiri, ngolah sendiri, belajar spss dan excel secara otodidak membuahkan hasil. Bulan april, sudah mulai teman-teman angkatan sidang dan wisuda. Lalu terdengar lagi pertanyaan, “sampai mana sekarang skripsinya?” “Sudah bab 4 bagian pembahasan”. Dari bulan februari sampai april, bukan lagi masa saya sering ke kampus untuk kuliah melainlan bertemu bapak pembimbing skripsi untuk mengajukan revisi. Kalau ditanya, “kok belum selesai sih?” Atau “siapa dosen pembimbingnya?” Nah, kalau udah dijawab nama pak dosen nya langsung deh muka penanya berubah. Seperti tahu kondisi yang sedang dialami saya selama menjadi mahasiswa bimbingan.
Pertama kali, tentunya saya tidak menyangka akan lama penggarapannya sampai ketahap acc untuk semua pembahasan di bab 4. Tidak pernah tahu akan sesulit ini hanya untuk bertemu bapaknya. Tidak pernah tahu bahwa akan seteliti ini dibaca tulisan skripsi saya.
Namun dibalik ‘tidak pernah tahu’ saya menjadi lebih tahu.
Saya mengetahui bagaimana cara mengolah data, membuat checklist, membuat paragraf yang baik dan karya ilmiah yang berbobot. Bukan hanya saduran atau pengkopian kata dari tulisan ilmiah lainnya. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, secara diskusi dan tanya jawab sering dilakukan disetiap pertemuan. Seperti mendapatkan ilmu baru di setiap sesi, dan membuat saya excited untuk lebih tahu lebih luas lagi.
Kini, ketika orang tua bertanya tentang skripsi saya bisa menjelaskan dengan baik kondisi saya, tidak menyalahkan siapapun untuk lamanya pengerjaan skripsi ini.

Berat dan panjangnya perjalanan ini, semoga menghasilkan kemudahan yang sanggup membuahkan senyum bahagia.

Maka, tidak ada yang perlu disesali.
Inilah bagian rencana Allah yang sudah disiapkan untuk kita.
We can do anything but not everything

Proses Panjang yang Membuahkan Hasil Terbaik

Proses Panjang yang Membuahkan Hasil Terbaik

20150706_115954

Kepercayaan bahwa skripsi ini akan berhasil akhirnya tercapai juga, proses yang lama dan sempat bikin untuk ganti tema tetapi selalu saja setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing saya, Pak Syamsul semua pikiran negatif langsung hilang. Mungkin memang perlu kesabaran dan sabar akan membuahkan buah yang manis seperti akhir dari ujian skripsi saya pada tanggal 6 juli 2015. Lulus tanpa revisi, alhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s